Program Pembangunan Kampung: Perspektif Fungsional dan Konflik dalam Konstruksi Sosial Masyarakat Suku Arfak di Kabupaten Manokwari


Abstract viewed : 115 times,     PDF downloaded : 102 times

  • Triman Tapi Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
  • Yohanis Yan Makabori Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Keywords: Perspektif, Konflik, Fungsional, Program pembangunan kampung, Konstruksi sosial

Abstract

Perbandingan perspektif jadi alibi terhambatnya proses pembangunan. Pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten sudah berupaya mempraktikkan beberapa program pembangunan. Pemerintah cenderung dominan pada nasionalisme dalam modernisasi, memandang Papua sebagai objek, yang kontras dengan budaya lokal masyarakat. Oleh sebab itu, musyawarah politik mengambil keputusan buat menuntaskan perspektif tersebut dengan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 mengenai kebijakan otonomi khusus yang berdampak dependensi adat sebagai motor penggerak roda pembangunan di Papua. Teori utama berasal dari perspektif fungsionalisme dan perspektif konflik (Mooney et al. 2007).  Makalah ini membahas perspektif konstruksi sosial masyarakat suku Arfak di tiga kampung yaitu Sairo, Hangouw dan Indesey. Metode deskriptif dengan sampel purposif digunakan untuk menjelaskan fenomena berdasarkan data dari responden. Pengumpulan informasi menggunakan kuesioner, diskusi terfokus, observasi, serta wawancara. Secara fungsional, implementasi program pembangunan dilakukan berdasarkan alur perencanaan pembangunan yang disetujui oleh penguasa wilayah serta penguasa lokal dengan diketahui oleh pemerintah provinsi dan pusat selaku pemberi tanggung jawab. Program- program yang diprioritaskan antara lain pembangunan infrastruktur dasar kampung, perumahan, sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) serta air bersih. Ranah konstruksi sosial yaitu Aske siros (kemajuan), Oru Eimofoj (menunggu bantuan), Monuh, Ofojingki/Mendes Efes, Ororoisa.  Perspektif konflik mengungkapkan terdapat pembatasan kuota partisipasi serta sosialisasi program kepada masyarakat, serta ketidakterbukaan mengenai anggaran program. Selanjutnya, konsep Aske Siros tidak berjalan sesuai makna sebenarnya.  Konsep tersebut didominasi oleh penguasa lokal, sementara kepada masyarakat lainya yaitu Oru Eimofoj.  Secara fungsional, program pembangunan yang diimplementasikan menguntungkan sebagian oknum tertentu dan menimbulkan ketidakmerataan serta friksi dalam perihal menikmati dan memanfaatkan anggaran maupun program pemerintah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

References

Arifin, B., Wicaksono, E., Tenrini, R. H., Wardhana, I. W., Setiawan, H., Damayanty, S. A., … Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned-enterprises, and employment: Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79(January), 382–394. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052

Eko Murdiyanto. (2020). Sosiologi Perdesaan Pengantar untuk Memahami Masyarakat Desa (Edisi Revisi) (Edisi Revi). Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UPN ”Veteran” Yogyakarta Press.

Fanggidae, I. G., Fajri, H., & Yuanjaya, P. (2016). Menelisik Kinerja Governance di Daerah Otonomi Khusus Papua Barat. NATAPRAJA, 4(1), 91–106.

Galbin, A. (2014). An Introduction to Social Constructionism. Social Research Reports, 26(November), 82–92. https://doi.org/10.1037/028884

Hatu, R. (2011). Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan. Inovasi, 8(4), 1–11. Retrieved from http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIN/article/viewFile/721/664

Luzar, L. C., & Monica, M. (2014). Penerapan Cultural Studies dan Aliran Filsafat dalam Desain Komunikasi Visual. Humaniora, 5(2), 1295–1304. https://doi.org/10.21512/humaniora.v5i2.3272

Mooney, L., Knox, D., & Schachtt, C. (2007). The Three Main Sociological Perspectives. Understanding Social Problems, 1–2. Retrieved from https://laulima.hawaii.edu/access/content/user/kfrench/sociology/the three main sociological perspectives.pdf

Numberi, M. L., Sumule, A. I., & Tjolli, I. (2021). Aspek-Aspek Pembangunan Berkelanjutan dalam Perencanaan dan Pemanfaatan Dana Desa (Studi Kasus Kampung Wamesa dan Warkomi di Distrik Manokwari Selatan). Kehutanan Papuasia, 7(1), 26–40. Retrieved from https://jurnalpapuaasia.unipa.ac.id/jurnalpapuasia/article/view/236/193

Rahman, A., Zulkifli, & Juanda. (2020). Ruang Lingkup Inovasi Pendidikan Karakter Di Sekolah. JPKN Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 4(2), 179–191. Retrieved from https://scholar.archive.org/work/ns4rvdgzl5f7rcio7jeagfqxgi/access/wayback/https://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/kewarganegaraan/article/download/2146/pdf

Reumi, F., Yunus, A., & Irwansyah. (2015). Recognition of the Customary Court: A Review of Decentralization in Papua as Special Autonomy. Quest Journals Journal of Research in Humanities and Social Science, 3(7), 57–69. Retrieved from www.questjournals.org

Reyes Giovanni. (2001). Four Main Theories Of Development: Modernization, Dependency, Word-Systme, And Globalization. Revista Crítica de Ciencias Sociales y Jurídicas, 04(1). Retrieved from file:///C:/Users/LENOVO~1/AppData/Local/Temp/37963-Texto del artículo-43126-1-10-20111213.pdf

Ruhyanto, A. (2016). The Perils of Prosperity Approach in Papua. Peace Review, 28(4), 490–498. https://doi.org/10.1080/10402659.2016.1237126

Akbar, S. (2013). Model Pemberdayaan Masyarakat Kampung Membangun Jayapura Baru. Retrieved from https://www.academia.edu/17543172/Kampung_Membangun

Sulaiman, A. (2016). Memahami Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger. Society, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.33019/society.v4i1.32

Suryawan, I. N. (2015). Menafsirkan Papua (Lebih) Emansipatif dan Reflektif: Perspektif Antropologi. ETNOHISTORI, II(2), 98–115. Retrieved from http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/etnohis/article/view/829/600

Suryawan, I. N. (2018). Fragmen Ketersingkiran di Pedalaman Teluk. Retrieved from IndoPROGRESS website: https://indoprogress.com/2018/10/fragmen-ketersingkiran-di-pedalaman-teluk/

Syawaludin, M. (2014). Memaknai Konflik Dalam Perspektif Sosiologi Melalui Pendekatan Konflik Fungsional. Tamaddun, 14(1), 1–18. Retrieved from http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/136.

Tapi, T., Kurnia, G., Setiawan, I., & Sumule, A. (2021). Village development program: The view of ‘askesiros’ in social construction, a development reality of Local Papuan Residents in Manokwari Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 653(1), 0–5. https://doi.org/10.1088/1755-1315/653/1/012001

Wamafma, Y. (2020). Evaluasi Penyelenggaraan Pelaksanaan Program Pembangunan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek) di Provinsi Papua. Jurnal Kebijakan Publik, 3(2), 48–59. Retrieved from http://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JKP/article/view/1549

Wulansari, D. (2013). Sosiologi - Konsep dan Teori (Cetakan Ke). Retrieved from http://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/1972/Wulansari_142416-p.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Published
2021-12-31