Seroprevalensi Brucellosis pada Sapi Potong di Papua Barat


Abstract viewed : 210 times,     PDF downloaded : 205 times

  • Sulaxono Hadi Balai Besar Veteriner Maros
  • Ratna Loventa Sulaxono Balai Besar Veteriner Maros
Keywords: Brucellosis, Reaktor brucellosis, Seroprevalensi

Abstract

Brucellosis merupakan penyakit bakterial yang disebabkan oleh Brucella abortus, yang menga-kibatkan kerugian ekonomi akibat terjadinya keguguran pada sapi betina yang bunting pada triwulan ketiga kebuntingan. Surveilans brucellosis dalam mendukung pengembangan peternakan sapi di Propinsi Papua Barat telah dilakukan oleh Balai Besar Veteriner Maros. Tujuan pelaksanaan surveilans ini adalah untuk mengetahui seroprevalensi brucellosis pada sapi potong di Papua Barat. Surveilans dilakukan di 4 kabupaten/kota, 14 kecamatan dan 33 desa. Sebanyak 684 sampel serum sapi telah diambil guna pengujian terhadap brucellosis. Sampling dilakukan pada lokasi kabupaten, kecamatan dan desa terpilih yang padat ternak. Metode pengujian dilakukan secara seri, dengan melakukan screening test menggunakan Rose Bengal Test, yang bila hasilnya positif diuji lebih lanjut dengan Complement Fixation Test. Hasil pengujian menunjukkan adanya reaktor brucellosis pada 5 ekor dari 684 ekor sapi yang diambil dan diuji serumnya. Seroprevalensi brucellosis pada sapi sebesar 0,73% di desa Remu Utara, kecamatan Sorong, kota Sorong sebanyak 1 ekor serta di desa KaliMerah, kecamatan Masni, kabupaten Manokwari. Untuk mencegah penularan dan penyebaran brucellosis pada sapi maka sapi reaktor brucellosis segera dipotong dengan pengawasan dari petugas.

References

Geresu, M.A. & Kassa, G.M. (2016). A Review on diagnostic methods of brucellosis. J. of Vet. Sci. Tech., 2016 (7)3.

Getachew, T., Getachew, G., Sintayehu, G., Getenet, M., & Fasil, A. (2016). Bayesian estimation of sensitivity and spesitifity of Rose Bengal Test and Direct ELISA Test for the diagnosis of brucellosis in Ethiophia. Vet Med Int., 8032753: 2016.

Khurana, S.K., Sehrawat, A., Tiwari, R., Prasad, M., Gulati, B., Shalbir, M.Z., Chabra, R., Karthik, K., Patel, S.K., Pathak, M., Yatoo, M.I., Gupta, V.K., Dharma, K., Sah, R., & Chaicumpa, W. (2021). Bovine brucellosis- a comprehensive review. Vet Quarterly., 41: 61-88.

Meadorb, V.P., Deyoea, L., & Cheville, N.D.N.F. (1989). Pathogenesis of Brucella abortus infection of the mammary gland and supramammary lymph node of the goat. Vet Pathology, 26357: 368.

Mustafa, Y.M.S. (2010). Prevalence of Brucellosis in Cattle, Sheep and Goats of West Dafur State, Sudan. A Disertation Submitted to the University of Khartoum in Partial Fullfilment of the Degree of Master of Veterinary Science (Microbiology). Departement of Microbiology of Veterinry Medicine

Nasrullah, Nudirman, M., Ramadany, A., Ermansyah, L., Munawar, J.A., Nurzamin, A., Nurrohman, R.A., Priyono, Zaironi, A., & Kurniawan, V.A. (2019). Statistika Peternakan dan Kesehatan Hewan, Livestock and Health Statistics. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Jakarta.

Neta, A.V.C., Mol, J.P.S., Xavier, M.N., Paixao, T.A., Lage, A.P., & Santos, R.L. (2010). Pathogenesis of bovine brucellosis. Vet.J. 184(2): 146-155.

Poester, F.D. & Samartino, L. (2013). Pathogenesis and pathobiology of brucellosis in livestock. Reviu Scientific et technique (International Office of Epizootics), 32 (1): 105-115.

Wilujeng, E., Suwarno, W., & Praja, R.N. (2020). Serodeteksi brucellosis dengan metode Rose Bengal Test dan Complement Test dan Complemnet Fixation Test pada sapi perah di Banyuwangi. J. Med. Vet., 3 (2): 188.

Zamri-Saad, M. & Kamarudin, M.I. (2016). Control of animal brucellosis: The Malaysian experience. J. APJTM, 9 (12): 1136-140.

Zakaria, A. (2018). Standard of the diagnosis of bovine brucellosis. Biomed and Pharmacology Journal, 1 (2): 951-957.

Published
2021-09-09