Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding
<p>Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian yang dipublikasi oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</p>en-US[email protected] (Bangkit Lutfijai Syaefullah)Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900OJS 3.1.2.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Hubungan Curah Hujan dan Fluktuasi Harga Tomat di Kabupaten Lombok Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2183
<p>Konsumsi tomat per hari melebihi konsumsi cabe. Tomat banyak dikonsusmi masyarakat Lombok Tengah sebagai bumbu masakan. Harga tomat setiap bulan sepanjang tahun 2024 mengalami fluktuasi yang luar biasa, memiliki beda harga termahal dan termurah melebihi 2.966 %. Salah satu factor yang berhubungan dengan harga tomat adalah curah hujan, yang berkaitan dengan luas tanam dan produktifitas tanaman tomat. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara curah hujan dan fluktuasi harga tomat sepanjang tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian korelasional. Pengumpulan data curah hujan menggunakan data sekunder dari data BPS dan data harga tomat adalah data primer yang dikumpulkan dengan wawancara dengan petani, saudagar dan pedagang. Analisis data menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara intensitas curah hujan dan harga tomat dengan koofisien 0,67 dan korelasi antara jumlah hari hujan dan harga tomat sebesar 0,86. Petani enggan menanam tomat pada musim hujan karena rendahnya produktifitas, sehingga luas tanam dan luas panen tomat lebih rendah bila dibandingkan pada musim kemarau, Saat hujan bunga tomat sebagian berguguran dan buah tomat sebagian busuk serta tanaman tomat lebih cepat mati akibat curah hujan yang tinggi. Intensitas curah hujan dan jumlah hari hujan berhubungan dengan produktifitas tanaman tomat yang akan mempengaruhi harga jual tomat pada tingkat petani, saudagar dan pedagang. Saran penelitian selanjutnya untuk melakukan analisis regresi antara intesitas curah hujan, hari hujan, luas tanam, luas panen dan harga tomat.</p>Ahmad Fathoni, Ida Wahyuni, I Wayan Sudiyanto, Ismaya Nita Rianti Parawansa
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2183Wed, 05 Aug 2026 15:52:29 +0900Dinamika Daya Saing Minyak Goreng Sawit Indonesia di Pasar Global
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2184
<p>Indonesia merupakan produsen dan eksportir <em>Crude Palm Oil</em> (CPO) terbesar di dunia. Namun, kinerja ekspor produk hilirnya terkhusus minyak goreng sawit belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis daya saing komparatif dan dinamika ekspor minyak goreng Indonesia ke berbagai negara di lima benua. Data yang digunakan merupakan data time series produk minyak goreng (HS 151190) periode 2016 hingga 2025. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan UN Comtrade. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif dengan dua metode analisis <em>Revealed Comparative Advantage</em> (RCA) dan <em>Constant Market Share Analysis</em> (CMSA) untuk mengevaluasi kinerja perdagangan minyak goreng Indonesia di pasar global. Analisis dilakukan secara terpisah untuk lima kawasan benua, yaitu Afrika, Amerika, Asia, Eropa, dan Oseania. Hasil analisis RCA menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di seluruh benua, dengan penguatan daya saing yang signifikan di benua Afrika dan Asia, sementara benua Amerika, Eropa, dan Oseania mengalami pelemahan yang dipengaruhi oleh tekanan regulasi dan persaingan dari produsen minyak nabati alternatif. Hasil CMSA menunjukkan pertumbuhan ekspor minyak goreng Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor dunia. Nilai ini didominasi oleh efek daya saing dan efek komposisi produk yang bernilai positif. Sementara itu, benua Oseania bernilai negatif pada seluruh komponen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak goreng sawit Indonesia memiliki posisi kompetitif yang kuat di pasar global, terutama di kawasan Afrika dan Asia, namun masih memerlukan strategi diversifikasi pasar yang lebih terarah untuk kawasan Amerika, Eropa, dan Oseania.</p>Asifa Asifa, Ninda Novita, A’ung Ezra Al’fatah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2184Wed, 05 Aug 2026 16:01:02 +0900Membangun Kesadaran Ekologis Petani: Tantangan Pemberdayaan Pertanian Organik di Tengah Dominasi Pertanian Kimia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2185
<p>Pertanian organik merupakan salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, memperbaiki kualitas tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan kimia pertanian. Namun, penerapannya di tingkat petani masih menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya petani organik lokal dalam membangun kesadaran ekologis dan memberdayakan petani lain untuk beralih menuju praktik pertanian organik, sekaligus mengidentifikasi bentuk-bentuk resistensi yang muncul di kalangan petani. Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan <em>Focus Group Discussion</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kesadaran ekologis dilakukan melalui edukasi, pemberian contoh praktik budidaya organik, pendampingan, serta penyebaran nilai-nilai pertanian berkelanjutan kepada petani lain dan anggota keluarga. Meskipun demikian, proses pemberdayaan menghadapi berbagai hambatan, antara lain rendahnya kepercayaan petani terhadap efektivitas pertanian organik, kuatnya kebiasaan penggunaan pupuk dan pestisida kimia, orientasi pada produktivitas jangka pendek, serta status penguasaan lahan sewa yang membuat petani cenderung menghindari risiko produksi. Selain itu, pertanian organik dipersepsikan membutuhkan tenaga dan pemeliharaan yang lebih intensif dibandingkan pertanian kimia yang dianggap lebih praktis dan instan. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi menuju pertanian organik tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknis budidaya, tetapi juga perubahan kesadaran, budaya bertani, dan rasionalitas ekonomi petani. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberdayaan yang berkelanjutan, dukungan kelembagaan, dan penguatan kepercayaan petani terhadap manfaat ekologis serta ekonomi pertanian organik dalam jangka panjang.</p>Eki Karsani Apriliyadi, Kusnandar Kusnandar, Purnama Alamsyah, Galuh Syahbana Indraprahasta, Ardanareswari Ayu Pitaloka
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2185Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Aktualisasi Penyuluhan Pertanian Berbasis Kolaborasi Aktor
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2186
<p>Penyelenggaran penyuluhan pertanian mendampingi petani sangat diperlukan dalam pembangunan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penyuluhan pertanian tidak dapat berjalan optimal tanpa aktualisasi kolaborasi stakholder sebagai aktor yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di NTB, serta analisis keterlibatan aktor dalam penyuluhan pertanian dengan konsep kolaborasi triple helix antar pemerintah, akademisi dan pelaku usaha. Data dianalisis menggunakan logic model yang menguraikan situasi penyelenggaraan penyuluhan yang dipadukan dengan analisis multi actor stakeholder sektor pertanian menggunakan MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations). Uraian penyelenggaraan penyuluhan menunjukkan isu mayor penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Provinsi NTB yaitu peningkatan produksi komoditas pertanian dengan penyedia utama penyuluhan adalah pemerintah, universitas melalui pendampingan dalam pemberdayaan, pelaku usaha sebagai private sektor, sedangkan layanan penyuluhan ke petani difasilitasi oleh kelompok tani di wilayah. Analisis multi actor menunjukkan balai penyuluhan pertanian paling aktif berperan dan petani memiliki ketergantungan kepentingan paling tinggi terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Temuaan penelitian terkait penyelenggaraan penyuluhan yaitu membentuk ruang konsensus aktor dominan harus berperan aktif mewujudkan tujuan prioritas penyuluhan pertanian melalui sinergi merancang perencanaan, pola komunikasi dan koordinasi kegiatan pendampingan masyarakat pedesaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab kendala penyelenggaraan penyuluhan di Provinsi NTB.</p>Wulandari Wulandari, Puji Muniarty, Arief Roesman Effendy, Abdul Najir
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2186Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Navigasi Tegangan Pasar: Pengalaman Penyuluh Pertanian dalam Mendampingi Petani di Kawasan Perbatasan Indonesia–Malaysia (Studi Fenomenologi di BPP Sebatik Barat)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2187
<p>Pulau Sebatik merupakan satu-satunya pulau berpenghuni di Indonesia yang berbagi daratan langsung dengan Malaysia, menciptakan konteks penyuluhan pertanian yang unik sekaligus penuh tegangan: petani berorientasi pada pasar Tawau, sementara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengemban mandat pembangunan pertanian nasional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan esensi pengalaman hidup PPL dalam menavigasi tegangan antara program penyuluhan nasional dan realitas sistem pangan lintas batas di kawasan perbatasan Sebatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif mengacu pada prosedur tujuh langkah Moustakas (1994). Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan satu Koordinator BPP sebagai key informant, sepuluh PPL sebagai informan utama, dan dua hingga tiga ketua Gapoktan sebagai informan pendukung triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, reduksi, pengelompokan tema, deskripsi tekstural, deskripsi struktural, hingga sintesis esensi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema fenomenologis: (1) gravitasi pasar dan tegangan vertikal sebagai kondisi eksistensial; (2) negosiasi parsial sebagai etika kerja lapangan; (3) relasi dan kekeluargaan sebagai tumpuan makna; dan (4) hambatan berlapis, transformasi, dan posisi penjaga kemungkinan. Penelitian ini menghasilkan konstruk teoritis baru "keeper of possibilities" sebagai koreksi terhadap framing PPL sebagai "agent of change" yang tidak proporsional untuk konteks kawasan perbatasan 3T, sekaligus menyampaikan implikasi kebijakan konkret untuk reformulasi sistem evaluasi kinerja dan pengembangan SDM penyuluhan di wilayah kepulauan perbatasan Indonesia.</p>Hutama Muhammad Anhar, Nurul Jamilah Cahyani, Ahmad Hadafi, Kharisma Ilyasa Anhar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2187Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Kelembagaan Petani dan Pemberdayaan Masyarakat Petani Madu Klanceng di Desa Bojongpicung: Strategi Penguatan Ekonomi Berbasis Local Wisdom
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2188
<p>Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan lokal merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani madu klanceng di tingkat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Tani Mandiri dalam mendukung pemberdayaan masyarakat petani madu klanceng di Desa Bojongpicung serta merumuskan strategi pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling, observasi lapang, dan analisis Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan KTH Bina Tani Mandiri di Desa Bojongpicung secara signifikan mampu meningkatkan kapasitas teknis budidaya, memperluas akses permodalan mikro, dan memotong rantai pemasaran produk madu melalui skema korporasi petani. Kesimpulannya, penguatan aspek manajerial kelembagaan petani dan integrasi pendidikan vokasi non-formal secara kontinu menjadi determinan utama keberhasilan pemberdayaan ekonomi peternak madu klanceng secara berkelanjutan.</p>Fakry Husaeni, Tulus Tulus, N Jaojah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2188Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pendekatan Ekosistemik Integrasi Permakultur dan Spiritual Ekologi di Bumi Langit Institute
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2189
<p>Pertanian konvensional yang bergantung pada bahan kimia seringkali memicu degradasi ekosistem jangka panjang, sehingga memerlukan pendekatan transformatif seperti agroekologi yang menyatukan aspek ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan aset produksi dan kultural, menganalisis mekanisme interaksinya, serta mendeskripsikan konfigurasi sistemik agribisnis berkelanjutan di Bumi Langit Institute. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan kondensasi Miles dan Huberman yang terintegrasi dengan pendekatan <em>Systems Thinking</em> melalui pembuatan <em>Causal Loops Diagram</em> (CLD) menggunakan perangkat lunak Vensim. Hasil penelitian menunjukkan sistem agribisnis ditopang oleh aset fisik seperti kolam retensi dan mikro bakteri tanah, yang digerakkan oleh aset kultural berupa budaya Tirakat dan nilai ekologi Islam. Interaksi sub-sistem ekologi, ekonomi, dan sosial membentuk tiga arketipe utama. Arketipe <em>fixes that fail</em> (solusi jangka pendek yang gagal) diputus oleh nilai ekologis Islam sebagai titik ungkit utama. Arketipe <em>limit to growth</em> diredam oleh tradisi tirakat untuk mencegah eksploitasi, dan <em>reinforcing loop</em> tercipta melalui distribusi profit untuk program edukasi lingkungan. Sebagai kesimpulan, integrasi spiritual ekologi terbukti menjadi fondasi etis dan titik ungkit (<em>leverage points</em>) yang memastikan keberlanjutan ekologi sekaligus menstabilkan ekonomi komunitas.</p>Rahmat Sobirin, Marlianasari Putri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2189Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2190
<p>Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lokal dan kearifan tradisional. Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan sistem pangan tradisional berbasis nilai adat, konservasi lingkungan, dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy dalam mendukung sistem pangan komunitas, menganalisis mekanisme kemandirian pangan masyarakat adat Baduy, serta merumuskan model konseptual kemandirian pangan dan pemberdayaan berbasis kearifan lokal sebagai alternatif pembangunan pangan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur, dokumentasi, dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai sumber ilmiah terkait masyarakat adat Baduy, sistem pangan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian pangan masyarakat Baduy dibangun melalui integrasi antara <em>pikukuh adat</em>, kelembagaan adat, sistem pertanian huma, konservasi lingkungan, diversifikasi pangan, serta solidaritas sosial komunitas. Sistem pangan masyarakat Baduy memiliki karakter agroekologi yang ditunjukkan melalui penggunaan benih lokal, pembatasan eksploitasi alam, rotasi lahan, dan minimnya ketergantungan terhadap input eksternal pertanian. Selain memiliki kontribusi terhadap ketahanan pangan komunitas, sistem pangan Baduy juga memperkuat pemberdayaan masyarakat adat, mendukung konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Namun demikian, keberlanjutan sistem pangan masyarakat Baduy menghadapi tantangan berupa modernisasi, tekanan pembangunan, perubahan sosial, dan masih terbatasnya perlindungan terhadap masyarakat adat. Model pangan masyarakat Baduy relevan sebagai alternatif pengembangan pembangunan pangan nasional yang berkelanjutan, resilien, dan berbasis komunitas lokal.</p>Iwan Setiajie Anugrah, Lindawati Lindawati, Muslim Sabarisman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2190Wed, 05 Aug 2026 20:13:47 +0900Respon Petani Tradisional terhadap Modernisasi Pertanian di Kampung Warmare 1: Implikasi Bagi Keberlanjutan Pertanian Lokal
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2191
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani tradisional terhadap modernisasi pertanian di Kampung Warmare I, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka dalam mengadopsi teknologi, serta menilai implikasinya bagi keberlanjutan pertanian lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuisioner dan wawancara mendalam kepada petani setempat. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa mayoritas petani di Kampung Warmare I menyetujui modernisasi pertanian dengan skor indeks sebesar 76,27% dalam kategori “Setuju”. Sebanyak 59,2% responden memilih “Setuju” dan 34,5% memilih “Sangat Setuju”, sedangkan sebagian kecil bersikap netral atau menolak. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan petani antara lain ketersediaan sarana prasarana, akses informasi dan penyuluhan, serta kesesuaian teknologi dengan kondisi lokal. Beberapa kendala utama adalah biaya investasi alat yang tinggi, keterbatasan pelatihan praktis, dan kekhawatiran terhadap pengoperasian teknologi baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu, dan kesejahteraan petani. Namun, keberhasilannya memerlukan strategi implementasi berbasis pendekatan partisipatif, penyuluhan praktis, integrasi teknologi dengan kearifan lokal, serta bantuan peralatan awal untuk mengurangi beban modal petani. Implikasi terhadap keberlanjutan pertanian lokal menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi modern dan praktik tradisional agar transformasi pertanian dapat berjalan adaptif, produktif, dan tetap lestari.</p>Eka Budi Saputra, Latarus Fangohoi, Indah Pratiwi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2191Wed, 05 Aug 2026 20:11:02 +0900Arah Perkembangan Penelitian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Pangan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2192
<p>Penyuluhan pertanian merupakan komponen strategis dalam mendukung pembangunan pertanian pangan di Indonesia, namun peta arah perkembangannya secara sistematis belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah perkembangan penelitian penyuluhan dan komunikasi pertanian pangan di Indonesia dalam kurun waktu 2015–2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dengan menggunakan kueri terstruktur yang menggabungkan istilah-istilah terkait penyuluhan pertanian, komunikasi, kebijakan, dan perkembangan penelitian. Kriteria seleksi mencakup artikel jurnal, prosiding, dan artikel <em>review</em> berbahasa Inggris yang dipublikasikan antara 2015–2026, dengan topik relevan pada bidang penyuluhan dan komunikasi pertanian pangan di Indonesia. Dari 770 artikel awal yang teridentifikasi, setelah melalui proses eliminasi bertahap diperoleh 100 artikel final yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan jaringan ko-okurensi kata kunci. Hasil analisis mengidentifikasi empat klaster tematik utama, yaitu: (1) inovasi dan adopsi teknologi pertanian oleh petani kecil; (2) keberlanjutan dan ketahanan pangan; (3) arah kebijakan dan pengambilan keputusan; serta (4) kapasitas dan pendidikan penyuluh. Kata kunci "<em>agricultural extension</em>" menjadi node terpusat yang menghubungkan seluruh klaster, sedangkan gap penelitian terbesar ditemukan pada aspek komunikasi pertanian berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arah perkembangan penelitian penyuluhan pertanian pangan di Indonesia bergerak menuju integrasi teknologi digital, penguatan keberlanjutan pertanian, dan pembaruan kebijakan penyuluhan yang adaptif.</p>Juli Winando Lumban Toruan, Mega Mutmainah, Elissa Fitriani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2192Wed, 05 Aug 2026 20:46:42 +0900Mapping Potential Sustainable Food Crop Land in North Bontang District to Support Food Security
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2195
<p>This study aims to map the potential for sustainable food agriculture land in North Bontang District to support food security in urban areas. The study uses a descriptive-comparative method with a spatial-based approach through analysis of the 2023–2042 Bontang City Spatial Plan (RTRW) map and Google My Maps satellite imagery. The data used are secondary data including the RTRW map, satellite imagery, and regional administration data in SHP format. The analysis was conducted by comparing the spatial patterns in the RTRW with actual land use conditions to identify areas with the potential to be developed as sustainable food agriculture land. The results show that North Bontang District has limited agricultural land potential and is unevenly distributed due to the dominance of industrial areas, settlements, and urban economic activities. Land conversion into built-up areas has resulted in reduced agricultural space and increased dependence on food supplies from outside the region. However, several areas such as vacant land, home yards, and open spaces still have the potential to be developed through the concept of urban farming. The development of urban agriculture is a strategic alternative in increasing local food availability and supporting community food security. Physical, spatial, and economic factors are the main aspects that influence land suitability, so sustainable land management and government and community support are needed in optimizing the use of agricultural space in urban areas.</p>Muhammad Tandjung Wicaksono, Dinda Nur Setiani, Shifa Kamila Rahmatullah, Hanifah Yusriyah, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2195Wed, 05 Aug 2026 20:57:15 +0900Sirkularitas Ekonomi dan Perilaku Konsumen: Inovasi Upcycled Food Berbasis Limbah Peternakan dalam Mendukung Kemandirian Pangan Lokal
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2196
<p>Inovasi pangan berbasis limbah peternakan (<em>upcycled food</em>) memegang peranan krusial dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional berbasis kearifan lokal. Kemandirian pangan berbasis kearifan lokal menuntut optimalisasi seluruh sumber daya peternakan, termasuk produk samping yang selama ini terabaikan. Kulit ayam broiler, yang proporsinya mencapai 8–20% dari total karkas dan umumnya dibuang sebagai limbah potongan hewan, sesungguhnya menyimpan potensi besar sebagai bahan baku pangan fungsional mengingat kandungan kolagen dan proteinnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi odeng kulit ayam melalui pendekatan <em>zero waste</em> serta menganalisis penerimaan konsumen melalui kerangka perilaku. Menggunakan metode eksperimental <em>trial error</em> dua tahap dan uji hedonik pada panelis, penelitian mengevaluasi lima atribut sensoris sebagai determinan sikap konsumen. Hasil menunjukkan bahwa formulasi Trial 2 (rasio kulit:daging 70:30 dan 300g tepung sagu) menghasilkan kualitas sensoris superior dengan skor rasa sempurna (5,00) dan tekstur (4,75). Dari aspek ekonomi, konversi limbah ini menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 171.800/kg (rasio 49,65%) dan R/C ratio 1,33. Secara strategis, produk ini mampu menurunkan hambatan <em>food neophobia</em> melalui <em>positioning</em> kuliner Korea yang relevan dengan tren global namun berbasis sumber daya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa sirkularitas limbah peternakan tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi pangan bagi UMKM peternakan.</p>Taufiq Rahman Humaidi, Cantika Putri Hapsari, Rahmat Dhandy, Cicik Retno Wati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2196Wed, 05 Aug 2026 21:01:01 +0900Perempuan Adat, Ketahanan Pangan Lokal, dan Resiliensi Sosial-Ekologis di Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2197
<p>Penelitian ini mengkaji bagaimana perempuan adat memproduksi resiliensi sosial-ekologis melalui praktik keseharian yang tertanam dalam struktur adat di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini berangkat dari kritik terhadap pendekatan resiliensi yang selama ini cenderung teknokratis dan berorientasi pada intervensi eksternal, sehingga sering mengabaikan praktik-praktik lokal yang berkembang dari dalam komunitas. Dalam konteks masyarakat adat, perempuan tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga menjadi aktor penting dalam menjaga keberlanjutan sosial, pangan, kesehatan, dan lingkungan komunitas. Secara teoritik, penelitian ini menggunakan perspektif feminist political ecology untuk melihat keterkaitan antara relasi gender, pengelolaan sumber daya, serta dinamika kekuasaan dalam sistem sosial-ekologis masyarakat adat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen komunitas, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Fokus analisis diarahkan pada praktik pengelolaan pangan, perawatan kesehatan berbasis pengetahuan lokal, serta relasi sosial-ekologis dalam kehidupan sehari-hari perempuan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi sosial-ekologis di Kampung Naga dibangun melalui praktik keseharian perempuan yang berlangsung secara kolektif dan berkelanjutan. Dalam ranah pangan, perempuan berperan dalam penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan hasil pertanian sebagai strategi menghadapi ketidakpastian. Dalam ranah kesehatan, perempuan mempertahankan praktik perawatan tradisional melalui pemanfaatan tanaman obat dan pengetahuan lokal. Selain itu, relasi sosial berbasis gotong royong yang dipelihara perempuan memperkuat solidaritas komunitas dan menjaga keseimbangan ekologis sesuai norma adat. Temuan ini menegaskan bahwa resiliensi sosial-ekologis bersifat tidak netral secara gender dan diproduksi melalui kerja-kerja reproduktif yang sering kali tidak terlihat dalam kebijakan formal. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengakuan terhadap pengetahuan dan praktik perempuan adat sebagai bagian penting dalam strategi penguatan komunitas adat dan keberlanjutan lokal.</p>Muslim Sabarisman, Iwan Setiajie Anugrah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2197Wed, 05 Aug 2026 21:04:35 +0900Analisis Usaha Tani Penangkar Benih In-Situ Kelompok Tani Marsudi Tani 3 Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2198
<p>Benih padi bersertifikat merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani padi. Pengembangan penangkaran benih padi secara in-situ menjadi strategi penting dalam mendukung kemandirian benih daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan titik impas usaha tani penangkar benih in-situ pada Kelompok Tani Marsudi Tani 3 Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian menggunakan metode studi kasus pada usaha penangkaran benih padi bersertifikat seluas 1 hektar tahun tanam 2025. Data yang digunakan berupa data primer yang terdokumentasi dalam Analisis Usaha Tani (AUT), meliputi penggunaan sarana produksi, tenaga kerja, biaya panen dan pascapanen, produksi, harga jual, dan penerimaan usaha. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) produksi, dan BEP harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usaha penangkaran benih mencapai Rp19.668.000 per hektar dengan produksi benih bersertifikat sebesar 4.000 kg per hektar. Pada harga jual Rp10.600 per kilogram diperoleh penerimaan sebesar Rp42.400.000 per hektar dan keuntungan sebesar Rp22.732.000 per hektar. Nilai R/C Ratio sebesar 2,16 dan B/C Ratio sebesar 1,16 menunjukkan bahwa usaha penangkaran benih layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Nilai BEP produksi sebesar 1.855,47 kg dan BEP harga sebesar Rp4.917 per kilogram menunjukkan tingkat risiko usaha yang relatif rendah serta memiliki ketahanan yang baik terhadap fluktuasi harga dan produksi. Dengan demikian, usaha tani penangkar benih padi in-situ Kelompok Tani Marsudi Tani 3 layak secara ekonomi, menguntungkan, dan berpotensi mendukung kemandirian benih serta penguatan sistem perbenihan daerah.</p>Suryadi Suryadi, Luhung Amin Firdaus
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2198Wed, 05 Aug 2026 21:31:53 +0900Memperkuat Peran Lembaga, Mendorong Inisiasi dan Menyusun Kegiatan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) : Merancang Model berbasis Pengalaman Pendampingan Program Kostratani di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2199
<p>Transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui program Kostratani merupakan upaya strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem penyuluhan pertanian berbasis data dan teknologi. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan terkait kapasitas kelembagaan, SDM penyuluh, serta koordinasi lintas aktor. Penulisan artikel ini bertujuan merumuskan model penguatan peran BPP berdasarkan pengalaman pendampingan implementasi Kostratani di empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Penetapan lokasi secara purposive berkaitan dengan lokasi pendampingan institusi yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel dan <em>participatory action approach</em>. Data dikumpulkan melalui observasi pendampingan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kapasitas BPP, implementasi Kostratani yang belum optimal, serta pola kerja penyuluh yang masih administratif. Pendampingan terbukti mendorong munculnya inisiatif kelembagaan, penguatan kolaborasi, serta peningkatan pemanfaatan data maupun fasilitas di BPP. Penelitian ini menghasilkan model penguatan BPP berbasis lima komponen utama: penguatan kelembagaan, SDM, digitalisasi data dan system pelaporan, mekanisme inisiasi program, dan kolaborasi multi-aktor. Model pendampingan ini mendorong aktivitas BPP berikut pemanfaatan sarana-prasarana serta fasilitas yang dimiliki dan secara berkelanjutan menghasilkan transformasi BPP menuju pusat gerakan pertanian berbasis data dan kegiatan di tingkat kecamatan.</p>Iwan Setiajie Anugrah, Cut Rabiatul Adawiyah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2199Wed, 05 Aug 2026 21:36:50 +0900Kiyau Indonesia: Keberdayaan Pemuda dalam Pemberdayaan Sektor Pertanian di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2200
<p>Rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi tantangan dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Namun, pemuda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberdayaan pemuda melalui program Kiyau Indonesia dalam pemberdayaan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah yang melibatkan pemuda, petani, kelompok wanita tani, serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiyau Indonesia berperan dalam meningkatkan kapasitas pemuda melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, dan jejaring sosial. Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam praktik pertanian berkelanjutan, pengembangan usaha pertanian lokal, serta kolaborasi antaraktor pembangunan di tingkat desa. Keberdayaan pemuda tercermin dari kemampuan mereka dalam menginisiasi kegiatan, menggerakkan partisipasi masyarakat, dan mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain memberikan dampak sosial dan ekonomi, program ini turut memperkuat kemandirian masyarakat dalam pembangunan pertanian berbasis potensi desa. Dengan demikian, keberdayaan pemuda melalui Kiyau Indonesia menjadi faktor penting dalam mendukung pemberdayaan sektor pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.</p>Akhyar Rafi’i, Erfina Aisyah, Wahidah Wahidah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2200Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Asman Toga Melati: Pemanfaatan Tanaman Toga sebagai Model Agroeduwisata dalam Mencapai Pariwisata Lingkungan Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2201
<p>Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) tidak hanya berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sarana edukasi dan pengembangan wisata berbasis lingkungan. Pengembangan agroeduwisata berbasis TOGA menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Asman Toga Melati sebagai model agroeduwisata dalam mencapai pariwisata lingkungan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada Asman Toga Melati. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola dan pengunjung, dokumentasi, serta studi literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami peran agroeduwisata TOGA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asman Toga Melati berhasil mengembangkan kawasan TOGA sebagai media pembelajaran mengenai keanekaragaman hayati, pemanfaatan tanaman obat, dan praktik konservasi lingkungan. Kegiatan edukatif yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan serta kesadaran pengunjung terhadap pentingnya pelestarian sumber daya alam. Selain itu, keberadaan agroeduwisata ini memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan produk olahan herbal dan kegiatan wisata berbasis komunitas. Kolaborasi antara masyarakat, pengelola, dan berbagai pemangku kepentingan turut memperkuat keberlanjutan program yang dijalankan. Dengan demikian, Asman Toga Melati menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman TOGA sebagai model agroeduwisata dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung terwujudnya pariwisata lingkungan yang berkelanjutan.</p>Dayu Wulandari, Akhyar Rafi’i, Wahidah Wahidah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2201Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Perspektif Petani Muda dalam Penyediaan Jasa Alsintan di BP Sarikandi Muda Berkarya Desa Sarikandi Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2202
<p>Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Kehadiran Brigade Pangan membuka peluang bagi petani muda untuk berperan tidak hanya sebagai pelaku budidaya, tetapi juga sebagai penyedia jasa mekanisasi pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif petani muda terhadap penyediaan jasa alsintan pada Brigade Pangan (BP) Sarikandi Muda Berkarya di Desa Sarikandi, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan diskusi dengan petani muda anggota Brigade Pangan serta pihak terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami persepsi, motivasi, peluang, dan tantangan yang dihadapi petani muda dalam penyediaan jasa alsintan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani muda memandang penyediaan jasa alsintan sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung produktivitas pertanian di tingkat lokal. Ketersediaan alsintan membantu mempercepat proses budidaya, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi usaha tani. Selain itu, keterlibatan dalam Brigade Pangan mendorong penguatan kapasitas teknis, manajerial, dan kepemimpinan petani muda. Meskipun demikian, tantangan berupa biaya operasional, pemeliharaan alat, dan pengelolaan kelembagaan masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk menjamin keberlanjutan program. Dengan demikian, Brigade Pangan menjadi wadah strategis dalam memperkuat peran petani muda sebagai penyedia jasa alsintan dan agen modernisasi pertanian di pedesaan.</p>Erfina Aisyah, Akhyar Rafi’i
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2202Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Pengembangan Bisnis Beras pada Klaster Marsudi Tani Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2203
<p>Beras merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional, sehingga pengembangan usaha perberasan memerlukan strategi bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Klaster Marsudi Tani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan merupakan salah satu kelembagaan agribisnis padi yang telah menerapkan sistem usaha terintegrasi dari budidaya hingga pengolahan beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis yang dijalankan oleh Klaster Marsudi Tani serta merumuskan strategi pengembangan bisnis beras menggunakan pendekatan <em>Business Model Canvas</em> (BMC) dan analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan secara <em>purposive</em> di Klaster Marsudi Tani dengan ketua klaster sebagai informan kunci dan 25 konsumen sebagai responden. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi sembilan elemen BMC, yaitu <em>customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships</em>, dan <em>cost structure</em>, kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klaster Marsudi Tani memiliki keunggulan berupa kualitas beras premium, harga kompetitif, teknologi pascapanen modern, jaringan kemitraan yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Analisis SWOT menempatkan klaster pada Kuadran I dengan nilai IFAS 1,80 dan EFAS 1,40 yang menunjukkan kondisi usaha berada pada fase pertumbuhan dan memiliki peluang pengembangan yang besar. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui perluasan pasar, penguatan pemasaran digital, optimalisasi dukungan pemerintah, serta inovasi produk dan kemasan premium. Dengan demikian, Klaster Marsudi Tani memiliki potensi yang kuat untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha perberasan secara berkelanjutan.</p>Luhung Amin Firdaus, Prayuda Rizky Arfallah, Dewi Septiarini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2203Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Pembelian Sayur Lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2204
<p>Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadikan konsumsi sayuran sebagai kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sayuran lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, namun masih menghadapi persaingan dengan produk dari luar daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, kesegaran produk, dan kemudahan mendapatkan terhadap niat beli konsumen serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan memengaruhinya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan melibatkan 125 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan metode <em>structural equation modeling partial least square</em> (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, kesegaran produk, dan kemudahan mendapatkan memengaruhi niat beli konsumen sayur lokal. Variabel kemudahan mendapatkan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi niat beli, sedangkan kualitas produk tidak berpengaruh terhadap niat beli konsumen terhadap sayuran lokal.</p>Sarah Febrianti Sirait, Juli Winando Lumban Toruan
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2204Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengembangan Kawasan Bawang Putih di Indonesia: Analisis Produksi, Konsumsi, dan Distribusi untuk Mendukung Swasembada Nasional
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2205
<p>Bawang putih merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, produksi bawang putih domestik masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sehingga Indonesia masih bergantung pada impor dalam jumlah besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi produksi, luas panen, produktivitas, konsumsi, dan distribusi bawang putih di Indonesia, mengidentifikasi kesenjangan pasokan serta peluang dan tantangan pengembangan kawasan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan untuk mendukung swasembada bawang putih nasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi bawang putih nasional tahun 2025 mencapai 36,86 ribu ton dan terkonsentrasi di Jawa Tengah serta Nusa Tenggara Barat. Di sisi lain, konsumsi nasional mencapai 1.398,52 ribu ton sehingga terdapat kesenjangan pasokan sebesar 1.361,66 ribu ton dengan rasio swasembada hanya 2,64 persen. Sistem distribusi bawang putih juga masih didominasi pasokan impor dengan rantai pemasaran yang relatif panjang. Meskipun demikian, pengembangan kawasan bawang putih memiliki peluang besar yang didukung oleh tingginya permintaan pasar domestik, ketersediaan lahan potensial, dukungan kebijakan pemerintah, dan perkembangan teknologi budidaya. Tantangan utama meliputi keterbatasan benih bermutu, produktivitas yang belum optimal, akses pembiayaan yang terbatas, serta persaingan dengan produk impor. Oleh karena itu, strategi pengembangan kawasan perlu difokuskan pada penguatan sentra produksi, pengembangan sistem perbenihan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, pengembangan kemitraan usaha, dan efisiensi distribusi. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi domestik, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung pencapaian swasembada bawang putih nasional secara berkelanjutan.</p>Andi Ishak, Yusuf Yusuf, Rani Mardiyah Ishak, Muhammad Syibli, Niki Elistus Liwaherilla
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2205Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia pada Industri OEM (Original Equipment Manufacturer)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2206
<p>Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan penggerak utama dalam suatu perusahaan dan pengelolaannya membutuhkan pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) agar potensi karyawan dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Divisi Human Capital dalam pengelolaan SDM di industri OEM (<em>Original Equipment Manufacturer</em>) yang bergerak di industri herbal dan kosmetik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptuif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder berupa jurnal, buku, dan dokumen perusahaan. Data primer yang dikaji meliputi rekrutmen, pelatihan, dan penilaian kinerja, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa divisi <em>Human Capital</em> berperan penting dalam memastikan kompetensi karyawan, kelancaran operasional, produktivitas, serta kesejahteraan tenaga kerja. Peran tersebut diwujudkan melalui pembangunan budaya kerja yang positif, sistem kerja <em>shift</em> dan <em>non-shift</em>, pelatihan dan pengembangan, serta pemberian upah yang transparan dan adil. Namun, ditemukan bahwa aspek kedisiplinan masih perlu diperkuat dengan pengawasan kehadiran yang lebih ketat, sosialisasi rutin terkait pentingnya disiplin, dan penerapan sistem peringatan bertahap bagi pelanggaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran Divisi <em>Human Capital</em> sangat krusial dalam menciptakan kinerja yang selaras dengan visi dan misi perusahaan.</p>Siti Asiyah, Khoirul Hidayat, Anang Siswanto
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2206Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peran Kelompok Tani Hutan dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2207
<p>Kelompok Tani Hutan (KTH) merupakan salah satu kelembagaan masyarakat yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan program perhutanan sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan. Keberadaan KTH tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan kelembagaan, pengembangan usaha produktif, dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kelompok Tani Hutan dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan data sekunder yang berasal dari laporan pembentukan dan pendampingan KTH oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pada beberapa desa penyangga Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, serta didukung oleh berbagai literatur terkait perhutanan sosial, agroforestri, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTH berperan dalam empat aspek utama, yaitu penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha ekonomi produktif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan peningkatan kesadaran konservasi masyarakat. Program pendampingan yang dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, bantuan usaha produktif, dan penguatan organisasi kelompok telah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha bersama serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Selain memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan usaha produktif, KTH juga berkontribusi dalam memperkuat modal sosial masyarakat melalui kerja sama, gotong royong, dan pengambilan keputusan secara partisipatif. Oleh karena itu, KTH dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat sekitar hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.</p>Mini Silviana, Supriyan Syahrizal
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2207Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Preferensi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Varietas Bawang Merah Lokal Kabupaten Temanggung
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2208
<p>Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan nasional yang yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Terjadinya dinamika penggunaan varietas bawang merah di Kabupaten Temanggung menunjukkan bahwa petani memiliki kesukaan dan preferensi tersendiri terhadap varietas bawang merah. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap bawang merah melalui atribut yang paling berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian, serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen dalam menentukan keputusan pembelian bawang merah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dengan menggunakan kuisioner. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Teknik penarikan sampel digunakan teknik <em>accidental </em>dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Keputusan pembelian bawang merah bergantung pada preferensi konsumen terhadap pemilihan bawang. Atribut intrinsik seperti aroma, rasa, harga, warna, dan ukuran umbi bawang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli bawang merah. Secara keseluruhan, bawang merah Karet lebih unggul dan lebih disukai oleh konsumen dibandingkan varietas Bima Brebes. Hal tersebut dikarenakan bawang merah Karet memiliki mutu yang relatif lebih baik yaitu dari warna umbi, aroma, dan rasa.</p>Yennita Sihombing
