Situasi Rabies pada Anjing dan Kucing di Wilayah Layanan Balai Besar Veteriner Maros Tahun 2018


Abstract viewed : 143 times,     PDF downloaded : 121 times

  • Sulaxono Hadi Balai Besar Veteriner Maros
  • Ferra Hendrawati Balai Besar Veteriner Maros
  • Ratna Loventa Sulaxono Balai Besar Veteriner Maros
Keywords: FAT, Negatif, Positif, Proporsi, Rabies, Rasio

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang masih terjadi pada beberapa propinsi di wilayah layanan Balai Besar Veteriner Maros. Beberapa kabupaten menunjukkan kasus yang meningkat dalam setahun. Pengujian terhadap sampel otak anjing dan kucing telah dilakukan menggunakan metode fluorescent antibody technique (FAT). Sampel pengujian berasal dari kiriman dinas kabupaten/kota dan diambil di lapangan dari anjing dan kucing tersangka rabies saat pelayanan aktif. Sebanyak 559 sampel otak anjing dan kucing telah diuji dengan FAT tahun 2018, 45 sampel diantaranya berasal dari kucing. Kajian retrospektif ini dimaksudkan untuk mengetahui proporsi dan ratio hasil pengujian, distribusi dan frekuensi penyakit rabies. Sebanyak 285 sampel otak anjing dan kucing menunjukkan positif rabies dari 559 sampel yang diuji, atau proporsi uji rabiesnya sebesar 50,98%. Ratio uji FAT pada anjing dan kucing secara keseluruhan sebesar 51% positif rabies, 49% negatif rabies atau 1:1. Rabies pada tahun 2018 telah terjadi di 17 kabupaten/kota, dengan frekuensi tertinggi terjadi di Kabupaten Toraja Utara. Untuk rabies pada kucing di kabupaten Toraja Utara menunjukkan proporsi sebesar 28,89%, sedangkan pada anjing 55,33%. Rasio uji rabies pada kucing di kabupaten Toraja Utara, 29% positif  FAT dan 71% negatif FAT atau 1:2,5, sedangkan pada anjing 55% positif FAT dan 45% negatif  FAT atau 1,2:1.  Berdasarkan data kasus bulanan rabies, rabies ditemukan tiap bulan dengan frekuensi tertinggi terjadi pada bulan Oktober.

References

Anonimous. (2020). Rabies in cat in Haly. Prelimanary outbreak in assesment. Depart for Environment, Food and Rural Affair Animal and Plant Helath Agency. Advice Services-International Disease Monitoring.

Baby, J., Mani, R.S., Abraham, S.S., Thankhappen, A.T., Pillai, P.M., Anand, A.M., Madhusudana, S.N., Ramachandran, J., & Sreekumar, S. (2015). Natural rabies infectious in a domestic fowl (Gallus domesticus): A report from India. Plos Negl Trop Dis. 9(7): 1-6.

Bamaiyi, P.H. (2015). 2015 outbreak of canine of rabies in Malaysia: Review analysis and perspectives. J Vet Adv. 5 (12): 1181-1190.

Bernama. (2020). Dog bit Sarawak boy confirm to have rabies. Malay-Mail, 20-05.

Bogia, S.Y., Kardena, I.M., Sukada, I.M., & Supartika, K.E. (2012). Perbandingan sensitivitas dan spesifisitas uji pewarnaan Seller’s dan flourescent antibody technique (FAT) dalam mendiagnosa rabies pada anjing di Bali. Indonesia Medicus Veterinus. 1(1): 12-21.

Crozet, G., Riviere, J., Canini, L., Cliquet, F., Robardet, E., & Dufour, B. (2020). Evaluation of the worldwide occurrence of rabies in dogs and cats using a simple and homogenous framework for quantitative risk asessment of rabies reintroduction in disease free areas through pet movement. Vet Sci. 7(4): 1-27.

Dibia, I.N., Sumiarti, B., Susetya, H., & Putra, A.A.G. (2014). Phylogenetic analysis of rabies virus in Bali. Buletin Veteriner. 26(84): 1-14.

Ehizibolo, D.O., Nwosuh, C.I., Ehizibolo, E.E., & Kia, G.S.N. (2009). Comparison of the fluorescent antibody test and direct microscopic examination for rabies diagnosis at The National Research Institute, Vom, Nigeria. African J Biomedic Res. 12(1): 73-76.

Fairul, F.M.Y., Syamsiah, A.A.S., Roslina, H., Norazura, A.H., Fikri, A.Y., Syamsid, N.N., & Faizah, H.M.S. (2019). Phylogenetic analysis of Rabies viruses detected in Malaysia. Malaysian J Vet Res. 10(2): 32-38.

Kasempimolporn, S., Saengseesom, W., Huadsakul, S., Boochang, S., & Sitprija, V. (2011). Evaluation of rapid immunochromatographic test strip for detection of rabies virus in dog saliva samples. J Vet Diagn Invest. 23(6): 1197-1201.

Loke, Y.K., Murugesan, E., Suryati, A., & Tan, M.H. (1998). An outbreak of rabies in the State of Terengganu 1995-1996. Med J Malaysia. 53(1): 97-100.

Mshelbwala, P.P., Nlebedum, U., Peterside, K.R., Yakubu, A.J., Ifukibot, U., & Onyiche, E.T. (2014). A case rabies in one month old kittens in South East Nigeria. J Veterinar Sci Technol. 5(2): 1-3.

Panichabhongse, P. (2001). The epidemiology of rabies in Thailand. A thesis presented in partial fulfillment of the requirement fot the degree of master vet studies. Massy Univ, New Zealand.

Schaefer, R., Caldas, E.P., Schmit, E., King, A.A., & Roche, P.M. (2002). First case of cat rabies in southtern Brazil for 11 years. Vet Rec. 150(7): 216-217.

Published
2021-09-09