Kualitas Fisik Wafer dengan Penambahan Berbagai level Tepung Tapioka serta Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) yang Diolah dengan Teknik Berbeda


Abstract viewed : 33 times,     PDF downloaded : 30 times

  • Romaito Maharani Harahap Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Anwar Efendi Harahap Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dewi Febrina Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Keywords: Amoniasi, Ransum, Kerapatan, Tekstur

Abstract

Penambahan level tepung tapioka dan tepung daun pepaya (Carica papaya. L) yang diolah mengunakan teknik yang berbeda dalam pembuatan wafer ransum komplit diharapkan mampu memperbaiki kualitas fisik wafer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik wafer  dengan penambahan berbagai level tapioka serta tepung daun pepaya (Carica papaya. L) yang diolah dengan  teknik  berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (2×3) dengan 5 ulangan. Faktor A terdiri dari teknik pengolahan daun pepaya yakni, A0 = Silase daun pepaya; A1 = Amoniasi daun pepaya. Faktor B terdiri dari B0 = penambahan 0% tepung tapioka; B1= penambahan 5% tepung tapioka; dan B2 = penambahan 10% tepung tapioka. Peubah yang diukur adalah warna, aroma, tekstur, daya serap air dan kerapatan. Hasil penelitian ini memperlihatkan tidak terdapat interaksi (P>0.05) antara teknik pengolahan daun papaya dengan level tepung tapioka yang berbeda terhadap warna, tekstur, aroma, daya serap air dan  kerapatan. Daun pepaya yang diolah dengan teknik yang berbeda memberikan berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap warna, tekstur, dan aroma. Penggunaan level tepung tapioka yang berbeda pada pembuatan ransum komplit memberikan berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap warna. Penggunaan amoniasi daun pepaya dalam ransum komplit dengan level tepung tapioka 5% memberikan hasil terbaik dinilai dari warna yaitu coklat tua dan memberikan skor warna 3,03

 

References

Ardani, V. (2018). Kualitas Nutrisi Silase Daun Indigofera (Indigofera sp), Daun Pepaya (Carica papaya L), dan Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Bahan Pakan. Skiripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Candrasari, D. P., P. S. B. Subur & Hari, H (2011). Perlakuan Kalsium Hidroksida Dan Urea Untuk Meningkatkan Kualitas Bagas Tebu. Buletin Peternakan. 35(3):165-172.

Fitria, Restuti., & Candrasari, D. P. (2019). Kualitas Fisik Amoniasi Fermentasi Janggel Jagung dengan Penambahan M21 Dekomposer pada Level yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Ilmu Ilmu Peternakan. 22(2):117-123.

Febrina, D., N. Khairunnisa & Febriyanti, R (2020). Pengaruh Lama Pemeraman dan Metode Pengolahan terhadap Kualitas Fisik dan Kandungan Nutrisi Jerami Jagung. Jurnal Agripet. 20(2): 160-167

Goddard, J.S & Perret J. S. M. (2005). Co-drying fish silage for use in aquafeeds. Animal Feed Science and Technology. 118 : 337–342.

Harahap, M.A., A. Subrata & Ahcmadi. J. (2015). Fermentabilitas Pakan Berbasis Amoniasi Jerami Padi dengan sumber Protein yang Diproteksi di dalam Rumen secara In Vitro. Animal Agriculture Journal. 4(1): 137-143.

Jayusmar. (2000). Pengaruh Suhu dan Tekanan Pengempaan terhadap Sifat Fisik Wafer Ransum Komplit dari Limbah Pertanian Sumber Serat dan Leguminosa Untuk Ternak Ruminansia. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kardina. (2019). Kualitas Fisik Wafer Ransum Komplit dengan Penambahan Tepung Inti Biji Karet (Hevea brasiliensis) dan Lama Penyimpanan yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Negeri Suska Riau. Pekanbaru.

Krisnan, R & Ginting, S.P. (2009). Penggunaan Solid Ex-Decanter sebagai Perekat Pembuatan Pakan Komplit Berbentuk Pellet: Evaluasi Fisik Pakan Komplit Berbentuk Pellet. Jurnal Teknologi dan Veteriner. 480-486.