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2208Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peran Gerakan Pramuka Ambalan SMA Islam Nusantara dalam Mewujudkan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP-JATIM) melalui Pertanian Sederhana
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2209
<p>Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP-JATIM) menjadi langkah strategis dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga pangan lokal. Hal ini menjadi inovasi menggerakkan generasi muda untuk memahami dan tertarik untuk turut serta menjaga ketahanan pangan lokal, salah satunya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi Gerakan Pramuka Ambalan SMA Islam Nusantara sebagai pelopor melaksanakan SIKAP dengan program inisiatif untuk memanfaatkan lahan kosong sekolah menjadi lahan pertanian yang produktif. Metode penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dari Gerakan Pramuka Ambalan SMA Islam Nusantara berhasil mentransformasi lahan kosong sekolah seluas 30 m<sup>2</sup> menjadi kawasan budidaya pertanian sederhana dengan tanaman cabai, terong, sawi, kangkung, dan ubi jalar. Internalisasi nilai dasadharma pramuka mampu menjadikan acuan dalam menerapkan program peduli lingkungan. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi tambahan kegiatan PTA (Penerimaan Tamu Ambalan) dan Pelantikan Bantara, selain itu juga didistribusikan kepada warga sekolah. Kesimpulannya penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter melalui peran organidasi Pramuka dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk menyukseskan program SIKAP-JATIM di SMA Islam Nusantara.</p>Muhammad Sainul Fadlan, Moh. Abdul Wasil
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2209Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900From Technology to Human Behavior: Mapping Agricultural Innovation and Psychological Drivers for Food Self-Sufficiency (2020–2026)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2210
<p>Di tengah krisis iklim global, kemandirian pangan menjadi prioritas strategis nasional. Meskipun inovasi teknologi berkembang pesat, rendahnya tingkat adopsi di tingkat petani tetap menjadi hambatan utama yang sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan memetakan lanskap inovasi pertanian dan mengidentifikasi penggerak psikologis yang memengaruhi perilaku petani untuk mencapai kemandirian pangan selama periode 2020–2026. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur sistematis dan pemetaan bibliometrik. Data awal sebanyak 2.300 artikel diekstraksi melalui <em>Publish or Perish</em> dari database Crossref, PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Proses seleksi data dilakukan menggunakan protokol PRISMA, sementara analisis klaster dan visualisasi tren diolah melalui aplikasi <em>VOSviewer</em>. Hasil analisis mengungkapkan tiga klaster utama riset: (1) klaster teknologi yang berfokus pada <em>precision agriculture</em> dan <em>smart fertilizer</em>; (2) klaster perilaku manusia yang didominasi teori adopsi (UTAUT, TAM, SDT); dan (3) klaster sistem pangan adaptif. Temuan menunjukkan bahwa penggerak psikologis kritis meliputi ekspektasi kinerja, persepsi risiko, kepercayaan, dan identitas sosio-ekologis. Di Indonesia, tantangan kemandirian pangan pada komoditas seperti daging sapi terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh perilaku konsumsi dan urbanisasi. Visualisasi <em>overlay</em> memproyeksikan tren riset hingga 2026 akan semakin berfokus pada akurasi data dan produktivitas tanaman. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi kemandirian pangan 2026 bergantung pada sinkronisasi antara inovasi teknologi dengan kesiapan psikologis petani. Kebijakan harus beralih dari intervensi teknosentris menuju penguatan kapasitas perilaku dan pembelajaran kolaboratif.</p>Wahyu Almizri, Yusuf Akhmad
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2210Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) menjadi Anyaman Piring di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatuselatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2211
<p>Limbah Lidi kelapa sawit merupakan salah satu hasil samping perkebunan yang keberadaannya melimpah, namun, pemanfaatanya masih belum optimal sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui kegiatan penyuluhan. Penyusunan rancangan penyuluhan menjadi langkah penting dalam mendukung penyebaran inoasi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring di kelompok wanita tani (KWT) sumber tani kabupaten labuhanbatu selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari sampai mei 2026 menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara inklusi berdasarkan jasil identifikasi potensi wilayah (IPW), dengan jumlah responden sebanyak 42 orang anggota kelompok wanita tani. Data diperoleh mellaui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun memperoleh tingkat penerimaan sebesar 85,07% dengan kategori sangat setuju, yang meliputi aspek materi, metode,media,volume,waktu,biaya,dan lokasi biaya penyuluhan. Rancangan yang dihasilkan telah disusun dinilai layak untuk diterapkan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk anyaman piring.</p>Abilla Aulia Nevianda, Azis Herdiyanto Riyadi, Yuliana Kansrini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2211Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Konstruksi Pengetahuan Lokal dan Kemandirian Pangan dalam Publikasi Pertanian Vokasi: Analisis Bibliometrik Jurnal Polbangtan (2006–2025)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2212
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi produksi pengetahuan, dampak ilmiah, pola kolaborasi, serta konstruksi pengetahuan lokal dalam publikasi ilmiah jurnal-jurnal Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) selama periode 2006–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik dalam kerangka <em>Agricultural Innovation System</em> (AIS). Data penelitian diperoleh dari basis data OpenAlex yang mencakup metadata 1.461 artikel setelah melalui proses validasi dan pembersihan data. Analisis dilakukan terhadap produktivitas publikasi, dampak sitasi, produktivitas penulis, indikator kolaborasi, jaringan pengetahuan, serta pemetaan tema penelitian berbasis pengetahuan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi ilmiah Polbangtan mengalami perkembangan yang signifikan, terutama sejak tahun 2016, dengan puncak produktivitas pada tahun 2020 dan memasuki fase konsolidasi pada periode 2021–2025. Dampak ilmiah institusi tercermin dari 1.238 sitasi, nilai <em>Citation per Publication</em> (CPP) sebesar 0,85 sitasi per artikel, dan H-Index institusi sebesar 12. Pola kolaborasi penelitian menunjukkan dominasi kolaborasi nasional, meskipun kolaborasi internasional mulai meningkat pada lima tahun terakhir. Analisis tematik menunjukkan bahwa penelitian lebih banyak berfokus pada penyuluhan dan adopsi teknologi, diikuti budidaya dan komoditas pangan, peternakan terpadu, serta riset agribisnis, sedangkan tema proteksi tanaman dan lahan masih relatif terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa publikasi ilmiah Polbangtan telah berkembang menjadi media penting dalam produksi dan diseminasi pengetahuan pertanian, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan inovasi pertanian dan upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.</p>Muhammad Syafii Nasution
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2212Thu, 06 Aug 2026 10:24:03 +0900Analisis Mitigasi Risiko dan Strategi Peningkatan Resiliensi Rantai Pasok Pangan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2213
<p>Perubahan iklim merupakan tantangan besar yang memengaruhi keberlanjutan rantai pasokan pangan melalui gangguan terhadap produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan. Meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan ketidakpastian iklim telah memperburuk kerentanan sistem pangan di berbagai wilayah. Banyak penelitian telah membahas dampak perubahan iklim terhadap sistem pangan, tetapi temuan-temuan ini tersebar di berbagai konteks dan pendekatan penelitian. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko utama yang ditimbulkan oleh perubahan iklim terhadap rantai pasokan pangan, menganalisis strategi mitigasi risiko yang diterapkan untuk mengurangi dampaknya, dan mengevaluasi kontribusi strategi-strategi ini dalam meningkatkan ketahanan rantai pasokan pangan. Studi ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR), yang melibatkan identifikasi, penyaringan, pemilihan, dan pengintegrasian literatur ilmiah yang relevan. Enam puluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis, dan tiga puluh tiga artikel kunci dipilih yang secara langsung terkait dengan pertanyaan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi rantai pasokan pangan meliputi penurunan produktivitas pertanian, kejadian cuaca ekstrem, gangguan distribusi pangan, volatilitas harga, dan peningkatan kerentanan sistem pangan. Strategi mitigasi yang luas yang diterapkan meliputi digitalisasi rantai pasokan, penggunaan kecerdasan buatan, Pertanian Cerdas Iklim, sistem informasi geografis, kebijakan adaptif, dan diversifikasi sistem produksi. Strategi-strategi ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas adaptif, kapasitas pemulihan, dan ketahanan sistem pangan terhadap berbagai gangguan. Oleh karena itu, penguatan ketahanan rantai pasokan pangan membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan teknologi, kebijakan, dan penguatan kelembagaan.</p>Muhamad Fiqih Gumilang, Yurisa Azhara, Juli Winando Lumban Toruan, Anna Fitriani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2213Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Penerimaan Permen Gummy Stroberi (Fragaria × ananassa Duch.) Tersubstitusi Kulit Buah Bit (Beta vulgaris L.)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2214
<p>Kulit buah bit (<em>Beta vulgaris</em> L.) merupakan hasil samping pengolahan pangan yang masih kurang termanfaatkan, padahal mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap permen gummy stroberi (<em>Fragaria × ananassa</em> Duch.) yang disubstitusi dengan kulit buah bit, atau yang disebut gummy Berrybiss. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga taraf konsentrasi kulit buah bit, yaitu 7 g (F1), 10 g (F2), dan 13 g (F3), masing-masing diulang sebanyak dua kali, di Laboratorium Program Studi Seni Kuliner, Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang, pada April–Mei 2026. Evaluasi sensori dilakukan melalui uji hedonik dan uji rangking yang melibatkan 25 panelis semi terlatih terhadap atribut rasa, aroma, tekstur, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1 memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada seluruh atribut, yaitu rasa 3,32 ± 0,96, aroma 2,96 ± 0,98, tekstur 3,36 ± 0,76, dan warna 3,96 ± 0,68, serta tingkat penerimaan tertinggi pada uji rangking sebesar 64%. Sebaliknya, peningkatan proporsi substitusi pada F2 dan F3 menyebabkan penurunan nilai kesukaan pada seluruh atribut sensori, yang diduga akibat semakin dominannya rasa dan aroma <em>earthy</em> dari kulit buah bit. Dengan demikian, substitusi kulit buah bit sebanyak 7 g direkomendasikan sebagai formulasi terbaik dalam pengembangan gummy Berrybiss berbasis pemanfaatan limbah hasil samping pertanian.</p>Sandriana Kartika Dewi, Marsha Alifia, Daniel Rafaellito Rizki Vysma, Esteria Priyanti
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2214Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Pasar Global Periode 2011-2025
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2215
<p>Minyak sawit merupakan salah satu komoditas ekspor strategis Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perolehan devisa dan perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan ekspor serta mengevaluasi daya saing komparatif minyak sawit Indonesia (HS-1511) di pasar global selama periode 2011-2025. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari International Trade Centre (ITC) Trade Map dan dianalisis dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), serta statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif tertinggi dibandingkan Malaysia, Thailand, Belanda, dan Papua Nugini dengan nilai RCA rata-rata sebesar 50,59 dan nilai RSCA rata-rata sebesar 0,9605. Selain itu, Indonesia juga memiliki tingkat stabilitas daya saing tertinggi yang ditunjukkan oleh koefisien variasi RCA sebesar 13,83% dan koefisien variasi RSCA sebesar 0,60%. Thailand menunjukkan peningkatan daya saing yang signifikan dengan nilai RCA meningkat dari 0,77 pada tahun 2011 menjadi 2,21 pada tahun 2025 serta nilai RSCA meningkat dari -0,1281 menjadi 0,3772. Sebaliknya, Belanda mengalami penurunan daya saing secara bertahap hingga kehilangan keunggulan komparatif sejak tahun 2020. Hasil analisis RCA dan RSCA secara konsisten mengonfirmasi bahwa Indonesia merupakan negara dengan daya saing komparatif paling kuat dan paling stabil dalam perdagangan minyak sawit dunia selama periode penelitian. Oleh karena itu, penguatan hilirisasi, peningkatan produktivitas, diversifikasi pasar ekspor, dan pemenuhan standar keberlanjutan internasional perlu terus dilakukan untuk mempertahankan posisi kompetitif Indonesia di pasar global.</p>Guido Imanuel Pardede
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2215Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Agribisnis Jagung Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi dalam Mendukung Kebijakan Ketahanan dan Kemandirian Pangan di Indonesia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2216
<p>Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki, sehingga perwujudannya menjadi bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia. Namun, sektor agribisnis jagung saat ini dihadapkan pada tantangan kompleks berupa perubahan iklim ekstrem dan tingginya ketergantungan pada input kimia sintetis yang mengikis sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dan rekomendasi ilmiah mengenai bentuk integrasi inovasi teknologi pertanian modern dan nilai-nilai kearifan lokal guna mengoptimalkan potensi agribisnis jagung dalam mendukung kebijakan kemandirian pangan nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Kajian Literatur Sistematis (<em>Systematic Literature Review</em>) dan Analisis Isi (<em>Content Analysis</em>). Sumber data penelitian sepenuhnya memanfaatkan data sekunder yang diperoleh secara berkala dari dokumen regulasi resmi pemerintah serta artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang kredibel. Tahapan prosedur penelaahan literatur meliputi identifikasi data melalui basis data digital, penyaringan berdasarkan kebaruan informasi, serta seleksi kelayakan substansi artikel. Teknik analisis deskriptif kualitatif diterapkan melalui alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara teoretis. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa keberlanjutan agribisnis jagung di tingkat hulu dicapai melalui sinkronisasi penggunaan varietas unggul adaptif dengan kalender agraris tradisional <em>Pranata Mangsa</em>. Pada fase budidaya, efisiensi input sarana produksi terbukti meningkat secara signifikan lewat perpaduan teknologi pertanian presisi (<em>smart farming</em>) dan pola tanam tumpang sari (<em>intercropping</em>). Evaluasi kebijakan menunjukkan adanya kesenjangan (<em>gap</em>) implementasi regulasi struktural pusat di tingkat tapak karena pendekatan cenderung <em>top-down</em>, sehingga diperlukan orientasi kelembagaan kelompok tani sebagai jembatan kultural. Kesimpulannya, sinergi adaptif yang menempatkan inovasi teknologi sebagai komplemen pendukung kearifan lokal mampu meningkatkan produktivitas jagung domestik secara berkelanjutan demi tercapainya kedaulatan ekonomi petani kecil dan kemandirian pangan nasional.</p>Muhammad Thohal Yamani, Muhammad Gufron
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2216Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Tren Digitalisasi dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok Agribisnis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2217
<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan pada manajemen rantai pasok agribisnis yang memiliki karakteristik kompleks dan rentan terhadap kerusakan produk. Penelitian ini bertujuan memetakan tren digitalisasi rantai pasok agribisnis serta mengidentifikasi teknologi digital yang paling dominan dan tantangan implementasinya. Kajian ini menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan penelusuran artikel pada basis data <em>ScienceDirect</em>. Proses penelusuran menggunakan kombinasi kata kunci terstruktur terkait <em>agricultural supply chain</em>, IoT, AI, <em>digital transformation</em>, <em>big data</em>, <em>blockchain</em>, <em>cloud computing</em>, <em>smart farming</em>, <em>digital agriculture</em>, dan <em>precision agriculture</em>. Seleksi artikel dilakukan melalui tahapan PRISMA hingga diperoleh 56 artikel relevan yang dianalisis menggunakan perangkat <em>VOSviewer</em> untuk menghasilkan visualisasi ko-okurensi, tren kronologis, dan kepadatan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi IoT dan <em>blockchain</em> merupakan teknologi yang paling banyak digunakan dalam meningkatkan transparansi, ketelusuran, dan efisiensi operasional rantai pasok pangan. Tren riset terbaru bergerak menuju adopsi teknologi tingkat lanjut seperti <em>artificial intelligence</em>, <em>explainable AI</em>, dan jaringan <em>6G</em> untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis keberlanjutan. Analisis densitas mengungkapkan bahwa isu <em>food waste and loss</em> masih kurang dieksplorasi sehingga menjadi celah riset penting, di samping tantangan interoperabilitas data, literasi digital petani, dan kesiapan infrastruktur. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi rantai pasok agribisnis berkembang menuju integrasi multi-teknologi yang menekankan transparansi, optimasi, dan keberlanjutan.</p>Muhammad Mumtaz Nurzaman, Intan Nazwa Gunawan, Ridho Pamungkas, Juli Winando Lumban Toruan, Anna Fitriani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2217Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Implementasi Sustainable Supply Chain Management dalam Pengembangan Industri Agribisnis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2218
<p>Sektor agribisnis menghadapi tekanan ganda untuk memastikan ketahanan pangan sekaligus mereduksi jejak ekologis rantai pasoknya, menjadikan implementasi <em>Sustainable Supply Chain Management</em> (SSCM) sebagai imperatif strategis yang tidak terelakkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SSCM dalam industri agribisnis serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, penghambat, dan peran teknologi digital dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan penelusuran literatur melalui basis data ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci berbasis operator Boolean. Rentang waktu publikasi dibatasi dari tahun 2016 hingga 2026. Proses seleksi mengikuti kerangka PRISMA, dimulai dari 877 artikel yang teridentifikasi, tersaring menjadi 159 artikel, kemudian 31 artikel, hingga ditetapkan 19 artikel ilmiah dan 2 laporan studi sebagai sampel utama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi SSCM memberikan dampak positif nyata pada tiga dimensi kinerja, yaitu lingkungan melalui pengurangan <em>eco-intensity</em> dan efisiensi energi rantai dingin, ekonomi melalui optimasi sumber daya dan digitalisasi pemantauan, serta tata kelola melalui penguatan transparansi dan akuntabilitas ESG. Faktor pendukung utama mencakup adopsi teknologi digital dan Industri 4.0, berbagi informasi antar-aktor, dan dukungan kelembagaan, sementara hambatan utama berupa keterbatasan finansial dan teknis, fragmentasi rantai pasok, serta ketidakpastian karakteristik produk agribisnis yang mudah rusak. Implementasi SSCM yang efektif dalam agribisnis memerlukan integrasi teknologi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas aktor secara simultan dan berkelanjutan.</p>Eva Apriyani, Muhammad Darul Moza, Juli Winando Lumban Toruan, Anna Fitriani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2218Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Penguatan Kelompok Tani dalam Mendukung Agribisnis Komoditi Kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2219
<p>Kelompok tani memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan agribisnis komoditas kakao, namun di Kecamatan Biru-Biru fungsi kelompok tani sebagai kelas belajar, unit produksi, dan wahana kerja sama belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kelompok tani dalam mendukung agribisnis komoditi kakao di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), dan dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota kelompok tani serta stakeholder terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan matriks <em>Internal Factors Analysis Summary</em> (IFAS) dan <em>External Factors Analysis Summary</em> (EFAS) untuk menentukan posisi strategi pada diagram SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih faktor internal sebesar 1,15 dan faktor eksternal sebesar 1,07, sehingga posisi strategi berada pada Kuadran I (<em>Strength-Opportunity</em>) yang mengindikasikan strategi agresif. Faktor kekuatan utama meliputi pengalaman budidaya petani, struktur organisasi kelompok, dan dukungan penyuluh. Sedangkan, peluang utama berupa dukungan program pemerintah guna meningkatkan kapasitas petani, didukung oleh pengembangan agribisnis kakao berbasis kelompok melalui pemasaran kolektif. Kesimpulannya, penguatan kelompok melalui pendampingan berkelanjutan dan optimalisasi kerja sama stakeholder menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan agribisnis komoditi kakao di Kecamatan Biru-Biru.</p>Tri Cahya Permoni, Yuliana Kansrini, Puji Wahyu Mulyani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2219Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Hambatan Adopsi dan Persepsi Petani Padi terhadap Inovasi Teknologi Drone Sprayer di Kecamatan Jetis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2220
<p>Modernisasi pertanian melalui teknologi <em>smart precision farming</em> diharapkan mampu mendongkrak efisiensi budidaya, namun tingkat adopsinya di kalangan petani lokal masih menghadapi tantangan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan adopsi dan persepsi petani padi terhadap inovasi teknologi <em>drone sprayer</em> melalui Program Makmur di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dilakukan selama kegiatan magang Taruna Makmur Batch 7 pada Juli–Desember 2025 menggunakan metode campuran (<em>mixed methods</em>) meliputi observasi partisipatif, kuesioner skala Likert 1–5, dan wawancara mendalam terhadap 30 responden anggota Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Desa Canden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> berdasarkan keaktifan kelompok dan pengalaman bertani minimal tiga tahun, dengan uji coba pada lahan seluas 3 hektar milik petani kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>drone sprayer</em> melalui sistem Petrospring memberikan dampak tekno-ekonomi signifikan, yaitu meningkatkan efisiensi waktu kerja sebesar 88,89% (dari 9 hari menjadi 1 hari) serta mereduksi biaya operasional sebesar 16,67% (dari Rp300.000 menjadi Rp250.000 per hektar) dengan sebaran cairan agen hayati yang lebih merata. Meskipun demikian, persepsi dan minat sebagian besar petani terhadap teknologi ini masih rendah akibat kepemilikan lahan sempit, keterbatasan modal mandiri, dan minimnya pemahaman operasional. Skor rata-rata persepsi manfaat mencapai 3,8/5,0, persepsi kemudahan penggunaan 2,6/5,0, dan minat adopsi mandiri 2,4/5,0. Dapat disimpulkan bahwa teknologi <em>drone sprayer</em> terbukti meningkatkan efisiensi usaha tani padi, namun keberlanjutan adopsinya memerlukan pendampingan sosio-teknis intensif dan fasilitasi skema pembiayaan terjangkau bagi petani skala kecil.</p>Bayu Eka Andrianto, Sutan Tarmizi Lubis, Hartini Hartini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2220Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan Berbasis Collaborative Governance di Kabupaten Tegal Tahun 2025–2026
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2221
<p>Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis pembangunan nasional yang memerlukan sinergi antarpemangku kepentingan guna menjamin ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan secara berkelanjutan. Kabupaten Tegal sebagai salah satu daerah agraris di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan pembangunan pertanian sepanjang periode 2025–2026. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Tegal, mengidentifikasi bentuk kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta merumuskan strategi pengembangan ketahanan pangan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) dan analisis dokumen kebijakan. Data diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik, Badan Pangan Nasional, regulasi pemerintah, dokumen Pemerintah Kabupaten Tegal, publikasi ilmiah, serta berbagai sumber resmi yang berkaitan dengan ketahanan pangan tahun 2025–2026. Analisis data dilakukan menggunakan teknik <em>content analysis</em> berdasarkan teori <em>Collaborative Governance</em>, konsep ketahanan pangan FAO, dan pendekatan <em>Food System Resilience</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan Kabupaten Tegal didukung oleh kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pembangunan pertanian, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, kelompok tani, dan masyarakat, serta modernisasi sistem pertanian. Selain meningkatkan produktivitas pangan, pendekatan tersebut juga memperkuat kelembagaan petani, perlindungan lahan pertanian, dan pengembangan sistem pangan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini mengusulkan <em>Integrated Collaborative Food Security</em> <em>Model</em> (ICFSM) sebagai strategi pengembangan ketahanan pangan yang mengintegrasikan kepemimpinan daerah, inovasi teknologi, hilirisasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola kolaboratif untuk mewujudkan Kabupaten Tegal sebagai daerah mandiri pangan yang berkelanjutan.</p>Novianto Yoga Wibisono
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2221Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Determinan Sosial Ekonomi Konsumsi Daging Sapi Rumah Tangga: Bukti Empiris dari Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2222
<p>Peningkatan konsumsi pangan asal hewan merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, perbaikan status gizi, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Meskipun berbagai kebijakan telah diarahkan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani di Indonesia, konsumsi daging sapi rumah tangga masih relatif rendah dan menunjukkan variasi antardaerah. Berbagai penelitian telah mengkaji determinan konsumsi pangan asal hewan, namun bukti empiris mengenai faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi konsumsi daging sapi pada tingkat rumah tangga di wilayah Indonesia Timur masih terbatas serta menunjukkan hasil yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan ekonomi konsumsi daging sapi rumah tangga di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, serta merumuskan implikasi kebijakan bagi peningkatan konsumsi protein hewani dan penguatan ketahanan pangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging sapi rumah tangga mencapai 2,21 kg per rumah tangga per bulan. Pendapatan rumah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi daging sapi, sedangkan harga daging sapi berpengaruh negatif dan signifikan. Sebaliknya, tingkat pendidikan dan harga daging ayam broiler sebagai komoditas substitusi tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi daging sapi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan konsumsi daging sapi rumah tangga lebih dipengaruhi oleh kapasitas ekonomi dibandingkan karakteristik sosial. Penelitian ini mengisi kesenjangan empiris mengenai determinan ekonomi konsumsi daging sapi pada tingkat rumah tangga di wilayah Indonesia Timur serta memberikan dasar bagi perumusan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan daya beli masyarakat, stabilisasi harga pangan, dan penguatan konsumsi protein hewani sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.</p>Handayani Indah Susanti, Achmad Faisal Mapperio, Muhammad Basir Paly
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2222Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Tebu dengan pendekatan Stocastic Meta Frontier di Kabupaten Malang dan Kediri
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2223
<p>Perbedaan kondisi agroekologi, karakteristik sumber daya, dan tingkat adopsi teknologi berpotensi menyebabkan variasi efisiensi teknis dan kesenjangan teknologi pada usahatani tebu. Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri merupakan dua sentra produksi tebu di Jawa Timur yang memiliki karakteristik wilayah berbeda sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif efisiensi dan teknologi produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan tingkat efisiensi teknis serta kesenjangan teknologi usahatani tebu di Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri menggunakan pendekatan <em>Stochastic Meta Frontier</em> (SMF). Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari 180 petani tebu sistem keprasan <em>(ratoon cane),</em> terdiri atas 90 responden di Kabupaten Malang dan 90 responden di Kabupaten Kediri. Analisis dilakukan melalui pendekatan <em>Stochastic Frontier Analysis</em> (SFA) untuk mengestimasi efisiensi teknis masing-masing wilayah dan dilanjutkan dengan pendekatan <em>Stochastic Meta Frontier</em> (SMF) untuk mengevaluasi perbedaan teknologi antarwilayah. Efisiensi teknis diukur berdasarkan kemampuan petani menghasilkan output maksimum pada tingkat penggunaan input tertentu, sedangkan kesenjangan teknologi dianalisis melalui perbandingan frontier produksi antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani tebu di Kabupaten Malang sebesar 0,774 dengan kisaran nilai 0,505–0,928, sedangkan di Kabupaten Kediri sebesar 0,769 dengan kisaran nilai 0,494–0,937. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua wilayah belum mencapai kondisi efisiensi teknis optimal karena masih berada di bawah ambang efisiensi 0,80. Sebanyak 55,56% petani di Kabupaten Malang dan 65,56% petani di Kabupaten Kediri belum beroperasi pada tingkat praktik terbaik dalam kelompok teknologinya. Temuan ini mengindikasikan bahwa masih terdapat peluang peningkatan produksi melalui perbaikan manajemen usahatani dan optimalisasi penggunaan teknologi budidaya. Perbedaan tingkat efisiensi teknis antara kedua wilayah juga menunjukkan adanya indikasi kesenjangan teknologi yang memengaruhi kemampuan petani dalam memanfaatkan sumber daya produksi secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tebu tidak hanya bergantung pada penambahan input produksi, tetapi juga memerlukan upaya pengurangan kesenjangan teknologi melalui percepatan adopsi inovasi, penguatan kapasitas petani, serta peningkatan efektivitas penyuluhan pertanian. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi teknis dan daya saing usahatani tebu secara berkelanjutan.</p>Muhammad Fajar Maulana, Esti Kurniawati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2223Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Ecological Citizenship in Agricultural Extension: Strengthening Local Wisdom for Sustainable Food Security toward SDG 2 (Zero Hunger)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2224
<p>Achieving Sustainable Development Goal 2 (Zero Hunger) requires not only technological innovation and agricultural productivity improvement but also the strengthening of social, environmental, and cultural dimensions within agricultural development. Agricultural extension agents play a strategic role in facilitating knowledge transfer, promoting sustainable farming practices, and empowering rural communities. However, existing studies predominantly emphasize the technical and economic functions of extension services, while the ecological and civic dimensions of agricultural extension remain underexplored. This study examines the concept of ecological citizenship within agricultural extension and its contribution to strengthening local wisdom for sustainable food security. Using a literature-based approach, this study synthesizes previous research on ecological citizenship, agricultural extension, local wisdom, sustainable agriculture, and food security. The analysis demonstrates that agricultural extension agents can function as ecological citizens by encouraging environmental responsibility, community participation, sustainable resource management, and the preservation of local agricultural knowledge. Local wisdom practices such as traditional farming systems, indigenous environmental values, and community-based resource management contribute significantly to sustainable food production and resilience. The findings suggest that integrating ecological citizenship into agricultural extension can enhance the social and environmental dimensions of food security while supporting several targets of SDG 2, particularly sustainable food production systems and resilient agricultural practices. This study proposes a conceptual framework that positions agricultural extension agents as key actors in promoting ecological awareness, local wisdom, and sustainable food security. The study contributes to literature by expanding the role of agricultural extension beyond technical assistance toward a more holistic approach that integrates environmental citizenship and sustainable development.</p>Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2224Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Optimalisasi Sorgum sebagai Pangan Lokal Alternatif dalam Mendukung Kebijakan Diversifikasi Pangan Nasional
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2225
<p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras dan gandum impor mendorong perlunya diversifikasi pangan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan adalah sorgum. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki kandungan gizi baik, tahan terhadap kondisi lahan kering, serta dapat diolah menjadi berbagai produk pangan alternatif. Selain memiliki potensi agribisnis yang menjanjikan, sorgum juga berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat di beberapa daerah Indonesia yang telah lama memanfaatkannya sebagai bahan pangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sorgum sebagai pangan lokal alternatif, perannya dalam mendukung kebijakan diversifikasi pangan nasional, serta strategi optimalisasi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui jurnal ilmiah, buku, artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa sorgum memiliki peluang besar sebagai alternatif pengganti beras dan gandum karena memiliki daya adaptasi tinggi, kandungan gizi yang baik, serta nilai ekonomi yang potensial. Namun, pengembangan sorgum masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya minat konsumsi masyarakat, terbatasnya inovasi produk olahan, serta kurang optimalnya pemasaran dan edukasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah, inovasi produk, penguatan agribisnis, dan edukasi masyarakat agar sorgum dapat berkembang sebagai pangan lokal unggulan dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.</p>Widya Hanif Br Sembiring, Maula Ambarwati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2225Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Tingkat Penerimaan Petani Kelapa Sawit Rakyat terhadap Rancangan Penyuluhan Administrasi Kelompok Tani di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2226
<p>Kelompok tani merupakan kelembagaan strategis dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat. Namun, lemahnya pengelolaan administrasi kelompok tani menjadi kendala utama yang menghambat efektivitas kelembagaan petani kelapa sawit di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Sesuai amanat Permentan No. 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani dan Permentan No. 27 Tahun 2023 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian, penguatan kapasitas administrasi kelompok tani merupakan prioritas yang harus diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menyusun rancangan penyuluhan pengelolaan administrasi kelompok tani kelapa sawit, (2) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 39 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive dari 13 kelompok tani di tiga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun diterima dengan baik oleh sasaran, dengan total persentase penerimaan sebesar 84,67% berkategori Sangat Menerima. Materi penyuluhan memperoleh persentase tertinggi (86,37%), disusul lokasi (86,06%), volume (85,47%), biaya (85,13%), waktu (84,41%), media (83,60%), dan metode (82,36%). Temuan ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan berbasis kebutuhan petani kelapa sawit yang selaras dengan regulasi Ditjen Perkebunan efektif dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani.</p>Annisa Fitria Asti, Liza Devita, Silvia Nora
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2226Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Rekayasa Sosial dan Ekonomi Peternakan Komunal: Studi Kasus Program Ketapang BUMKal dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Wisata Edukasi
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2227
<p>Penelitian ini mengkaji rekayasa sosial-ekonomi di balik pengembangan peternakan komunal melalui Program Ketapang yang dijalankan oleh BUMKal Oerip Soemohardjo di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman. Fokus utama penelitian adalah kontribusi program ini pada kemandirian pangan dan pengembangan wisata edukasi. Desain penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa ekonomi terwujud dalam struktur investasi Rp 405,6 juta yang terbagi dalam empat bidang usaha: ayam kampung (51,3%), pinjaman modal petani (24,6%), ayam petelur yang dikelola Kelompok Wanita Tani (17,4%), dan budidaya ikan (6,6%). Rekayasa sosial berlangsung melalui pembelajaran berbasis pengamatan yang mencakup empat tahap: perhatian, pengingatan, peniruan, dan motivasi, diperkuat oleh sistem kandang dengan label nama peternak, pelatihan langsung, serta skema penghargaan berbasis kepemilikan. Keunikan program ini terletak pada integrasinya dengan berbagai aktivitas lain, seperti wisata petik melon, pelatihan ternak rutin, Program Makan Bergizi Gratis, dan pelestarian gerobak sapi. BUMKal berperan sebagai badan usaha dan sebagai lembaga yang menjaga nilai-nilai budaya yang menggerakkan ekonomi berbasis masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP/modul pelatihan tertulis, penguatan promosi digital, pengembangan paket wisata terintegrasi, perekrutan master trainer internal, dan peningkatan modal unit usaha ikan untuk memaksimalkan potensi kampung wisata edukasi.</p>Fahrurrozi Saputra, Oktiva Anggraini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2227Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Tingkat Pemahaman Peternak Kambing PE terhadap Penyakit PMK, Penyakit Kembung, Penyakit Prolapsus di Kecamatan Girimulyo
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2228
<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman peternak Kambing PE terhadap penyakit PMK, kembung, dan prolapsus di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Tingkat pemahaman yang dikaji meliputi kemampuan mengenali gejala klinis, memahami penyebab dan penularan, serta mengetahui tindakan awal yang tepat. Penelitian menggunakan metode survei dengan kuesioner pada peternak berpengalaman minimal tiga tahun sebanyak 22 orang, variabel penelitian ini meliputi profil peternak, tingkat pemahaman peternak terhadap penyakit PMK, penyakit kembung, dan penyakit prolapsus.Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peternak terhadap PMK bervariasi, dengan kategori sangat paham 18,17%, paham 22,76%, kurang paham 18,17%, dan tidak paham 40,90%. Pada penyakit kembung, kategori sangat paham 54,54%, cukup paham 36,36%, dan tidak paham 9,10%. Sedangkan pada prolapsus, sangat paham 31,81%, kurang paham 36,36%, dan tidak paham 31,81%. Disimpulkan bahwa pemahaman peternak di Kecamatan Girimulyo tergolong cukup baik, namun pemahaman terhadap PMK dan prolapsus masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengenali, mencegah, dan menangani penyakit pada kambing PE.</p>Gana Pranata Solin, Ajat Sudrajat, Anastasia Mamilisti Susiati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2228Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Identifikasi Wilayah Basis dan Pengembangan Sektor Peternakan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2229
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pengembangan sektor peternakan berbasis potensi wilayah dan daya dukung sumber daya di Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, melalui pengumpulan data sekunder. Analisis dilakukan terhadap potensi wilayah, populasi ternak, serta penentuan wilayah basis menggunakan metode Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi dalam pengembangan peternakan. Berdasarkan analisis LQ, wilayah basis pengembangan sapi potong terdapat di Kecamatan Sumberharta (2,48), Tugumulyo (1,30), Purwodadi (2,94), dan Megang Sakti (1,51). Untuk ternak kambing, wilayah basis meliputi Kecamatan Selangit (1,19), Purwodadi (1,14), Jayaloka (1,00), Sukakarya (1,16), Muara Kelingi (1,89), dan BTS Ulu (1,01). Ternak domba memiliki wilayah basis di Kecamatan Tugumulyo (2,80), Muara Beliti (5,53), dan BTS Ulu (3,63). Sementara itu, pengembangan unggas menunjukkan bahwa ayam ras pedaging terpusat di Kecamatan STL Ulu Terawas (9,61), ayam ras petelur di Kecamatan Selangit (7,85), Tugumulyo (2,21), Muara Beliti (2,73), dan Sukakarya (2,48), serta itik di Kecamatan Sumberharta (1,11), Tugumulyo (2,08), Purwodadi (3,26), dan Megang Sakti (1,04). Kesimpulannya, pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Musi Rawas perlu diarahkan berdasarkan potensi wilayah dan nilai daya dukung yang tercermin dari nilai LQ ≥ 1 sebagai indikator sektor basis. Pendekatan ini mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan usaha peternakan, sekaligus memperkuat daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat.</p>Bagus Dimas Setiawan, Holidi Holidi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2229Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Edukasi Teknik Rekording Produksi pada Peternakan Sapi di Desa Pombulaa Jaya, Konawe Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2230
<p>Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengevaluasi produksi peternakan sapi di Desa Pombulaa Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, memahaman teknik rekording produksi. Edukasi dilakukan dengan memberikan sosialisasi/penyuluhan, yakni berupa pemaparan materi dan diskusi dengan peternak tentang penggunaan kartu rekording dan penjelasan item indikatornya. Data dikoleksi melalui pre-test dan post-test dan dianalisis secara kuantitatif. sesuai dengan hipotesis studi ini, peternak akan memiliki kemampuan yang signifikan untuk menerapkan sistem pengawasan yang terorganisir sebagai hasil dari intervensi edukasi. Dalam jangka panjang diharapkan memperbaiki manajemen pemeliharaan dan peningkatan produktivitas ternak sapi. Materi edukasi difokuskan pada pentingnya pencatatan atau rekording data produksi ternak sebagai dasar pengelolaan usaha peternakan yang lebih baik. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi teknik rekording memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pengetahuan peternak (P<0,01). Nilai rata-rata pre-test sebesar 58,87 berada pada kategori sedang, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 78,63 pada kategori tinggi. Tingkat efektivitas kegiatan penyuluhan mencapai 82,60% yang termasuk kategori sangat efektif. Peningkatan pengetahuan peternak dipengaruhi oleh kesesuaian materi, metode penyuluhan, serta penggunaan media kartu rekording yang mudah dipahami dan diterapkan. Edukasi teknik rekording terbukti mampu meningkatkan pemahaman peternak terhadap pentingnya pencatatan produksi ternak sebagai bagian dari manajemen usaha peternakan sapi potong yang berkelanjutan.Program pelatihan ini perlu dilanjutkan secara berkala, terutama pada cara menggunakan data pencatatan untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam manajemen pemeliharaan ternak sapi.</p>Harapin Hafid, Zahra Jinan Fadilla
