Pemberian Rempah dan Suplemen Organik Cair terhadap Performans Ternak Puyuh


Abstract viewed : 77 times,     PDF downloaded : 54 times

  • Alpia Sahupala Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Maria Herawati Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Nurtania Sudarmi Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Burung puyuh, Performans, Rempah

Abstract

Banyak keuntungan yang didapat dari penggunaan rempah selain untuk manusia, rempah juga berguna bagi ternak mulai dari peningkatan daya tahan tubuh dan stress, hingga menekan tingkat kematian semasa pemeliharaan. Pemanfaatan rempah diyakini membuat kolestrol jahat dalam darah dan daging ternak berkurang. Peternak di Manokwari, Papua Barat umumnya menggunakan tanaman rempah untuk pencegahan penyakit maupun meningkatkan performa ternak. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui performa ternak puyuh yang diberikan rempah dengan suplemen organik cair dalam air minum ternak. Percobaan menggunakan 150 ekor burung puyuh dengan perbandingan 30 ekor jantan dan 120 ekor betina. Percobaan menggunakan Uji T untuk melihat performans ternak puyuh dengan peubah yang diamati meliputi konsumsi pakan, konsumsi air minum dan produksi telur. Rataan pemberian rempah dengan suplemen organik cair sebagai air minum pada ternak puyuh berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsumsi pakan serta penurunan konsumsi air minum dan produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan rempah dengan suplemen organik cair dapat diberikan sebagai minum ternak ternak puyuh tanpa menggangu proses metabolisme.

References

Abidin, Z. (2012). Meningkatkan Produktivitas Puyuh Si Kecil yang Penuh Potensi. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Andari, A., Enisa, E. N., Wulandari, R. F., & Suci, D. M. (2018). Efek suplementasi “Jamu Rempah” pada puyuh (Coturnix coturnix japonica) terhadap performa dan kadar kolesterol telur. Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, 16(2) : 34-41.

Natamijaya, A.G. (2005). Karakteristik penampilan pola warna bilu, kulit,sisik, dan paruh ayam pelung di garut dan ayam sentul di Ciamis. Buletin Plasma Nutfah. 10(1) : 1 -10.

National Research Council (NRC). (1994). Nutrient Requirement of Poultry, 9th Revised Edition. National Academy Press, Washington DC.

Suprijatna, E., U. Atmomarsono, & R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.

Utami, M.M.D. & J. Riyanto. (2002). Pengaruh Pemberian Pakan Dengan Metode Pemuasan Terhadap Kinerja Karkas Puyuh. Bulletin Peternakan, 26(1): 13-19

Tini, W., N.S. Asmaniya, & A. Napirah. (2020). Pemberian Rempah (Jahe, Kunyit, dan Temulawak) terhadap Performa Produksi Telur Burung Puyuh (Corturnix cortunix japonica). 22(2): 242-248.

Wahyuri, M., E. Elfawati, & Rahmadani. (2014). Manajemen Teknis Produksi Peternakan Puyuh (Studi Kasus Di Peternakan Masagena Kecamatan Tenayan Raya). Jurnal Peternakan, 11(1): 8-21.

Widyastuti, M., M. Siti & S. Tyas. (2014). Pertumbuhan Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Setelah Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pakan. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 12(2): 12-20.

Published
2021-09-09