Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal Plus terhadap Peningkatan Produksi dan Kualitas Telur Itik di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon


Abstract viewed : 164 times,     PDF downloaded : 132 times

  • Slamet Riyadi Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Dyah Gandasari Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Kenedy Putra Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Keywords: Itik petelur, Kaji terap, Mikrobia, Uji anova

Abstract

Desa Panggangsari khususnya Kelompok Ternak Rambon Sari dan Branjangan memiliki populasi itik mencapai 13.650 ekor. Jumlah tersebut menunjukkan usaha ternak itik di Kecamatan Losari sangat potensial untuk dikembangkan. Sampel yang digunakan dalam kaji terap adalah 120 ekor itik dengan umur 9 bulan sampai 10 bulan. Tujuan studi ini adalah kaji terap terhadap pengaruh pemberian probiotik Rabal Plus terhadap peningkatan produksi dan kualitas telur. Kaji terap dilakukan dengan 4 perlakuan, 3 ulangan, setiap perlakuan menggunakan  30 ekor itik dan masing-masing ulangan terdiri 10 ekor itik dengan waktu pelaksanaan selama 40 hari. P0: pakan dan air minum (perlakuan kebiasaan peternak), P1: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus), P2: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air minum dan P3: air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air dan pakan (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus). Parameter yang diamati, yaitu konsumsi ransum dan produksi telur serta kualitas telur. Analisis data pada produksi telur menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan kualitas telur menggunakan perhitungan manual. Analisis data dalam kegiatan kaji terap dengan mengolah data jumlah produksi telur menggunakan metode Uji Anova. Hasil produksi telur (Uji F) dengan taraf signifikan 0,05% dan analisis sidik ragam dengan nilai F tabel < F hitung (5,07 < 47,921) maka ada pengaruh yang nyata terhadap peningkatan produksi dan hasil kualitas  telur itik terjadi perbedaan kualitas setiap perlakuan (P0, P1, P2 dan P3) antara telur segar dan telur 8 hari.

References

Amrullah, I. K. (2004). Nutrisi Ayam Petelur. Cetakan ke 3. Lembaga Satu Gunung Budi.

H Sa’diyah, Anggraeni, dan D. S. (2016). Performan Produksi Itik ALABIO (Anas Plathyrynchos Borneo) Yang Diberi Ransum Komersil Dengan Tambahan Kromium (CR) Organik. Universitas Djuanda Bogor. Bogor.

Ismoyowati dan Purwantini, D. (2013a). Produksi dan Kualitas Telur Itik Lokal Di Daerah Sentra Peternak Itik. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Ismoyowati dan Purwantini, D. (2013b). Produksi dan Kualitas Telur Itik Lokal Di Daerah Sentra Peternak Itik. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Jadhav, K., Sharma, K. S., Katoch, S., Sharma, V., & Mane, B. G. (2015). Probiotics in Broiler Poultry Feeds: A Review. Journal of Animal Nutrition and Physiology, 1(January), 4–16.

Laksmiwati, N. (2006). PENGARUH PEMBERIAN STARBIO DAN EFFECTIVE MICROORGANISM- 4 ( EM-4) SEBAGAI PROBIOTIK TERHADAP PENAMPILAN ITIK JANTAN UMUR 0 – 8 MINGGU. Majalah Ilmiah Peternakan, 9(3).

Prasetyo, L.H., Ketaren, Pius P., Setioko, Argono R., Suparyanto, Agus, Juwarini, Elisabeth, Susanti, Triana, Sopiyana, Soni. (2010a). Panduan Budidaya dan Usaha Ternak Itik.

Prasetyo, L.H., Ketaren, Pius P., Setioko, Argono R., Suparyanto, Agus, Juwarini, Elisabeth, Susanti, Triana, Sopiyana, Soni. (2010b). Panduan Budidaya dan Usaha Ternak Itik.

Purwantini dan Roesdiyanto. (2002). 2002. Produksi dan Kualitas Itik Lokal di Daerah Sentra Peternakan Itik. Unsoed. Purwokerto. 2002.

Rajab, F. (2004a). Isolasi Dan Seleksi Bakteri Probiotik Dari Lingkungan Tambak dan Heachery Untuk Pengendalian Penyakit Vibriosis Pada Larva Udang Windu. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Rajab, F. (2004b). Isolasi Dan Seleksi Bakteri Probiotik Dari Lingkungan Tambak dan Heachery Untuk Pengendalian Penyakit Vibriosis Pada Larva Udang Windu. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Sahidri, I. (2016). Penggunaan Probiotik Rabal Untuk Ayam Pedaging. Aceh: BBAP Ujung Betee.

Seifert, H S H and F, G. (1997). Cotioneus oral applicasion of probiotic B.cereus an alternatifve to prevetion of enteroxamia (Vol. 46).

Silversides, F. G. and V. 1994. (1994). Is The Haugh Unit Correction for Egg Weight Valid For Eggs Stored at RoomTemperature (Vol. 1982).

Yulius, O. (2010). I.T. Kreatif SPSS 18 Smarter Dan Faster Mengerjakan Statistika . Yogyakarta: Panser Pustaka. 2010.

Yuwanta, T. (2004). 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanisius. Yogyakarta. hal. 115- 120. 115–120.

Yuwanta, TJ, Sidadolog, HP, Zuprizal and Musofie, A. (1999). Characteristic Phenotype of Turi Lokal Duck and Its Relationship with Production and Reproduction Rate, Proceeding, Editon December 1-4 (Vol. 7, Issue 2).

Published
2021-12-31