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2230Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Susut Masak, Kadar Air dan Abu Daging Dada Ayam Potong yang di Beri Minum Jus Daun Sirih
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2231
<p>Antibiotik kimiawi biasanya digunakan untuk mengatasi pengaruh buruk dari mikroorganisme patogen dalam saluran pencernaan ayam boiler yang akan menurunkan tingkat kecernan pakan. Akan tetapi, penggunaan antibiotik kimiawi mempunyai efek negatif pada kualitas daging ayam potong. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik alternatif seperti antibiotik alami dibutuhkan untuk menggantikan penggunaan antibiotik kimiawi pada produksi ayam potong. Daun sirih sangat dikenal sebagai antibiotik alami yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan jus daun sirih pada air minum terhadap persentase susut masak dan kadar air dan abu daging dada ayam potong. Delapan puluh DOC ayam potong ditempatkan secara acak pada 20 kandang percobaan sesuai perlakuan masing-masing dengan jumlah empat ekor per kandang. Lima perlakuan yang digunakan adalah R0=0%(v/v) jus daun sirih, R1=0,5 %(v/v) jus daun sirih, R2=1,0 %(v/v) jus daun sirih, R3=1,5 %(v/v) jus daun sirih dan R4=2,0 %(v/v) jus daun sirih. Variabel yang diukur adalah persentase susut masak, kadar air dan kadar abu daging dada ayam potong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dan perbedaan antar perlakuan yang dianalisis menggunakan uji wilayah berganda Duncan. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa pemberian jus daun sirih pada air minum ayam potong tidak mempengaruhi, kadar air, dan kadar abu daging dada ayam potong tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase susut masak daging dada ayam potong. Penambahan 0,5 %, 1,5 % dan 2,0 % jus daun sirih dapat meningkatkan persentase susuk masak daging dada ayam potong.</p>Harapin Hafid
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2231Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Potensi Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) sebagai Pakan Fungsional pada Ayam Broiler: Tinjauan Literatur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2232
<p>Biaya pakan masih menjadi kendala utama dalam sistem produksi ayam broiler karena menyumbang sekitar 60–75% dari total biaya produksi. Ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti jagung dan bungkil kedelai juga meningkatkan risiko fluktuasi harga serta menurunkan kemandirian peternak. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya pakan lokal yang bersifat fungsional dan berkelanjutan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi produksi. Daun gedi (Abelmoschus manihot L.), tanaman endemik di Indonesia bagian timur, diketahui memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan, antimikroba, dan imunomodulator yang berpotensi meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, efisiensi pemanfaatan nutrien, serta performa pertumbuhan ayam broiler. Artikel tinjauan ini bertujuan merangkum komposisi nutrisi, karakteristik fitokimia, mekanisme biologis, serta potensi pemanfaatan daun gedi sebagai bahan pakan fungsional. Hasil kajian berbagai penelitian menunjukkan bahwa suplementasi daun gedi dalam bentuk tepung atau ekstrak pada level rendah hingga sedang dapat memperbaiki pertambahan bobot badan, konversi pakan, status antioksidan, dan kesehatan ternak, serta berpotensi menggantikan penggunaan antibiotic growth promoter (AGPs) sintetis. Selain itu, budidaya daun gedi yang mudah pada lahan marginal mendukung sistem peternakan rendah emisi dan memperkuat ekonomi lokal. Dengan demikian, daun gedi memiliki prospek sebagai sumber pakan alternatif yang mendukung produksi broiler yang efisien, sehat, dan berkelanjutan.</p>Ditasari Amalia, Rizki Prasetya, Azchar Prianka P. Putra, Riskayanti Riskayanti, Fitri Armianti A., Stefani F. Haryati, Juni Claudia, Vapriel Andhika Pattikawa
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2232Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Potensi Pemanfaatan Limbah Perikanan sebagai Bahan Pakan Ternak untuk Mendukung Ekonomi Sirkular
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2233
<p>Limbah perikanan merupakan salah satu hasil samping industri pengolahan ikan yang jumlahnya terus meningkat seiring dengan meningkatnya produksi perikanan. Limbah berupa kepala, tulang, kulit, sisik, dan jeroan ikan sering kali belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan pakan ternak berbasis limbah perikanan dalam mendukung konsep ekonomi sirkular serta menganalisis manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku referensi, dan prosiding yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah perikanan sebagai bahan pakan ternak. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengkaji potensi, manfaat ekonomi dan lingkungan, serta kendala pengembangan limbah perikanan dalam mendukung ekonomi sirkular. Berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa limbah perikanan memiliki kandungan protein, mineral, asam amino esensial, dan asam lemak omega-3 yang tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi tepung ikan, silase, dan pakan fermentasi. Pemanfaatan limbah perikanan sebagai bahan pakan terbukti mampu meningkatkan kualitas nutrisi pakan, efisiensi pertumbuhan ternak, serta menurunkan biaya produksi pakan. Selain itu, pengolahan limbah perikanan juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan pencemaran, penurunan volume limbah organik, dan penerapan konsep ekonomi sirkular. Namun, pengembangan pengolahan limbah perikanan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan teknologi, rendahnya keterampilan masyarakat, dan minimnya sarana produksi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa limbah perikanan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular dan sistem produksi yang berkelanjutan.</p>Andi Ishak, Prayudi Budi Utomo, Jhon Firison, Dewi Pujawati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2233Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Pengembangan Peternakan Berkelanjutan di Bengkulu, Indonesia: Tinjauan Naratif
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2234
<p>Integrasi sistem sapi dan kelapa sawit merupakan pendekatan strategis untuk mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di wilayah tropis. Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam penerapan sistem ini karena didukung oleh luas areal perkebunan kelapa sawit, ketersediaan hijauan lokal, serta limbah perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Namun, pengembangan sistem integrasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya produktivitas ternak, efisiensi reproduksi yang belum optimal, keterbatasan ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun, serta rendahnya pemanfaatan biomassa dan produk sampingan kelapa sawit. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mensintesis perkembangan terkini mengenai integrasi sapi-kelapa sawit berbasis sumber daya lokal dan kontribusinya terhadap keberlanjutan peternakan di Bengkulu. Literatur dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional, termasuk Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan laporan institusional terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa biomassa kelapa sawit, seperti pelepah, bungkil inti sawit, lumpur sawit, dan vegetasi bawah kebun, berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya pakan. Selain itu, sistem integrasi mendukung efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, penguatan kelembagaan peternak, peningkatan kesejahteraan petani, serta penerapan konsep pertanian sirkular yang ramah lingkungan. Penerapan teknologi pengolahan pakan, manajemen reproduksi, dan pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik juga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan ternak secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, integrasi sapi-kelapa sawit berbasis sumber daya lokal berpotensi meningkatkan produktivitas ternak, pendapatan peternak, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan melalui dukungan inovasi teknologi, kebijakan pemerintah, serta kolaborasi multipihak.</p>Jhon Firison, Jarmuji Jarmuji, Erpan Ramon, Windu Negara, Emlan Fauzi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2234Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Mutu Fisik Daging Sapi Peranakan Simmental dan Limousin Sebagai Indikator Kualitas Karkas di RPH Penggaron, Kota Semarang, Jawa Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2235
<p>Penyediaan daging sapi di Indonesia perlu diimbangi dengan kualitas yang baik untuk menjamin keamaan pangan dan meningkatkan preferensi konsumen. Khususnya di Kota Semarang, daging sapi sebagian besar berasal dari bangsa sapi Peranakan Simmental dan Limousin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil tekstur dan pH daging dari kedua bangsa sapi tersebut sehingga dapat dijadikan referensi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan produk olahan. Sampel yang digunakan berupa 10 potong daging sapi dari masing-masing bangsa sapi Peranakan Simmental dan Limousin (umur kisaran 1,5-2 tahun) dengan bobot ± 250 g per sampel bagian <em>sirloin</em>. Metode yang digunakan yaitu observasi dan pengujian laboratorium untuk mengetahui profil tekstur yang diuji menggunakan <em>Texture Profile Analyzer</em> (Stable Micro Systems, UK) dan uji pH menggunakan pH meter untuk daging (Hanna Instrument, USA). Data dianalisis menggunakan uji T dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) nilai <em>hardness</em>, <em>springiness</em>, <em>cohesiveness</em>, <em>gumminess</em>, <em>chewiness</em>, dan <em>resilience</em>, serta pH kedua bangsa sapi. Sementara itu, kedua bangsa sapi memiliki nilai <em>adhesiveness</em> yang berbeda (p<0,05) dimana lebih tinggi pada sapi Peranakan Limousin. Secara fisik, daging sapi Peranakan Simmental memiliki tekstur lebih lengket yang diduga disebabkan oleh perbedaan komposisi air bebas dan distribusi lemak intramuskular. Secara umum, tidak ada perbedaan pada mutu fisik daging sapi dari bangsa Peranakan Simmental dan Limousin, namun nilai <em>adhesiveness</em> atau kelengketan yang berbeda dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan produk olahan yang paling tepat.</p>Mohammad Adifa Atamimi, Ismiarti Ismiarti, Listi Aisyah, Sri Wahyuni
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2235Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluasi Penerapan Biosecurity dalam Pengendalian PMK pada Peternakan Sapi Potong di CV Margo Lembu Lampung Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2236
<p>Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi pada usaha peternakan sapi potong. Penerapan biosecurity menjadi faktor penting dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit di lingkungan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan biosecurity dan penanganan PMK pada peternakan sapi potong di CV Margo Lembu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait penerapan biosecurity dan kondisi kesehatan ternak. Evaluasi biosecurity dilakukan berdasarkan indikator sanitasi kandang, desinfeksi, karantina ternak baru, sanitasi pekerja, dan pengendalian lalu lintas ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosecurity di peternakan masih belum optimal. Dari total 400 ekor ternak yang diamati, sebanyak 15 ekor menunjukkan gejala klinis PMK dengan persentase kasus sebesar 3,75% dan mortalitas 0%. Komponen biosecurity yang masih lemah meliputi karantina ternak baru, fasilitas desinfeksi, dan sanitasi pekerja kandang. Upaya penanganan PMK dilakukan melalui isolasi ternak sakit, pemberian obat dan vitamin, vaksinasi PMK, serta peningkatan sanitasi kandang. Oleh karena itu, penguatan biosecurity melalui penerapan karantina ternak baru, desinfeksi rutin, dan pengendalian lalu lintas ternak perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran PMK pada peternakan sapi potong.</p>Taufiq Pratama Putra, Figo Alexsandro Purba, Abdul Aziz, Woki Bilyaro
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2236Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Produktivitas Sorgum Varietas Bioguma Sebagai Pakan Ternak Dengan Dosis Bokashi Feses Sapi yang Berbeda di Suco Betano,Municipio Manufahi, Timor-Leste
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2237
<p>Penelitian experimental bertujuan untuk mengetahui tentang produktivitas sorgum <em>varietas Bioguma </em>sebagai pakan ternak dengan pemberian dosis bokashi feses sapi yang berbeda telah dilakukan di Desa Betano, Kabupaten Manufahi selama 7 bulan. Bahan dan materi yang digunakan adalah bibit sorgum <em>varietas Bioguma</em>, bokashi feses sapi, tanah, seperangkat peralatan pertanian, timbangan, jangka sorong, <em>hand counter</em>, terpal, thermometer, dan pH meter. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan Analisys of Variancy (ANOVA), dan Duncan test. Dosis bokashi feses sapi yang digunakan adalah B0 (0 kg/ha), B1 (5.000 kg/ha), B2 (6.000 kg/ha), B3 (7.000 kg/ha) dan B4 (8.000 kg/ha). ANOVA menunjukkan pengaruh nyata (P<0.05) untuk beberapa variabel dan Duncan test memperlihatkan bahwa perlakuan B2 (6.000 kg/ha) adalah terbaik untuk variavel tinggi tanaman sorgum (2.66 m/tanaman), jumlah helaian daun pada B2 (13 helai daun/tanaman), namun tidak berbeda nyata (P>0.05) dan adanya kecenderungan menunjukkan hasil tertinggi antara perlakuan pada variabel diameter batang sorgum B2 (26.85 mm/tanaman), berat segar biomassa sorgum B2 (17.55 ton ha<sup>-1</sup>), dan berat kering biomassa sorgum B3 (6.65 ton ha<sup>-1</sup>) <sup> </sup>Disimpulkan bahwa bokashi feses sapi dengan dosis 6.000 kg/ha dapat meningkatkan produktivitas tanaman sorgum varietas <em>Bioguma</em> sebagai pakan ternak.</p>Correia, B.A., Ligia T.C., Yuliaty Yuliaty, Pedro de D, Abilio dos S., Julio V., Jacinto de A.
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2237Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Rantai Pasok Daging Ayam Broiler Beku dan Segar di Distrik Manokwari Barat Provinsi Papua Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2238
<p>Daging ayam broiler merupakan bahan pangan berkualitas gizi tinggi dan relatif mudah di peroleh konsumen. Daging ayam broiler yang beredar di Distrik Manokwari Barat sebagian besar merupakan daging beku dan sebagian daging segar. Terdapat perbedaan harga antara daging beku dan daging segar. Salah satu penyebabnya adalah rantai pasok yang berbeda antara daging beku dan daging segar. Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu konsep dimana terdapat sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi maupun keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme aliran produk, informasi dan keuangan serta saluran distribusi. Metode penelitian adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mekanisme aliran produksi rantai pasok daging ayam beku di Distrik Manokwari Barat bersifat modern meliputi pedagang besar, pedagang pengecer dan konsumen sedangkan rantai pasok daging ayam segar bersifat tradisional terdapat peternak, pedagang pengecer dan konsumen. Mekanisme aliran informasinya terjadi secara timbal balik antar pihak yang terdapat dalam rantai pasok dan aliran keuangannya bervariasi dan meningkat pada masing-masing lembaga pemasaran dengan sistem pembayaran tunai (langsung). Saluran distribusinya mengikuti pola rantai pasok pemasaran daging ayam, dan memiliki hubungan yang erat antar lembaga pemasaran.</p>Nevita Kibo, Sritiasni Sritiasni, Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2238Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Bokashi Feses Sapi terhadap Pertumbuhan Vegetatif Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2239
<p>Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi dari feses sapi yang tepat sebagai pupuk tanaman rumput gajah dan mengetahui faktor-faktor dalam pemberian pupuk bokashi terhadap pertumbuhan rumput gajah di Kelurahan Anday Distrik Manokwari Kabupaten Manokwari. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Anday Distrik Manokwari Kabupaten Manokwari selama 3 bulan terhitung dari bulan Maret sampai Mei 2023.Metode kajian yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan ini menggunakan pupuk bokashi dengan dosis yang berbeda setiap perlakuan, P0 : tanpa pemberian pupuk bokashi P1 : pupuk bokashi dosis 500 gram/lubang tanam dan P2 : pupuk bokashi dosis 1000 gram/lubang tanam. Variabel penelitian dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, panjang daun dan lebar daun, kemudian di analisis secara kuantitatif menggunakan SPSS. Nilai sig (probabilitas) tinggi tanaman (P<0,05), panjang daun (P<0,05), lebar daun (P<0.05), dan berat tanaman (P<0,05), maka pada ketiga perlakuan (P0, P1 dan P2) berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pupuk bokashi feses sapi, P2 memberikan hasil pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan perlakuan P0 dan P1 dengan dosis pupuk 1000 gram dan diseminasi menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan pendekatan kelompok dan menggunakan media leaflet untuk memberikan informasi bagi petenak, dikarenakan materi, metode dan media yang digunakan mudah dipahami oleh peternak.</p>Romy Dedy Setyawan, Petrus Dominikus Sadsoeitoeboen, Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2239Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Daya Dukung Hijauan Pakan untuk Mendukung Keberlanjutan Agribisnis Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2240
<p>Hijauan pakan merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan usaha sapi perah karena berperan sebagai sumber nutrien utama bagi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung hijauan pakan di Kabupaten Sleman Yogyakarta dan implikasinya terhadap keberlanjutan usaha sapi perah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cangkringan dengan responden 80 peternak yang ditentukan secara <em>purposive sampling.</em>Penelitian dilakukan selama 6 bulan yaitu dimulai dari Bulan Juli hingga Desember 2025. Pengumpulan data dimulai dari survei, observasi, wawancara responden dan pengukuran langsung. Pengukuran yang dilakukan yaitu komposisi botani, produksi hijauan dan kapasitas tampung pada dua ketinggian tempat (500 mdpl dan 900 mdpl) yang dilakukan dengan teknik sampling. Untuk membedakan produksi hijauan dan kapasitas tampung antara kedua ketinggian tempat dianalisis menggunakan<em> independent sample t-test.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, rumput mendominasi dengan persentase rerata sebesar 83,60%. Perbedaan ketinggian tempat memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi hijauan segar. Produksi hijauan segar pada ketinggian tempat 500 mdpl lebih tinggi dibandingkan produksi hijauan segar ketinggian tempat 900 mdpl. Perbedaan ketinggian tempat memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap <em>carrying capacity</em> (UT/Ha/Tahun). Ketinggian tempat 500 mdpl memiliki kapasitas tampung yang lebih tinggi (3,42 UT/Ha/Tahun) dibandingkan dengan ketinggian tempat 900 mdpl (0,22 UT/Ha/Tahun). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan daya dukung pakan perlu dilakukan melalui introduksi leguminosa berkualitas, perbaikan manajemen padang penggembalaan, optimalisasi pemanfaatan lahan hijauan pakan ternak, serta penerapan teknologi konservasi pakan untuk menjamin ketersediaan hijauan sepanjang tahun. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi hijauan dan kapasitas tampung sehingga mendukung keberlanjutan agribisnis sapi perah di Kabupaten Sleman.</p>Meita Puspa Dewi, Barrur Robingatus Sangadah, Nur Azizah Syukri, Tri Anggraeni Kusumastuti, Nafiatul Umami
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2240Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Dampak Penanaman Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv Mott) yang Ditambahkan Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Sapi dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Lingkungan Tumbuh Tanaman pada Tanah Vertisol di Timor-Leste
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2241
<p>Penelitian experimental bertujuan untuk mengamati dampak penanaman rumput gajah kate (<em>Pennisetum purpureum</em> cv Mott) yang ditambahkan POC berbahan feses sapi dan frekuensi penyiraman terhadap lingkungan tumbuh tanaman pada tanah vertisol, telah dilakukan di Kecamatan Hera, Kabupaten Dili, Timor-Leste selama 6 bulan. Bahan dan materi yang digunakan adalah bibit (stek) rumput gajah kate, pupuk organik cair (POC) berbahan feses sapi, tanah, seperangkat peralatan pertanian, seperangkat peralatan laboratorium, alat pengukur suhu tanah, alat pengukur kelembaban tanah (Hygrometer), insektisida merk <em>Dursban</em>, terpal, dan thermometer. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (2 faktor),dengan Analisys of Variancy (ANOVA), dan Duncan test. Dosis POC yang digunakan adalah PO2 (pupuk cair 1 liter: air 2 liter), PO4 (pupuk cair 1 liter: air 4 liter), PO6 (pupuk cair 1 liter: air 6 liter), PO8 (pupuk cair 1 liter: air 8 liter), dan frekuensi penyiraman (W); W2 =2 hari sekali, F4 = 4 hari sekali, F6 = 6 hari sekali. Variabel yang amati dan dievaluasi adalah bahan organic (BO) tanah, suhu tanah dan kelembaban tanah. ANOVA menunjukkan pengaruh nyata (P<0.05) untuk variabel bahan organik tanah dan kelembaban tanah dan Duncan test memperlihatkan bahwa perlakuan PO4 (konsentrasi pupuk cair 1 liter: air 4 liter) dengan frekuensi penyiraman 4 hari sekali adalah terbaik untuk variavel kadar bahan organik tanah dan perlakuan PO2 (konsentrasi pupuk cair 1 liter: air 2 liter) dengan frekuensi penyiraman 4 hari sekali adalah terbaik untuk variavel kelembaban tanah. Disimpulkan bahwa penanaman rumput gajah kate yang ditambahkan POC dan frekuensi penyiraman yang teratur memberikan dampak terhadap lingkungan tumbuh rumput gajah kate di tanah vertisol.</p>Correia, B.A., Ligia T.C., Pedro de D., Abilio dos S., Julio V., Jacinto de A.
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2241Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Silase Pucuk Tebu Sebagai Strategi Kemandirian Pakan Sapi Berbasis Agribisnis Lokal di Kabupaten Sragen
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2242
<p>Kabupaten Sragen merupakan salah satu wilayah penghasil tebu di Provinsi Jawa Tengah yang menghasilkan limbah pucuk tebu dalam jumlah besar setiap musim panen. Selama ini, limbah pucuk tebu masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga sebagian besar hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk di lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan pucuk tebu sebagai bahan silase dalam mendukung kemandirian pakan sapi berbasis agribisnis lokal di Kabupaten Sragen. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, jurnal ilmiah, Dinas Pertanian, serta berbagai publikasi ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sragen memiliki potensi besar dalam pengembangan silase pucuk tebu karena didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah dan tingginya populasi sapi potong. Pemanfaatan pucuk tebu sebagai silase mampu meningkatkan daya simpan pakan, mengurangi limbah pertanian, menekan biaya produksi peternakan, serta mendukung keberlanjutan agribisnis berbasis sumber daya lokal. Selain itu, pemanfaatan pucuk tebu sebagai silase juga mencerminkan integrasi konsep kebijakan agribisnis dan kearifan lokal dalam mendukung kemandirian pakan dan ketahanan pangan daerah.</p>Eka Aditya, Muhammad Ilham Perdana
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2242Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis LQ (Location Quetient) Komoditas Kambing di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2243
<p>Komoditas kambing merupakan salah satu subsektor peternakan yang berperan penting dalam penyediaan protein hewani serta peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi pengembangan ternak kambing yang cukup besar karena didukung oleh kondisi lingkungan yang sesuai dan tingginya keterlibatan masyarakat dalam usaha peternakan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wilayah basis pengembangan komoditas kambing di Provinsi DIY menggunakan metode <em>Location Quetient</em> (LQ). Penelitian dilakukan pada lima kabupaten/kota di DIY, yaitu Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Nilai LQ dihitung untuk menentukan status wilayah sebagai daerah basis (LQ > 1) atau nonbasis (LQ < 1) dalam pengembangan komoditas kambing. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Data yang dianalisis meliputi populasi kambing dan total populasi ternak periode 2021–2025. Analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi keunggulan komparatif komoditas kambing pada masing-masing wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kambing di DIY didominasi oleh Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Nilai LQ Kabupaten Kulon Progo berkisar antara 1,03–1,24, sedangkan Kabupaten Gunungkidul berada pada kisaran 1,13–1,25, yang menunjukkan bahwa kedua wilayah tersebut merupakan daerah basis pengembangan kambing. Sebaliknya, Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta umumnya memiliki nilai LQ kurang dari 1 sehingga tergolong wilayah non-basis. Oleh karena itu, pengembangan peternakan kambing di wilayah non-basis perlu diarahkan pada peningkatan mutu genetik, optimalisasi pakan lokal, penguatan kelembagaan peternak, dan pengembangan agribisnis untuk meningkatkan daya saing serta kontribusi subsektor peternakan kambing di DIY.</p>Farah Nurfadhilah, Nur Hanif, Saski Natania, Lina Mun’imul Muna, Mohammad Habibul Ihwan, Meita Puspa Dewi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2243Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Nutrien dan Fermentabilitas Hijauan Pakan Eksotis Wedelia (Sphagneticola trilobata) dari Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2244
<p>Alih fungsi lahan yang menyebabkan penurunan ketersediaan lahan hijauan menjadi salah satu faktor pendorong perlunya eksplorasi sumber hijauan pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Wedelia (<em>Sphagneticola trilobata</em>) merupakan salah satu hijauan invasif yang banyak tumbuh di Lereng Gunung Slamet dan dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Namun, informasi ilmiah terkait komposisi dan kualitas nutrien hijauan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi dan kualitas nutrien Wedelia (<em>Sphagneticola trilobata</em>) pada tiga zona ketinggian yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan eksploratif deskriptif. Sampel diambil dari tiga zona ketinggian, masing-masing dengan enam ulangan, sehingga diperoleh total 18 sampel. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), serta kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), <em>volatile fatty acid</em> (VFA), dan gas total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein kasar dan lemak kasar cenderung meningkat seiring peningkatan ketinggian, sementara kandungan serat kasar menurun. Kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsentrasi VFA, dan produksi gas total meningkat pada ketinggian yang lebih tinggi. Penurunan intensitas cahaya pada elevasi yang lebih tinggi berkontribusi terhadap penurunan kandungan serat kasar, sehingga meningkatkan kecernaan nutrien dan fermentabilitas hijauan pakan. Wedelia (<em>Sphagneticola trilobata</em>) berpotensi digunakan sebagai hijauan pakan alternatif tambahan bagi ternak ruminansia, dengan ketinggian yang optimal pada zona ketinggian tinggi (K3).</p>Syahrul Noor Muazam, Rika Yudha Kurnia Pidiantira, Caribu Hadi Prayitno, Nur Hidayat, Annistia Rahmadian Ulfah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2244Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Daerah Basis Komoditas Sapi Potong dengan Metode Location Quotient: Studi Kasus di Kabupaten Sleman
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2245
<p>Kabupaten Sleman, merupakan salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi pengembangan sapi potong yang cukup besar karena sapi menjadi komoditas peternakan yang paling banyak diusahakan di tingkat kecamatan berdasarkan hasil analisis komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis daerah basis peternakan sapi potong di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) terdapat 12 kecamatan yang termasuk daerah basis sapi potong, yaitu Moyudan, Minggir, Seyegan, Gamping, Mlati, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, dan Tempel, sedangkan 5 kecamatan lainnya tergolong daerah nonbasis. Kecamatan Prambanan memiliki nilai LQ tertinggi sebesar 1,126 yang menunjukkan keunggulan komparatif tertinggi dalam pengembangan sapi potong.Seacara keseluruhan dari analisis ini adalah sebagian besar kecamatan di Kabupaten Sleman merupakan daerah basis sapi potong sehingga memiliki potensi yang baik untuk pengembangan peternakan sapi potong dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam penentuan wilayah prioritas pengembangan subsektor peternakan di Kabupaten Sleman.</p>Yunika Laila Fitriana, Holifatul Jennah, Moh Sibga Ali Ibrahim, Nur Muhammad Syafi’i, Milati Tazkiyah, Muhammad Latif Humam Tamimi, Meita Puspa Dewi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2245Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Hubungan Abnormalitas Semen Entog terhadap MDA (Malondialdehyde) Pada Tingkat Pengencer dan Lama Simpan di Suhu Berbeda
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2246
<p>Pada masa penyimpanan spermatozoa / semen entog, terjadi penurunan kualitas seiring bertambahnya lama penyimpanan terhadap semen. Antioksidan karotenoid dalam kuning telur pada semen menonaktifkan radikal oksigen, melindungi kerusakan dari radiasi dan kerusakan sinar ultraviolet. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar MDA semen entog dalam pengenceran dan penyimpanan berbeda di suhu beda. Parameter semen segar mentog, Motilitas,abnormalitas, Viabilitas, Integritas dan aktivitas MDA. Sebanyak 5 ekor entog dewasa berkisar umur 1,5-2 tahun, 3 ekor jantan dan 2 ekor betina, sehat dan mBahan 5 ekor entog dewasa berkisar umur 1,5-2 tahun, 3 ekor jantan dan 2 ekor betina, sehat dan mempunyai libido tinggi dan dikandangkan secara individual. Metode eksperimental dengan split plot (pola petak terbagi). Faktor pertama sebagai Petak Utama adalah tingkat pengenceran yaitu 0(A0); 60(A1);120(A2) dan 180 menit (A3), faktor kedua sebagai Anak Petak adalah Iama simpan 0(B0); 5(B1); 10(B2) dan 15(B3) yang disimpan pada suhu 4ºC dan suhu 27 ºC Empat kelompok (3 kali ulangan). Kesimpulan Motilitas,abnormalitas, Viabilitas, Integritas dan aktivitas MDA semen entog lebih baik di suhu 4ºC.</p>Fitriani Fitriani, Irwan Zakir, Erna Yuniati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2246Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Location Quotient (LQ) dalam Wilayah Basis Pengembangan Peternakan Kambing di Jawa Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2247
<p>Peternakan kambing berperan penting dalam memacu perekonomian di daerah pedesaan di Provinsi Jawa Tengah, tetapi masih ada tantangan berupa perubahan yang tidak menentu dan ketidakseimbangan jumlah populasi antar daerah, yang menghalangi peningkatan potensi komoditas ini secara optimal. Oleh karena itu, menggunakan analisis <em>Location Quotient</em> (LQ) sangat penting sebagai alat utama untuk mengukur spesialisasi ekonomi dan mengidentifikasi wilayah yang memiliki keunggulan komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis sektor komoditas unggulan atau sektor basis dalam peternakan kambing di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian berupa deskripsi kuantitatif yang dilakukan bulan Mei hingga Juni 2026, menggunakan data sekunder mengenai jumlah kambing tahun 2021 sampai 2025 yang berasal dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Penentuan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria wilayah yang memiliki potensi pengembangan peternakan kambing. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara<em> Location Quotient</em> (LQ) untuk mengetahui sektor peternakan kambing yang lebih unggul secara komparatif (LQ>1) di setiap Kabupaten. Strategi pengembangan komoditas untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang dikelompokkan ke dalam tiga hal utama, yaitu aspek produksi, tenaga kerja, dan kebijakan pemerintah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai LQ berubah setiap tahunnya, dengan beberapa daerah seperti Kabupaten Wonogiri, Batang, dan Pemalang terus-menerus dianggap sebagai pusat kegiatan peternakan kambing di Jawa Tengah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki beberapa daerah yang potensial sebagai pusat pengembangan peternakan kambing, terutama Kabupaten Wonogiri, Batang, dan Pemalang. Ketiga daerah tersebut memiliki kelebihan dibandingkan daerah lain, sehingga pantas dipertimbangkan sebagai sentra utama dalam pengembangan sektor peternakan kambing.</p>Olivia Satyariyana, Nur Azizah Syukri, Barrur Robingatus Sangadah, Isa Bahri Asmawi, Alif Ridowi Adinata, Himatul Muittaqin, Meita Puspa Dewi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2247Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Efek Temperature Humidity Index terhadap Konsumsi Air Minum Ayam Petelur dengan Pemberian Nanoenkapsulasi Fitobiotik Minyak Buah Merah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2248
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek <em>Temperature Humidity Index</em> (THI) terhadap konsumsi air minum ayam petelur yang diberikan enkapsulasi fitobiotik minyak buah merah (<em>Pandanus conoideus</em> Lam.). THI merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat cekaman panas pada unggas karena mengintegrasikan pengaruh suhu dan kelembapan lingkungan. Konsumsi air minum merupakan parameter penting yang berkaitan dengan kemampuan ayam dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis selama pemeliharaan. Penelitian dilaksanakan pada ayam petelur yang mendapatkan suplementasi enkapsulasi fitobiotik minyak buah merah melalui air minum. Data yang diamati meliputi suhu lingkungan, kelembapan relatif, nilai THI, dan konsumsi air minum harian. Analisis hubungan antara THI, suhu, dan kelembapan terhadap konsumsi air minum dilakukan menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai THI selama periode pemeliharaan berada pada kisaran yang masih dapat ditoleransi oleh ayam petelur. Analisis statistik menunjukkan bahwa THI tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air minum ayam petelur. Demikian pula, suhu lingkungan dan kelembapan relatif tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P>0,05) dengan konsumsi air minum. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemberian enkapsulasi fitobiotik minyak buah merah mampu mempertahankan kondisi fisiologis ayam sehingga fluktuasi THI, suhu, dan kelembapan yang terjadi selama penelitian tidak memengaruhi konsumsi air minum secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara THI, suhu, maupun kelembapan terhadap konsumsi air minum ayam petelur yang diberikan enkapsulasi fitobiotik minyak buah merah. Pemberian enkapsulasi fitobiotik minyak buah merah berpotensi membantu menjaga stabilitas respons fisiologis ayam petelur terhadap perubahan kondisi lingkungan.</p>Okti Widayati, Gallusia Marhaeny Nur Isty, Hotmauli Febriana Pardosi, Miranda Miranda, Maria Anggelina Bano
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2248Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Indikasi Tekanan terhadap Sistem Penggembalaan Tradisional Lar: Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan dan Penurunan Populasi Kuda Sumbawa
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2249
<p>Sistem Lar merupakan kearifan lokal masyarakat Sumbawa dalam pengelolaan penggembalaan kuda secara ekstensif di padang penggembalaan komunal yang telah berlangsung turun-temurun. Populasi Kuda Sumbawa mengalami penurunan signifikan dari 14.378 ekor pada tahun 2020 menjadi 11.841 ekor pada tahun 2024, menandai tekanan terhadap keberlanjutan sistem Lar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan dan korelasinya dengan penurunan populasi Kuda Sumbawa sebagai indikator tekanan terhadap sistem penggembalaan tradisional Lar di Kabupaten Sumbawa. Data yang digunakan meliputi peta tutupan lahan KLHK tahun 2020, 2022, dan 2024, serta data populasi ternak BPS Kabupaten Sumbawa tahun 2020–2024. Analisis berbasis vektor dilakukan menggunakan bahasa pemrograman R melalui tiga tahapan: skoring kesesuaian lahan berbasis penilaian pakar (CR = 0,035), deteksi perubahan lahan potensial penggembalaan antar periode, serta uji Korelasi Spearman antara perubahan luas lahan potensial dengan perubahan populasi kuda per kecamatan. Hasil analisis menunjukkan total luas lahan potensial penggembalaan menurun dari 592.094 ha (2020) menjadi 585.808 ha (2024), setara kehilangan 6.286 ha (1,06%) dalam empat tahun. Pada periode yang sama, populasi kuda menurun 17,6% dari 14.378 menjadi 11.841 ekor. Meskipun kedua variabel menunjukkan tren penurunan yang searah, uji Korelasi Spearman tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antar kecamatan (rho = −0,147; p = 0,491). Kesenjangan antara besaran perubahan lahan (1,06%) dan laju penurunan populasi (17,6%) mengindikasikan adanya faktor lain di luar perubahan tutupan lahan jangka pendek yang memerlukan kajian lebih lanjut. Keterbatasan penggunaan batas administratif kecamatan sebagai unit analisis juga perlu diperhatikan, mengingat sistem Lar tidak mengikuti batas administratif. Temuan ini menegaskan urgensi kajian lanjutan yang mengintegrasikan batas ekologis dan sosial-budaya sistem Lar sebagai kearifan lokal dalam perencanaan tata ruang Kabupaten Sumbawa.</p>Win Ariga Mansur Malonga, Imam Munandar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2249Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Potensi Jerami Seraiwangi (Cymbopogon nardus) sebagai Pakan Alternatif Ruminansia untuk Mendukung Sistem Peternakan Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2250
<p>Jerami seraiwangi adalah limbah yang dihasilkan dari penyulingan minyak atsiri asal tanaman seraiwangi (<em>Cymbopogon</em> <em>nardus). </em>Kajian ini bertujuan untuk menggali potensi jerami seraiwangi sebagai pakan alternatif ruminansia berdasarkan tiga unsur utama yaitu ketersediaan, kandungan nutrien dan respon ternak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah eksplorasi menggunakan data-data penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan ketersediaannya, jerami seraiwangi sangat melimpah jumlahnya karena persentase jerami seraiwangi yang dihasilkan mencapai 99% dari total produksi. Jerami seraiwangi mengandung protein kasar 11-12% dengan serat kasar di atas 20% namun memiliki lignin yang tinggi sekitar 15% sehingga harus dilakukan pengolahan. Respon ternak juga menunjukkan bahwa jerami seraiwangi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.</p>Ade Syahrul Mubarak, Solehudin Solehudin
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2250Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Kualitas Induk Kambing Peranakan Etawa berdasarkan Ukuran Tubuh dan Bobot Badan pada Peternakan Skala Rakyat di Kulon Progo
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2251
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas induk kambing Peranakan Etawa (PE) berdasarkan ukuran tubuh dan bobot badan serta mengetahui kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 7352-7:2024) pada peternakan rakyat di Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 sampai Februari 2026 dengan metode survei menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 98 ekor induk kambing Peranakan Ettawa yang sehat dan produktif dengan kriteria induk sudah beranak. Variabel yang diamati meliputi panjang badan, tinggi badan/pundak, lingkar dada, bobot badan, dan warna bulu. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang badan induk kambing PE sebesar 84,22 cm, tinggi badan/pundak 79,35 cm, lingkar dada 83,27 cm, dan bobot badan 54,16 kg, dengan dominasi warna bulu kombinasi hitam–putih sebesar 99%. Berdasarkan hasil tersebut, 71,43% induk kambing Peranakan Etawa di Kecamatan Girimulyo memiliki kualitas yang baik dan telah sesuai dengan SNI, sedangkan 28,57% induk kambing Peranakan Etawa belum sesuai dengan SNI. Disimpulkan bahwa 71,43% induk Kambing PE di kecamatan Girimulyo memiliki kualitas yang baik sesuai dengan Standar Nasonal Indonesia.</p>Ajat Sudrajat, Rakyan Wengku, Anastasia Mamilisti Susiati, Reo Sambodo, Fazhana Ismail, Raden Febrianto Christi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2251Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Persepsi Peternak terhadap Pengelolaan limbah Usaha Ternak Babi (Sus scrofa domesticus) di Kelurahan Andai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2252
<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan limbah usaha ternak babi yang belum optimal di tingkat peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak terhadap pengelolaan limbah usaha ternak babi, menganalisis hubungan karakteristik peternak dengan persepsi peternak, serta menganalisis pengaruh faktor pengelolaan limbah terhadap persepsi peternak. Penelitian menggunakan metode survei yang dilaksanakan pada bulan April–Juni 2026 di Kelurahan Andai dengan 30 peternak sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik sensus (total sampling). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Korelasi Rank Spearman, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pengelolaan limbah usaha ternak babi berada pada kategori setuju. Umur, tingkat pendidikan, lama beternak, dan jumlah ternak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi peternak (p<0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor pengelolaan limbah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi peternak dengan nilai R² sebesar 0,917. Secara parsial, pengelolaan limbah padat, pengendalian bau, dan kebersihan kandang berpengaruh signifikan, sedangkan pengelolaan limbah cair dan pemanfaatan limbah tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan feses ternak babi menjadi pupuk kompos menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi dengan media leaflet dan presentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan peternak dengan nilai Efektivitas Peningkatan Pengetahuan (EPP) sebesar 80,55%. Disimpulkan bahwa persepsi peternak terhadap pengelolaan limbah usaha ternak babi berada pada kategori setuju, karakteristik peternak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi peternak, faktor pengelolaan limbah berpengaruh signifikan terhadap persepsi peternak, serta penyuluhan mengenai pemanfaatan feses ternak babi menjadi pupuk kompos efektif meningkatkan pengetahuan peternak.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Natalia Pasulle, Sritiasni Sritiasni, Gallusia Marhaeny Nur Isty
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2252Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penambahan Pasta Buah Merah (Pandanus conoideus L) terhadap Kualitas Fisik dan Organoleptik Sosis Daging Rusa Selama Masa Simpan pada Suhu Ruang
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2253
