Article Details

Main Article Content

Benang Purwanto
Mariani Ernestina Sehadun
Susan Carolina Labatar

Latar belakang: Ulat grayak (Spodoptera litura F.) adalah salah satu hama daun yang sangat merugikan sebab hama ini bersifat polifag memakan banyak jenis tumbuhan. Buah pinang mengandung berbagai alkaloid, senyawa alkaloid berperan dalam menghambat pertumbuhan hama, yaitu berfungsi sebagai racun perut sehingga menyebabkan keracunan dalam sistem pencernaan hama. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan petani serta efektivitas peningkatan pengetahuan tentang pembuatan pestisida nabati dari buah pinang.


Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis berdasarkan hasil quisiner dan uji ketrampilan. Petani responden berjumlah 20 orang yang ditentukan dengan purposive sampling.


Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 1,5 (kategori sangat mengetahui) dan  keterampilan petani dalam pembuatan pestisida nabati dari buah pinang masuk dalam kategori terampil, sedangkan efektifitas peningkatan pengetahuan sebesar 96,77% termasuk kategori (efektif).


Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan pembuatan pestisida nabati terjadi pengingkatan pengetahuan petani menjadi sangat mengetahui dan terampil serta pelaksanaannya termasuk dalam kategori efektif.

Keywords: Buah pinang Pestisida nabati Ulat grayak

Badan Pusat Statistik. (2021). Produksi Sayuran di Indonesia Tahun 2021. http://www.bps.go.id. 25 April 2021.

Eri. (2013). Uji Beberapa Konsentrasi Biji Pinang (Areca catechu) untuk Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) UniversitasRiau, Pekanbaru.

Fadwiwati, A. Y. (2013). Pengaruh Penggunaan Varietas Unggul Terhadap Efisiensi, Pendapatan dan Distribusi Pendapatan Petani Jagung di Provinsi Gorontalo [disertasi]. Bogor: Sekolah Pasca sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Haditomo, I. (2010). Efek larvasida ekstrak biji pinang (Areca catechu) terhadap Aedes aegypti L. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Haryati, Y., Nurbaeti, B., & Permadi, K. (2014). Tingkat Adopsi Petani Terhadap Komponen Teknologi Pengelolaan Tanaman Sawi Di Majalengka. Agros 16 (2): 412- 421.

Hendrayani, E., & Febrina, D. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani Sayuran di Desa Koro Benai Kec. Benai Kab. Kuantan Singingi. J. Petarnian, 6 (2), 53-62.

Ihsanurrozi, M. (2014). Biji Pinang Muda. Program Studi Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Setiyawan, A. (2020). Pengaruh Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap Terhadap Kinerja Karyawan (Skripsi.Tidak dipublikasilan).

Suhartini, Suryadarma, P., & Budiwati. (2017). Pemanfaatan pestisida nabati pada pengendalian hama Plutella xylostella tanaman Sawi (Brassica juncea L.) menuju pertanian ramah lingkungan. Jurnal Sain Dasar, 6(1), 36-43.

Wardana, I. G. N. W., Tariningsih, D., & Lestari, P. F. K. (2017). Pengetahuan Dan Keterampilan Petani Terhadap Pupuk Organik Pada Usahatani Padi Sawah (Studi kasus di Subak Anyar Sidembunut, Desa Cempaga, Kecamatan Ban gli, Kabupaten Bangli) AGRIMETA, 7(13): 94-104. ISBN: 2088-2521.

Wardani, A. R. (2010). Pengaruh Cairan Penyari Terhadap Rendemen dan Kadar Tanin Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Farmasi Indonesia, 2, 57-61.