Lamid, M,. R. S. Wahjuni & Nurhajati. T. (2016). Ibm Pengolahan Silase Dari Hay (Haylase) Sebagai Bank Pakan Hijauan Dengan Konsentrat Untuk Penggemukan Sapi Potong Di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan-Madura. Agroveteriner. 5(1): 74-81.

Retnani, Y. Rahmayeni. H., & Herawati, L. 2010. Uji Sifat Fisik RansumAyam Broiler Bentuk Pellet yangditambahkan Perekat Onggok Melalui Proses Penyemprotan Air. Agripet.11(1):13-18.

Retnani, Y, N.N Barkah, A. Saenab & Taryati. (2020). Teknologi Pengolahan Wafer Pakan untuk Meningkatkan Produksi dan Efisiensi Pakan. Wartazoa. 30(1): 37-50

Saade, E. & Aslamyah, S. (2009). Uji Fisik dan Kimiawi Pakan Buatan Untuk Udang Windu (Panaeus monodon Fab) yang Menggunakan Berbagai Jenis Rumput Laut sebagai Bahan Perekat. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 19: 107-115.

Sabri, R., Kasmiran & A. Fadli, C. (2017). Daya Simpan Wafer Dari Bahan Baku Lokal sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Edukasi Sains Biologi. 6(1): 35-40 Universitas Almuslim Bireuen.

Sandi, S., A.I. M. Ali & Akbar, A.A. (2015). Uji In-Vitro Wafer Ransum Komplit dengan Bahan Perekat yang Berbeda. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 4(2):7-16.

Setyatwan, H., D. Saefulhajar dan U. Hidayat. T. 2008. Pengaruh Bahan Perekat dan Lama Penyimpanan terhadap Sifat Fisik Ransum Bentuk Pelet. Jurnal Ilmu Ternak. 8(2): 105-108.

Siti, N W., N. M. S. Sukmawati., I N. Ardika., I N. Sumerta., N. M. Witariadi., N. N. Candraasih Kusumawati & Roni, N.G.K (2016). Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya Terfermentasi Untuk Meningkatkan Kualitas Daging Ayam Kampung. Majalah Ilmiah Peternakan. 19 (2): 51-55.

Solihin. (2015). Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Kadar Air, Kualitas Fisik, dan Sebaran Jamur Wafer Limbah Sayur dan Umbi – Umbian. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Steel, R.G.D & Torrie, T.H. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia. Jakarta

Syahri, M., Retnani, Y., & Khotijah, L. (2018). Evaluasi Penambahan Binder Berbeda terhadap Kualitas Fisik Mineral Wafer. Buletin Makanan Ternak. 16 (1).

Syamsu, J.A. (2007). Karakteristik Fisik Pakan Itik Bentuk Pelet yang diberi Bahan Perekat Berbeda dan Lama Penyimpanan yang Berbeda. Jurnal Ilmu Ternak. 7(2): 128-134.

Trisyulianti, E., Suryahadi & Rahkma, V.N. (2003). Pengaruh penggunaan molases dan tepung gaplek sebagai bahan perekat terhadap sifat fisik wafer ransum komplit. Media Peternakan. 26 (2): 35-39.

Utomo, R. (2015). Konservasi Hijauan Pakan dan Peningkatan Kualitas Bahan Pakan Berserat Tinggi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Wahyono. D. E. & Hardianto, R. (2004). Pemanfaatan Sumber Daya Pakan Lokal Untuk Pengembangan Usaha Sapi Potong. Grati. Pasuruan.

Wati, E. P. (2020). Uji Aktifitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morina citrifolia Linn) dan Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc) terhadap Pertumbuhan E. coli secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Widjastuti, T. (2009). Pemanfaatan tepung daun pepaya (Carica papaya. L L Ess) dalam upaya peningkatan produksi dan kualitas telur ayam Sentul. J. Agroland. 16 (3) : 268-273.

Published
2021-12-31