Pengaruh Media Semai dan Dosis Biochar terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Persemaian


Abstract viewed : 585 times,     PDF downloaded : 468 times

  • Pianto Ramadhan Prastio Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
  • Asih Farmia Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
Keywords: Benih cabai rawit, Biochar tempurung kelapa, Media semai

Abstract

Tanaman cabai rawit memiliki potensi ekonomi yang baik untuk dimanfaatkan dalam bisnis karena kebutuhan akan cabai tinggi dengan harga tinggi, sehingga perlunya teknik persemaian yang baik agar benih dapat tumbuh cepat dan seragam dengan menggunakan berbagai media semai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa media semai dan dosis biochar tempurung kelapa terhadap pertumbuhan benih cabai rawit yang dilakukan di dalam rumah semai di Desa Sembawa kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret-Mei 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan dari beberapa jenis media semai dan takaran dosis biochar tempurung kelapa. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama media semai yang terdiri dari sekam bakar, cocopeat, dan pasir, faktor kedua adalah biochar tempurung kelapa dengan dosis 10 gr, 20 gr, dan 30 gr. Parameter yang diamanti meliputi tinggi kecambah (cm) dan jumlah daun. Dari hasil pengamatan bawah benih cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dapat tumbuh pada semua jenis media semai meliputi sekam bakar, cocopeat, dan arang sekam dengan hasil pertumbuhan yang berbeda. Media semai yang baik adalah perlakuan berupa Pasir dengan rata-rata tinggi kecambah 3,721 cmdan rata-rata jumlah daun 2,966 helai berdeda nyata dengan perlakuan (M2) cocopeat , (M1) sekam bakar dan Kontrol, sedangkan untuk pemberian biochar tidak berbeda nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun.

References

Badan Pusat Statistik. (2018). Produksi tanaman sayuran, accessed September 22, 2020, from https://www.bps.go.id/site/resultTab

Badron, S. & S. Tius. (2008). Mobilitas Pupuk anorganik N dan P. http:ww.Unhas.ac.id/lemlit/researches/vieuw/320.html (10 Juni 2021)

Cahyono, B. (2007). Cabai Rawit. Kanisius. Yogyakarta.

Chan, K.Y., van Zwieten, B.L., Meszaros, I., Downie, D. & Joseph, S. (2008). Using poultry litter biochars as soil amendment. Australian Journal of Soil Research,45,437-444.

Cayanti, R.E.O. (2006). Pengaruh Media Terhadap Kualitas Cabai Hias (Capsicum sp.) dalam pot. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Conover, C.A. (1980). Foliage Plant. In. R.A. Larson (Ed): Intodution to floriculture. Academic Press. Inc. New york. 607.

Erinnovita, S.M. & Guntoro. D. (2008). Invigorasi Benih untuk Memperbaiki Perkecambahan Kacang Panjang (Vigna unguiculata Hask. ssp. sesquipedalis) pada Cekaman Salinitas. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Ermina, Y. (2010). Media Tanam Hidroponik dari Arang Sekam. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Lembang).

Farmia, A. (2020). Pengaruh Beberapa Macam Media Tanam dan Dosis Serbuk Cangkang Telur Ayam terhadap Pertumbuhan Microgreen Brokoli (Brassica oleracea var. Italica Planck). Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, 14 November 2020. E ISSN : 2774-1982. P: 31-37.

Glaser, B., J. Lehmann & W. Zech. (2002). Ameliorating physical and chemical properties of highly weathered soils in the tropics with charcoal –A review. Biol & Fertility of Soils 35, 219–230.

Havlin, J.L., J.D. Beatonand, & S.L. Nelson. (2005). Soil Fertility and Fertilizer. An Introduction to Nutrient Management. New Jersey : Pearson Prentice hall.

Hu, J., X. J. Xie, & W.J. Song. (2006). Sand priming improves alfalfa germination under high-salt concentration stress. Seed Sci. and Technol. 34:199-204.

Isroi. (2009). Pupuk Organik Granul Sebuah Petunjuk Praktis. http://Isroi.wordpress.com, diakses pada tanggal 12-12-2020

Istomo & Valentino, N. (2012). Pengaruh Perlakuan Kombinasi Media Terhadap Pertumbuhan Anakan Tumih (Combretocarpus rotundatus Miq. Danser). Jurnal Silvikultur Tropika 3(2): 81-84.

