Perbaikan Sifat Fisik Tanah Inceptisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) akibat Pemberian Kompos Granul Ela Sagu dan Pupuk Fosfat


Abstract viewed : 202 times,     PDF downloaded : 514 times

  • Maimuna La Habi Universitas Pattimura
  • Aminudin Umasangaji Universitas Pattimura
Keywords: Inceptisols, Jagung, Kompos granular limbah empulur sagu, Pupuk fosfat

Abstract

Percobaan pot di rumah kaca dirancang untuk mengetahui pengaruh kompos granular limbah empulur sagu dan pupuk fosfat terhadap peningkatan karakteristik fisik Inceptisols dan pertumbuhan jagung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah KGES 0 (tanpa kompos granul ampas sagu), KGES 1 (100 g.pot-1), dan KGES 2 (200 g.pot-1) berupa kompos granul limbah empulur sagu; faktor kedua adalah pupuk P0 (tanpa fosfat), P1 (0,326 g.pot-1) dan P2 (0,652 g.pot-1). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian kompos granular limbah empulur sagu dan pupuk fosfor berpengaruh nyata terhadap soil bulk density, particle density, soil porosity, fast drainage pores, slow drainage pores, available water pores, unavailable water pores, total soil-P, dan tinggi tanaman. Sedangkan pupuk fosfor tidak berpengaruh nyata terhadap soil bulk density, porosity, slow drainage pores, unavailable water pores, dan tinggi tanaman.

References

Baver, L.D., W.H. Gardner & W.R. Gardner. (1972). Soil Physics. 4th. Ed. John Wiley. New York.

Blake, G.R. (1986). Particel Density P. 377-382. In: Methods of Soil Analiysis. Part 1. Second ed. Agron 9 Am. Soe. Of Argon. Madison, W1.

De Fretes, P.L, R.W. Zobel & V.A. Sneder. (1996). A Method for Studying the Effect of Soil Aggregate Size and Density. Soil. Sci. Soc. Am. J. 60: 288- 290.

Darmawijaya, M.I. (1990). Klasifikasi Tanah. Penerbit Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Gregorich, E.G., D.A. Angers, C.A. Cambell, M.R. Carter, C.F. Drury, B.H. Ellert, P H. Groenevelt, D.A. Hlomtorm, C.M. Monreal, H.W. Rees, R.P. Voroney, & T.J. Vyn. (2002). Changes In Soil Organic Matter. Agricultura and Agri-Food Canada.

Gunadi, Soenarto & T. Sudyastuti. (2005). Dinamika Ketersediaan Bahan Organik Dari Residu Pupuk Pupuk Hijau Daun dan Kompos Dalam Kaitannya Dengan Fisik Tanah Pasiran Di Lahan Pantai.

Hairiah, K.; Widianto; Utami, S.R.; Suprayogo, D.; Sunaryo; Sitompul, S.M.; Lusiana, B.; Mulia, R.; van Noordwijk, M. & Cadish, G. (2000). Pengelolaan Tanah Masam Secara Biologi. International Centre for Research in Agroforestri. Bogor.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. Penerbit Akademika Pressindo-Jakarta.

Hillel, D. (1996). Introduction to Soil Physics. Terjemahan: Pengantar Fisika Tanah. Penerjemah: Susanto.R.H & R. N. Hamidawati. Mitra Gama Widya.

Hinsinger, P. (2001). Bioavailability of soil inorganic P in the rhizosphere as affected by root-induced chemical changes: a review. Plant Soil 237:173–195.

Hinsinger, P., Bengough, A.G., Vetterlein, D., & Young, I.M. (2009) Rhizosphere: biophysics, biogeochemistry, and ecological relevance. Plant Soil 321: 117–152.

Islami, T. & W.H. Utomo. (1995). Hubungan Air, Tanah dan Tanaman. IKIP Semarang Press.

Jacob. (1992). Pengaruh Aktivator Terhadap Laju Dekomposisi dan Kualitas Kompos dari Limbah Organik Taman Safari Indonesia. Program Pasca Sarjana. IPB Bogor.

Kaya, E. (2003) Perilaku Fosfat Dalam tanah, Serapan Fosfat, dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Pupuk Fosfat dengan Amelioran Pada Typic Dystrudepts. Disertasi. Unpad. Bandung.

Kertonegoro, B.D. (2001). Aerasi Tanah dan Peranannya Bagi Tanaman. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Marsono & P. Sigit. (2005). Pupuk Organik dan Aplikasinya. Penebar Swadaya, Jakarta.

La Habi, M., Z. Kusuma & Widianto. (2007). Kajian Cara Pemberian dan Dosis Ela Sagu Terhadap Erosi Tanah, Limpasan Permukaan Serta Pertumbuhan dan Hasil Jagung di Ultisol. http://ppsub.ub.ac.id/perpustakaan/abstraksi/tesis.

La Habi M. (2007). Pengaruh Cara Pemberian Dan Dosis Ela Sagu Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pada Ultisol. Jurnal Budidaya Pertanian Vol 3 (2).pp : 134-140.

Richardson, A.E., Barea, J.M., McNeill, A.M., & Prigent-Combaret, C. (2009) Acquisition of phosphorus and nitrogen in the rhizosphere and plant growth promotion by microorganism. Plant Soil 321: 305–339.

Silahooy, C.H. (1999). Beberapa Sifat Fisik Tanah, Kehilangan Air Oleh Aliran Permukaan, dan Vertikal, Erosi Tanah, dan Hasil Jagung (Zea mays. L) Pada Tipic Paleudults yang Diberi Ela Sagu Beberapa Dosis dan Cara Pemberiannya. Tesis. Fakultas Pertanian Program Studi Ilmu Tanah Universitas Padjadjaran Bandung.

Soemarno. (2002). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

Soemarno, Sudarto, & M.M. Mustadjab. (2009). Pengelolaan Sumberdaya Lahan Berkelanjutan. PM.

Stevenson, T.S. (1982). Humus Chemistry, Genesis Composition, and Reaction John Wiley and Sons. New York. 433 pp.

Widianto; Noveras, H.; Suprayogo, D.; Purnomosidhi, P., & M. Van Noordwijk. (2004). Konversi hutan menjadi lahan pertanian; “Apakah fungsi hidrologis hutan dapat digantikan agroforestri berbasis kopi”. Agrivita 26 (1) : 47-52.

Winarso, S. (2005). Kesuburan Tanah: Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Penerbit Gaya media. Yogyakarta.

Wissuwa, M., Mazzola, M., & Picard, C. (2009) Novel approaches in plant breeding for rhizosphere-related traits. Plant Soil 321: 409–430.

Zhang, F., Shen, J., Zhang, J., Zuo, Y., Li, L., & Chen, X. (2010) Rhizosphere processes and management for improving nutrient use efficiency and crop productivity: implications for China. Adv Agron 107: 1–32.

Published
2021-09-09