<p>Daging rusa merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan protein tinggi, kadar lemak dan kolesterol rendah, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, salah satunya sosis. Namun, sosis daging rusa memiliki keterbatasan daya simpan akibat perubahan kualitas selama penyimpanan. Pasta buah merah (<em>Pandanus Conoideus</em> L.) merupakan bahan alami endemik Papua yang kaya akan senyawa antioksidan, seperti karotenoid dan tokoferol, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk mempertahankan kualitas produk olahan daging. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan pasta buah merah terhadap kualitas fisik dan organoleptik sosis daging rusa selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan, yaitu penambahan pasta buah merah 0% (P0), 3% (P1), 5% (P2), 7% (P3), dan 9% (P4), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, susut masak, daya ikat air, keempukan, serta sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta buah merah berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, susut masak, daya ikat air, keempukan, dan warna, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aroma, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur dan rasa. Perlakuan penambahan pasta buah merah 5% menghasilkan tingkat kesukaan warna tertinggi, sedangkan perlakuan 9% menghasilkan keempukan terbaik. Penambahan pasta buah merah berpotensi meningkatkan mutu fisik dan organoleptik sosis daging rusa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami pada produk olahan daging.</p>Nur Wahida Saputri, Sritiasni Sritiasni, Gallusia Marhaeny Nur Isty
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2253Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Penambahan Bubuk Kulit Nanas sebagai Enzim Bromeline Alami terhadap Sosis Daging Rusa
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2254
<p>Daging rusa merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan protein tinggi serta kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging lainnya. Namun, pemanfaatannya sebagai produk olahan masih relatif terbatas sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh marinasi bubuk kulit nanas sebagai sumber enzim bromelin alami terhadap karakteristik fisik dan organoleptik sosis daging rusa. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan tingkat penambahan bubuk kulit nanas (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dengan empat ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Daging rusa dimarinasi selama 90 menit, kemudian diolah menjadi sosis dan dianalisis meliputi nilai pH, daya ikat air, susut masak, serta uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Data karakteristik fisik dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kulit nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan aroma, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap susut masak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya ikat air, warna, tekstur, dan rasa. Perlakuan P4 (20%) menghasilkan nilai pH tertinggi (6,22±0,50) dan susut masak terendah (3,75±1,04%), sedangkan tingkat kesukaan aroma tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (10%) sebesar 4,64±0,81. Dengan demikian, penambahan bubuk kulit nanas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sebagian karakteristik fisik dan organoleptik sosis daging rusa.</p>Ridho Fatrah Firdaus Mergwar, Gallusia Marhaeny Nur Isty, Nurtania Sudarmi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2254Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pemberian Ekstrak Berbagai Buah terhadap Aktivitas Antibakteri pada Yogurt
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2255
<p>Yogurt merupakan produk fermentasi susu yang memiliki aktivitas antibakteri akibat produksi asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat. Penambahan ekstrak buah berpotensi meningkatkan aktivitas antibakteri pada yogurt tersebut karena berbagai buah mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, flavonoid, tanin, vitamin C, dan asam organik yang bersifat antimikroba. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak berbagai buah terhadap aktivitas antibakteri pada yogurt berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang diperoleh dari basis data Google scholar, <em>ScienceDirect</em>, dan <em>Scopus</em> yang diterbitkan pada tahun 2016-2026. Hasil penelitian membahas karakteristik yogurt yang diperkaya ekstrak buah serta aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah umumnya meningkatkan aktivitas antibakteri yogurt, meskipun tingkat efektivitasnya berbeda-beda bergantung pada jenis buah, konsentrasi ekstrak, kandungan senyawa bioaktif, serta metode pengujian yang digunakan. Senyawa fenolik dan flavonoid dalam buah diketahui bekerja secara sinergis dengan metabolit bakteri asam laktat sehingga meningkatkan kemampuan yogurt dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Berdasarkan kajian tersebut, penambahan ekstrak berbagai buah berpotensi meningkatkan nilai fungsional yogurt dan menjadi alternatif dalam pengembangan produk pangan fungsional yang memiliki aktivitas antibakteri lebih baik.</p>Muhammad Iqbal Maulana, Regina Ananda Pratiwi, Ahmad Haidar Faqih, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2255Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peningkatan Aktivitas Antioksidan Produk Olahan Daging melalui Penambahan Bahan Fungsional: Literature Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2256
<p>Produk olahan daging merupakan salah satu produk pangan yang mudah mengalami kerusakan. Kerusakan produk dapat terjadi karena oksidatif pembentukan radikal bebas selama proses pengolahan maupun saat penyimpanan. Oksidasi lipid dapat menurunkan kualitas produk, memperpendek umur simpan, menyebabkan perubahan warna, aroma, dan kandungan gizi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghambat proses oksidasi adalah melalui penambahan bahan fungsional yang mengandung senyawa antioksidan alami. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai sumber antioksidan alami dan pengaruh penambahannya terhadap aktivitas antioksidan pada produk olahan daging. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan berbagai hasil penelitian yang relevan dengan rentang waktu 10 tahun terakhir mengenai pemanfaatan bahan fungsional pada produk olahan daging, seperti daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>), ekstrak daun sirsak, kulit buah naga, belimbing wuluh, bunga rosela, jahe, jeruk nipis, dan stroberi yang diakses melalui <em>google scholar</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan bahan fungsional mampu meningkatkan aktivitas antioksidan pada berbagai produk olahan daging, seperti sosis, bakso, kofta, dendeng, dan se'i, dengan tingkat peningkatan yang berbeda-beda bergantung pada jenis bahan, konsentrasi, dan produk yang digunakan. Penambahan bubuk daun kelor pada kofta sapi sebesar 200 µg/mL menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, yaitu mencapai 96,038%. Bahan fungsional dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami untuk meningkatkan kualitas, stabilitas oksidatif, dan meningkatkan nilai fungsional produk olahan daging.</p>Dhika Adji Afinesta, Aufa Faizah Yustira, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2256Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Bahan Nabati untuk Meningkatkan Keempukan Produk Olahan Daging: Studi Literatur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2257
<p>Produk olahan daging merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, namun dalam proses pengolahan sering terjadi perubahan struktur protein sehingga memengaruhi tingkat keempukan produk akhir. Pemanfaatan bahan nabati sebagai bahan fungsional menjadi alternatif yang potensial untuk meningkatkan karakteristik tekstur produk olahan daging secara alami juga memenuhi tren penggunaan bahan pangan yang lebih aman dan berkelanjutan. Tujuan artikel <em>review</em> ini untuk mengkaji potensi berbagai bahan nabati dalam meningkatkan keempukan produk olahan daging. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan mengenai penggunaan bahan nabati pada produk olahan daging serta pengaruhnya terhadap parameter tekstur, khususnya keempukan yang diterbitkan pada tahun 2016-2026 melalui <em>Google Scholar</em> dan <em>ScienceDirect</em>. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai bahan nabati, seperti ekstrak teh hijau, kulit buah naga, rosemary, jahe, rosela, daun kelor, dan ekstrak tanaman lainnya yang berpotensi memperbaiki tekstur dan karakteristik fisik produk olahan daging termasuk keempukan. Peningkatan tersebut terjadi melalui peningkatan daya ikat air, pembentukan struktur gel protein yang lebih stabil, penghambatan oksidasi protein, serta interaksi senyawa bioaktif dengan matriks protein daging. Selain itu, setiap bahan nabati menunjukkan efektivitas yang berbeda dalam meningkatkan keempukan produk olahan daging, bergantung pada kandungan senyawa bioaktif, konsentrasi penggunaan, serta karakteristik produk yang diaplikasikan. Berdasarkan hasil tinjauan literatur, bahan nabati memiliki potensi sebagai bahan fungsional alami untuk meningkatkan keempukan serta kualitas fisik produk olahan daging.</p>Aufa Faizah Yustira, Dhika Adji Afinesta, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2257Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Karakteristik Nilai pH dan Kadar Air Edible Film dari Berbagai Bahan Dasar dan Perlakuan: Kajian Pustaka
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2258
<p><em>Edible film</em> merupakan salah satu kemasan pangan yang ramah lingkungan karena dapat terurai secara alami dan aman digunakan sebagai pelapis maupun pengemas pangan. Nilai pH dan kadar air merupakan parameter penting yang memengaruhi kualitas dan karakteristik <em>edible film</em>. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik nilai pH dan kadar air pada <em>edible film</em> dari berbagai bahan dasar dan perlakuan melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan artikel ilmiah yang membahas nilai pH dan kadar air pada <em>edible film</em>. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik dengan tujuan kajian, kemudian data dari setiap penelitian dianalisis secara deskriptif. Analisis dilakukan untuk membandingkan pengaruh perbedaan bahan dasar dan perlakuan terhadap nilai pH dan kadar air <em>edible film</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai pH <em>edible film</em> dipengaruhi oleh jenis bahan dasar, bahan tambahan, dan formulasi yang digunakan. Kadar air juga berbeda pada setiap penelitian sesuai dengan sifat bahan penyusun dan perlakuan yang diterapkan. Perbedaan formulasi menghasilkan karakteristik <em>edible film</em> yang beragam. Variasi nilai pH dan kadar air menunjukkan bahwa setiap bahan dasar memiliki sifat yang berbeda. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa jenis bahan dasar dan perlakuan yang digunakan berpengaruh terhadap nilai pH dan kadar air <em>edible film</em> sehingga perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.</p>Rakha Yudhistira, Muhammad Reyfal Benita Chaniago, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2258Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Karakteristik Bioaktif dan Sifat Mekanik Edible film Berbasis Whey Keju sebagai Kemasan Pangan Fungsional: Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2259
<p>Meningkatnya penggunaan kemasan plastik sintetis telah memicu berbagai permasalahan lingkungan, sehingga mendorong pengembangan kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah <em>edible film</em> berbasis protein yang memanfaatkan <em>whey</em> keju sebagai bahan baku. <em>Whey</em> keju, sebagai produk samping industri keju yang kaya protein (<em>β-laktoglobulin</em> dan <em>α-laktalbumin</em>), berpotensi dimanfaatkan sebagai matriks pembentuk <em>edible film</em>. Beberapa keunggulan edible <em>film</em> berbasis <em>whey</em> keju yang telah dilaporkan meliputi transparansi tinggi, sifat <em>barrier</em> terhadap oksigen yang baik, serta kandungan bioaktif alami yang berperan memberikan fungsi tambahan di luar fungsi utamanya sebagai bahan pengemas pangan. Karakteristik bioaktif maupun sifat mekanik <em>film</em> ini masih sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor formulasi seperti konsentrasi protein, jenis dan konsentrasi <em>plasticizer</em>, maupun faktor proses seperti kondisi pengeringan dan metode pembuatan <em>film</em> yang digunakan. Artikel <em>review</em> ini bertujuan mengkaji secara komprehensif karakteristik bioaktif dan sifat mekanik <em>edible film</em> berbasis <em>whey</em> keju berdasarkan berbagai hasil penelitian terdahulu, guna mengevaluasi potensinya sebagai kemasan pangan fungsional. Metode yang digunakan adalah penelusuran dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan dari jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa <em>edible film</em> berbasis <em>whey</em> keju memiliki aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa bioaktif yang bervariasi tergantung pada karakteristik <em>whey</em> yang digunakan, serta menunjukkan sifat mekanik seperti kuat tarik dan elongasi pada saat putus yang dipengaruhi oleh komposisi formulasi dan interaksi antarmolekul protein. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa <em>edible film</em> berbasis <em>whey</em> keju memiliki prospek yang menjanjikan sebagai kemasan pangan fungsional yang ramah lingkungan, sehingga upaya optimasi formulasi masih perlu dilakukan untuk meningkatkan kestabilan karakteristik bioaktif dan sifat mekaniknya secara konsisten.</p>Dewi Wulandari, Amelia Fitaguri, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2259Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Efektivitas Gel Kombinasi Getah Batang Pisang dan Getah Tanaman Widuri sebagai Obat Luka Bakar pada Kambing Kacang (Capra aegagrus hircus)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2260
<p>Perubahan iklim menimbulkan tantangan dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk gangguan kesehatan ternak seperti luka bakar pada kambing kacang (<em>Capra aegagrus hircus</em>). Penelitian ini mengembangkan inovasi gel berbasis sumber daya hayati lokal dari kombinasi getah batang pisang (<em>Musa paradisiaca</em>) dan getah tanaman widuri (<em>Calotropis gigantea</em>) sebagai obat luka bakar alternatif. Getah pisang mengandung polifenol, flavonoid, dan saponin dengan sifat antibakteri, antioksidan, dan merangsang kolagen, sedangkan getah tanaman widuri memiliki flavonoid, polifenol, dan alkaloid yang memiliki sifat anti-radang serta mendukung pembentukan sel fibroblas. Gel diuji dalam lima perlakuan (P0: Kontrol Negatif, P1–P3: Kombinasi Formula, P4: Kontrol Positif (<em>Bioplasenton</em>), dioleskan dua kali sehari selama 10 hari. Parameter pengamatan meliputi penyusutan diameter luka dan pembentukan jaringan granulasi. Hasil menunjukkan semua kombinasi gel lebih efektif dibanding kontrol negatif, dengan perlakuan P2 paling optimal meningkatkan sel fibroblas dan mempercepat penutupan luka.</p>Ladysclaus Kowtey Ceme, I Putu Juli Sukariada
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2260Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Lama Marinasi Menggunakan Bahan Alami terhadap Nilai Susut Masak Berbagai Jenis Daging: Literature Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2261
<p>Marinasi merupakan salah satu metode pengolahan daging yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fisik daging, seperti keempukan, daya ikat air, dan menekan nilai susut masak. Berbagai bahan marinasi alami, seperti belimbing wuluh, gula lontar cair, ekstrak kecombrang, kombinasi nanas dan pepaya, serta jus buah asam sihala, telah digunakan dengan variasi lama marinasi yang berbeda untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik fisik daging, khususnya nilai susut masak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama marinasi menggunakan berbagai bahan marinasi alami terhadap nilai susut masak pada berbagai jenis daging berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah yang membahas lama marinasi menggunakan bahan alami pada berbagai jenis daging yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan jenis bahan marinasi, lama marinasi, dan respons nilai susut masak yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lama marinasi memberikan pengaruh yang berbeda bergantung pada jenis bahan marinasi dan karakteristik daging. Marinasi menggunakan belimbing wuluh maupun kombinasi belimbing wuluh dan daun pepaya selama 60 menit mampu menurunkan nilai susut masak pada daging kambing. Marinasi menggunakan gula lontar cair selama 3 hari menghasilkan kualitas fisik terbaik, sedangkan ekstrak kecombrang memberikan hasil optimum pada marinasi selama 120 menit. Sebaliknya, kombinasi sari nanas dan pepaya dengan lama marinasi 60 menit cenderung meningkatkan nilai susut masak akibat aktivitas enzim proteolitik yang berlebihan. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa setiap bahan marinasi alami memiliki lama marinasi optimum yang berbeda sehingga pemilihan jenis bahan dan lama marinasi yang tepat menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitas fisik daging, terutama dalam menekan nilai susut masak.</p>Arga Mandala Putra Ferdiawan, Amanda Ainan Salsabila, Hafiz Nugraha, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2261Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Marinasi dari Berbagai Bahan Alami terhadap Kadar Air Daging: Artikel Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2262
<p>Marinasi merupakan salah satu metode pengolahan daging yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas prduk. Penggunaan bahan alami dalam proses marinasi semakin banyak diteliti karena potensinya dalam meningkatkan mutu daging. Berbagai bahan marinasi alami seperti nanas, honje, jahe, kopi, daun salam, dan sihala diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat memengaruhi karakteristik daging. Kadar air menjadi salah satu parameter mutu yang penting karena berkaitan dengan daya ikat air, keempukan, dan tingkat kesegaran daging. <em>Artikel review</em> ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh marinasi dari bahan alami terhadap kadar air daging berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji jurnal ilmiah nasional dan internasional dalam rentang waktu 2016-2026 yang membahas pengaruh marinasi dari berbagai bahan alami pada berbagai jenis daging. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan marinasi alami memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kadar air daging, tergantung pada jenis bahan, kandungan senyawa aktif, konsentrasi, serta lama marinasi. Bahan marinasi alami yang mengandung asam organik juga dapat meningkatkan penetrasi larutan marinasi ke dalam jaringan daging sehingga berkontribusi terhadap perubahan kadar air. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, penggunaan bahan marinasi alami yang tepat mampu mempertahankan atau meningkatkan kadar air daging sehingga dapat menghasilkan produk daging dengan kualitas yang lebih baik.</p>Hafiz Nugraha, Amanda Ainan Salsabila, Arga Mandala Putra Ferdiawan, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2262Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Bahan Alami Fungsional Pada Produk Olahan Daging Serta Pengaruhnya Terhadap Karakteristik Sensoris: Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2263
<p>Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat mendorong pengembangan produk olahan daging dengan penambahan bahan alami fungsional yang tidak hanya memperbaiki karakteristik produk, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan melalui kandungan senyawa bioaktifnya. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan bahan alami fungsional terhadap karakteristik sensoris produk olahan daging. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah dari basis data <em>Google Scholar, ScienceDirect</em>, MDPI, dan PubMed yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2026. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan olahan daging, penambahan bahan alami, uji sensorik, dan pengaruh fungsional. Literatur yang terkumpul diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola pengaruh bahan alami terhadap karakteristik sensoris. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan bahan alami fungsional memberikan pengaruh terhadap karakteristik sensoris, terutama warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat penerimaan keseluruhan produk. Pengaruh tersebut bervariasi tergantung pada jenis bahan alami, konsentrasi penambahan, kandungan senyawa bioaktif, serta jenis produk olahan daging yang digunakan. Secara umum, penggunaan bahan alami pada konsentrasi optimum mampu meningkatkan penerimaan panelis, sedangkan konsentrasi yang berlebih dapat menurunkan tingkat kesukaan akibat perubahan aroma, rasa, atau warna produk. Disimpulkan bahwa bahan alami fungsional berpotensi memperbaiki karakteristik sensoris sekaligus mendukung pengembangan produk olahan daging yang lebih sehat dan bernilai fungsional tinggi.</p>Firsty Valinka Azhari, Kayla Khairunnisa, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2263Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penambahan Berbagai Ekstrak Tanaman Obat Keluarga terhadap Viskositas, Warna, dan Tekstur Yogurt
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2264
<p>Yogurt merupakan produk susu fermentasi yang terus dikembangkan melalui penambahan bahan herbal untuk meningkatkan mutu fisik dan nilai fungsionalnya. Jahe (<em>Zingiber officinale</em>), kunyit (<em>Curcuma longa</em>), dan daun mint (<em>Mentha spp.</em>) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi viskositas, tekstur, dan warna yogurt. Artikel <em>review</em> ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ketiga bahan herbal tersebut berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan pada periode 2016–2026. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari data Google Scholar dan <em>ScienceDirct</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan jahe cenderung meningkatkan viskositas dan memperbaiki tekstur yogurt. Kunyit meningkatkan intensitas warna kuning serta membantu menghasilkan tekstur yang lebih stabil, sedangkan daun mint memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap viskositas, tekstur, dan warna bergantung pada bentuk serta konsentrasi yang digunakan. Penambahan ekstrk jahe, kunyit, dan daun mint berpotensi meningkatkan karakteristik fisik yogurt apabila diaplikasikan pada konsentrasi yang tepat. Berdasarkan kajian tersebut, penambahan ekstrak tanaman obat keluarga berpotensi meningkatkan nilai fungsional yogurt dan memberikan kualitas fisik meliputi viskositas, tekstur, dan warna yang lebih baik.</p>Regina Ananda Pratiwi, Ahmad Haidar Faqih, Muhammad Iqbal Maulana, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2264Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penambahan Ekstrak Biji Kelor dan Enzim Microbial Transglutaminase terhadap Tekstur dan Susut Masak Sosis Daging Kambing
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2265
<p>Daging kambing merupakan salah satu sumber protein hewani dengan nilai gizi tinggi, namun pemanfaatannya sebagai produk olahan masih menghadapi kendala berupa aroma prengus dan karakteristik fisik yang kurang optimal. Upaya peningkatan kualitas produk olahan daging kambing dapat dilakukan melalui penambahan bahan fungsional, seperti ekstrak biji kelor dan enzim microbial transglutaminase (MTGase), yang berpotensi memperbaiki sifat fisik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak biji kelor dan enzim MTGase terhadap tekstur dan susut masak sosis daging kambing. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2026 menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (1% ekstrak biji kelor), P2 (1% ekstrak biji kelor + 0,5% MTGase), P3 (1,5% ekstrak biji kelor + 0,5% MTGase), dan P4 (2% ekstrak biji kelor + 0,5% MTGase). Variabel yang diamati meliputi susut masak, firmness, dan toughness. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak biji kelor dan enzim MTGase tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai firmness dan toughness sosis daging kambing. Nilai firmness berkisar antara 0,84±0,28 hingga 1,10±0,35 kg, sedangkan nilai toughness berkisar antara 6,61±1,68 hingga 8,34±1,50 kg/s. Sebaliknya, perlakuan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak, dengan nilai tertinggi pada perlakuan kontrol (0,66±0,98%) dan terendah pada perlakuan P4 (0,28±0,09%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan ekstrak biji kelor dan enzim MTGase mampu menurunkan susut masak, namun belum mampu meningkatkan karakteristik tekstur sosis daging kambing secara signifikan.</p>Bima Panca Arrasyid, Juni Sumarmono, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2265Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Perubahan Kualitas Internal Telur selama Penyimpanan Ditinjau dari Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur, dan Haugh Unit
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2266
<p>Telur merupakan salah satu bahan pangan asal ternak yang memiliki kandungan gizi tinggi, namun kualitasnya dapat mengalami penurunan selama penyimpanan. Penurunan kualitas internal telur umumnya ditunjukkan oleh perubahan nilai Indeks Kuning Telur (IKT), Indeks Putih Telur (IPT), dan Haugh Unit (HU). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas internal telur berdasarkan nilai IKT, IPT, dan HU. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan mengevaluasi berbagai hasil penelitian yang relevan mengenai perubahan kualitas telur selama penyimpanan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola perubahan kualitas internal telur pada berbagai lama penyimpanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan lama penyimpanan menyebabkan penurunan nilai IKT, IPT, dan HU baik pada telur ayam maupun telur itik. Penurunan tersebut terjadi akibat penguapan air dan karbon dioksida melalui pori-pori kerabang yang mengakibatkan pengenceran albumen, perpindahan air menuju kuning telur, serta melemahnya membran vitelin. Berdasarkan berbagai hasil penelitian yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa semakin lama telur disimpan maka kualitas internal dan tingkat kesegarannya semakin menurun. Oleh karena itu, pengelolaan waktu penyimpanan yang tepat diperlukan untuk mempertahankan mutu telur selama distribusi dan penyimpanan.</p>Tegar Agung Baskoro, Muhammad Faqih Al Amin, Muhamad Althof Wijaksono, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2266Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Konsentrasi Bibit Starter dan Lama Penyimpanan terhadap Stabilitas pH dan Tingkat Keasaman Kefir
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2267
<p>Kefir merupakan produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat dan khamir dengan karakteristik rasa asam serta memiliki manfaat kesehatan. Stabilitas pH dan tingkat keasaman kefir dipengaruhi oleh konsentrasi bibit starter dan lama penyimpanan selama proses fermentasi maupun penyimpanan produk. Review ini bertujuan mengkaji pengaruh konsentrasi bibit starter dan lama penyimpanan terhadap perubahan pH serta tingkat keasaman kefir berdasarkan berbagai hasil penelitian ilmiah. Sumber data diperoleh melalui studi literatur terhadap jurnal-jurnal nasional dan internasional terkait fermentasi kefir, aktivitas mikroorganisme, serta perubahan sifat kimia selama penyimpanan. Hasil kajian menunjukkan peningkatan konsentrasi starter menyebabkan aktivitas fermentasi berlangsung lebih cepat sehingga nilai pH menurun dan tingkat keasaman meningkat. Lama penyimpanan juga memengaruhi kualitas kefir karena aktivitas mikroorganisme tetap berlangsung selama disimpan pada suhu rendah. Kondisi tersebut mengakibatkan akumulasi asam laktat yang menurunkan pH serta meningkatkan total asam tertitrasi. Stabilitas pH dan tingkat keasaman terbaik diperoleh pada penggunaan konsentrasi starter yang sesuai dan waktu penyimpanan terkendali sehingga mutu kefir tetap optimal.</p>Adelia Dwi Margaretha, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2267Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Penanganan Pascapanen Susu dalam Menjaga Keamanan Pangan: Kajian Literatur terhadap Teknologi Pascapanen Susu
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2268
<p>Susu adalah bahan pangan bernilai gizi tinggi yang mudah rusak jika penanganan pascapanen tidak tepat. Kontaminasi mikroba bisa terjadi sejak pemerahan, selama penyimpanan, hingga saat distribusi, dan berdampak pada mutu fisik, kimia, dan mikrobiologis susu. Artikel ini mengkaji teknologi pascapanen yang dapat menekan kontaminasi mikroba dan mempertahankan mutu susu selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dari berbagai jurnal dan sumber ilmiah terkait teknologi pascapanen susu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sanitasi dan higiene saat pemerahan, penyimpanan pada suhu rendah, serta pengolahan seperti pasteurisasi efektif menghambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang daya simpan. Selain itu, penerapan rantai dingin dan teknologi pendingin modern membantu menjaga mutu selama distribusi. Dengan teknologi pascapanen yang tepat, kualitas susu bisa terjaga, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar mutu pangan.</p>Hanim Nazwa Nur Fadzilla, Salma Aliyyah Rachmayanti, Rofiqoh Diva Az Zahroh, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2268Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Konsentrasi Air Perasan Kulit Nanas terhadap Karakter Fisik Daging Rusa
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2269
<p>Daging rusa merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan protein tinggi serta kadar lemak dan kolesterol yang rendah. Namun, kualitas fisik daging rusa, terutama tingkat keempukannya, dapat menurun akibat penanganan pascapanen yang kurang tepat. Salah satu alternatif pengempuk alami yang dapat dimanfaatkan adalah air perasan kulit nanas karena mengandung enzim bromelin yang mampu menghidrolisis protein pada serat otot dan jaringan ikat daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air perasan kulit nanas terhadap karakter fisik daging rusa serta menentukan konsentrasi yang memberikan karakter fisik terbaik berdasarkan parameter pH, daya ikat air, susut masak, dan keempukan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (15%), P2 (27,5%), P3 (40%), dan P4 (52,5%) dengan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air perasan kulit nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan daya ikat air, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan keempukan. Perlakuan P4 (52,5%) menunjukkan nilai pH sebesar 6,67, daya ikat air 57,79%, susut masak 39,69%, dan keempukan 3,24 sehingga memberikan kecenderungan karakter fisik yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, air perasan kulit nanas berpotensi dimanfaatkan sebagai pengempuk alami untuk meningkatkan beberapa karakter fisik daging rusa..</p>Gallusia Marhaeny Nur Isty, Ezra Evan Baransano, Maria Herawati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2269Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Bahan Lokal sebagai Pengawet Alami Daging: Kajian Terhadap Kualitas Fisik, Kimia, dan Organoleptik
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2270
<p>Daging merupakan komoditas pangan hewani yang sangat rentan mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme selama penyimpanan. Upaya memperpanjang masa simpan sekaligus mempertahankan kualitas produk menjadi tantangan utama dalam industri pengolahan hasil ternak. Kajian ini bertujuan merangkum, menganalisis berbagai penelitian terkait penggunaan bahan lokal sebagai pengawet maupun bahan tambahan dalam pengolahan daging dari berbagai jenis ternak. Penelitian ini menggunakan metode <em>narrative literature review</em> dengan menelaah artikel penelitian yang diperoleh dari Google Scholar dan Garuda. Parameter yang dikaji mencakup nilai pH, kadar air, rendemen, sifat organoleptik (rasa, aroma, tekstur, warna), oksidasi lemak, serta total bakteri. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa setiap bahan alami lokal memiliki mekanisme kerja yang berbeda namun saling melengkapi: senyawa allicin pada bawang putih bersifat antimikroba, asam organik dalam ekstrak asam jawa menurunkan pH sehingga menghambat pertumbuhan bakteri, sementara tepung sagu dan tepung jagung berperan sebagai penyerap kelembaban sekaligus pembentuk lapisan pelindung permukaan daging. Penggunaan bahan-bahan ini terbukti mampu memperbaiki karakteristik organoleptik produk serta memperpanjang daya simpan daging pada kondisi suhu ruang. Penggunaan bahan lokal ini memberikan peluang besar bagi pengembangan teknologi pengawetan daging yang sederhana, terjangkau, dan berbasis kearifan lokal.</p>Lukman Fatahilah, Arya Aditya, Oktaviona Putri Ramdani, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2270Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Metode Pasteurisasi Low Temperature Long Time (LTLT) terhadap Masa Simpan Susu Sapi Segar
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2271
<p>Susu sapi segar merupakan bahan pangan bernilai gizi tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme. Kandungan air dan nutrisi yang tinggi menyebabkan susu cepat mengalami penurunan mutu apabila penanganan dan penyimpanan tidak dilakukan secara tepat. Artikel review ini bertujuan mengkaji pengaruh metode pasteurisasi <em>Low Temperature Long Time</em> (LTLT) terhadap masa simpan susu sapi segar berdasarkan kualitas fisik, kandungan nutrisi, dan cemaran mikroorganisme. Kajian disusun menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif berdasarkan berbagai hasil penelitian yang relevan. Literatur diperoleh melalui Google Scholar dari publikasi ilmiah tahun 2016–2026 yang membahas karakteristik susu segar, proses pasteurisasi, serta pengaruh metode LTLT terhadap kualitas susu selama penyimpanan. Data yang dikaji meliputi perubahan sifat fisik susu, kandungan gizi, jumlah cemaran mikroba, dan daya simpan susu setelah proses pasteurisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasteurisasi metode LTLT pada suhu sekitar 63°C selama 30 menit mampu mempertahankan warna, aroma, rasa, dan tekstur susu tetap baik selama penyimpanan. Metode tersebut juga menyebabkan penurunan cemaran mikroorganisme seperti <em>Total Plate Count, Enterobacteriaceae</em>, dan <em>Salmonella</em> sehingga kualitas susu menjadi lebih aman dikonsumsi. Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4°C mampu memperpanjang masa simpan susu pasteurisasi dibandingkan susu segar tanpa perlakuan. Berdasarkan hasil kajian, metode pasteurisasi LTLT efektif menjaga mutu, keamanan, dan memperpanjang masa simpan susu sapi segar.</p>Davan Alif Zanathan, Retna Astuti, Fita Fadhiilah Afandi, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2271Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Efektivitas Ekstrak Daun Sirih, Biji Pinang, Daun Pepaya dan Kapur Terhadap Kualitas Fisik Interior Telur Ayam Ras
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2272
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ekstrak daun sirih (<em>Piper betle</em>), biji pinang (<em>Areca catechu</em>), daun pepaya (<em>Carica papaya L</em>), dan kapur (<em>CaCO₃</em>) terhadap kualitas fisik interior telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang 28<sup>O</sup>C-33<sup> O</sup>C selama 21 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: P0, P1, P2, P3, dan P4, masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi penyusutan berat telur, ukuran rongga udara, indeks putih telur, indeks kuning telur, pH putih dan kuning telur, Haugh Unit, serta ketebalan kerabang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh nyata (p < 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter fisik telur (p < 0,05). P2 memberikan hasil terbaik, dengan nilai penyusutan berat terendah (2,54%), Haugh Unit tertinggi (76,94), dan indeks kuning telur tertinggi (0,5203). P4 juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam mempertahankan pH putih telur (7,13) dan ketebalan kerabang (0,3971 mm). Sementara itu, P0 menunjukkan penurunan kualitas paling signifikan pada hampir semua parameter. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelapisan telur menggunakan bahan alami, khususnya ekstrak biji pinang dan kapur, terbukti efektif dalam memperlambat penurunan kualitas fisik telur selama penyimpanan. Dengan demikian, bahan alami ini berpotensi menjadi alternatif pengawet yang ramah lingkungan untuk digunakan oleh ibu rumah tangga, masyarakat maupun industri kecil.</p>Gallusia Marhaeny Nur Isty, Novita Ramadhani, Sritiasni Sritiasni
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2272Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengamatan Tata Laksana Pemeliharaan Ayam Kampung di Kampung Aimasi Distrik Aimasi Kabupaten Manokwari
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2273
<p>Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui tata laksana pemeliharaan tersebut sudah baik untuk dillaksanakan peternak. Materi yang di gunakan di penelitian ini adalah hewan ternak ayam kampung dan peternak ayam kampung. Metode penelitian ini adalah pengamatan terhadap sampel yang telah di teliti dengan teknik pengambilan sampel yang menggunakan metode <em>Purposive sampling</em> dengan kriteria peternak ayam kampung yang memiliki populasi ternak ayam kampung diatas 100 ekor, dan data yang telah di ambil dengan data primer yang dimana adalah hasil survey, observasi, dan wawancara langsung dengan informan maupun data sekunder yang dimana adalah informasi yang berasal dari suatu organisasi dan lembaga yang ada di daerah penelitian. Hasil dari penelitian ini ada 5 orang peternak ayam kampung dengan jumlah rata-rata peternak lebih memilih untuk beternak sebanyak 300 ekor ayam kampung. Bibit yang di ternakkan oleh peternak berasal dari Surabaya dan blitar. Dalam pemberian pakan peternak memberikan sebanyak 2x – 3x sehari ada juga peternak yang memberikan pakan secara adlibitium atau pakan tersedia setiap saat. Dan pemberian minum ada peternak yang memberikan secara manual dan ada yang menggunakan mesin otomatis. Pada perkandangan peternak berbagai macam sistem perkandangan ada yang menggunakan kandang litter dan ada juga kandang ren dan ada juga menggunakan kandang panggung. Pada kesehatan ternak, ada yang memberikan vaksin ada juga yang tidak memberikan vaksin pada ternaknya.</p>Gallusia Marhaeny Nur Isty, Khaeriah Ridwan, Nani Zurahmah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2273Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Kulit Pisang dan Ampas Tahu sebagai Pakan Alternatif Ternak Babi di Kelurahan Anday Distrik Manowari Selatan Papua Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2274
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan kulit pisang dan ampas tahu sebagai pakan aternatif ternak babi. Metode penelitian ini adalah kulitatif yang menghasilkan data deskriptif, metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah <em>Purposive sampling</em> dimana semua populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel, dengan tetap memperhatikan kriteria tertentu terhadap sampel yang akan diteliti maka penetapan sampel yang telah ditentukan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 33 Peternak. Adapun kriteria peternak yang akan dijadikan sampel pada penelitian ini yaitu peternak yang memiliki ternak babi minimal 5 ekor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan teknik pengumpulan data Obesvasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak lokal terhadap pakan fermentasi kulit pisang dan ampas tahu sebagai pakan alternatif ternak babi di Kelurahan anday menunjukan peningkatan pengetahuan. Peningkatan pengetahuan dari 33 orang responden yang mengikuti penyuluhan pada tes awal memperoleh 4,6 poin dikategorikan sedang dan 8,6 poin pada tes akhir dikategorikan tinggi atau mampu memahami materi yang disuluhkan dengan hasil evaluasi penyuluhan memperoleh kriteria dari sedang pada tes awal ( <em>Pre test</em>), menjadi kriteria tinggi pada tes akhir (<em>post test</em>). Sehingga terjadi peningkatan pengetahuan responden, hal ini karena materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan dan mudah dipahami peternak.</p>Gallusia Marhaeny Nur Isty, Genard Ari Christhofher Nainggolan, Nani Zurahmah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2274Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Jamu Ternak untuk Sapi Potong di Kampung Warmomi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2275
<p>Kondisi peternakan sapi potong di Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan populasi, karna pertambahan populasi tidak seimbang dengan kebutuhan nasional, sehingga terjadi impor sapi potong dan daging. Kesehatan sapi merupakan salah satu hal yang berpengaruh dalam keberhasilan usaha ternak sapi. Pembentukan daging dan serta produktivitas ternak dapat menurun akibat penyakit yang menyerang ternak, sehingga mengganggu penyerapan nutrisi. Tanaman tradisional dalam penggunaanya dapat ditemukan baik sebagai suplemen untuk pakan ternak, maupun sebagai bagian dari obat-obatan hewan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan peternak tentang jamu ternak untuk sapi potong di Kampung Warmomi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Hasil evaluasi penyuluhan berupa pretest dan postest dianalisis secara utuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pengetahuan seperti tingkatan umur, Pendidikan, dan Lama Usaha. Perolehan skor pada tes awal sebesar 166 point, dengan rata-rata 14,80 poin berada pada kategori cukup. Perolehan skor pada tes akhir sebesar point, dengan rata-rata 16,95 poin berada pada kategori baik.</p>Gallusia Marhaeny Nur Isty, Alfa Msiren, Nani Zurahmah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2275Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Dinamika Historis, Karakter Kualitatif dan Nilai Ekonomis Ayam Cemani: Strategi Konservasi Berbasis Pemanfaatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2276
<p>Ayam Cemani merupakan plasma nutfah endemik Indonesia yang berasal dari Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Ayam ini memiliki keunikan genetik berupa <em>fibromelanosis </em>(hiperpigentasi hitam) di seluruh jaringan tubuhnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi historis, karakter kualitatif dan hematologis sebagai penentu mutu (<em>grading), </em>dinamika populasi, serta nilai ekonomis dari ayam cemani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi karakteristik fisik serta analisis studi dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi historis yang bergeser dari unggas bersimbol mistis menjadi komoditas hobi eksotik. Klasifikasi mutu (grading) mulai diterapkan oleh masyarakat lokal (seperti di KTT Makukuhan Mandiri) secara bertahap dari tahun 1990-an hingga berhasil memfiksasi karakter hitam sempurna, termasuk pada bagian lidah, melalui seleksi intensif yang mencapai puncaknya pada kisaran tahun 2015. Dalam klasifikasi mutu komersial, tingkatan <em>grade</em> ditentukan oleh intensitas warna hitam pada lidah. Secara ekonomi, Ayam Cemani tidak hanya bernilai fantastis di pasar hobi, tetapi juga berpotensi besar sebagai pangan fungsional premium karena dagingnya kaya akan protein, mineral, dan agen antioksidan dari melanin. Dengan populasi nasional yang diestimasikan hanya berkisar 8.000–15.000 ekor. Meskipun dihadapkan pada kendala tingginya kematian anakan dan biaya pakan, motivasi ekonomi yang kuat berhasil melahirkan paradigma <em>conservation by utilization</em> (pelestarian melalui pemanfaatan) serta penguatan kelembagaan peternak menjadi pilar utama untuk menjaga kelestarian genetik.</p>Ade Syahrul Mubarak, Azhar Amir, Jhon Firison, Zubir Zubir, Ulvi Fitri Handayani, Fatma Aini Luberina
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2276Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Aplikasi Edible Coating Berbasis Bahan Alami terhadap Kualitas Fisik, Kimia, dan Mikrobiologi Daging Ayam: Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2277