Lehmann, J. & M. Rondon (2005). Bio-char soil managementon highly-weathered soils in the humid tropics. In: N. Uphoff (ed.), Biological Approaches to Sustainable Soil Systems, Boca Raton, CRC Press.

Lehmann, J. & S. Joseph (2009). Biochar for Environmental Management: Science and Technology. Earthscan-UK. p, 71 - 78.

Lehmann, J. (2007). Bionergy in the black Frontiers in Ecology and the Environment vol. 5, hal 381-387.

Lehmann, J., J.P. da Silva, C. Steiner, T. Nehls, W. Zech, & B. Glaser. (2003). Nutrient availability and leaching in an archaeological Anthrosol and a Ferralsol of the Central Amazon basin: feltilizer, manure and charcoal amendments. Plant and Soil 249:343-357.

Mulyati, A.B. Baharuddin, S. Tejowulan, & Muliatiningsih. (2014). Penggunaan Biochar Limbah Pertanian Sebagai Bahan Pembenah Tanah (Soil Ameliorant) untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan pada Tanaman Kedelai. Disampaikan pada Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Terdegradasi. Pada tanggal 5 Maret 2014. Di Mataram.

Ningrum, F.G.K. (2010). Efektivitas Air Kelapa dan Ampas Teh Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) pada Media Tanam yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Penddikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Putri, A. D., Sudiarso, & Islami, T. (2013). Pengaruh Komposisi Media Tanam pada Ternik Bud Chip Tiga Varietas Tebu (Saccharum officinarum L.). Jurnal Produksi Tanaman.

Schmidt, M.W.I., Skjemstad J.O., Czimczik C.I., Glaser B., Prentice K.M., Gelinas Y. & Kuhlbusch T.A.J. (2001). Comparative analysis of black carbon in soils. Global Biogeochemical Cycles 15:163-167.

Sekretaris Jenderal Kementerin Pertanian. (2016). Outlook Sub Sektor Komoditas Pertanian Sub Sektor Hortikultura. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerin Pertanian 2016.

Setiawati, W., R. Murtiningsih, G.A. Sophadan, & T. Handayani. (2007). Budidaya Tanaman Sayuran. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Bandung.

Soeharyo, D.C. (2005). Uji Berbagai Perbandingan Medi Pasir dan Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Hygrophila sp. Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Steiner, C., W.G. Teixeris, & J. Lehman. (2007). Long Term Effectof Manure, Charcoal and Mineral Fertilization on Crop Production and Fertilityon a Highly Wearthered Central Amazonian Upland Soil. Plant Soil 291: 257-290.

Steiner, C. (2007). Soil charcoal amendments maintain soilfertility and establish carbon sink-research and prospects. Soil Ecology Res Dev,1 -6.

Sukartono. (2011). Pemanfaatan Biochar Sebagai Bahan Amendemen Tanah Untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Air dan N Tanaman Jagung (Zea mays) Di Lahan Kering Lombok Utara. Universitas Brawijaya. Malang.

Susila, D.A., Tisna, P., & Palada. (2012). Improving Management Practices for Transplant Production of Chili Pepper (Capsicum annuum L.), Vegetable Agroforestry System in Indonesia, ICRAF Special Publication No.6c.

Warisno & K. Dahana. (2010). Peluang Usaha dan Budidaya Cabai. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Wartapa, A., Effendi, Y., & Sukadi. (2009). Pengaturan Jumlah Cabang Utama dan Penjarangan Buah Terhadap Hasil dan Mutu Benih Tomat Varietas Kaliurang. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. Vol 5 (2) : 150-162.

Wasis, B., Mulyana, D., & Winata, B. (2015). Pertumbuhan Semai Jabon(Anthocephalus cadamba) Pada Media Bekas Tambang Pasir Dengan Penambahan Sub Soil Dan Arang Tempurung Kelapa. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 06 (2) : 93-100.

Wiguna, G (2013). Perbaikan Viabilitas dan Kualitas Fisik Benih Tomat Melalui pengaturan Lama Fermentasi dan Penggunaan NaOCL pada saat Pencucian Benih. Media Agro. Vol 2(2) : 68-76.

Published
2021-09-09