Potensi Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Manokwari Papua Barat


Abstract viewed : 146 times,     PDF downloaded : 232 times

  • Rinjani Alam Pratiwi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat
  • Arya Bima Senna Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat
Keywords: Ampas kelapa, Kukis kelapa, Pendapatan petani, Tepung kelapa

Abstract

Kabupaten Manokwari memiliki banyak potensi apabila dilihat dari sumber daya alamnya. Salah satunya adalah potensi tanaman perkebunan yang dapat dikembangkan dengan tepat sasaran. Menurut data tahun 2018 ke 2019 terdapat penurunan luas lahan tanaman kelapa sebesar 38 ha. Namun demikian untuk jumlah produksi kelapa mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni 55.568 ton atau sebesar 62 kali lipat dari produksi tahun sebelumnya. Tanaman kelapa merupakan tanaman mempunyai beragam manfaat bagi manusia karena hampir semua bagian dari tanaman kelapa bisa dimanfaatkan mulai dari produk makanan, minuman, kesehatan hingga kecantikan. Daging buah kelapa biasanya hanya diambil santannya, sedangkan ampas dari kelapa tersebut menjadi limbah dan dibuang begitu saja atau dijadikan sebagai pakan ternak. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ampas kelapa dapat dijadikan sebagai tepung. Tepung kelapa diperoleh dari proses pengeringan ampas kelapa yang kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung yang mempunyai nilai jual. Hal ini dapat dijadikan alternatif untuk membuat olahan makanan salah satunya adalah kukis. Pengolahan kukis ampas kelapa memerlukan 300 gram tepung kelapa, 300 gram tepung terigu, 300 gram margarin, 3 butir telur, 300 gram gula halus, 6 sendok makan tepung maizena, 1,5 sendok teh soda kue dan chocochip sesuai selera dengan jumlah modal yang dikeluarkan sebesar Rp 73.500 dan menghasilkan kukis dengan berat bersih 1,2 kg. Harga jual kukis per kemasan 200 gram adalah Rp 60.000, sehingga total pendapatan petani senilai Rp 360.000. Keuntungan yang dapat diperoleh petani Rp 286.500.

References

Abas, D.S. Yanti, S. & Amelia, M. (2019). Analisis Biaya Dan Pendapatan Usahatani Kelapa Di Desa Tanah Putih Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Jurnal Agrinesia Vol 3 No 3

Alamsyah, A.N. (2005). Virgin Coconut Oil Penakluk Aneka Penyakit. Penerbit Agromedia Pustaka. Jakarta

Badan Pusat Statistik. (2020). Kabupaten Manokwari dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat

Hartono, N. (2013). Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Usaha Pekebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Di Desa Bukit Raya Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Jurnal Epp. Vol. 10 No.1

Adeloye J.B. & Halimat, L. (2020). Defatted Coconutflour Improved The Bioactive Components, Dietaryfibre, Antioxidant and Sensory Properties of Nixtamalized Maizeflour. Journal of Agriculture and Food Research Vol 2

Kumolontang, N. (2014). Tepung Kelapa Sebagai Substituen Parsial Dalam Pembuatan White Bread. Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 6 No. 2

Kuncoro. (2004). Pendapatan dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Mardiatmoko, M. A. (2018). Produksi Tanaman Kelapa (Cocos Nucifera L). Ambon: Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Patimura.

Marwa, J., Anton, S.S., & Francine, H. (2020). Daya Dukung Bioekologi Hutan dan Lahan di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Jurnal Sylva Lestari. Vol. 8 No. 2

Masse, A.A. (2017). Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Kelapa Dalam Di Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. E-Jurnal Agrotekbis Vol 5 No 1

Nugraha, I.S. & Aprizal, A. (2019). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Karet di Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI) Vol. 24 No 2

Trinidad, A.C. Mallillin, D.H. Valdez, A.S. Loyola, F.C. Askali-Mercado,J.C. Castillo, R.R. Encabo, D.B. Masa, A.S., Maglaya, & M.T, Chua. (2006). Dietaryfibre from Coconut Flour: A Functional Food, Innovation. Food Sci. Emerg. Technol Vol 7 No 4

Polii, F. (2017). Pengaruh Substitusi Tepung Kelapa Terhadap Kandungan Gizi Dan Sifat Organoleptik Kue Kering. Buletin Palma Volume 18 No. 2

Putri, M.F. (2014). Kandungan Gizi Dan Sifat Fisik Tepung Ampas Kelapa Sebagai Bahan Pangan Sumber Serat. Teknobuga Vol 1 No.1

Ridha, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Di Kecamatan Nurussalam Aceh Timur. Jurnal Samudra Ekonomika, Vol. 1 No. 2

Ruauw, E. (2010). Kajian Pengelolaan Usahatani Kelapa Di Desa Tolombukan Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa tenggara. Jurnal Pengelolaan Vol 7 No 2

Saluki, A. Ratmi, R. (2018). Analisis Pendapatan Petani Kelapa Dalam di Desa Longkoga Barat Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai. Jurnal Agrobiz Vol 1 No 1

Samuelson, Paul. A, Nordhaus, William. (2005). Ilmu Mikro Ekonomi. Penerbit Erlangga. Jakarta

Santoso, M,M,S. Claudivan F,L. Antonia L,R,N. Carlos, H,C,S. Aurelianode, A,R. Marlos, A,B. Isabel, C,S,A. & Hans, R. (2020). Ecophysiology of The Tall Coconut Growing Under Different Coastal Areas Of Northeastern Brazil. Agricultural Water Management Volume 232

Sukirno, S. (2010). Mikro Ekonomi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Supriadi, H. (2008). Strategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Di Papua Barat. Pusat Analisis Sosial Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian. Vol 6 No. 4

Surya I.G.M.G. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengerajin Perak Di Desa Celuk Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana Vol 5 No 2

Widarti S., & Sunarli L. E. (2014). Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Dalam di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupatan Kubu Raya. Jurnal Ilmiah AgrIBA Vol 1 No 2

Yulvianti, M. Widya Ernayati1, Tarsono, M., & Alfian R. (2015). Pemanfaatan Ampas Kelapa Sebagai Bahan Baku Tepung Kelapa Tinggi Serat Dengan Metode Freeze Drying. Jurnal Integrasi Proses Vol. 5 No. 2

Published
2021-12-31