<p>Daging ayam merupakan bahan pangan asal ternak yang memiliki kandungan protein tinggi, namun mudah mengalami kerusakan akibat kadar air yang tinggi dan aktivitas mikroorganisme selama penyimpanan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kualitas daging ayam adalah penggunaan edible coating berbasis bahan alami. Metode yang digunakan yaitu <em>literature review</em> dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah mengenai karakteristik gelatin ceker ayam, kandungan bioaktif daun kemangi, dan pengaruh aplikasinya pada daging ayam. Parameter yang dikaji meliputi kadar air, daya ikat air, pH, dan warna daging. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahwa gelatin menciptakan lapisan perlindungan yang mengurangi aliran uap air dan oksigen, sedangkan ekstrak daun kemangi mengandung senyawa fenolik dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Kombinasi kedua bahan tersebut mampu mempertahankan kadar air, menstabilkan pH, dan menghambat pertumbuhan mikroba. <em>Edible coating</em> berbasis gelatin ceker ayam dan daun kemangi berpotensi menjadi alternatif pengemas alami yang efektif dalam mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan daging ayam.</p>Gilang Surya Firdaus, Aulia Rizka Salsabila, Sigit Nurfazry, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2277Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Herbal sebagai Antibakteri dan Pengawet Alami pada Daging
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2278
<p>Upaya untuk mengawetkan daging ayam dapat dilakukan dengan pemakaian bahan pengawet. Bahan pengawet alami yang tidak membahayakan kesehatan lebih dianjurkan, salah satunya menggunakan tanaman herbal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan ekstrak tanaman herbal sebagai antibakteri dan pengawet alami pada daging ayam. Metode penelitian berupa kajian pustaka terhadap hasil eksperimen penggunaan ekstrak daun salam (0–25%), daun katuk (0–30%), dan daun pala (0–40%). Hasil analisis menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak herbal memberikan pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan terhadap kualitas daging. Aplikasi ekstrak daun salam konsentrasi tinggi mampu menunda pembusukan awal dan menghambat kerapuhan daging hingga hari ke-12 dibandingkan kontrol (hari ke-9). Peningkatan konsentrasi ekstrak daun salam (20%), daun katuk (30%), dan daun pala (40%) secara konsisten menekan total koloni bakteri. Ekstrak daun salam, daun katuk, dan daun pala efektif bertindak sebagai pengawet alami yang menghambat pembusukan dan menekan populasi bakteri melalui aktivitas sinergis senyawa fitokimia di dalamnya.</p>Alfin Fatah Muafa, Raihan Kamal Ramadhani, Zainur Maftuh Faris Isrofi, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2278Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Review: Perbandingan Kualitas Gelatin Berdasarkan Perbedaan Bahan Baku Limbah Peternakan dan Metode Ekstraksi
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2279
<p>Sektor peternakan di Indonesia menghasilkan limbah berupa ceker ayam, tulang sapi, dan kulit sapi dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut mengandung kolagen yang dapat diolah menjadi gelatin bernilai ekonomi tinggi sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk gelatin impor sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan bahan baku limbah peternakan serta metode ekstraksi terhadap karakteristik dan mutu gelatin yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode <em>literature review</em> dengan mengulas berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang membahas penggunaan ceker ayam, tulang sapi, serta kulit sapi sebagai bahan baku dalam pembuatan gelatin untuk industri pangan. Literatur yang dikaji difokuskan pada karakteristik bahan baku, metode ekstraksi, serta sifat fisikokimia gelatin yang dihasilkan. Data kemudian dibandingkan secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara jenis bahan baku, teknik ekstraksi, dan kualitas gelatin. Hasil kajian menunjukkan bahwa kulit sapi menghasilkan gelatin dengan kekuatan gel dan viskositas tinggi melalui ekstraksi asam; tulang sapi memberikan tingkat kemurnian dan rendemen yang baik melalui ekstraksi basa; ceker ayam memiliki kandungan kolagen tinggi dan menghasilkan gelatin dengan sifat fungsional yang baik melalui metode enzimatik maupun <em>Microwave-Assisted Extraction</em> (MAE). Kualitas gelatin dipengaruhi oleh jenis bahan baku, pH, suhu, waktu ekstraksi, serta metode pra perlakuan yang digunakan. Gelatin yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan pada industri pangan, farmasi, biomedis, dan kemasan pangan ramah lingkungan. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah peternakan sebagai bahan baku gelatin dengan metode ekstraksi yang tepat mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah.</p>Cinta Ayuningtias Rahman, Nazmi Siti Safrina Whidarta, Tsuraya Rhoudotul Zukhrufillah, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2279Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluasi Sifat Hedonik, Gumminess, dan Resilience pada Keju Susu Sapi dengan Fortifikasi Flaxseed (Minyak, Tepung, dan Ekstrak)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2280
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan <em>flaxseed</em> dalam berbagai bentuk pada tingkat 2% terhadap karakteristik sensoris dan profil tekstur berupa <em>gumminess</em> dan <em>resiliance</em> keju susu sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: P0 (kontrol tanpa <em>flaxseed</em>), P1 (minyak <em>flaxseed</em>), P2 (tepung <em>flaxseed</em>), dan P3 (ekstrak <em>flaxseed</em>). Parameter yang diamati meliputi uji sensoris dengan metode hedonik (tingkat kesukaan) untuk menilai warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan, serta uji tekstur fisik berupa <em>gumminess</em> dan <em>resilience</em> menggunakan <em>texture analyzer</em>. Hasil pengujian sensoris menunjukkan bahwa perbedaan bentuk <em>flaxseed</em> memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kesukaan panelis pada seluruh atribut. Penambahan minyak <em>flaxseed</em> (P1) merupakan perlakuan yang paling disukai setelah kontrol (P0), dengan skor penerimaan keseluruhan tertinggi di antara perlakuan <em>flaxseed</em> lainnya yakni 3,68. Sebaliknya, penggunaan tepung <em>flaxseed</em> (P2) mendapatkan skor terendah pada atribut warna (2,12), aroma (3,04), tekstur (2,36), rasa (2,76), dan penerimaan keseluruhan (2,60). Nilai yang rendah ini menunjukkan bahwa penambahan tepung <em>flaxseed</em> menjadikan keju paling tidak disukai oleh panelis. Sejalan dengan hasil uji kesukaan, evaluasi profil tekstur menunjukkan bahwa perlakuan P1 memiliki nilai <em>gumminess</em> (332,12) dan <em>resilience</em> (0,19) yang paling stabil dan sebanding dengan perlakuan kontrol. Di sisi lain, penambahan tepung <em>flaxseed</em> (P2) secara drastis menurunkan kekenyalan dan daya tahan struktur keju, dengan nilai <em>gumminess</em> (170,97) dan <em>resilience</em> (0,09) yang paling rendah. Kesimpulannya, penambahan <em>flaxseed</em> dalam bentuk minyak (P1) merupakan metode fortifikasi terbaik karena menghasilkan keju dengan tingkat kesukaan tertinggi oleh panelis sekaligus mampu mempertahankan integritas fisik dan tekstur keju secara optimal.</p>Asmaradika Cahya Tirta, Triana Setyawardani, Juni Sumarmono
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2280Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua di Kabupaten Manokwari oleh Pemerintah Melalui Usaha Peternakan Ayam Petelur (Studi Kasus Pada ASPATER-ASAP)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2281
<p>Papua Barat, sebagai salah satu provinsi di Indonesia, memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Masyarakat asli Papua, yang bergantung pada sektor-sektor ini, telah menjalankan praktik bertani dan beternak. Di Kabupaten Manokwari, usaha peternakan ayam petelur menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemberdayaan masyarakat asli Papua melalui usaha peternakan ayam petelur, dengan fokus pada peternak yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Anak Asli Papua (ASPATER-ASAP). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi pemberdayaan yang telah diimplementasikan, yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan kelompok, pemupukan modal masyarakat, pengembangan usaha produktif, dan penyediaan informasi tepat guna. Namun, keberhasilan strategi tersebut masih terhambat oleh keterbatasan tenaga teknis dan anggaran. Oleh karena itu, disarankan agar pengembangan sumber daya manusia lebih diintensifkan melalui pelatihan teknis yang terstruktur dan berkala, untuk meningkatkan kapasitas peternak dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan di daerah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pengurus ASPATER-ASAP dalam meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat asli Papua dalam usaha peternakan ayam petelur.</p>Selpiah Selpiah, Maria Herawati, Susan Carolina Labatar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2281Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Potensi Bahan Alami Berbasis Tanaman Lokal terhadap Aktivitas Antioksidan, pH, dan Profil Warna Olahan Daging: Tinjauan Literatur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2282
<p>Kerusakan oksidatif dan penurunan mutu pada produk olahan daging seperti dendeng, bakso, sosis, dan siomay menjadi kendala utama dalam mempertahankan masa simpan. Penggunaan bahan tambahan alami kini menjadi alternatif potensial untuk menggantikan pengawet sintetis yang berisiko bagi kesehatan. Artikel review ini bertujuan menganalisis potensi berbagai ekstrak tanaman nabati lokal dalam mempertahankan kualitas fisikokimia, dengan fokus mendalam pada aktivitas antioksidan, stabilitas nilai pH, dan perubahan warna produk daging. Metode penelitian yang digunakan adalah penelusuran melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate. Dari total 25 artikel relevan yang diidentifikasi pada pencarian awal, dilakukan seleksi berdasarkan kesesuaian topik hingga diperoleh 5 artikel literatur utama yang ditinjau secara mendalam. Parameter evaluasi berfokus pada kapasitas antioksidan, derajat keasaman (pH), serta karakteristik mutu warna produk. Hasil review menunjukkan bahwa penambahan bahan nabati lokal—seperti ekstrak daun kemangi, buah pisang barangan, serbuk pegagan, ekstrak daun salam (EEDS), dan tepung daun kelor secara signifikan mampu meningkatkan kapasitas antioksidan dan menekan kerusakan oksidatif. Ekstrak kemangi mampu memodulasi nilai pH menjadi stabil (5,67–5,90), sedangkan EEDS 1500 ppm menunjukkan aktivitas penangkapan radikal (75,68%) yang lebih kuat dari BHT. Penambahan bahan alami ini mengubah visual olahan daging menjadi kecoklatan akibat senyawa tanin atau kehijauan karena klorofil alami, yang berpotensi menurunkan akseptabilitas sensoris jika dosisnya berlebihan. Kesimpulannya, pemanfaatan bahan alami lokal sangat efektif sebagai pengawet fungsional yang mampu mempertahankan mutu fisikokimia dan stabilitas pH pada olahan daging.</p>Amanda Ainan Salsabila, Hafiz Nugraha, Arga Mandala Putra Ferdiawan, Irfan Fadhlurrohman
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2282Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Research Note: Eksplorasi Senyawa Bioaktif Edible film Berbasis Whey Keju Terfortifikasi Teh Hitam Orthodox untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2283
<p><em>Whey</em> keju merupakan hasil samping industri pengolahan susu yang masih mengandung berbagai komponen bernilai fungsional, namun pemanfaatannya sebagai bahan baku <em>edible film</em> masih terbatas. Fortifikasi teh hitam <em>orthodox</em> berpotensi meningkatkan kandungan senyawa bioaktif sehingga menghasilkan kemasan pangan yang lebih fungsional dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil senyawa bioaktif pada <em>edible film</em> berbasis <em>whey</em> keju terfortifikasi teh hitam <em>orthodox</em> sebagai upaya mendukung <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs), khususnya melalui pemanfaatan limbah pangan dan pengembangan kemasan yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan uji deskriptif semi-kuantitatif dengan menganalisis berbagai temuan studi pustaka serta hasil kajian profil senyawa bioaktif secara instrumental. Data disajikan secara deskriptif berdasarkan jenis senyawa, dan potensi aktivitas biologis yang ditelusuri melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>edible film</em> mengandung berbagai kelompok senyawa bioaktif, meliputi fenolik, asam lemak, ester, dan alkohol yang berpotensi berperan sebagai antioksidan, antimikroba, serta komponen fungsional dalam sistem kemasan pangan. Kehadiran senyawa-senyawa tersebut mengindikasikan bahwa fortifikasi teh hitam <em>orthodox</em> mampu memperkaya profil bioaktif <em>edible film</em> berbasis <em>whey</em> keju. Temuan ini memberikan informasi awal mengenai potensi pemanfaatan <em>whey</em> keju sebagai bahan baku bernilai tambah melalui pengembangan <em>edible film</em> fungsional. Penelitian ini berkontribusi terhadap implementasi ekonomi sirkular dan mendukung pencapaian SDGs, terutama konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta inovasi pada teknologi kemasan pangan berkelanjutan (SDG 9).</p>Irfan Fadhlurrohman, Meyta Pratiwi, Ari Dwi Nurasih, Hasan Muhammad Yusuf
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2283Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengembangan Horse Welfare Index for Horseback Archery (HWI-HA) untuk Evaluasi Kesejahteraan Kuda pada Usaha Berkuda Memanah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2284
<p>Perkembangan usaha berkuda memanah (<em>horseback archery</em>) di Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan sistem penilaian kesejahteraan kuda yang spesifik terhadap karakteristik olahraga tersebut. Hingga saat ini, belum tersedia instrumen komprehensif yang mengevaluasi kesejahteraan kuda pada aktivitas berkuda memanah dengan mempertimbangkan aspek nutrisi, lingkungan, kesehatan, perilaku, beban kerja, serta interaksi manusia dan kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan <strong>Horse Welfare Index for Horseback Archery (HWI-HA)</strong> sebagai instrumen penilaian kesejahteraan kuda pada usaha berkuda memanah di Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi terhadap seluruh kuda yang digunakan dalam kegiatan berkuda memanah. HWI-HA dikembangkan berdasarkan enam dimensi utama, yaitu nutrisi, lingkungan dan kandang, kesehatan, perilaku alami, pelatihan dan beban kerja, serta interaksi manusia–kuda yang terdiri atas 36 indikator dengan sistem pembobotan untuk menghasilkan nilai indeks kesejahteraan secara komprehensif. Hasil penilaian menunjukkan bahwa nilai HWI-HA usaha berkuda memanah di Kabupaten Gowa berada pada kategori <strong><em>Good Welfare</em></strong>, yang menunjukkan bahwa kebutuhan dasar kuda, manajemen kesehatan, kondisi kandang, serta hubungan antara kuda dan pengelola telah diterapkan dengan baik. Meskipun demikian, aspek perilaku alami dan pengelolaan beban kerja masih memerlukan peningkatan, terutama dalam penyediaan waktu penggembalaan, pengayaan lingkungan, pengaturan rasio kerja–istirahat, serta pemantauan stres fisiologis selama latihan. HWI-HA terbukti mampu memberikan penilaian yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan kesejahteraan konvensional karena mengintegrasikan aspek kesejahteraan hewan dengan karakteristik olahraga berkuda memanah. Indeks ini berpotensi menjadi instrumen standar dalam evaluasi, monitoring, dan pengembangan usaha berkuda memanah yang berkelanjutan serta mendukung penyusunan pedoman kesejahteraan kuda olahraga di Indonesia.</p>Ayu Lestari, Andi Aprillia Salsa Zakia, Handayani Indah Susanti, Muhammad Basir Paly, Andi Mustika Abidin
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2284Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluasi Peningkatan Protein Kasar dan Total Digestible Nutrient (TDN) dalam Penggunaan Level EM4 dan Molases yang Berbeda pada Silase Limbah Padat Seraiwangi sebagai Pakan Ruminansia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2285
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan protein kasar dan Total Digestible Nutrien (TDN) pada silase limbah padat penyulingan seraiwangi dengan penggunaan level EM4 dan molases yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 1% (P1); Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 2% (P2); Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 3% (P3) dan Silase limbah seraiwangi dengan perbandingan EM4 dan molases 4% (P4). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali. Parameter yang diuji adalah peningkatan protein kasar dan TDN yang dihitung dengan cara mencari selisih antara data yang diperoleh dengan kandungan protein kasar dan TDN limbah seraiwangi tanpa perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dihitung dan dianalisis menggunakan analisis variance (anova) yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level penggunaan EM4 dan molases sampai 4% memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap peningkatan protein kasar dan TDN dengan rataan peningkatan masing-masing adalah (18,13±7,36)% dan (9,40±5,32)%. Dengan demikian, perlu penelitian yang lebih lanjut dengan penggunaan level EM4 dan molases di atas 4% untuk melihat perbedaan yang signifikan.</p>Solehudin Solehudin, Ade Syahrul Mubarak, Ardiva Yusuf R, Nandiyya Maulana M, Mega Royani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2285Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peran Hukum dalam Menanggulangi Penyebaran PMK: Tanggung Jawab dan Sanksi bagi Peternak
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2286
<p>Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK adalah penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah dan menimbulkan dampak serius dalam sektor peternakan di Indonesia. Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat yang sepenuhnya efektif untuk pencegahan dan pengobatan PMK, sehingga wabah ini menyebabkan kerugian ekonomi, gangguan ketahanan pangan, dan penurunan konsumsi produk peternakan akibat kepanikan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum dalam menanggulangi penyebaran PMK serta mengkaji urgensi dan efektivitas sanksi terhadap peternak yang lalai dalam pengendalian penyakit. Bahan dan metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan putusan pengadilan terkait PMK. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif peternak wajib menerapkan prinsip biosekuriti, melaporkan setiap dugaan kasus PMK, mengisolasi ternak yang sakit, dan tidak memperjualbelikan ternak yang tertular. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat dikenai sanksi pidana dan sanksi administratif sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, penegakan hukum di lapangan belum optimal karena pengawasan yang minim, tingkat pemahaman hukum peternak yang rendah, serta koordinasi yang belum maksimal antara pemerintah daerah, dinas peternakan, dan dokter hewan. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya kepatuhan dan meluasnya penyebaran PMK. Kesimpulannya, diperlukan penegakan hukum yang tegas dan konsisten disertai edukasi hukum kepada peternak agar sanksi memberikan efek jera, kepatuhan meningkat, dan penyebaran PMK dapat ditanggulangi secara maksimal di Indonesia.</p>Ranti Fortuna Pertiwi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2286Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Review Metode Pengolahan Modern dan Tradisional Pengaruhnya terhadap Karakteristik Fungsional Greek Yogurt
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2287
<p>Greek yogurt merupakan produk susu fermentasi dengan kandungan protein tinggi, tekstur kental, serta karakteristik fungsional yang dipengaruhi oleh metode pengolahannya. Seiring berkembangnya teknologi, proses produksi Greek yogurt tidak lagi terbatas pada metode penyaringan tradisional (<em>traditional straining</em>), tetapi juga memanfaatkan sentrifugasi dan teknologi membran, khususnya ultrafiltrasi. Meskipun berbagai penelitian telah melaporkan keunggulan masing-masing metode, kajian yang membandingkan secara komprehensif pengaruh ketiga metode tersebut terhadap karakteristik fungsional Greek yogurt masih terbatas. Artikel review ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh metode penyaringan tradisional, sentrifugasi, dan teknologi membran terhadap karakteristik fisikokimia, fisik, reologi, viabilitas bakteri asam laktat, dan karakteristik sensoris Greek yogurt. Literatur diperoleh dari berbagai basis data ilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dan dipilih berdasarkan relevansi dengan topik kajian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa metode penyaringan tradisional mampu menghasilkan karakteristik sensori yang autentik, namun memiliki kelemahan berupa waktu proses yang lebih lama, rendemen rendah, dan menghasilkan limbah <em>acid whey</em> dalam jumlah besar. Metode sentrifugasi meningkatkan efisiensi proses dan menghasilkan mutu produk yang lebih seragam, sedangkan teknologi membran, terutama ultrafiltrasi, memberikan retensi protein yang lebih tinggi, meningkatkan total padatan, <em>water holding capacity</em>, stabilitas tekstur, serta menurunkan sineresis. Secara keseluruhan, teknologi membran menunjukkan potensi paling besar untuk produksi Greek yogurt skala industri, sedangkan metode tradisional tetap relevan untuk menghasilkan karakteristik produk yang autentik. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan studi komparatif terstandarisasi yang mengintegrasikan aspek kualitas produk, efisiensi proses, dan keberlanjutan lingkungan.</p>Dwi Agustina, Triana Setyawardani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2287Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Pendapatan Usaha Ayam Petelur Milik Orang Asli Papua di Kabupaten Manokwari (Studi Kasus Pada Aspater-Asap)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2288
<p>Konsumsi telur ayam di Kabupaten Manokwari pada tahun 2022 rata-rata mencapai 1.665 kg per kapita per tahun dan turun menjadi 1.412 kg per kapita per tahun pada tahun 2023. Hal ini membuktikan bahwa usaha peternakan ayam petelur memiliki prospek yang luas untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi banyak masyarakat. Asosiasi Peternak Ayam Petelur Anak Asli Papua (Aspater-Asap) adalah asosiasi yang dapat memperkuat kinerja usaha peternakan ayam petelur sehingga dapat merasakan manfaat dari adanya asosiasi ini. Tujuan penelitian : (1) Mengetahui berapa pendapatan usaha ayam petelur milik orang asli Papua di Kabupaten Manokwari, (2) Mengetahui <em>Break Even Point</em> (BEP) dan RC ratio usaha ayam petelur milik orang asli Papua di kabupaten Manokwari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juni di peternak yang bergabung dalam asosiasi peternakan ayam petelur anak asli papua di kabupaten Manokwari (Aspater-Asap). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, <em>break event point, R/C ratio. </em>Hasil penelitian diperoleh : (1) Pendapatan yang diterima oleh peternak ayam petelur anggota Aspater-Asap Kabupaten Manokwari sebesar Rp.212.857.857 (pemeliharaan dari DOC) dan Rp.195.378.758 (pemeliharaan dari pullet). (2) Analisis usaha peternakan ayam petelur anggota Aspater-Asap Kabupaten Manokwari pada pemeliharaan dari DOC dan pemeliharaan dari Pullet ditinjau dari RC<em> Ratio</em> yaitu sebesar 1,76 dan 1,69. Nilai BEP harga telur utuh Rp.1.500 per butir pada pemeliharaan dari DOC, pada pemeliharaan dari pullet nilai BEP harga telur utuh Rp.1.550 per butir. Sementara break even point hasil telur utuh peternakan ayam petelur pada pemeliharaan DOC sebanyak 15.581 butir dan pemeliharaan pullet sebanyak 39.028 butir.</p>Susan Carolina Labatar, Maria Herawati, Yulius Hoken Lewuk
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2288Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Tingkat Pengetahuan Peternak Melalui Penyuluhan Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Silase Tebon Jagung
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2289
<p>Penyuluhan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan peternak agar mampu mengadopsi inovasi teknologi di bidang peternakan. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan tambahan dalam pembuatan silase tebon jagung guna mendukung penyediaan pakan ternak yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan peternak mengenai pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan tambahan pembuatan silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan di Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari pada bulan April–Juni 2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 20 orang peternak yang dipilih secara purposive sampling. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media PowerPoint dan pamflet. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan analisis efektivitas penyuluhan (EP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan peternak meningkat dari 34 pada pre-test menjadi 78 pada post-test, sehingga terjadi peningkatan sebesar 44 poin setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Nilai efektivitas penyuluhan sebesar 66,66% termasuk dalam kategori cukup efektif, yang menunjukkan bahwa materi, metode, dan media penyuluhan mampu meningkatkan pemahaman peternak mengenai pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan tambahan pembuatan silase tebon jagung. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan peternak mengenai pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan tambahan pembuatan silase tebon jagung dan termasuk dalam kategori cukup efektif.</p>Alsiranti Torro, Nurtania Sudarmi, Susan Carolina Labatar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2289Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Kualitas Mineral dan Aktivitas Antioksidan Telur Ayam KUB dengan Penambahan Jus Rujak Buah Segar Pada Air Minum
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2290
<p>Penelitian penambahan jus rujak buah segar dalam air minum ayam, dengan perlakuan penambahan (0; 5; 10; 15; 20%). Menggunakan RAL dengan uji lanjut Duncan. Parameter yang diamati yaitu: kandungan mineral fosfor, ferum dan aktivitas antioksidan telur ayam KUB. Hasil peneliti berpengaruh sangat nyata (P<0.01) meningkatkan kandungan mineral Fosfor, Ferum dan aktivitas antioksidan telur ayam. Jus rujak memberikan nilai tambah ekonomis terhadap kesehatan produk peternakan, sehingga dihasilkan kandungan nutrisi telur yang lebih sehat. Kesimpulan: penambahan jus rujak buah segar dalam air minum ayam meningkatkan kandungan mineral Fosfor, Ferum dan aktivitas antioksidan telur ayam KUB. yang lebih sehat untuk masyarakat, ibu hamil, anak dalam masa pertumbuhan untuk kehidupan yang lebih baik.</p>Sugiarto Sugiarto, Nuun Marfuah, Aynan Hismafanti Gunawan
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2290Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengetahuan Peternak tentang Pembibitan Sapi Potong yang Baik di Kampung Sotea Distrik Warmare Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2291
<p>Pengetahuan peternak tentang pembibitan sapi potong yang baik di kampung Sotea Distrik Warmare Kabupan Manokwari Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak dan melaksanakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang pembibitan ternak sapi potong di Kampung Sotea. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode pendekatan kelompok dan individu. Teknik yang digunakan ceramah, diskusi dan anjangsana dengan mengunakan media leaflet. Sasaran penyuluhan adalah 30 peternak. Evaluasi pelaksanaan penyuluhan dilakukan melalui tes awal (PreTest) dan tes akhir (Post Test). Kategori tingkat pengetahuan terdiri atas rendah (10-40), sedang (>40 - 70), tinggi (>70 - 100). Pelaksanaan penelitian ini memperoleh hasil tes awal rerata 25,6 dan tes akhir rerata 83,8 setelah pelaksanaan penyuluhan. Penyuluhan tentang pembibitan sapi potong telah dilakukan dan telah meningkatkan pengetahuan peternak. Peningkatan pengetahuan ini terjadi karena adanya penyuluhan mengakibatkan peternak menjadi tau akan informasi yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan peternak tentang Pembibitan Sapi Potong Yang Baik di kampung Sotea ada pada kategori rendah dan mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi setelah pelaksanaan penyuluhan.</p>Sisilia Tamayop, Oeng Anwarudin, Hotmauli Febriana Pardosi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2291Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Respon Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) pada Variasi Komposisi Media Tanam
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2292
<p>Cabai merah keriting (<em>Capsicum </em><em>annum </em>L.) termasuk produk hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga banyak dibudidayakan, namun produksi cabai merah keriting di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu penggunaan varietas unggul serta media tanaman dari kombinasi tanah, arang sekam dan pupuk kandang sapi mampu mencukupi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil serta komposisi media tanam yang terbaik untuk cabai merah keriting. Bahan yang digunakan meliputi benih cabai merah keriting tangguh F1, air, pupuk NPK dan media tanam tanah, sekam dan pupuk kandang sapi. Percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga unit perlakuan berjumlah sebanyak 28 buah. Setiap ulangan terdiri atas 4 tanaman cabai, sehingga didapatkan 112 unit tanaman percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf kepercayaan 5%. Data yang menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai merah keriting pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang produktif serta bobot buah pertanaman. Perlakuan terbaik pada fase vegetatif ditunjukan oleh media M4 pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang, serta M6 pada variabel jumlah daun. Pada fase generatif media terbaik terlihat pada M4 yang meningkatkan jumlah cabang produktif, M6 pada variabel bobot buah.</p>Deviana Pratiwi, Rifqi Adisonda, Gita Anggraeni
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2292Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis melalui Pengendalian Gulma dengan Berbagai Dosis Mulsa Organik Serasah Daun Bambu (Bambusa sp.) dan Babadotan (Ageratum conyzoides)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2293
<p>Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang tumbuh secara spontan pada lahan budidaya dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama melalui kompetisi dalam memanfaatkan sumber daya penting, terutama unsur hara dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa yang tepat dalam mengendalikan gulma serta meningkatkan pertumbuhan serta hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gunung Leuser, Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada bulan September hingga November 2025. Bahan yang digunakan meliputi benih jagung manis, mulsa serasah daun bambu, dan mulsa gulma babadotan. Alat yang digunakan antara lain cangkul, parang, meteran atau mistar, timbangan analitik, kuadrat pengamatan, karung, serta alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas enam kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Faktor pertama adalah jenis mulsa, yaitu J1 = mulsa serasah daun bambu dan J2 = mulsa babadotan. Faktor kedua adalah dosis mulsa, yaitu D0 = 0, D1 = 2, dan D2 = 4 kg m⁻¹. Aplikasi mulsa organik dilakukan pada saat penanaman. Parameter yang diamati meliputi persentase pengendalian dan jumlah spesies gulma, tinggi tanaman, diameter dan panjang tongkol serta bobot biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis mulsa organik tidak berpengaruh seluruh parameter. Dosis mulsa organik 2 kg m<em><sup>-1</sup></em> sudah dapat meningkatkan persentase pengendalian gulma 20 dan 30 HST, serta menurunkan jumlah spesies gulma 10 dan 20 HST, meningkatkan tinggi tanaman jagung manis 40 HST. Terdapat interaksi mulsa organik daun bambu pada dosis 4 kg m<em><sup>-1</sup></em> dapat meningkatkan tinggi tanaman jagung manis umur 20 HST.</p>Imam Suranta Pinem, Aldi Susanto, Rena Fara Mitha, Yahdi Husni, Sakinah Chairani, Miftahul Jannah, Sandi Maka Tarigan, Abel Togu Ibotona Sihombing, Anuar Ramut
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2293Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Penerapan Mulsa Organik Serasah Daun Bambu dan Babadotan Berbagai Dosis Untuk Mengendalikan Gulma Tanaman Jagung Manis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2294
<p>Penerapan mulsa organik merupakan salah satu alternatif yang ramah lingkungan dalam pengendalian gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa organik serasah daun bambu dan babadotan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gunung Leuser pada bulan September hingga November 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (J1 = serasah daun bambu; J2 = serasah daun bambu dan serasah babadotan) dan dosis mulsa (D0 = 0; D1 = 2; D2 = 4 kg m⁻¹). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis mulsa babadotan menurunkan bobot basah gulma 40 HST. Sedangkan dosis mulsa organik 2 kg m<em><sup>-1</sup></em> sudah dapat menurunkan persentase penutupan 10 HST, jumlah populasi gulma 10, 20 dan 40 HST. Secara mandiri maupun interaksi jenis dan dosis mulsa organik bserasah daun bambu dan babadotan belum meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.</p>Aida Yanti, Self Apriani, Ardiansyah Ardiansyah, Karina Karina, Nurul Mahgfirah, Muhammad Hazim, Cristian Brian Robert, M Kadri, Anuar Ramut
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2294Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Karakteristik Simplisia Kering Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Hasil Pengeringan Konveksi dan Pengeringan Gelombang Mikro Berjeda
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2295
<p>Bunga kecombrang (<em>Etlingera elatior</em>) memiliki potensi besar sebagai bahan baku minuman herbal dan fitofarmaka karena kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan antosianin sebagai aktivitas antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik simplisia bunga kecombrang hasil pengeringan konveksi menggunakan pengeringan konveksi dan pengeringan gelombang mikro berjeda (<em>Intermittent Microwave Drying</em>/IMD) guna memberikan rekomendasi teknik pengeringan terbaik. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium deskriptif melalui pengeringan konveksi (suhu 55–60°C selama 7 jam) serta pengeringan IMD (daya 400 W, siklus 1 menit <em>on</em> dan 1 menit <em>off</em> selama 36 menit). Hasil penelitian menunjukkan rendemen IMD (11,95%) sedikit lebih tinggi dibanding metode pengeringan konveksi (11,28%), dengan kadar air akhir metode IMD lebih rendah (4,36%) dibandingkan food dehydrator (5,35%), di mana kedua perlakuan tersebut telah berhasil memenuhi standar mutu simplisia kering yaitu di bawah atau sama dengan 8%. Analisis warna instrumen mengategorikan kedua produk pada warna merah <em>(Red)</em>, namun pengeringan gelombang mikro berjeda menghasilkan nilai densitas kamba yang lebih tinggi (0,18–0,19 g/mL) dan tampilan visual yang jauh lebih menarik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengeringan gelombang mikro berjeda daya 400 W merupakan teknik terbaik yang sangat efisien dalam waktu pengeringan serta mampu mempertahankan karakteristik fisik simplisia bunga kecombrang secara optimal.</p>Asri Widyasanti, Hanayra Puspa Kirana
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2295Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Prototipe Mesin Ekstraksi Pati Singkong Tipe Vertical Stirrer Rotary Blade bertenaga Motor Listrik
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2296
<p>Singkong merupakan salah satu komoditas pangan utama di wilayah tropis dan menempati urutan ketiga sebagai sumber karbohidrat setelah padi dan jagung. Selain sebagai pangan pokok pengganti beras, singkong juga dapat diolah menjadi beranekaragam makanan dan menjadi pati singkong (<em>cassava flour</em>) yang dimanfaatkan pada berbagai industry. Salah satu tahapan penting dalam proses pengolahan pati singkong (tapioka) adalah ekstraksi pati atau pemisahan pati dari komponen lainnya setelah terlebih dahulu dihancurkan menggunakan mesin pemarut. Tujuan penelitian ini adalah merancangbangun dan menguji kinerja prototype mesin ekstraksi pati singkong tipe vertical <em>stirrer rotary blade</em> bertenaga motor listrik. Pengujian kinerja dilakukan pada 3 tingkat kecepatan putar bilah pengaduk yaitu (a) 75 RPM, (b) 95 RPM dan (c) 119 RPM. Evaluasi kinerja mesin dilakukan dengan mengukur (a) kapasitas ekstraksi, (b) rendemen pati, dan (c) kehilangan pati pada ampas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototype mesin berfungsi baik dengan kinerja yang baik. Kinerja tertinggi diperoleh pada perlakuan kecepatan putar pengaduk 95 rpm. Pada perlakuan tersebut kinerja mesin (a) kapasitas ekstraksi 161,70 kg/jam. (b) rendemen pati 32,42% dan (c) kehilangan pati pada ampas 2,34%.</p>Darma Darma, Desi N Edoway, Ayu Nursanty Kasongat
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2296Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Pasar untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan Lokal
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2297
<p>Limbah pasar berupa sisa sayuran dan buah masih menjadi persoalan lingkungan karena volumenya tinggi, mudah membusuk, dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan organik. Pengolahan limbah tersebut menjadi pupuk organik cair dapat menjadi inovasi sederhana untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pupuk organik cair berbasis limbah pasar serta mengevaluasi karakteristik fermentasi dan pengaruh awalnya terhadap pertumbuhan tanaman sayuran. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen deskriptif dengan bahan utama limbah sayuran dan buah, molase, EM4, dan air. Proses pembuatan dilakukan melalui pencacahan bahan, pencampuran larutan aktivator, fermentasi anaerob selama 14 hari, penyaringan, dan pengamatan mutu fisik pupuk. Uji aplikasi dilakukan pada tanaman sawi dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pupuk organik cair, 10 ml/liter, 20 ml/liter, dan 30 ml/liter air. Parameter yang diamati meliputi rendemen pupuk, pH, warna, aroma, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 kg limbah pasar menghasilkan 7 liter pupuk organik cair dengan rendemen 70%. Pupuk yang dihasilkan berwarna cokelat kehitaman, beraroma fermentasi, dan memiliki pH 4,6. Perlakuan 20 ml/liter memberikan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar lebih tinggi dibandingkan kontrol pada akhir pengamatan selama empat minggu. Inovasi pupuk organik cair berbasis limbah pasar berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk mengurangi limbah organik dan memperkuat produksi pangan lokal secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.</p>Tampe Tuah Malem Ginting, Surya Sevi Wijayanna Lumban Tobing
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2297Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Pembangunan Lanskap Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan di Geopark Kebumen melalui Pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2298
<p>Kawasan Geopark Kebumen Karangsambung-Karangbolong menyimpan potensi lanskap pertanian dan kehutanan yang substansial, namun sintesis ilmiah lintas sektoral di wilayah ini masih sangat terbatas. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi potensi, hambatan struktural, dan strategi pembangunan lanskap pertanian-kehutanan berkelanjutan di Kabupaten Kebumen melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus menggunakan kueri Boolean terstruktur, menghasilkan 30 artikel final setelah proses seleksi berlapis. Sintesis tematik naratif mengungkap empat tema utama: diversifikasi komoditas pertanian dan keunggulan sapi Peranakan Ongole, sistem hutan rakyat berbasis koperasi Kostajasa, kerentanan iklim dan tekanan ekologis pesisir, serta fragmentasi tata kelola kelembagaan. Hambatan struktural yang teridentifikasi bersifat multidimensi dan saling memperkuat, mencakup fragmentasi lahan, keterbatasan akses pasar, dan lemahnya kapasitas BUMDes. Kajian ini merumuskan lima strategi kebijakan, termasuk penguatan agroforestri, pengembangan geo-products, dan pembentukan forum tata kelola multipihak. Temuan ini menyediakan dasar ilmiah bagi perencanaan pembangunan wilayah Kebumen yang lebih integratif dan berbasis bukti.</p>Fikri Danang Himawan, Ikhsan Adi Pratama, Calistya Tresnaning Tyas
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2298Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900SmartHydro Doctor: Smart System Berbasis Web untuk Analisis dan Deteksi Penyakit Tanaman Hidroponik (Bayam dan Kangkung) Menggunakan Pendekatan Bayesian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2299
<p>Hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman modern yang banyak diterapkan karena mampu memanfaatkan air, nutrisi, dan lahan secara lebih efisien. Namun, budidaya hidroponik bayam dan kangkung masih menghadapi kendala berupa gangguan nutrisi, ketidaksesuaian pH, perubahan EC/TDS, gangguan akar, serta masalah sirkulasi air yang sering sulit dikenali secara cepat oleh pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan SmartHydro Doctor sebagai sistem pakar berbasis web untuk membantu analisis dan deteksi awal masalah pada tanaman hidroponik bayam dan kangkung menggunakan pendekatan Bayesian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif terapan dengan pendekatan pengembangan sistem. Data yang digunakan terdiri atas data tanaman, data gejala, data masalah, nilai prior probability, relasi gejala terhadap masalah, bobot probabilitas, serta rekomendasi penanganan. Sistem dikembangkan menggunakan PHP, MySQL, HTML, CSS, dan Bootstrap, kemudian diuji melalui beberapa skenario kombinasi gejala. Proses diagnosis dilakukan dengan menghitung kemungkinan masalah berdasarkan gejala yang dipilih pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan informasi hidroponik, menerima input tanaman dan gejala, menghasilkan diagnosis utama, ranking kemungkinan masalah, serta rekomendasi penanganan. Pengujian menunjukkan hasil diagnosis Kekurangan Nitrogen sebesar 98,96%, Kekurangan Fosfor 100,00%, Kekurangan Kalsium/Tip Burn 97,92%, pH Larutan Tidak Sesuai 99,98%, dan EC/Nutrisi Terlalu Rendah 98,84%. Pada gejala bervariasi, sistem menampilkan pH Larutan Tidak Sesuai sebesar 40,93% sebagai diagnosis utama. Dengan demikian, SmartHydro Doctor dapat menjadi media bantu diagnosis awal yang praktis, edukatif, dan mudah diakses oleh pengguna hidroponik.</p>Siti Julianita Siregar, Ameilia Zuliyanti Siregar, Syarifah Fadillah Rezky, Meri Sri Wahyuni, Muhammad Syahril
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2299Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Sawah Digital Nusantara, AI, IoT: Revolusi Agroteknologi untuk Ketahanan Pangan Berbasis Lokal
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2300
<p>Krisis pangan global, perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian telah menjadi tantangan besar bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam bidang pertanian menawarkan solusi transformasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal. Penelitian ini mengeksplorasi konsep “Sawah Digital Nusantara,” yaitu kerangka pertanian digital yang menggabungkan sistem smart farming, analitik berbasis AI, dan pemantauan berbasis IoT untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian padi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung kajian literatur dan analisis komparatif, penelitian ini mengkaji bagaimana agroteknologi digital dapat memberdayakan petani lokal sekaligus mempertahankan kearifan pertanian tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI dan IoT mampu mengoptimalkan sistem irigasi, memprediksi serangan hama, memantau kesuburan tanah, serta mendukung pengambilan keputusan pertanian berbasis data. Selain itu, implementasi pertanian cerdas berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen, penurunan biaya produksi, dan penguatan ketahanan terhadap ketidakpastian iklim. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah, literasi digital, pembangunan infrastruktur, serta ekosistem kolaboratif antara akademisi, industri, dan masyarakat lokal. Pada akhirnya, Sawah Digital Nusantara merepresentasikan strategi inovatif untuk mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat tani Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing pertanian nasional di era Society 5.0.</p>Fitria Nisail Laily, Aditya Halindra Faridzky, Aldwin Hafidz Harsandy
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2300Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Karakteristik Fisik Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan terhadap Pertumbuhan Awal Vigna radiata L.
