Article Details

Main Article Content

Sritiasni
Susan Carolina Labatar

Tingkat Pengetahuan Peternak dalam Pendugaan Berat Badan Ternak Sapi Potong Untuk Menentukan Nilai Jual, di Kampung Mantedi Distrik Masni Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Mantedi Distrik Prafi pada Bulan Mei sampai dengan Bulan Juni 2016, bertujuan agar Peternak dapat melakukan pendugaan berat badan ternak sapi potong, dan efektifitas penyuluhan untuk tentang pendugaan Berat Badan Ternak, serta mempermudah proses pendugaan berat badan saat menjual atau membeli ternak sapi. Sasaran penelitian adalah petani peternak di Kampung Mantedi sebanyak 25 orang sebagai responden. Hasil Penelitian diperoleh bahwa sebelum diberikan penyuluhan petani responden termasuk dalam kategori sedang dan setelah dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan petani responden meningkat menjadi kategori tinggi. Penyuluhan telah dapat meningkatkan pengetahuan peternak. Hal ini dimungkinkan bahwa materi, metoda dan teknik penyuluhan sesuai dengan kebutuhan petani ternak.

Keywords: Pengetahauan Peternak Berat Badan Sapi Potong
Annonimous, 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K). Departemen Pertanian. Jakarta
--------, Menaksir Bobot Badan Sapi Tanpa Alat Timbang Http:// Deptan.go.id. Diakses, 09-01-2016.
Aulia N. 2009. Pedoman Beternak Sapi Potong. Karya Tani Mandiri.
Diamin, 2011. Teknik Menyusun Materi Penyuluhan Pertanian. Jakarta.
Ginting, 1993. Metodologi KKL. Mahasiswa APP Penanggungan Malang.
Ibrahim 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Media Publising dan UMM Pres. Malang.
Kotler P. 2000. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing. PT. Prenhalindo. Jakarta.
Kotler P. 2003. Marketing Manajement Printice Hall New Jersey.
Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pengembangan Pertanian. Sebelas Maret University Press, Surakarta.
Margono, 1989. Pembekalan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Modul II Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Badan Pengembangan SDM Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Murtidjo. B. A. 1992. Pemeliharaan Ternak Potong dan Perah. Jakarta.
Mounder, 1972. Pembekalan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Modul II Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Badan Pengembangan SDM Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Padmowihardjo, 1996. Evaluasi Penyuluhan Pertanian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka. Jakarta.
, 2001. Metode Penyuluhan Pertanian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka. Jakarta.
Pradana, W. 2014. “Hubungan Umur, Bobot dan Karkas Sapi Bali Betina yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Temesi”. Indonesia Medicus Veterinus. Rezafaisa Laporan Manajemen Ternak Potong. Http://. blogspot. com Diakses, 09-01-2016.
Santosa, U. 2009. Beternak Sapi Secara Profesional. Penebar Jakarta.
Soekarto, 1990. Pembekalan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Modul II Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Badan Pengembangan SDM Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Soeprapto, H dan Zainal Abidin. 2006. Cara Tepat Penggemukan Sapi Potong. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Suhardiyono, 1992. Penyuluhan “Petunjuk Bagi Penyuluh Pertanian”. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Timan. 2003. Pengaruh Lingkungan Terhadap Keadaan Fisiologis Ternak. Dinas Peternakan Provinsi Yogyakarta
Zakaria. 2006. Modul Dasar - Dasar Penyuluhan Pertanian. Pusat Manajemen Pelatihan Sumberdaya Manusia Pertanian. Bogor.

Received: 14 Feb 2020; Available Online: 30 Jun 2017;