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2301
<p>Karakteristik fisik tanah merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Perbedaan tipe penggunaan dapat menyebabkan perubahan sifat fisik tanah yang berpengaruh terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik tanah pada beberapa tipe penggunaan serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan awal kacang hijau (<em>Vigna radiata</em> L.). Penelitian dilakukan selama dua bulan di laboratorium terpadu menggunakan sampel tanah dari empat tipe penggunaan, yaitu lahan terbuka terganggu, gambut, kebun sawit, dan padang penggembalaan. Parameter tanah yang diamati meliputi pH, tekstur, bulk density, porositas, dan laju infiltrasi. Uji perkecambahan dilakukan menggunakan metode tray system dengan parameter pengamatan berupa persentase benih tumbuh, panjang kecambah, dan panjang akar pada hari ketujuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik fisik antar tipe penggunaan yang mempengaruhi pertumbuhan awal tanaman. Tanah gambut memiliki porositas tertinggi (83,02±1,13%) dengan kondisi kelembaban tinggi, namun menunjukkan panjang akar terendah (4,65±2,48 cm). Lahan terbuka terganggu memiliki bulk density sebesar 1,32±0,04 g/cm³ dengan kondisi tanah relatif kering dan berbatu sehingga menghasilkan pertumbuhan akar lebih panjang (8,54±3,21 cm), meskipun daya tumbuh benih lebih rendah (83,33%). Tanah kebun sawit dan padang penggembalaan menunjukkan daya tumbuh benih mencapai 100% dengan kondisi fisik tanah yang relatif lebih stabil. Berdasarkan hasil penelitian, tanah kebun sawit menunjukkan karakteristik fisik yang paling mendukung pertumbuhan awal <em>Vigna radiata</em> L. karena memiliki keseimbangan antara ketersediaan air dan aerasi tanah.</p>Ana Fitria, Desima Natalia Harianja
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2301Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Skrining Primer SSR Terkait Ketahanan Tungro pada Tetua Persilangan Padi Adaptif Lahan Rawa
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2302
<p>Perakitan varietas padi yang adaptif terhadap cekaman biotik dan abiotik merupakan strategi utama dalam optimalisasi pemanfaatan lahan rawa. Penggunaan marka molekuler dalam program pemuliaan padi dapat meningkatkan efisiensi seleksi dan verifikasi hasil persilangan secara lebih cepat dan akurat. Simple Sequence Repeat (SSR) merupakan salah satu marka molekuler yang banyak digunakan karena bersifat kodominan, multialelik, dan memiliki tingkat polimorfisme yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi primer SSR tungro yang polimorfik yang mampu membedakan alel tetua pada persilangan padi tahan tungro adaptif lahan rawa. Penelitian menggunakan empat varietas padi yang terdiri atas satu varietas adaptif lahan rawa (Inpara 2) dan tiga varietas tahan tungro (Utri Merah 16680, Utri Merah 16682, dan Tukad Petanu) yang digunakan dalam tiga kombinasi persilangan. Sebanyak 14 primer SSR diuji terhadap seluruh tetua melalui amplifikasi Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian divisualisasikan menggunakan elektroforesis gel agarose 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh primer berhasil diamplifikasi, namun hanya 7 primer yang menunjukkan polimorfisme dan mampu membedakan pola pita DNA antar tetua persilangan. Primer-primer polimorfik tersebut berpotensi digunakan sebagai marka informatif dalam identifikasi hasil persilangan dan mendukung seleksi berbasis marka pada program perakitan varietas padi tahan tungro yang adaptif terhadap lahan rawa. Penelitian ini memberikan informasi awal mengenai primer SSR efektif yang dapat dimanfaatkan dalam tahapan seleksi generasi segregasi pada program pemuliaan padi.</p>Rini Ismayanti, Effi Alfiani Siddik, Firmansyah Firmansyah, Surianto Sipi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2302Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Komponen Inovasi Budidaya Padi Lebak Presisi (Riset Aksi di Kabupaten Muara Enim)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2303
<p>Produksi padi di lahan lebak berpeluang besar untuk ditingkatkan dengan luasnya lahan suboptimal namun belum dimanfaatkan. Pertanian presisi menawarkan pendekatan strategis untuk mengoptimalkan produktivitas dalam kondisi ekologis ini. Studi ini menggunakan kerangka kerja riset aksi partisipatif untuk mengidentifikasi kendala utama dalam praktik budidaya padi untuk merumuskan intervensi teknologi spesifik untuk pertanian padi presisi. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober 2025 di Desa Arisan Musi Timur, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, yang dipilih karena statusnya sebagai penghasil padi lebak terbesar di wilayah ini. Empat puluh partisipan dilibatkan termasuk petani, pejabat pemerintah daerah, penyuluh pertanian, staf Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Muara Enim, dan peneliti yang multidisiplin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan diskusi, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis tematik dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komponen budidaya saat ini tidak memenuhi standar teknologi yang direkomendasikan. Keterbatasan adopsi inovasi disebabkan oleh kendala biofisik, keterbatasan modal, dan kurangnya pemahaman petani. Intervensi yang direkomendasikan meliputi teknik budidaya presisi, penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, dan peningkatan sistem pengelolaan air. Hasil penelitian ini menyoroti kebutuhan kritis akan inovasi teknologi kolaboratif dan spesifik lokasi untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan lebak dan menunjukkan nilai strategis pertanian presisi untuk lahan suboptimal.</p>Yanter Hutapea, Budi Raharjo, Arie Sudaryanto, Achmat Sarifudin, Niluh Putu Sri Ratmini, Yulia Anita, Royda Royda, Hepi Yunita, Eka Yuli Yanti
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2303Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit sebagai Media Budidaya Jamur Tiram untuk Mendukung Kemandirian Pangan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2304
<p>Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia yang menghasilkan limbah perkebunan dalam jumlah besar, seperti serabut, pelepah, dan tandan kosong sawit. Limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi yang mampu mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah kelapa sawit sebagai media budidaya jamur tiram dalam mendukung kemandirian pangan lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional dan internasional serta artikel ilmiah terkait pemanfaatan limbah kelapa sawit dan budidaya jamur tiram. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara mengkaji, membandingkan, dan merangkum hasil penelitian terdahulu. Literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kelapa sawit memiliki kandungan lignoselulosa yang mampu mendukung pertumbuhan miselium jamur tiram dengan baik. Pemanfaatan limbah tersebut juga dapat mengurangi penumpukan limbah perkebunan serta memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Selain itu, pengembangan budidaya ini juga dapat mendukung penyediaan pangan alternatif yang bergizi, terjangkau, serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi ini merupakan salah satu bentuk penerapan agribisnis berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.</p>Zumroatun Na’imah, Wan Fahira Rahmi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2304Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Diseminasi Mesin Pengering untuk Meningkatkan Kualitas Panen
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2305
<p>Diseminasi mesin pengering merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hasil panen serta mengurangi kehilangan pascapanen pada sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan mesin pengering padi dalam meningkatkan mutu gabah, efisiensi waktu pengeringan, dan pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara petani, serta evaluasi kinerja mesin pengering pada kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengering padi mampu menurunkan kadar air gabah secara lebih merata hingga mencapai standar penyimpanan yang aman, yaitu sekitar 12–14%. Selain itu, proses pengeringan menjadi lebih cepat dibandingkan metode penjemuran tradisional yang sangat bergantung pada sinar matahari. Penerapan teknologi ini juga berdampak pada peningkatan kualitas beras, mengurangi kerusakan dan kontaminasi, serta meningkatkan nilai jual hasil panen. Diseminasi teknologi dilakukan melalui pelatihan, pendampingan operasional, dan demonstrasi penggunaan mesin kepada petani sehingga tingkat penerimaan teknologi menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, diseminasi mesin pengering padi dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung modernisasi pertanian, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>Millatul Ulya, M. Fuad Fauzul Mu’tamar, Khoirul Hidayat, M. Yaskun, Falahuddin Almuminin
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2305Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Inovasi Pengolahan Pertanian dan Peternakan Dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Daerah di Kabupaten Gunungkidul
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2306
<p>Ketahanan pangan daerah menjadi isu strategis yang memerlukan dukungan inovasi dalam sektor pertanian dan peternakan. Makalah ini membahas strategi inovasi pengolahan hasil pertanian dan peternakan sebagai upaya meningkatkan ketersediaan, kualitas, dan nilai tambah pangan berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dalam pengolahan pertanian dan peternakaan dalam ketahanan pangan di daerah perdesaan. Metode menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis SWOT yaitu melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan menggambarkan sesuai dengan kondisi lapangan. Lokasi penelitian ditentukan secara <em>purposive </em>yakni di desa Ngleri, Kecamatan Playen dengan alasan bahwa di wilayah tersebut mayoritas penduduknya bertani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengolahan hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Gunungkidul mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal serta mendukung ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan teknologi sederhana, diversifikasi produk pangan, dan penguatan kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, dan pelaku UMKM menjadi faktor utama dalam pengembangan sektor tersebut. Namun, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti keterbatasan modal, rendahnya akses pemasaran, dan minimnya pelatihan teknologi pengolahan. Melalui analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan inovasi produk, dan perluasan jaringan distribusi pangan lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi inovasi pengolahan pertanian dan peternakan di Gunungkidul kususnya di desa Ngleri berperan penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah meskipun masih mengalami beberapa kendala dalam pengembangan dan pemasaran.</p>Suryani Suryani, Restiyana Agustine, A. Nururrochman Hidayatulloh
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2306Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) terhadap Variasi Dosis Pemberian POC Limbah Kulit Nanas
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2307
<p>Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting dalam proses budidaya tanaman agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Penggunaan pupuk organik cair (POC) mampu mengatasi defisiensi hara dan menyediakan hara lebih cepat dibandingkan pupuk anorganik. Limbah kulit nanas merupakan salah satu bahan organik yang dapat dijadikan POC. Kulit nanas memiliki potensi untuk dijadikan POC karena mengandung hara yang cukup lengkap, di antaranya N, P, K, Ca, Mg, Na, Fe, Mn, Cu, Zn, dan C-organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian dosis POC dari limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2023, bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 6 taraf perlakuan, yang terdiri atas pupuk NPK 16:16:16 dosis 1 g/polibag sebagai kontrol dan lima dosis POC limbah kulit nanas, yaitu 50, 100, 150, 200, dan 200 ml/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis POC limbah kulit nanas tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, yaitu tinggi tajuk, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter tajuk, panjang akar, bobot akar, bobot kotor, dan bobot konsumsi sawi pagoda. Pemberian POC dosis 50 ml/polibag sudah mampu memberikan pengaruh yang sama seperti perlakuan pupuk kimia NPK (kontrol).</p>Ibra Ocdaviana, Ade Sumiahadi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2307Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluation of Agricultural Land Utilization Based on the RTRW in North Sangatta District, East Kutai Regency
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2308
<p>Agricultural land plays an important role in maintaining food security, economic stability, and environmental balance. The development of settlements and mining activities in North Sangatta District has caused land use changes that potentially reduce productive agricultural areas. This study aims to evaluate the suitability of actual agricultural land use with the Regional Spatial Plan (RTRW) directives in North Sangatta District, East Kutai Regency, and to identify land use changes occurring in agricultural areas. The study applied a comparative descriptive method by comparing actual land use conditions with the East Kutai Regency RTRW directives. Data were obtained from RTRW documents, Google Earth imagery, scientific articles, and other secondary sources. Data collection techniques included documentation studies, indirect observation, and literature review. The analysis was conducted by identifying agricultural areas according to the RTRW, describing actual land use conditions, and comparing the conformity of spatial use within the study area. The results show that land use in North Sangatta District is dominated by residential areas, mining activities, trade and service areas, and community cultivation zones. The expansion of settlements and mining activities has caused several agricultural areas to change into built-up and non-agricultural land. However, some cultivation areas still conform to the RTRW directives and maintain relatively good vegetation cover. Therefore, spatial monitoring and land use control are necessary to maintain agricultural areas in accordance with the RTRW directives.</p>Muhammad Fariasdi, Tarisa Mirda Sofiana, Nadia Persada Nusantara, Muhammad Agil Mufadhal, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2308Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900A Comparative Study of Discrepancies in Horticultural Land Use in Muara Wis Subdistrict, East Kalimantan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2309
<p>This study aims to analyze the inconsistency of horticultural land use with the Regional Spatial Plan (RTRW) in Muara Wis District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Land use inconsistency occurs due to the conversion of horticultural land into mining areas, which potentially causes environmental and socio-economic impacts. This research used a descriptive comparative method with a spatial approach. The data used consisted of the 2023–2042 RTRW map of Kutai Kartanegara Regency, Google My Maps satellite imagery, and administrative boundary data in shapefile format. The analysis was conducted through an overlay process between the RTRW map and satellite imagery to identify areas experiencing land use changes. The results showed that several horticultural areas, especially oil palm plantations, had been converted into mining areas. These changes indicate an inconsistency between the spatial planning and the actual land use conditions in the field. The land conversion potentially causes environmental degradation such as soil damage, erosion, and decreased water quality, as well as affecting the socio-economic conditions of communities dependent on plantation activities. Therefore, stricter spatial control, mining activity regulation, and land rehabilitation efforts are needed to maintain environmental sustainability and spatial suitability.</p>Fitrotul Azizah, Muh. Fathir Farriz Ramadhan, Rangga Rahman, Vellania Salsabila, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2309Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Comparative Analysis of the Use of Google My Maps and the Regional Spatial Plan (RTRW) in Agricultural Land Development in Palaran Sub-district, East Kalimantan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2310
<p>This study aims to comparatively analyze the utilization of My Maps and Regional Spatial Planning (RTRW) in supporting agricultural development in Palaran District. My Maps serves as a digital spatial mapping tool, capable of presenting agricultural land location data more flexibly, interactively, and with easier updates. Meanwhile, RTRW functions as a regional spatial policy guideline for sustainable land management and utilization. The research method employed is descriptive-comparative with a spatial analysis approach through secondary data collection, regional observation, and map interpretation. The results indicate that My Maps is more effective in field data visualization, land potential identification, and information accessibility for communities and stakeholders. Meanwhile, RTRW demonstrates advantages in regulatory, legal, and long-term development planning aspects. The integration of My Maps and RTRW can enhance the effectiveness of agricultural planning, optimize land use, and support sustainable agricultural development in Palaran District.</p>Muhammad Ario Sya’Bani, Puri Dwi Waluyo, Panji Dimas Rudi Samudra, Hafifah Hikma Hafiq, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2310Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Pengendalian Lalat Buah pada Komoditas Ekspor Hortikultura Indonesia: Tantangan dan Inovasi Pengelolaan Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2311
<p>Komoditas hortikultura tropis Indonesia seperti mangga, jambu biji, belimbing, jeruk, dan manggis memiliki potensi besar dalam mendukung ekspor pertanian dan peningkatan pendapatan petani. Namun, keberadaan lalat buah dari genus <em>Bactrocera </em>menjadi kendala utama, karena dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 40-80% bergantung spesies dan musim, sekaligus menjadi hambatan teknis pada sistem karantina tumbuhan di negara tujuan ekspor. Kajian literatur ini bertujuan mengulas status lalat buah pada komoditas hortikultura ekspor Indonesia, tantangan pengendaliannya, serta inovasi strategi pengelolaan berkelanjutan. Sumber yang digunakan meliputi artikel ilmiah terindeks, laporan teknis, dan publikasi terkait dari berbagai basis data akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian lalat buah yang efektif memerlukan pendekatan terpadu, mencakup pemantauan populasi dengan perangkap atraktan metil eugenol, sanitasi kebun, pembungkusan buah, pengendalian hayati melalui parasitoid <em>Braconidae</em>, teknologi pascapanen, serta karantina tumbuhan yang ketat. Pendekatan <em>area-wide management</em> (AWM) terbukti mampu menekan populasi lalat buah hingga di bawah 1 lalat per perangkap per hari (FTD). Selain itu, teknologi pertanian presisi, data lingkungan, dan sistem peringatan dini membuka peluang pengelolaan yang lebih efisien. Pengelolaan lalat buah secara terpadu dari tingkat budidaya hingga ekspor merupakan langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan produksi hortikultura dan daya saing buah Indonesia di pasar global.</p>Arif Akbar Ma’rufah, Utik Tri Wulan Cahya, Dennis Wibowo, Nurul Fitriarini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2311Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Identifying Agricultural Distribution Patterns in Loa Janan Subdistrict Using a Spatial Analysis Approach with Google My Maps
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2312
<p>Loa Janan is a strategic area in Kutai Kartanegara Regency experiencing increasing spatial pressure due to urban expansion and the development of the Nusantara Capital City (IKN). This condition increases the potential for agricultural land conversion, making the identification of agricultural distribution patterns important for sustainable spatial planning. This study aims to identify the distribution patterns of agricultural land in Loa Janan Subdistrict through a spatial approach using Google My Maps. The research employed a descriptive qualitative method with a spatial analysis approach. Data collection was conducted through visual observation, documentation of agricultural locations using screenshots, and literature studies related to regional spatial planning. The collected data were mapped using Google My Maps and analyzed through stages of data reduction, spatial visualization, distribution pattern interpretation, and descriptive conclusion drawing. The results show that agricultural land distribution in Loa Janan forms two dominant patterns, namely a linear pattern following the Samarinda–Balikpapan Highway corridor and a clustered pattern in the central part of the subdistrict. Most agricultural areas are still aligned with the Kutai Kartanegara Regional Spatial Plan (RTRW), although several eastern areas have begun experiencing land conversion pressure due to settlement expansion and supporting infrastructure development for the IKN. The use of Google My Maps proved effective as an accessible spatial mapping alternative capable of presenting agricultural distribution patterns at the subdistrict level. Therefore, the findings of this study can support efforts to protect Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) and strengthen spatial planning management based on spatial data.</p>Azahra Ayu Novitasari, Nadya Rizky Nurazizah, Talitha Shabrina Fasha, Mardiana Ulan Dari, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2312Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analysis of the Agricultural Sector’s Potential and Spatial Planning Issues in Sianjur Mula-Mula Subdistrict, Samosir Regency
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2313
<p>The agricultural sector serves as the mainstay of the local economy in Sianjur Mula-Mula Subdistrict, thanks to the area’s relatively fertile terrain and conditions suitable for farming. The presence of volcanic soil, a cool climate, and ample land make this region highly promising for the development of agricultural commodities. This study aims to analyze the potential of the agricultural sector and spatial planning issues in Sianjur Mula-Mula Subdistrict, Samosir Regency. The research method employed is a descriptive-comparative approach utilizing secondary data, including RTRW maps, land use data, physical conditions of the region, and agricultural statistics. Data collection was conducted through document analysis and a literature review of various relevant scientific sources. Descriptive analysis was used to describe the regional conditions and agricultural potential, while comparative analysis was applied to compare actual land use conditions with spatial planning guidelines. The results of the study indicate that this region has leading commodities such as rice, corn, chili, coffee, candlenut, and horticultural products that develop in accordance with the characteristics of each village. Spatial analysis also reveals inconsistencies in land use within residential, plantation, tourism, and water catchment areas. Alignment between spatial planning and the physical conditions of the region is necessary to support sustainable agricultural development.</p>Fransisko Sitanggang, Melda Sari, Joisman Berkat Setia Gea, Yulna Ningsih, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2313Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Optimalisasi Sumber Daya Agrikultur Berbasis Potensi Lokal di Kecamatan Muara Kaman
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2314
<p>Penelitian ini menelaah upaya optimalisasi sumber daya agrikultur berbasis potensi lokal di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam fenomena optimalisasi sumber daya agrikultur di Kecamatan Muara Kaman karena mampu menggambarkan kondisi, situasi, dan fenomena sosial dan ekonomi secara komprehensif dan lengkap terkait kondisi lahan, komoditas, dan infrastruktur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muara Kaman memiliki modal ekologis yang cukup kuat termasuk lahan dataran rendah di sepanjang DAS Mahakam, produksi padi, perkebunan kelapa sawit, hortikultura, dan potensi perikanan air tawar sebagai basis utama mata pencaharian masyarakat setempat. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal karena sejumlah kendala struktural, yaitu distribusi dan kualitas sistem irigasi yang tidak merata, keterbatasan akses terhadap teknologi dan modal usaha, rendahnya literasi digital serta kapasitas manajerial petani, dan kelembagaan kelompok tani yang belum efektif. Analisis menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dan nilai tambah agrikultur membutuhkan intervensi multidimensi yang terintegrasi, meliputi perbaikan infrastruktur irigasi dan fasilitas pascapanen, program pelatihan teknis dan digital yang bersifat kontekstual serta pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok tani untuk akses pasar dan pembiayaan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, penyuluh, dan lembaga penelitian. Rekomendasi praktis disarankan untuk menerapkan program pemberdayaan berbasis komunitas sebagai langkah awal pelaksanaan.</p>Aisya Aisya, Arini Hasril, Syahrani Nur All Fitriani, Gina Riska Yaret, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2314Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pertanian Cerdas: Deteksi Serangga Bermanfaat bagi Pertanian dan Perkebunan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Indonesia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2315
<p><em>Smart Farming </em>menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Permasalahan yang teridentifikasi ketika penggunaan mart farming adalah iklim tidak menentu, krisis regenerasi petani, degradasi lahan,pemborosan sumber daya, serangan hama mendadak: Deteksi terlambat memicu gagal panen total. Tujuan penelitian di Desa Aek Parira pada bulan Januari hingga Maret 2026 adalah optimasi hasil panen, efisiensi biaya operasional dengan mengurangi pemakaian air, pupuk, dan tenaga kerja, keberlanjutan lingkungan,transparansi data, mitigasi risiko gagal panen. Penggunaan Smart Farming di Bidang Pertanian, seperti: Sensor tanah IoT, sistem irigasi otomatis, drone pemetaan, aplikasi prediksi cuaca melalui lokasi Icare, SmartFram Indonesia, Green Harvest, Agrigrow, Fresh Field, Pest Guard, Sipatuh, dan Tani Cerdas.Penggunaan di Bidang Perkebunan melalui drone sprayer, panen berbasis robotik, sensor pelacak pohon, dan sistem pelacakan barcode dalam bentuk aplikasi Habibii Garden, Plantation Smart, Agro Estate, Palm Care, Cacao Future, Estate Grow, Green Plantation, dan Nusantara Plantation. Penggunaan di bidang ketahanan pangan dapat menghitung prediksi stok nasional, silo penyimpanan pintar, sistem peringatan dini, dan ketertelusuran blokchain yang dapat menjamin keamanan pangan dari manipulasi pasar.</p>Ameilia Zuliyanti Siregar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2315Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pemberian POC Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2316
<p>Tanaman terung ungu merupakan komoditas sayur buah penting sebagai sumber antioksidan alami yang mudah di budidayakan di Indonesia namun produktivitasnya masih rendah peningkatan produktivitas terung ungu dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk organik salah satunya dengan memanfaatkan limbah kulit pisang kepok. Penelitian pada tanaman terong ungu menunjukan pemberian berbagai dosis POC limbah kulit pisang kepok memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dari bulan Mei-Juli 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan 5 perlakuan yang terdiri dari tanpa perlakuan (Kontrol), pemberian POC kulit pisang kepok 50 ml/tanaman, pemberian POC kulit pisang kepok 100 ml/tanaman, pemberian POC kulit pisang kepok 150 ml/tanaman, pemberian POC kulit pisang kepok 200 ml/tanaman. Parameter pengamatan, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter buah, jumlah buah, berat buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang kepok memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan berat buah.</p>Desi Hartati, Yukarie Ayu Wulandari, Naswandi Nur
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2316Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Lahan Perkotaan berdasarkan RTRW sebagai Dasar Pengembangan Urban Farming di Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2317
<p>Kecamatan Samarinda Ilir merupakan kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi mencapai 4.060,88 jiwa/km² yang mengalami tekanan pembangunan signifikan, sehingga berdampak pada berkurangnya lahan produktif dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pemanfaatan lahan eksisting berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda sebagai dasar pengembangan urban farming di Kecamatan Samarinda Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif komparatif dengan dua sumber data utama, yaitu peta RTRW Kota Samarinda yang diperoleh dari GISTARU dan peta penggunaan lahan eksisting hasil digitasi menggunakan <em>Google My Maps</em>. Data batas wilayah administratif dalam format <em>shapefile</em> diolah terlebih dahulu menggunakan ArcGIS sebagai acuan spasial sebelum digitasi dilakukan. Analisis dilakukan melalui empat tahap yakni identifikasi zonasi RTRW, inventarisasi penggunaan lahan eksisting, perbandingan komparatif, serta identifikasi potensi lahan untuk <em>urban farming</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan eksisting didominasi oleh kawasan permukiman yang berkembang jauh melampaui rencana RTRW, sementara kawasan pertanian dan ruang terbuka hijau mengalami penyusutan yang signifikan. Perubahan fungsi lahan terbesar terjadi pada kawasan yang direncanakan sebagai hortikultura namun beralih menjadi permukiman padat dan fasilitas komersial. Dengan demikian, melalui <em>urban farming</em> menggunakan pendekatan hidroponik, akuaponik, <em>rooftop farming</em>, dan kebun komunal menjadi solusi strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan optimalisasi ruang perkotaan yang berkelanjutan.</p>Helmalina Nur Fariska, Bella Pertiwi Anwar, Nor Ahmad Subekti, Ferdinal Simanullang, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2317Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Penerapan Urban Farming di Kampung Sayur Bausasran, Kota Yogyakarta: Studi Kasus Kelompok Tani Gemah Ripah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2318
<p>Pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, sementara konversi lahan pertanian menyebabkan berkurangnya lahan yang dapat diproduksi. Situasi ini memicu munculnya <em>urban farming</em> sebagai alternatif pertanian di area kota guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi <em>urban farming</em> dalam memperkuat kemandirian pangan serta memberdayakan komunitas di Kelurahan Bausasran, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur atau data sekunder. Informasi dikumpulkan dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan <em>urban farming</em>, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan agribisnis. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas <em>urban farming</em> di Kampung Sayur Bausasran mampu memanfaatkan lahan pekarangan dan lorong kampung sebagai area pertanian yang produktif dengan menggunakan metode polybag, vertikultur, dan hidroponik. Aktivitas ini membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kelompok Tani Gemah Ripah juga berkontribusi dalam pemberdayaan komunitas melalui pelatihan dan pendampingan dalam pertanian perkotaan. Dukungan dari pemerintah berperan penting dalam mempertahankan keberlanjutan <em>urban farming</em> di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, <em>urban farming</em> berbasis komunitas dapat berkontribusi pada kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat perkotaan.</p>Farazinia Aditiani Putri, Siti Via Syahrani Putri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2318Sun, 09 Aug 2026 10:22:14 +0900Implementasi Sistem Akuaponik Ikan Nila sebagai Model Pertanian Berkelanjutan (Studi Kasus di Kebun Nila Organik Kabupaten Sragen)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2319
<p>Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak diminati masyarakat karena memiliki kandungan protein tinggi. Meningkatnya kebutuhan dan permintaan ikan, mendorong pengembangan sistem budidaya yang tidak hanya meningkatkan produksi, namun bisa menjadi lebih efisien dan berkelanjutan melalui sistem akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem aquaponik ikan nila(<em>Oreochromis niloticus</em>) dan tanaman pakcoy(<em>Brassica Rappa L.</em>)serta mengidentifikasi manfaatnya terhadap efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan limbah budidaya di Kebun Nila organik Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2026 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengambilan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pengelola, dokumentasi, dan data sekunder dari literatur. Data yang dikumpulkan meliputi komponen sistem akuaponik, alur sirkulasi air, budidaya ikan nila, budidaya tanaman pakcoy, serta penerapan sistem akuaponik sebagai model pertanian berkelanjutan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sistem akuaponik menggunakan kolam budidaya berkapasitas 7.070 liter air yang terintegrasi dengan media tanam berupa rockwoll dan hydroton. Sistem tersebut mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus yaitu, ikan nila dan pakcoy melalui pemanfaatan limbah metabolisme ikan sebagai sumber nutrisi tanaman serta penerapan resirkulasi air yang mendukung efisiensi penggunaan sumber daya. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan sistem akuaponik di kebun Nila organik menunjukkan potensi yang baik sebagai model pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan efisien dalam pemanfaatan sumber daya dan dapat mendukung produksi pangan secara terpadu.</p>Barrur Robingatus Sangadah, Meita Puspa Dewi, Nur Azizah Syukri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2319Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Identifikasi Mikroflora Indigenous pada Hasil Samping Fermentasi Sopi (Arenga pinnata) dan Potensinya sebagai Sumber Mikroba Lokal untuk Aplikasi Bioteknologi
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2320
<p>Sopi merupakan minuman fermentasi tradisional yang berasal dari nira aren (<em>Arenga pinnata</em>) dan memiliki nilai sosial, budaya, serta ekonomi yang penting bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Proses fermentasi spontan dalam pembuatan sopi menghasilkan berbagai hasil samping yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi menjadi sumber mikroflora indigenous yang bernilai bagi pengembangan bioteknologi berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroflora indigenous yang terdapat pada hasil samping fermentasi sopi melalui karakterisasi morfologis, fisiologis, dan biokimia. Identifikasi mikroorganisme dilakukan menggunakan pewarnaan Gram, pewarnaan endospora, pengujian pertumbuhan anaerob, pengujian pertumbuhan pada suhu 35°C, serta karakterisasi metabolik menggunakan media selektif YDC agar, King’s B agar, D1M agar, dan uji pemanfaatan arginin serta betain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil samping fermentasi sopi mengandung tiga mikroorganisme dominan, yaitu <em>Lactobacillus plantarum</em> (9,3 × 10⁷ CFU/mL), <em>Acetobacter aceti </em> (2,1 × 10⁶ CFU/mL), dan <em>Bacillus subtilis</em> (1,8 × 10⁶ CFU/mL). Dominasi ketiga mikroorganisme tersebut menunjukkan adanya komunitas mikroba yang beradaptasi dengan lingkungan fermentasi nira aren dan memiliki karakteristik fisiologis serta metabolik yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi bioteknologi. Temuan ini memberikan informasi dasar mengenai mikroflora indigenous pada hasil samping fermentasi sopi dan membuka peluang penelitian lanjutan terkait identifikasi molekuler, karakterisasi metabolit, serta pengembangan mikroba lokal untuk aplikasi fermentasi dan biokonversi berbasis kearifan lokal.</p>Roselin Gultom, Yohana Maria Febrizki Bollyn, Maria Tarsisia Luju
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2320Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Integrasi Sistem Pertanian Presisi Berbasis IOT dengan Kearifan Lokal ‘Pranata Mangsa’ dalam Meningkatkan Produktifitas Padi Organik di Pekalongan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2321
<p>Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim, ketidakpastian musim, dan penurunan kesuburan tanah akibat penggunaan input kimia jangka panjang. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dengan kearifan lokal Pranata Mangsa menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keberlanjutan pertanian padi di Kabupaten Pekalongan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Kelompok Tani Maya Farm, Kecamatan Bojong, selama musim tanam gadu 2025/2026. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ketua kelompok dan petani pengguna IoT, sedangkan data sekunder berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan, literatur Pranata Mangsa, serta spesifikasi perangkat IoT. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Pranata Mangsa dan sensor IoT efektif mengatasi ketidak pastian cuaca dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Pranata Mangsa berfungsi sebagai panduan makro untuk menentukan waktu tanam serempak, menekan risiko gagal panen, dan mengurangi serangan hama, sementara sensor IoT menyediakan data kelembapan tanah real-time yang mampu menghemat air hingga 30–40%. Penerapan sistem ini meningkatkan produktivitas padi sekitar 15% serta menurunkan biaya operasional irigasi dan penggunaan pestisida. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital petani senior dan tingginya biaya awal perangkat, yang dapat diatasi melalui skema pembiayaan kolektif berbasis koperasi serta pendampingan petani muda. Secara keseluruhan, integrasi teknologi dan kearifan lokal berpotensi menjadi model pertanian adaptif, efisien, dan berkelanjutan.</p>Muhammad Iqbal, Adnin Irsyadul Ibad
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2321Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Soil Physical Characteristics and Erosion Potential for Urban Agricultural Land Conservation in Samarinda Ilir
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2322
<p>Urban agricultural land in Samarinda Ilir is increasingly shaped by two interrelated problems: the scarcity of open soil within dense settlements and the exposure of cut slopes to erosion under high tropical rainfall. This study aimed to analyze soil physical characteristics and erosion potential as a basis for soil and water conservation recommendations that support home gardens, community gardens, and urban agriculture. A qualitative descriptive method was applied through field observation at two sites in Samarinda Ilir District, namely an open residential plot in Pelita Subdistrict and a cut-slope corridor along Kuburan Cina Street, Sungai Pinang Dalam Subdistrict. Primary data were obtained from soil color observation using the Munsell Soil Color Chart, field-based identification of texture, structure, consistency, soil profile, vegetation cover, topography, land management, and visual documentation. The results showed that the Pelita soil had a brown color of 7.5 YR 4/4, a moderately coarse texture, very coarse angular blocky structure, non-plastic but sticky wet consistency, very friable moist consistency, soft dry consistency, and a mineral A horizon. These characteristics indicate potential for home-garden cultivation but require organic matter amendment, mulching, and reduced compaction. In contrast, the Kuburan Cina slope showed high erosion susceptibility due to steep cut-slope morphology, exposed soil and rock materials, sparse protective vegetation, sediment accumulation at the slope foot, and limited mechanical conservation structures. The study concludes that site-specific conservation in Samarinda Ilir should integrate organic soil improvement, vegetative cover, contour drainage, infiltration pits, slope revegetation, and periodic monitoring.</p>Arum Sekar Kedhaton, Juwari Juwari, Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, Burhannuddin Pradika, Yudi Septianda Gea, Rhasya Hildanar Rizsyifa, Najla Aliya Zulfa
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2322Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Systematic Literature Review: Inovasi Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2323
<p>Ketahanan pangan di Indonesia masih menjadi isu krusial, peningkatan kebutuhan pangan secara langsung memperbesar tantangan dalam menjaga konsistensi ketersediannya. Oleh sebab itu, diperlukan hilirisasi inovasi lokal untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis hasil-hasil penelitian terdahulu terkait inovasi inovasi ketahanan pangan berbasis kearifan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Indonesia menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data bersumber dari jurnal internasional terindeks Scopus dengan periode publikasi 2021-2026. Proses SLR dilakukan dengan proses seleksi pedoman PRISMA (identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi). Hasil penelusuran literatur mengidentifikasi 105 artikel ilmiah dengan 15 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa inovasi ketahanan pangan berbasis kearifan lokal mencakup implementasi Climate Smart Agriculture (CSA), pemanfaaran varietas unggul, seperti padi IPB 3S, pengembangan produk pangan lokal, seperti tepung mocaf dan bakso nabati, inovasi budidaya pada bawang merah, kacang hijau sebagai tanaman untuk meningkatkan gizi pemanfaatan tanaman talas, pengembangan komoditas jeruk pomelo, pengolahan produk gula aren, teknologi pertanian. Penelitian ini menegaskan bahwa perlu adanya berbagai inovasi, kebijakan, dan penguatan kelembagaan dalam proses peningkatan ketahanan pangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pengetahuan berbasis kearifan lokal dan teknologi modern dan pentingnya kebijakan yang berpihak terdapat implementasi inovasi untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.</p>Anggi Apriliani, Abiyyu Rifqi Pratama
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2323Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peranan Ekstrak Biji Bintaro dalam Meningkatkan Ketahanan Tanaman terhadap Serangan Walang Sangit serta Pengaruhnya terhadap Hasil Padi
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2324
<p>Produksi padi sering mengalami penurunan akibat serangan walang sangit yang umumnya dikendalikan menggunakan pestisida sintetis yang berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Ekstrak biji Bintaro (<em>Cerbera manghas</em>) berpotensi dikembangkan sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak biji Bintaro yang efektif dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan walang sangit serta mengetahui pengaruhnya terhadap hasil padi. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024-April 2025 di Rumah Kaca Pendidikan Biologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan dengan konsentrasi ekstrak biji Bintaro, yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil analisis menunjukkan bahwa biji Bintaro mengandung metabolit sekunder berupa fenolik (41,86 mg/ml), steroid (33,65 mg/ml QE), flavonoid (26,91 mg/ml QE), alkaloid (21,64%), dan tanin (0,053 mg/ml QE). Perlakuan ekstrak biji Bintaro konsentrasi 8% memberikan hasil terbaik dengan mortalitas walang sangit tertinggi sebesar 71,66% dan intensitas serangan terendah sebesar 61,85%. Perlakuan ini juga menghasilkan persentase gabah isi per malai tertinggi sebesar 22,48%, persentase gabah isi sebesar 22,49%, persentase gabah hampa terendah sebesar 77,51%, serta berat gabah isi per rumpun tertinggi sebesar 13,93 g. Ekstrak biji Bintaro dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan walang sangit serta berpengaruh terhadap komponen hasil dan hasil padi yang ditunjukkan dengan mortalitas tertinggi; intensitas serangan terendah; persentase gabah isi per malai tertinggi; persentase gabah isi tertinggi; persentase gabah hampa terendah dan berat gabah isi per rumpun tertinggi.</p>Abdul Majid, Lyswiana Aphrodyanti, Joko Purnomo
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2324Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Populasi Tanaman Kacang Tanah yang Ditumpang Sarikan terhadap Populasi dan Intensitas Serangan Kutu Daun pada Tanaman Cabai Rawit
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2325
<p>Kutu daun merupakan salah satu hama utama pada tanaman cabai rawit yang dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, sehingga diperlukan upaya pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan melalui penerapan sistem tumpang sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan hama kutu daun pada sistem tumpang sari cabai rawit dengan berbagai populasi kacang tanah. Penelitian dilakukan di lahan milik petani yang dilaksanakan pada bulan Mei hingga November 2025 menggunakan metode eksperimental dengan percobaan lapangan. Percobaan dirancang dengan RAL faktor tunggal yaitu populasi kacang tanah (P) sebagai perlakuannya. Perlakuan tersebut terdiri atas empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa tanaman kacang tanah/kontrol (P0), 36 rumpun kacang tanah (P1), 54 rumpun kacang tanah (P2) dan 72 rumpun kacang tanah (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh sebanyak 20 unit perlakuan. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis spesies kutu daun, yaitu <em>Aphis gossypii, Myzus persicea, Hysteroneura setariae dan Aphis craccivora koch. </em>Populasi kacang tanah dalam tumpang sari mampu menekan populasi hama kutu daun. Populasi kacang tanah sebanyak 54 rumpun per bedeng merupakan metode yang paling efektif, dimana populasi mengalami penurunan sebesar 73,36%. Intensitas serangan kutu daun pada perlakuan P0 sebesar 48,07%, pada perlakuan P1 sebesar 21,61%, pada perlakuan P2 sebesar 21,70%, dan pada perlakuan P3 sebesar 43,00%. Perbedaan terbesar terjadi antara P0 dengan P2 sebesar 73,36%, sedangkan perbedaan terkecil terjadi antara P2 dengan P3 sebesar 10,87%, yang menunjukkan bahwa kedua perlakuan memiliki tingkat populasi yang relatif hampir sama. Namun, pada intensitas serangan perlakuan yang diberikan tidak menunjukkan perbedaan nyata.</p>Yunia Cahyani, Bambang Supeno, Dwi Noorma Putri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2325Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Keragaman Kumbang Predator Koksi (Coleoptera: Coccinellidae) pada Tanaman Cabai Rawit yang di Tumpang Sarikan dengan Berbagai Populasi Kacang Tanah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2326
<p>Sistem tumpang sari merupakan salah satu teknik budidaya yang mampu menciptakan agroekosistem yang lebih beragam sehingga berpotensi mendukung keberadaan kumbang predator koksi (<em>Coleoptera: Coccinellidae</em>) sebagai musuh alami hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman kumbang predator koksi pada tanaman cabai rawit yang ditumpang sarikan dengan berbagai populasi kacang tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu populasi kacang tanah (PTS). Perlakuan terdiri atas PTS0 (tanpa tumpang sari/setara 36.000 tanaman cabai/ha), PTS1 (tumpang sari cabai rawit dan kacang tanah setara 36.000 tanaman cabai + 72.000 tanaman kacang tanah/ha), PTS2 (setara 36.000 tanaman cabai + 108.000 tanaman kacang tanah/ha), dan PTS3 (setara 36.000 tanaman cabai + 144.000 tanaman kacang tanah/ha), masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian diperoleh enam spesies kumbang predator koksi yaitu <em>Cheilomenes sexmaculata</em>, <em>Coccinella transversalis</em>, <em>Coleophora inaequalis</em>, <em>Parexochomus nigromaculatus</em>, <em>Micraspis univittata</em>, dan <em>Coleophora</em> sp. (morfospesies) dengan jumlah individu yang bervariasi pada masing-masing perlakuan. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada perlakuan PTS1 sebesar 1,05 yang termasuk kategori sedang, sedangkan perlakuan PTS0, PTS2, dan PTS3 tergolong rendah. Nilai indeks dominansi pada seluruh perlakuan tergolong rendah, sedangkan indeks kemerataan tertinggi terdapat pada perlakuan PTS1 sebesar 0,82. Perlakuan tumpang sari cabai rawit dengan 36 rumpun kacang tanah (PTS1) merupakan perlakuan yang optimal dalam mendukung keragaman kumbang predator koksi.</p>Eka Elistia, Bambang Supeno, Dwi Noorma Putri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2326Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Inpari 32 HDB pada Lahan dengan Pemupukan Berimbang dan Tidak Berimbang di Bojonegoro, Jawa Timur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2327
<p>Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan strategis yang produktivitasnya di tingkat petani masih rendah, salah satunya akibat pengelolaan pemupukan yang belum efisien dan berimbang, seperti yang terjadi pada budidaya padi varietas Inpari 32 HDB di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan dan produksi padi varietas Inpari 32 HDB pada lahan dengan pemupukan berimbang dan tanpa pemupukan berimbang, serta mengevaluasi status hara tanah sebagai upaya mendukung kemandirian pangan berbasis kearifan lokal. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif komparatif di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pada Juli 2025 hingga Maret 2026, menggunakan dua lahan demplot seluas 4.000 m² yang ditanam pada 8 November 2025 dan dipanen pada 7 Maret 2026. Pengambilan sampel tanaman dilakukan dengan metode diagonal pada lima titik pengamatan dan lima rumpun setiap titik, sedangkan status hara tanah dianalisis menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah. Parameter yang diamati meliputi jumlah anakan, anakan produktif, produksi gabah, serta pH, C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pemupukan berimbang memiliki status hara yang lebih subur, dengan pH netral serta kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan bahan organik yang tinggi. Sebaliknya, lahan tanpa pemupukan berimbang menunjukkan kalium dan bahan organik yang rendah, mengindikasikan penurunan kesuburan tanah. Lahan pemupukan berimbang juga menghasilkan jumlah anakan, anakan produktif, dan produksi gabah yang lebih tinggi, dengan selisih produksi sebesar 345 kg atau 11,9% dibandingkan lahan pembanding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pemupukan berimbang berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan, dan produksi padi varietas Inpari 32 HDB secara nyata.</p>Sutan Borohim Siregar, Anna Kusumawati, Hartini Hartini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2327Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Berbagai Konsentrasi Perekat Alami Getah Pisang pada Asap Cair Tempurung Kelapa terhadap Mortalitas Ulat Kantong
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2328
<p>Ulat kantong merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit yang menyebabkan kerugian, sehingga diperlukan upaya pengendalian. Getah gedebog pisang mengandung lignin yang mampu merekatkan senyawa fenol dan karbonil yang terdapat dalam asap cair tempurung kelapa, yang berpotensi dalam pengendalian ulat kantong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terbaik asap cair tempurung kelapa ditambah perekat alami getah gedebog pisang terhadap mortalitas ulat kantong secara <em>in vitro. </em>Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2025 di Laboratorian Patomologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Perternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu kontrol, 8% + 0%, 8% + 12%, 8% + 14%, dan, 8%+16%, dengan 4 kali ulangan, setiap ulangan terdiri 10 ekor ulat kantong instar III. Parameter yang diamati adalah awal kamatian, mortalitas harian, mortalitas total, LT50 dan daya rekat. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian konsentrasi asap cair tempurung kelapa 8% ditambah perekat alami getah gedebog pisang 16% sangat efektif dalam mengendalikan ulat kantong dengan waktu awal kematian 17,25%., puncak mortalitas harian 35%, mortalitas total 87,5%, Lt50 51,35%, dan daya rekat 30 menit.</p>Yusmar M, Della Delviana, Indah Permanasari, Ahmad Taufiq Arminudin, Syukria Ikhsan Zam
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2328Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Tingkat Kesuburan Lahan Sawah Untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues, Aceh
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2329
<p>Sawah memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Tetapi, kondisi kesuburan tanah dapat berbeda pada setiap wilayah akibat perbedaan jenis tanah, pengelolaan lahan, pemupukan dan kandungan bahan organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesuburan lahan sawah melalui sifat fisika dan kimia tanah sawah, serta menyusun rekomendasi pengelolaan baha organik di Kecamatan Kutapanjang. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan cara pengambilan sampel tanah pada 2 Satuan Peta Lahan (SPL) yaitu Kutapanjang Inseptisol (KP I) dan Kutapanjang Andisol (KP A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah didominasi oleh liat, pH tanah tergolong netral berkisar 7,18 dan 7,15, kandungan P-Total sangat rendah dengan nilai 1,50 dan 1,01. Rekomendasi dosis pupuk organik pada KP I yaitu 47,52 ton/ha dan KP A sebesar 65,28 ton/ha.</p>Fitra Syawal Harahap, Raffli Daffa Sitompul, Ikhwan Alfiansyah, Romie Aryo Satria
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2329Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Cookies Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan Fortifikasi Bubuk Kelor (Moringa oleifera) sebagai Pangan Fungsional
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2330
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung <em>Mocaf</em> dan bubuk kelor terhadap karakteristik kimia <em>cookies</em> yang dihasilkan. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan dengan empat formulasi, yaitu P0 (100% <em>Mocaf</em> : 0% bubuk kelor), P1 (95% <em>Mocaf</em> : 5% bubuk kelor), P2 (90% <em>Mocaf</em> : 10% bubuk kelor), dan P3 (85% <em>Mocaf</em> : 15% bubuk kelor). Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, tekstur, dan kadar lemak. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung <em>Mocaf</em> dan bubuk kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, tekstur, dan kadar lemak sedangkan kadar abu tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Kadar air berkisar antara 2,0089–3,4182%, kadar abu 1,7469–1,9222%, tekstur 0,1013–0,3150 kgf, dan kadar lemak 28,6506–34,1294%. Perlakuan P2 menghasilkan kadar air terendah (2,0089%) dan kadar lemak tertinggi (34,1294%), sedangkan tekstur tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 (0,3150 kgf). Seluruh perlakuan memenuhi persyaratan mutu biskuit berdasarkan SNI 2973:2022 untuk kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji organoleptik, perlakuan P1 menunjukkan tingkat kesukaan panelis tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya (P2 dan P3) pada parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Oleh karena itu, P1 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan penerimaan panelis. P0 digunakan sebagai kontrol sehingga tidak termasuk dalam penentuan perlakuan terbaik.</p>Natalia Talantan, Indah Pratiwi, Latarus Fangohoi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2330Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Karakteristik Fisik Food Bar Gluten-Free Berbasis Bahan Lokal dengan Pemanis Stevia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2331
<p>Food bar merupakan salah satu produk pangan praktis yang berpotensi dikembangkan sebagai camilan sehat berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi puree pisang kepok, muesli, tepung jagung, dan stevia terhadap karakteristik fisik food bar gluten free. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan formulasi, yaitu P1 (70% puree pisang : 20% muesli), P2 (60% puree pisang : 30% muesli), P3 (50% puree pisang : 40% muesli), dan P4 (40% puree pisang : 50% muesli), dengan penambahan tepung jagung 10% pada setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, daya ikat air, warna (L*, a*, b*), tekstur, dan kadar protein. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar air berkisar antara 17,39–24,42%, daya ikat air 5,22–13,02%, nilai L* 50,13–73,83, nilai a* 7,02–12,53, nilai b* 28,43–31,11, tekstur 0,302–0,305 kgf, dan kadar protein 2,89–6,77%. Perlakuan P4 menghasilkan karakteristik fisik terbaik dengan kadar air terendah (17,39%), nilai kecerahan (L*) tertinggi (73,83), nilai kemerahan (a*) tertinggi (12,53), nilai kekuningan (b*) tertinggi (31,11), serta tekstur tertinggi (0,305 kgf). Dengan demikian, formulasi P4 berpotensi dikembangkan sebagai food bar gluten free berbasis pangan lokal dengan karakteristik fisik yang lebih baik.</p>Dwi Tirta Nur Khasanah Sugiyanto, Indah Pratiwi, Latarus Fangohoi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2331Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Formulasi Pie Jagung Mini dengan Variasi Proporsi Tepung Klobot sebagai Kulit dan Jagung Pipil sebagai Isian: Evaluasi Sifat Sensoris dan Tingkat Kesukaan Panelis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2332
<p>Limbah klobot jagung selama ini belum termanfaatkan secara optimal sebagai bahan pangan, padahal jumlahnya terus meningkat seiring tingginya produksi jagung nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat penerimaan panelis terhadap pie jagung mini yang diformulasikan melalui substitusi tepung klobot jagung pada bagian kulit serta penggunaan jagung pipil pada bagian isian. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dilaksanakan secara eksperimental pada Mei 2026 di Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang, dengan tiga taraf substitusi tepung klobot jagung, yaitu 25% (F1), 50% (F2), dan 75% (F3), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Evaluasi sensori dilakukan melalui uji hedonik dan uji rangking yang melibatkan 25 panelis semi terlatih terhadap atribut rasa, aroma, tekstur, dan warna, dengan data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase tingkat penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 secara konsisten memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada seluruh atribut yang diuji, yaitu rasa sebesar 4,12 ± 0,67, aroma sebesar 4,12 ± 0,78, tekstur sebesar 3,88 ± 0,60, dan warna sebesar 3,80 ± 0,71, serta tingkat penerimaan tertinggi pada uji rangking sebesar 92%. Sebaliknya, semakin tinggi taraf substitusi pada F2 dan F3, semakin menurun pula nilai kesukaan panelis pada seluruh atribut sensori yang diamati. Berdasarkan temuan tersebut, substitusi tepung klobot jagung sebesar 25% direkomendasikan sebagai formulasi paling optimal dalam pengembangan pie jagung mini berbasis pemanfaatan limbah pertanian lokal.</p>Karinta Ulayya, Syifa Fitri Rahma, Dinda Muliati, Esteria Priyanti
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2332Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluasi Suhu Pemekatan untuk Produksi Susu Madu Kental Manis
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2333
<p>Susu madu kental manis merupakan produk olahan berbasis susu yang dikembangkan melalui proses pemekatan dengan penambahan madu sebagai pemanis alami sekaligus sumber padatan terlarut. Pengendalian suhu pemekatan menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap pembentukan kekentalan, efisiensi proses, dan perubahan mutu fisikokimia produk. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suhu pemekatan terhadap karakteristik fisikokimia susu madu kental manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan empat taraf suhu pemekatan, yaitu 45°C, 50°C, 55°C, dan 60°C, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi warna, viskositas, pH, total padatan terlarut, densitas, kadar air, dan waktu pemekatan. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemekatan berpengaruh nyata terhadap viskositas dan waktu pemekatan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna, pH, total padatan terlarut, densitas, dan kadar air. Peningkatan suhu pemekatan menaikkan viskositas dari 6,77 ± 1,65 mPa·s pada 45°C menjadi 19,83 ± 1,84 mPa·s pada 60°C. Sebaliknya, waktu pemekatan menurun dari 55,28 ± 22,53 menit menjadi 16,82 ± 1,95 menit. Suhu 60°C juga menghasilkan total padatan terlarut tertinggi secara rerata, yaitu 40,17 ± 11,34 °Brix. Berdasarkan keseimbangan antara kekentalan dan efisiensi proses, suhu 60°C ditetapkan sebagai perlakuan terpilih secara deskriptif untuk produksi susu madu kental manis.</p>Anang Lastriyanto, Agung Sugeng Widodo, Atiek Iriany, Elya Mufidah, Premy Puspitawati Rahayu, Mahmuddin Ridlo
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2333Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan sebagai Kunci Mengatasi Tantangan dan Meningkatan Ketahanan Pangan di Indonesia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2334
<p>Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang besar untuk menopang ketahanan pangan nasional. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan informasi menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan sistem pangan. Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan dan pemanfaatan pangan oleh rumah tangga. Pendekatan pertanian berkelanjutan, diversifikasi pangan, dan inovasi teknologi menjadi strategi penting dalam memperkuat sistem pangan yang adaptif dan inklusif. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dituntut untuk mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegrasi, serta melakukan pengukuran melalui Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dan Neraca Bahan Makanan (NBM) untuk mendukung perumusan kebijakan yang efektif. Partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, dan kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan yang berkelanjutan.</p>Bersona Sitompul
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2334Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penambahan Selulosa Kombucha terhadap Karakteristik Mikrobiologi dan Kimia Minuman Fermentasi Berbasis Whey Protein Concentrate
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2335
<p><em>Whey protein concentrate</em> (WPC) fermentasi<em> kombucha</em> merupakan salah satu produk minuman fermentasi yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan selulosa <em>kombucha</em> terhadap karakteristik mikrobiologi dan kimia minuman fermentasi WPC <em>kombucha</em>. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu P1 (penambahan selulosa <em>kombucha</em>) dan P2 (tanpa penambahan selulosa <em>kombucha</em>), dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi <em>Total Plate Count</em> (TPC), pH, total asam tertitrasi (TAT), dan total padatan terlarut (TPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selulosa tidak berpengaruh nyata terhadap TPC dan TPT. Perlakuan P1 menghasilkan TPC sebesar 6,75 Log CFU/ml dan TPT 6,28 %<em>Brix</em>, sedangkan P2 menghasilkan TPC 6,85 Log CFU/mL dan TPT 6,13 %<em>Brix</em>. Sebaliknya, penambahan selulosa berpengaruh nyata terhadap pH dan TAT. Nilai pH pada P1 sebesar 4,75 dengan TAT 0,34%, sedangkan pada P2 nilai pH sebesar 4,93 dengan TAT 0,22%. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan selulosa dapat meningkatkan pembentukan asam selama fermentasi tanpa memengaruhi jumlah mikroorganisme dan total padatan terlarut.</p>Defina Ismayanti, Fitri Suciati, Desy Triastuti
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2335Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Konsentrasi Eco Enzyme terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2336
<p>Tomat (<em>Solanum lycopersicum</em> L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibutuhkan masyarakat. Upaya peningkatan produktivitas tomat perlu dilakukan dengan menerapkan budidaya yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan <em>eco enzyme</em> sebagai pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi <em>eco enzyme</em> terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat serta menentukan konsentrasi yang memberikan respons terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pemberian <em>eco enzyme</em> (K0), <em>eco enzyme</em> 45 mL L⁻¹ (K1), 60 mL L⁻¹ (K2), dan 75 mL L⁻¹ (K3), yang masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi komponen pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah, yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang utama, saat berbunga, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, jumlah buah tiap panen per tanaman, diameter buah, bobot buah tiap tanaman, bobot total panen, kadar gula, serta kandungan vitamin C. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi <em>eco enzyme </em>meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, volume akar, dan kandungan vitamin C. Konsentrasi <em>eco enzyme</em> 60 mL L⁻¹ menunjukkan pertumbuhan dan hasil tomat terbaik dibandingkan perlakuan lainnya sehingga berpotensi direkomendasikan sebagai konsentrasi optimum dalam budidaya tomat.</p>Tiara Sinar Dewi, Umul Aiman, Nanda Mei Istiqomah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2336Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penambahan Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Ukuran Partikel terhadap Karakteristik Rehidrasi dan Sensoris Bubur Instan Berbasis Beras
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2337
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan biji nangka dan ukuran partikel terhadap karakteristik rehidrasi dan sensoris bubur instan berbasis beras menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor formulasi (beras dan beras + biji nangka) dan ukuran partikel (kasar dan halus). Bubur instan dibuat melalui pragelatinisasi menggunakan teflon hingga membentuk lembaran kering, lalu dihancurkan dan diayak sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi bulk density, Water Absorption Capacity (WAC), daya rehidrasi, viskositas, warna, dan sifat sensoris. Hasil menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Ukuran partikel halus menghasilkan WAC, daya rehidrasi, viskositas, dan kecerahan yang lebih tinggi, sedangkan bulk density tertinggi diperoleh pada formulasi beras dan biji nangka halus. Penambahan biji nangka meningkatkan intensitas warna kemerahan-kekuningan serta memunculkan aroma dan flavor khas. Kombinasi kedua faktor tersebut menentukan mutu fisik dan sensoris produk, sehingga biji nangka berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan instan.</p>Yoella Angel Riztha, Yan Atika Rahma, Widya Rahma Maulida, Luthfiatun Barokah Naim, Nurul Fitrotul Maula, Fafa Nurdyansyah, Arief Rakhman Affandi, Iffah Muflihati, Rini Umiyati, Rizky Muliani Dwi Ujianti
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2337Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Efektivitas Pupuk Kompos Limbah Kotoran Ayam Potong terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2338
<p>Limbah kotoran ayam potong di Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang masih banyak dijual sebagai pupuk kandang mentah, padahal berpotensi diolah menjadi kompos bernilai ekonomis lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran ayam potong, dibandingkan dengan kompos komersial (Kompos Flora), terhadap pertumbuhan tanaman selada (<em>Lactuca sativa</em> L.). Kompos dibuat dari kotoran ayam potong, pupuk kandang, sekam, kapur, dan aktivator EM4 yang difermentasi 30 hari, kemudian diujikan pada selada menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (tanah tanpa kompos), campuran tanah dan kompos 1:1, 1:2, 1:3, serta Kompos Flora sebagai pembanding komersial, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun selama lima minggu, dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) satu faktor dan uji lanjut <em>Duncan</em> (DMRT) taraf 5 persen. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan kompos berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun selada dibandingkan kontrol mulai 14 hari setelah tanam (HST) hingga panen. Pada 28 dan 35 HST, Kompos 1:3 menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi serta berbeda nyata dengan Kompos 1:1 dan 1:2, sementara performa Kompos Flora mendekati Kompos 1:3 meski berasal dari bahan baku berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompos kotoran ayam potong efektif sebagai pupuk organik alternatif untuk pertumbuhan vegetatif selada, dengan dosis tertinggi yang diuji memberikan hasil terbaik dan kinerja yang sebanding dengan produk komersial di pasaran.</p>Aril Rada Candra, Purwadi Purwadi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2338Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Variasi Lama Pemanggangan dan Formulasi terhadap Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Fisikokimia Flakes Berbasis Tepung Ubi Ungu dan Bekatul
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2339
<p><em>Flakes</em> merupakan produk sereal siap saji yang memiliki potensi untuk dikembangkan menggunakan bahan pangan lokal yang bernilai gizi dan memiliki sifat fungsional. Ubi ungu merupakan sumber antosianin sebagai antioksidan alami, sedangkan bekatul mengandung serat pangan, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai gizi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung ubi ungu dan tepung bekatul serta lama pemanggangan terhadap karakteristik fisikokimia, dan aktivitas antioksidan <em>flakes</em>. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu perbandingan tepung ubi ungu dan tepung bekatul (60:40 dan 75:25) serta lama pemanggangan (25 dan 30 menit). Parameter yang diamati meliputi ketahanan kerenyahan dalam susu, warna, tekstur (<em>hardness</em>), kadar air, kadar abu, kadar lemak, aktivitas antioksidan, serat kasar, dan uji sensori deskriptif. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji pembeda apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung ubi ungu dan tepung bekatul serta lama pemanggangan berpengaruh terhadap ketahanan kerenyahan dalam susu, warna, tekstur, kadar abu, dan kadar lemak. Proporsi bekatul yang lebih tinggi dengan lama pemanggangan 30 menit menghasilkan ketahanan kerenyahan, tekstur, dan kadar abu yang lebih baik. Sebaliknya, kadar air, aktivitas antioksidan, dan serat kasar tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. Uji sensori deskriptif menunjukkan seluruh formulasi memiliki karakteristik yang relatif serupa, dengan proporsi ubi ungu yang lebih tinggi menghasilkan warna lebih baik, sedangkan proporsi bekatul yang lebih tinggi menghasilkan tekstur lebih renyah. Berdasarkan seluruh parameter pengujian, formulasi tepung ubi ungu dan tepung bekatul 60:40 dengan lama pemanggangan 30 menit merupakan perlakuan terbaik.</p>Hanayla Respati, Mirna Dwi Wahyuni, Artika Eka Oktaviana, Nauval Faris Akbar, Alya Syifaun Nazila, Iffah Muflihati, Arief Rakhman Affandi, Rizky Muliani Dwi Ujianti, Rini Umiyati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2339Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Cair Industri Tahu terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Fase Vegetatif
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2340
<p>Kacang tanah merupakan salah satu tanaman legum penghasil karbohidrat, protein, dan lipid yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah di lahan melalui intensifikasi, salah satunya dengan menggunakan pupuk organik cair untuk memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Selama ini petani cenderung menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis POC limbah cair industri tahu terhadap pertumbuhan kacang tanah fase vegetatif. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai dosis pupuk organik cair (D) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: Tanpa Pupuk Organik Cair atau kontrol (D0); 100 ml/tanaman (D1); 200 ml/tanaman (D2); 300 ml/tanaman (D3); dan 400 ml/tanaman (D4). Pemberian POC limbah cair industri tahu tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, Panjang akar, dan bobot segar tanaman kacang tanah fase vegetatif. Pertambahan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi diperoleh pada pemberian POC limbah cair industri tahu dosis 200 ml/tanaman (D2) dan 400 ml/tanaman (D4).</p>Benang Purwanto, Latarus Fangohoi, Dwi Parwati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2340Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2341
<p>Sawi hijau (<em>Brassica juncea </em>L.) termasuk sayuran daun dari keluarga <em>cruciferae</em> yang mempunyai ekonomis tinggi. Peningkatan produksi tanaman sawi dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus tanpa dimbangi pengunaan pupuk organik dapat berpengaruh kurang baik terhadap sifat fisik, kimia dan biologis tanah. Upaya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah salah satunya dengan penggunaan pupuk organik. Dan salah satu sumber pupuk organik cair yang dapat digunakan yaitu daun lamtoro.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk organik cair daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau serta mengetahui dosis terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, dari bulan Maret sampai Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu melalui perlakuan berbagai dosis pupuk organik cair daun lamtoro yaitu kontrol (D0), 50 ml (D1), 100 ml (D2), 150 ml (D3), dan 200 ml (D4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair daun lamtoro memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman diumur 14, 21, dan 28 HST dan jumlah daun di umur 28 HST tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman. Simpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan dosis 100 ml (D2) memberikan hasil yang terbaik pada setiap variabel pengamatan.</p>Benang Purwanto, Michel Koibur, Dilla Asmul Fauziyyah
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2341Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Cendawan Cendawan Terbawa Benih Jagung (Zea mays L.)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2342
<p>Jagung (<em>Zea mays </em>L.) adalah salah satu jenis makanan dengan sumber karbohidrat tertinggi ketiga di dunia, setelah padi dan gandum. Produksi jagung di Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 14,46 ton, mengalami penurunan sebanyak 2,07 juta ton dibandingkan pada tahun 2022 yang sebesar 16,53 juta ton. Uji kesehatan benih merupakan salah satu metode untuk mengetahui informasi tentang kemungkinan adanya suatu risiko yang akan terjadi saat benih ditumbuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiagnosa kesehatan benih dan mendapatkan cendawan patogen terbawa benih pada empat varietas benih jagung. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan empat varietas benih jagung, yaitu Sukmaraga dari Balai Benih Induk Padi dan Palawija (BBIPP) Kelobak Kepahiang, Kanaka Merah dan Kanaka Hijau dari PT. Raja Soebandi Agriculture Malang Jawa Timur, dan Bisi Simetal dari Bengkulu Utara. Setiap perlakuan diulang 6 kali. Pengujian dilakukan dengan metode <em>Seedling Symptom Test </em>selama 30 hari. Dari pengujian didapatkan delapan isolat cendawan yang didominasi oleh spesies <em>Aspergillus</em>, <em>Rhizopus</em>, dan <em>Fusarium</em>.</p>Tunjung Pamekas, Sempurna Br. Ginting, Vivi Kartika Sari
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2342Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Evaluation of Combining Ability of Hibrid Maize in Diallel Crosses Under Low Nitrogen and High Plant Density Conditions
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2343
<p>The development of diallel hybrids is a widely used plant breeding approach for generating superior genetic combinations. This study aimed to evaluate the general combining ability (GCA) and specific combining ability (SCA) of maize inbred lines through diallel crosses under low-nitrogen conditions and high plant population density. The research was conducted in 2023 at the Experimental Farm of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Moncongloe, as well as in Bajeng and Ponorogo, Indonesia. Hybrids were developed using a partial half-diallel mating design involving 13 advanced inbred lines with upright and semi-upright leaf architecture, resulting in 78 hybrid combinations. The hybrids were evaluated under four environmental conditions, including normal conditions in Ponorogo, normal conditions in Bajeng, low nitrogen conditions in Bajeng, and high plant density conditions in Bajeng. Analysis of variance revealed that location, genotype, GCA, SCA, and genotype × environment interactions significantly affected grain yield. HDMT52 exhibited consistently high positive GCA effects across all testing environments, followed by AVLN118 and Mpop27. Hybrid combinations 6 × 3, 14 × 4, and 12 × 5 showed positive SCA effects accompanied by high grain yield, indicating their potential as promising hybrid candidates, whereas combinations 5 × 3 and 13 × 8 produced negative SCA effects and lower grain yield. The results demonstrate that hybrids with positive SCA effects possess superior adaptability under low nitrogen and high plant density conditions, making them valuable genetic resources for developing high-yielding and stress-adaptive maize hybrids.</p>Andi Irmadamayanti, Bunyamin Z, Muhammad Aqil, Roy Efendi, Yustisia Yustisia, Suwardi Suwardi, Syafruddin Syafruddin, Herawati Herawati, Muhammad Jihad, Muhammad Azrai
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2343Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Model Implementasi Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-ASS) dalam Mewujudkan Smart Agriculture Berkelanjutan untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Kabupaten Bone
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2344
<p>Transformasi sektor pertanian menuju sistem pertanian modern menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, khususnya pada wilayah sentra produksi pertanian. Program Pertanian Modern <em>Advance Agriculture System</em> (PM-ASS) di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone merupakan inovasi yang mengintegrasikan mekanisasi, digitalisasi, dan pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model implementasi Program PM-ASS dalam mewujudkan <em>smart agriculture</em> berkelanjutan guna mendukung kemandirian pangan di Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah desa, serta dokumentasi dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PM-ASS telah mendorong modernisasi budidaya melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta peningkatan efisiensi pengelolaan usaha tani. Program ini juga memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas lahan dan efisiensi penggunaan input produksi, serta memperluas akses terhadap informasi dan pendampingan teknis. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi digital petani, kebutuhan penguatan infrastruktur pendukung, dan keberlanjutan pendampingan kelembagaan. Model implementasi PM-ASS yang mengintegrasikan inovasi teknologi, pemberdayaan petani, kolaborasi multipihak, dan pemanfaatan potensi lokal terbukti menjadi pendekatan yang relevan dalam membangun smart agriculture berkelanjutan. Kesimpulannya, implementasi Program PM-ASS di Desa Bonto Padang memiliki potensi yang kuat dalam mendukung terwujudnya pertanian modern yang berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan di Kabupaten Bone.</p>Hasbi Hasbi, Rusdiawan Rusdiawan, Andi Ajeng Tenri Lala
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2344Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Volume Pupuk Organik Cair (POC) Berbahan Dasar Daun Gamal (Gliricidia sepium L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2345
<p>Daun gamal termasuk <em>family Leguminosae</em> sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC) mengandung nitrogen lebih tinggi sehingga sangat cocok diaplikasikan pada tanaman yang dipanen bagian vegetatifnya seperti tanaman sawi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume penyiraman POC daun gamal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dan menentukan perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Kebun Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan volume penyiraman POC daun gamal terdiri dari 4 taraf yaitu volume penyiraman 100 mL POC (V1), 200 mL (V1), 300 mL (V2), dan 400 mL (V3) per polibeg. Aplikasi POC dilakukan setiap 5 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 5 tanaman sehingga secara keseluruhan terdapat 80 tanaman.. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun total (cm<sup>2</sup>), berat segar dan berat kering pupus tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan volume penyiraman POC daun gamal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi hijau. Volume penyiraman 200 mL/polibeg yang diaplikasikan setiap 5 hari merupakan perlakuan yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau.</p>Robiatul Adawiyah, Abdul Madiki, Makmur Jaya Arma
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2345Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pemberian Monnosodium Glutamate dan Ekstrak Bawang Putih terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tomat (Solamun lycopersicum Mill.) pada Beberapa Media Tanam
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2346
<p>Produksi tomat dari bulan ke bulan pada tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 2-24%, hal ini disebabkan oleh kuantitas dan kualitas buah masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas buah tomat digunakan bahan yang mengandung unsur hara sekaligus zat pengatur tumbuh tanaman. Sumber hara dan zat pengatur tumbuh yang digunakan pada riset ini ialah penggabungan MSG dan ekstrak bawang putih. Selain penggunaan media tanah sebagai media tanam, media lain yang digunakan ialah pasir, arang sekam, dan serbuk gergaji. Tujuan riset ini ialah untuk mengetahui takaran MSG dan ekstrak bawang putih terbaik, mengetahui jenis media tanam terbaik, dan mengetahui kombinasi antara MSG dan ekstrak bawang putih, serta media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tomat. Riset ini menggunakan Pola Faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 20 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data di uji lanjut DMRT. Hasil yang diperoleh, takaran MSG dan ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan dan produksi tomat adalah pemberian MSG 0 g/l + EBP 0 g/l terbaik dalam tinggi tanaman tomat yaitu 109,2667 serta pemberian MSG 4 g/l + EBP 20 g/l terbaik dalam jumlah buah tomat per tangkai.</p>Amelia Putri Fadilah, Fatma Junita, Wahyu Aydil Kurniawan, Yun Sondang, Imam Cahyadi
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2346Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis dan Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Pangan di Daerah Formasi “Kabuh” Situs Purbakala Sangiran, Jawa Tengah
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2347
<p>Sangiran area was a prehistoric site area located in the border of Sragen and Karanganyar Regency, Central of Java Province. This site was the open site, then this site affected by the society activities such as Farming. The soil in the Sangiran Site area is barren, infertile, and highly fragile, yet it continues to be cultivated for agriculture. The food crops commonly grown by local residents include rice (both irrigated and upland varieties), maize, and cassava. This study aims to analyze land suitability for food crops at the Sangiran archaeological site. The results of climatologic analysis showed the Annual temperatures 28,5-34<sup>o</sup>C, and Rainfall 190-390mm. The physicochemical analysis of soils showed pH 7,84, Moisture 5%; Porosity 19%; C-Organic 7,53%; N 2,46%; K<sub>2</sub>O 0,88%; P<sub>2</sub>O<sub>5</sub> 28,79%; Salinity 5,06%; Toxicity (Al) 0,75%; Cation Capacity 18,72%; and Base Saturate 0,25%. The land suitability scoring showed Lowland Rice score 2,19; Upland Rice score 2,63; Corn score 3,08; and Cassava score 2,17. Based on the score claimed that only the corn has marginal suitability with the soil.</p>Agung R Gintu, Dwi Pramono, Santoso Santoso, Bistok H Simanjuntak, Suprihati Suprihati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2347Sun, 09 Aug 2026 10:57:13 +0900Optimasi Produksi Massal Mikrotuber Kentang Merah Karo Bebas Virus Menggunakan Sistem Temporary Immersion Bioreactor
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2348
<p>Ketersediaan bibit kentang berkualitas tinggi dan bebas virus menjadi tantangan utama dalam peningkatan produktivitas kentang merah di Indonesia. Sistem kultur jaringan konvensional seringkali terkendala oleh biaya produksi yang tinggi dan laju multiplikasi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem produksi massal mikrotuber kentang merah (Solanum tuberosum) bebas virus melalui pendekatan Temporary Immersion Bioreactor (TIS). Eksplan meristem berukuran 0,2–0,5 mm diisolasi dari tunas apikal kentang merah asal Karo dan dikultivasi pada media MS. Parameter bioreaktor TIS yang dioptimasi meliputi frekuensi imersi (6 kali/hari selama 10 menit), tingkat aerasi (0,3 vvm), pH media (6,0), serta penambahan BAP 1,5 mg/L, NAA 0,3 mg/L, dan sukrosa 30 g/L. Status bebas virus (PVY, PVX, PVS, CMV) divalidasi menggunakan metode differential diagnostic ELISA multiplex dan dikonfirmasi dengan PCR. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh eksplan meristem mencapai 96% dengan zero contamination. Bioreaktor TIS yang dioptimasi berhasil meningkatkan laju multiplikasi hingga 10,2x per subkultur (4 minggu) dengan homogenitas ukuran mikrotuber melebihi 95%. Lebih jauh lagi, inovasi hulu ini mampu menekan biaya produksi sebesar 65% dan mempercepat waktu produksi hingga 50% dibandingkan metode kultur konvensional. Kesimpulannya, pengembangan mikrotuber berbasis teknologi TIS terbukti sangat efektif, ekonomis, dan efisien dalam menyediakan sumber bibit kentang merah berkualitas tinggi yang tersertifikasi bebas virus.</p>Diky Setya Diningrat, Eri Mustari, Laela Sari, Selvia Dewi Pohan, Heppy Setya Prima, Adelia Febriyossa
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2348Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengendalian Hama Kumbang Penggerek Ubi Jalar (Cylas formicarius Fabricius) pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Lima Klon Ubi Jalar dengan Insektisida Nabati Daun Buah Hitam (Haplolobus spp)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2349
<p>Hama boleng (<em>Cylas formicarius</em> Fabricius) merupakan kendala utama dalam budidaya ubijalar (<em>Ipomoea batatas</em> L.) yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 90%. Pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan sangat diperlukan, salah satunya melalui pemanfaatan insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dan intensitas serangan <em>C. formicarius</em> pada fase vegetatif lima klon ubijalar yang diaplikasikan dengan insektisida nabati daun buah hitam (<em>Haplolobus</em> spp.). Penelitian dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Lahan Percobaan Manggoapi Faperta UNIPA dan Desa Sayro Amban Pantai Manokwari, bulan Oktober-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Berfaktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor 1, klon ubijalar [5 klon] dan faktor 2 lokasi [2 lokasi], diulang 3 kali, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Aplikasi ekstrak daun buah hitam dengan konsentrasi 50 ml/L air dilakukan setiap 2 minggu mulai umur 2 MST. Parameter yang diamati meliputi persentase dan intensitas serangan pada batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan respons antar klon terhadap serangan hama. Di Lahan Manggoapi, persentase serangan tertinggi terjadi pada klon Soribo (33,33%), sedangkan terendah pada klon Beta 2 (5%). Di Desa Sayro, persentase serangan tertinggi terdapat pada klon Soribo dan Koya 4 (41,67%), dan terendah pada klon Salosa dan Koya 6 (5%). Intensitas serangan tertinggi di Manggoapi terjadi pada klon Salosa dan Soribo (35,42%), sementara di Sayro pada klon Salosa (37,50%). Tingkat kerusakan yang terjadi secara umum tergolong ringan (25-50%). Hal ini mengindikasikan bahwa insektisida nabati daun buah hitam mampu menekan serangan hama <em>C. formicarius</em> pada fase vegetatif ubijalar. Penggunaan klon Koya 4 dan Koya 6 menunjukkan kerentanan yang lebih rendah, sehingga berpotensi direkomendasikan sebagai klon yang relatif tahan dalam program pengendalian hama terpadu.</p>Sutiharni Sutiharni, Nursanti Akwila Way, Eko Agus Martanto, Vero L. Tuhumena
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2349Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Efektifitas Insektisida Nabati Daun Buah Hitam (Haplolobus spp) terhadap Intensitas Serangan Hama Parabiokrosis (Pseudodoniella laensis Mill.) di Perkebunan Kakao Koperasi Ebier-Suth Ransiki Manokwari Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2350
<p>Hama Parabiokrosis (<em>Pseudodoniella laensis</em> Mill.) merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya kakao yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi biji kakao. Penggunaan insektisida nabati berbahan baku lokal menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas insektisida nabati daun buah hitam (<em>Haplolobus spp.</em>) dalam menekan intensitas serangan hama Parabiokrosis pada tanaman kakao (<em>Theobroma cacao L.).</em> Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kakao Koperasi Ebier-Suth, Kampung Warsui, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan, pada bulan Desember 2021-Februari 2022. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan teknik purposive sampling, menggunakan 50 tanaman sampel yang tersebar pada 5 titik unit sampel. Aplikasi perlakuan dilakukan dengan menggantungkan 10 kantung insektisida nabati serbuk daun buah hitam per pohon dengan dosis 8,25 gram per kantung pada tiga cabang utama. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida nabati daun buah hitam mampu menekan rata-rata jumlah buah terserang menjadi 0,72 buah dengan persentase buah terserang sebesar 10,34% (kategori ringan). Populasi hama mengalami penurunan hingga minggu ke-6 setelah aplikasi (0,70 ekor), namun terjadi peningkatan kembali pada minggu ke-8 (1,04 ekor). Intensitas serangan hama Parabiokrosis tercatat sebesar 4,60% (kategori sangat ringan). Insektisida nabati daun buah hitam efektif dalam menekan intensitas serangan hama Parabiokrosis pada tanaman kakao, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT) di perkebunan kakao rakyat.</p>Sutiharni Sutiharni, M. Fatakhur Rakhman, Vero L. Tuhumena, Eko Agus Martanto
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2350Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Kombinasi Dosis Biochar Sekam Padi dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Performa Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis (Zea mays L)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2351
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi biochar sekam padi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis (<em>Zea mays</em> L.) serta memperoleh kombinasi dosis yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Muara Prafi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis biochar sekam padi (0, 2, dan 4 ton ha⁻¹) serta pupuk kandang kambing (0, 10, 20, dan 30 ton ha⁻¹), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan pH tanah. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi biochar sekam padi dan pupuk kandang kambing mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif jagung manis, terutama pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Perlakuan P12 (biochar sekam padi 4 ton ha⁻¹ dan pupuk kandang kambing 30 ton ha⁻¹) memberikan respons pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 189,66 cm pada umur 7 minggu setelah tanam. Sebaliknya, perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH tanah yang tetap berada pada kisaran 6,63–7,00. Kombinasi tersebut berpotensi diterapkan sebagai alternatif pemupukan organik untuk mendukung budidaya jagung manis yang lebih produktif dan berkelanjutan.</p>Ade Irmawan, Muhammad Abdul Aziz, Michel Koibur
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2351Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Dampak Komponen Hasil terhadap Produksi dan Nilai Ekonomi Usahatani Kelapa Sawit Tanaman Menghasilkan Muda
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2354
<p>Komoditas perkebunan utama, kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), berkontribusi besar pada ekonomi baik masyarakat maupun nasional. Pada perkebunan rakyat, produktivitas tanaman menghasilkan muda masih bervariasi, yang berdampak pada tingkat pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana komponen hasil mempengaruhi produksi dan nilai ekonomi usahatani kelapa sawit tanaman menghasilkan muda di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pada lahan perkebunan rakyat seluas satu hektar yang terdiri atas 126 tanaman kelapa sawit berumur tiga tahun, metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk melakukan penelitian ini. Observasi lapangan, catatan hasil panen, dan wawancara tentang biaya produksi usahatani digunakan untuk mengumpulkan data. Jumlah tandan per tanaman, produksi tandan buah segar, total biaya produksi, penerimaan, pendapatan bersih, dan rasio penerimaan terhadap biaya (R/C ratio) adalah semua parameter yang diamati. Data dianalisis secara deskriptif untuk menunjukkan hubungan antara elemen hasil dengan produksi dan kelayakan ekonomi usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menerima sekitar Rp2.000.000 per bulan dengan pendapatan bersih sebesar Rp800.000 per bulan dan nilai R/C ratio sebesar 1,67, dan produksi tandan buah segar mencapai sekitar 690 kg per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kelapa sawit tanaman menghasilkan muda masih layak untuk diusahakan dan dapat ditingkatkan dengan pengelolaan budidaya yang lebih baik. Komponen hasil memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi dan keuntungan usahatani kelapa sawit.</p>Yoyon Riono, Muhammad Arpa, Marlina Marlina, Nursida Nursida, Intan Sari, Rifni Nofitasari, Retty Ninsix, Andi Yusapri, Hermiza Mardesci, Mulono apriyanto
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2354Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis SEM Beban Kerja Ganda, Kesehatan, dan Produktivitas Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit di Jambi
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2355
<p>Perempuan pada sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi tidak hanya berperan dalam kegiatan produktif, tetapi juga memikul tanggung jawab domestik rumah tangga yang memunculkan beban kerja ganda dan berpotensi memengaruhi kesehatan serta produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja ganda terhadap kesehatan dan produktivitas tenaga kerja perempuan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini memanfaatkan data sekunder mikro dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2023 yang dilengkapi dengan variabel kontekstual dari publikasi Badan Pusat Statistik. Variabel laten yang dianalisis meliputi beban kerja ganda yang diproksikan melalui alokasi waktu kerja produktif dan domestik, kesehatan yang diukur melalui indikator keluhan kesehatan dan hari sakit, serta produktivitas yang diproksikan melalui jam kerja efektif dan partisipasi kerja. Analisis dilakukan melalui pengujian model pengukuran untuk memastikan validitas dan reliabilitas konstruk, serta model struktural untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja ganda berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesehatan tenaga kerja perempuan. Selanjutnya, kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Selain itu, beban kerja ganda memiliki pengaruh tidak langsung terhadap produktivitas melalui kesehatan sebagai variabel mediasi, yang menunjukkan bahwa penurunan kondisi kesehatan akibat beban kerja berlebih berdampak pada menurunnya produktivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi kebijakan yang mendukung keseimbangan peran perempuan, seperti penyediaan layanan kesehatan, pengurangan beban domestik, dan perlindungan tenaga kerja, guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja perempuan di sektor perkebunan kelapa sawit.</p>Thomson Sitompul, Ratu Ainaya Nurfadila
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2355Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Strategi Peningkatan Daya Saing Agribisnis Kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2356
<p>Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta penting di Provinsi Bengkulu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. Namun demikian, daya saing kopi robusta daerah masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain produktivitas kebun rakyat yang belum optimal, mutu produk yang belum seragam, lemahnya posisi tawar petani, serta terbatasnya akses pasar bernilai tinggi. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan daya saing kopi robusta Kabupaten Kepahiang melalui pendekatan <em>Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats</em> (SWOT). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang pada Bulan Juni-Desember 2026. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan yang terdiri atas pemerintah daerah, penyuluh, pelaku usaha, asosiasi kopi, dan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada kesesuaian agroklimat, reputasi mutu kopi, serta berkembangnya usaha pengolahan kopi lokal. Kelemahan utama meliputi produktivitas rendah, teknologi budidaya dan pascapanen yang belum optimal, serta kelembagaan pemasaran yang lemah. Peluang utama berasal dari meningkatnya permintaan kopi berkualitas, pasar domestik yang terus tumbuh, dan dukungan kebijakan pemerintah. Ancaman utama berupa fluktuasi harga, persaingan antar daerah penghasil kopi, dan perubahan iklim. Strategi peningkatan daya saing diarahkan pada peningkatan produktivitas dan mutu, penguatan kelembagaan petani, hilirisasi produk, serta pengembangan branding kopi daerah.</p>Alfayanti Alfayanti, Siti Rosmanah, Taufik Hidayat, Taupik Rahman, Afrizon Afrizon, Dani Dani, Tulus Fernando Silitongga, Tri Deni Prabowo, Ranizal Ranizal
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2356Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Formulasi Media Tanam Berbasis Kompos Enceng Gondok dan Hormon Pertumbuhan terhadap Pertumbuhan Awal Bibit Kelapa Sawit Fase Pre-Nursery
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2357
<p>Sistem pembibitan kelapa sawit kontemporer menekankan keberlanjutan dan efisiensi input, dan pemanfaatan media tanam organik semakin menjadi prioritas utama. Kompos enceng gondok (Eichhornia crassipes), tanaman air invasif yang menghasilkan banyak hara, adalah salah satu bahan organik yang mungkin. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kompos ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan ketersediaan nitrogen mineral dan struktur media tanam. Di sisi lain, hormon pertumbuhan seperti auksin dan giberelin bertanggung jawab untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana formulasi media tanam berbasis kompos enceng gondok yang diperkaya ZPT mempengaruhi pertumbuhan awal bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di fase pre-nursery. Khususnya, penelitian ini menganalisis tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan rasio akar-tunas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (<em>Split Plot Design</em>), pola faktorial 4 x 4 dengan 3 ulangan, dan 576 bibit. Dosis kompos enceng gondok adalah komponen utama; ZPT terdiri dari 100 ppm IAA, 100 ppm GA3, dan 50 ppm kombinasi IAA+GA3. Parameter diamati selama dua belas minggu dan dianalisis dengan ANOVA dan DMRT 5%. Hasil menunjukkan bahwa baik perlakuan kompos maupun hormon pertumbuhan secara terpisah tidak mempengaruhi jumlah daun atau indeks luas daun (LAI). Namun, interaksi keduanya mempengaruhi jumlah daun, indeks luas daun (LAI), dan jumlah daun bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Hasil menunjukkan bahwa kompos enceng gondok dan hormon pertumbuhan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit sawit secara ekologis dan efisien.</p>Ias Marroha Doli Siregar
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2357Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Perbandingan Produksi Panel Atas dan Bawah pada Penyadapan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) secara Double Cut
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2358
<p>Peningkatan produktivitas tanaman karet secara lebih efektif, efisien dan berkelanjutan perlu terus dilakukan melalui pengelolaan sistem pemanenan lateks (penyadapan) yang tepat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penyadapan <em>double cut</em> (DC) yang memanfaatkan dua bidang sadap di panel bawah dan panel atas secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui komposisi produksi penyadapan DC di masing-masing panel sadap, yaitu irisan S/2d3 di panel bawah dan S/4Ud3 atau S/2Ud3 di panel atas, dan (ii) mengetahui pengaruh irisan sadap antara S/2U dengan S/4U pada penyadapan DC. Penelitian ini telah dilaksanakan pada November 2022 di beberapa tahun tanam berbeda di Afdeling Galardowo dan Begosari Kebun Getas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Parameter yang diamati meliputi produktivitas karet kering setiap kali disadap (GTT) dan kadar karet kering (KKK) di masing-masing panel sadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KKK bervariasi antar lokasi dan umur tanaman, di mana tanaman lebih tua cenderung memiliki KKK lebih rendah dibandingkan tanaman yang lebih muda. Kontribusi produksi dalam satuan GTT menunjukkan panel atas lebih dominan, yaitu sebesar 62,6–76,4%, sedangkan panel bawah 23,6–37,4%. Penggunaan irisan S/2U menghasilkan produksi relatif lebih tinggi dibandingkan S/4U, namun berpotensi mempercepat konsumsi kulit, sehingga irisan S/4U dinilai lebih optimal untuk menjaga kesinambungan produksi. Meskipun demikian, pada penelitian selanjutnya disarankan agar dilakukan perbandingan antara sadap DC dengan <em>single cut</em> (SC) di panel atas.</p>Akhmad Rouf, Mudita Oktorina Nugrahani, Nofitri Dewi Rinojati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2358Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Diversifikasi Kopi Arabika Menuju Kemandirian Pangan melalui Circular Economy Berbasis Pengolahan Limbah Tradisional
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2359
<p>Sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi arabika, memiliki potensi strategis dalam mendukung kemandirian pangan dan penguatan ekonomi rumah tangga petani. Namun, pengelolaan yang masih berfokus pada penjualan biji kopi mentah (green bean) membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model agribisnis kopi arabika melalui diversifikasi usaha berbasis circular economy dan pengolahan limbah tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan kausal-komparatif. Data dianalisis menggunakan Analisis Nilai Tambah Metode Hayami dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk hilir, seperti kopi bubuk premium dan teh cascara, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi petani hingga dua kali lipat. Selain itu, penerapan strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berhasil mengoptimalkan 45–50% limbah kulit dan ampas kopi menjadi pupuk organik serta pakan ternak. Integrasi ini terbukti meningkatkan efisiensi biaya produksi, menekan pencemaran lingkungan, serta memperbaiki Pangsa Pengeluaran Pangan (PPP) dan resiliensi ekonomi rumah tangga petani.</p>Moh Fadly, Fahrul Alfarizi, Nur Saudah Al Arifa D
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2359Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Valorisasi Limbah Biomassa Kelapa Sawit Berbasis Ekonomi Sirkular Untuk Pengembangan Agroindustri Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2360
<p>Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor agroindustri terbesar di dunia sekaligus menjadi salah satu penghasil utama limbah biomassa, seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang inti sawit, serat mesokarp, limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS), pelepah kelapa sawit, dan batang kelapa sawit. Dalam sistem produksi linear konvensional, sebagian besar residu tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan, emisi gas rumah kaca, dan inefisiensi sumber daya. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi teknologi konversi biomassa dan penerapan energi terbarukan pada industri kelapa sawit. Namun, integrasi prinsip ekonomi sirkular secara komprehensif dalam sistem agroindustri kelapa sawit berkelanjutan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan ekonomi sirkular dan jalur valorizasi biomassa dalam mendukung pengembangan agroindustri kelapa sawit yang berkelanjutan.</p>Solihin Solihin, Hesti Widayani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2360Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Komoditas Unggulan Sektor Perkebunan di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2361
<p>Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi perkebunan yang cukup besar dan berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas unggulan perkebunan, persebaran wilayah perkebunan, serta karakteristik lingkungan yang mendukung kegiatan perkebunan di Kecamatan Samboja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis spasial. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur dari jurnal ilmiah, data Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber pendukung lainnya. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan aplikasi Google My Maps untuk membantu visualisasi dan identifikasi persebaran lokasi perkebunan di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan utama di Kecamatan Samboja. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan komoditas lain seperti karet, kelapa, serta berbagai tanaman buah lokal seperti pisang, nanas, nangka, cempedak, dan durian. Persebaran area perkebunan umumnya berada pada wilayah dataran rendah hingga perbukitan landai dengan akses jalan yang cukup baik, terutama di sekitar jalan utama dan jalur Tol Balikpapan–Samarinda. Kondisi geografis wilayah yang meliputi iklim tropis, curah hujan yang tinggi, serta ketersediaan lahan yang luas menjadi faktor pendukung perkembangan sektor perkebunan di Kecamatan Samboja. Selain berperan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat, sektor perkebunan juga memberikan kontribusi ekonomi melalui kegiatan pengolahan hasil perkebunan, khususnya kelapa sawit menjadi <em>Crude Palm Oil</em> (CPO), yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.</p>Fika Arisandi Maulani, Ainul Reskiyah Sukowati, Yunita Mangalik, Alda Alda, Dewi Anjani, Arum Sekar Kedhaton
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2361Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Bio-Kompos Berbasis Tea Waste dan Agens Hayati untuk Mendukung Produksi Pucuk Teh Berkelanjutan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2362
<p>Produktivitas tanaman teh yang berkelanjutan memerlukan pengelolaan kesuburan tanah yang optimal dan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah teh (<em>tea waste</em>) sebagai bio-kompos diperkaya agens hayati menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik serta meningkatkan produksi pucuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bio-kompos berbasis <em>tea waste</em> dan agens hayati terhadap produksi pucuk teh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk konvensional terdiri atas 0%, 50%, 75%, dan 100% dosis standar serta dosis bio-kompos <em>tea waste</em> terdiri atas 0, 1, 2, dan 3 ton/ha. Pengamatan dilakukan pada periode September hingga Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bio-kompos <em>tea waste</em> yang diperkaya agens hayati memberikan pengaruh nyata terhadap produksi pucuk teh pada bulan November. Kombinasi perlakuan 75% pupuk konvensional dan 1 ton ha⁻¹ bio-kompos menghasilkan peningkatan produksi pucuk sebesar 40-50% dibandingkan kontrol. Selain itu, aplikasi bio-kompos mampu mempertahankan produktivitas pucuk meskipun penggunaan pupuk anorganik dikurangi hingga 25–30%. Hal ini menunjukkan bahwa biokompos <em>tea waste</em> memiliki potensi sebagai inovasi pemupukan ramah lingkungan untuk mendukung efisiensi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan produksi pucuk teh secara berkelanjutan.</p>Restu Wulansari, Elia Laila Rizqiyah, Erdiansyah Rezamela, Fani Fauziah, Ahmad Ghozali A
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2362Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Kerusakan Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt.) akibat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Strategi Pengelolaan Terpadu di Jazirah Leihitu
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2363
<p>Pala (<em>Myristica fragrans</em> Houtt.) merupakan komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Maluku yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai penghasil rempah, namun produktivitasnya masih dibatasi oleh serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis OPT utama, menganalisis luas dan intensitas serangan, serta merumuskan strategi Pengelolaan OPT Terpadu (PHT) pada sentra produksi pala di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Desa Allang, Hila, dan Suli. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode <em>simple random sampling</em> dengan melibatkan 30 petani (10 petani pada setiap desa). Pengamatan dilakukan terhadap 65 tanaman pala pada setiap petani untuk mengidentifikasi jenis OPT, menghitung luas serangan dan intensitas serangan, serta menganalisis tingkat kerusakan tanaman secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama penggerek batang <em>Batocera hercules</em> merupakan OPT dominan dengan luas serangan sebesar 18,63% dan intensitas serangan 14,82%, diikuti penyakit busuk buah kering yang disebabkan oleh <em>Stigmina myristicae</em> dengan luas serangan 15,47% dan intensitas serangan 11,35%, serta penyakit kanker batang oleh <em>Phytophthora</em> sp. dengan luas serangan 12,39% dan intensitas serangan 8,76%. Serangan ketiga OPT tersebut menyebabkan kerusakan pada batang, cabang, dan buah yang berpotensi menurunkan produktivitas serta mutu hasil pala. Strategi PHT yang direkomendasikan meliputi sanitasi kebun, eradikasi tanaman terserang berat, pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi, pemanfaatan agens hayati dan musuh alami, pemupukan berimbang, monitoring berkala, serta penggunaan pestisida secara bijaksana berdasarkan ambang pengendalian. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu menekan perkembangan OPT secara efektif dan berkelanjutan sehingga mendukung peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usaha tani pala di Jazirah Leihitu.</p>Jogeneis Patty, Costanza Uruilal, Abraham Talahaturuson
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2363Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Daya Saing dan Dinamika Ekspor Vanili Indonesia di Pasar Global (2015–2024)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2364
<p>Indonesia merupakan produsen vanili terbesar ke dua setelah Madagaskar, dimana vanili menjadi salah satu komuditas perkebunan unggulan karena nilai ekominya yang tinggi. Meskipun potensi pasar global yang besar, ekspor vanili Indonesia masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga, stabilitas pasokan, serta ketatnya persaingan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komperatif serta dinamika daya saing ekspor vanili Indonesia di Pasar global pada priode 2015-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan data sekunder berbentuk deret waktu (<em>time series</em>) tahunan dari tahun 2015 hingga 2024. Data yang digunakan meliputi nilai dan volume ekspor vanili dengan kode <em>Harmonized System</em> (HS) 090510 (Vanila) ke delapan negara tujuan utama, yaitu Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda, Singapura, Australia, Polandia, dan Kanada. Sumber data utama di peroleh melalui basis data <em>Trade Map</em>. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode <em>Revealed Comparative Advantage</em> (RCA) menggunakan Microsoft Exel versi 2019 untuk mengukur tingkat daya saing komperatif produk vanili nasional di masing masing negara tujuan tersebut. Hasil data menunjukan bahwa komuditas vanili indonesia memiliki keunggulan komperatif yang sangat kuat di pasar global, yang ditunjukan oleh rata-rata indeks RCA yang lebih dari satu (RCA > 1) diseluruh negara tujuan selama periode 2015-2024. Nilai rata-rata indeks RCA tertinggi di capai di pasar Amerika Serikat sebesar 222,49, diikuti oleh Polandia (108,43) dan Singapura (95,90). Jerman memiliki rata-rata indeks sebesar 56,17 sedangkan Kanada, Prancis, dan Australia berada pada kategori moderat dikisaran 18-32. Nilai rata-rata terendah tercatat berada di pasar Belanda, yaitu 9,61. Meskipun memiliki daya saing diatas rata-rata dunia, nilai indeks RCA vanili indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan global, konsistensi pasokan, serta penetrasi pasar dari negara pesaing utama.</p>Arya Genta Lelana, Ceciliya Natasha Marbun, Icha Aprilia
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2364Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Model Optimasi Penjadwalan Pemetikan Daun Teh melalui Alokasi Areal Petik dan Tenaga Kerja Menggunakan Pendekatan Linear Programming
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2365
<p>Produktivitas pemetikan daun teh di perkebunan berskala besar kerap terhambat oleh inefisiensi alokasi areal petik dan tenaga kerja akibat sistem penjadwalan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model optimasi penjadwalan pemetikan daun teh melalui alokasi areal petik (<em>hanca</em>) dan tenaga kerja menggunakan pendekatan pemrograman linear. Kondisi awal menunjukkan bahwa realisasi produksi pada salah satu lahan studi kasus hanya mencapai 57,8% dari target perusahaan, yang diindikasikan disebabkan oleh keterlambatan sistemik dalam rotasi gilir petik. Model pemrograman linear dikonstruksi dengan fungsi tujuan memaksimumkan total produksi daun teh tahunan. Variabel keputusan berupa luas areal petik per hanca pada setiap blok dan musim (<em>L</em><sub>ijk</sub>), dengan fungsi kendala meliputi ketersediaan luas lahan per blok (<em>A</em><sub>ij</sub>) dan kapasitas tenaga pemetik (<em>T</em><sub>ij</sub>) berdasarkan koefisien rasio 1,12 orang/ha. Model diselesaikan menggunakan perangkat lunak LINDO. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan produksi daun teh sebesar 49,17%, dari 512,009 ton menjadi 763,62 ton per tahun. Kebutuhan areal petik berkurang 20,79% dari 94,23 ha menjadi 74,64 ha, sementara tenaga pemetik menurun 19,23% dari 104 orang menjadi 84 orang. Dua belas hanca prioritas teridentifikasi sebagai titik intervensi penjadwalan, dan opsi jadwal pemetikan baru disusun secara terpisah untuk musim hujan dan musim kemarau. Temuan ini menunjukkan bahwa pemrograman linear mampu menghasilkan alokasi sumber daya yang lebih efisien dan jadwal pemetikan yang adaptif terhadap variasi musim, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas perkebunan teh secara signifikan.</p>Thabed Tholib Baladraf
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2365Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Soil Physical Characteristics for Smallholder Plantation Land Management in Kutai Kartanegara, East Kalimantan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2366
<p>Smallholder plantation land management in East Kalimantan requires baseline information on soil physical properties because soil color, texture, structure, consistency, and horizon position influence water retention, root development, and aggregate stability. This study aimed to analyze the physical characteristics of soils from two sites in Kutai Kartanegara Regency and formulate site-based plantation land management recommendations. The study used a qualitative descriptive method by synthesizing two mini-research datasets, namely a reddish-brown lateritic soil sample from Loa Janan Subdistrict and a gray soil sample from Sungai Mariam Village, Anggana Subdistrict. Primary data included soil color, texture, structure, wet-moist-dry consistency, inferred horizon position, environmental setting, and visual documentation. The results showed that the Loa Janan soil was reddish brown, sandy clay loam in texture, irregular blocky to massive in structure, slightly sticky when wet, hard when dry, and likely represented a lateritic subsoil layer. These characteristics suggest adequate mechanical support but possible chemical fertility limitations, requiring organic matter input and soil acidity testing. The Sungai Mariam soil had a gray color of 10 YR 5/1, moderately coarse texture, medium structure of 10-20 mm, non-plastic, slightly sticky, very friable, and soft when dry, indicating good drainage but limited water and nutrient retention. The study concludes that smallholder plantation management should integrate ground cover, mulch, compost, reduced compaction, pH testing, and vegetation-based conservation.</p>Arum Sekar Kedhaton, Juwari Juwari, Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, Muhammad Zidan Ikhwanuttaqwa, Sabrina Nur Fhazira Nazwa
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2366Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Kesesuaian Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK 216 Pada PG Industri Gula Glenmore- PT SGN
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2367
<p>Aset tetap memainkan peran penting dalam operasi industri gula, khususnya dalam bentuk bangunan, mesin pabrik, dan aset pendukung. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian perlakuan akuntansi aset tetap di PT SGN - Industri Gula Glenmore berdasarkan PSAK 216. Penelitian ini berfokus pada empat aspek utama: pengakuan, pengukuran, penyusutan, serta penyajian dan pengungkapan aset tetap dalam laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan departemen akuntansi dan keuangan, dan dokumentasi laporan aset tetap perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT SGN telah secara konsisten menerapkan PSAK 216. Dalam aspek pengakuan, perusahaan telah mengklasifikasikan aset pendukung sebagai aset tetap sesuai dengan amandemen terbaru. Pengukuran setelah pengakuan menggunakan model revaluasi, dan metode penyusutan yang diterapkan adalah metode garis lurus, yang dianggap mencerminkan pola konsumsi manfaat ekonomi aset. Penyajian dalam laporan posisi keuangan juga dilakukan secara neto setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Secara keseluruhan, perlakuan akuntansi aset tetap di PT Industri Gula Glenmore sesuai dengan standar yang berlaku dalam PSAK 216.</p>Isytifa Annisa Adlha, Mahagiyani Mahagiyani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2367Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Penerapan Hazard Identification, Risk Assessment and Control (HIRAC) terhadap Efektivitas Pengendalian Risiko Kerja pada Karyawan Panen Kelapa Sawit
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2368
<p>Kegiatan panen kelapa sawit merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi karena melibatkan penggunaan alat panen, aktivitas fisik yang berat, serta kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Penerapan <em>Hazard Identification, Risk Assessment and Control</em> (HIRAC) diperlukan sebagai upaya sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan tindakan pengendalian yang tepat guna menciptakan lingkungan kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan HIRAC terhadap pengendalian risiko kerja karyawan panen di PT Nusa Pusaka Kencana Kebun Bahilang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 49 karyawan panen. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HIRAC berada pada kategori baik dengan tingkat penerapan yang relatif tinggi. Pengendalian risiko kerja yang diterapkan perusahaan juga berada pada kategori baik melalui penggunaan alat pelindung diri, penerapan prosedur kerja aman, serta pengawasan rutin terhadap aktivitas panen. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penerapan HIRAC berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian risiko kerja dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Semakin baik penerapan HIRAC, maka semakin efektif pengendalian risiko kerja yang dilakukan perusahaan. Dengan demikian, penerapan HIRAC merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengendalian risiko kerja pada kegiatan panen kelapa sawit.</p>Aprie Maharani Lumban Gaol, Azis Herdiyanto Riyadi, Muhammad Fadlan
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2368Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Respon Bibit Kelapa Sawit Pre-Nursery terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Batang Pisang dan Air Kelapa
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2369
<p>Pembibitan merupakan tahap penting dalam budidaya kelapa sawit karena menentukan kualitas pertumbuhan tanaman pada fase selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pupuk organik cair (POC) batang pisang yang diperkaya air kelapa dalam meningkatkan pertumbuhan dan biomassa bibit kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis</em> Jacq.) pada fase <em>pre nursery</em>. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok nonfaktorial dengan lima perlakuan, yaitu P0 (konrol), P1 (160 ml/l air), P2 (200 ml/l air), P3 (240 ml/l air), dan P4 (280 ml/l air), masing – masing diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang yang diperkaya air kelapa berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Perlakuan P4 menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 19,59 cm, diameter batang 4,26 mm, jumlah daun 3,60 helai, dan panjang akar 26,89 cm. Selain meningkatkan biomassa tanaman, penggunaan POC juga lebih ekonomis dibandingkan pupuk NPK. POC batang pisang yang diperkaya air kelapa berpotensi menjadi sumber hara organik alternatif untuk pembibitan kelapa sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan.</p>Khoirunnisa Pakpahan, Silvia Nora, Rahmi Eka Putri
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2369Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Transformasi Pengelolaan Arsip Inaktif melalui Aplikasi Berbasis Excel pada Bagian SDM PT. Sinergi Gula Nusantara – PG Pesantren Baru
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2370
<p>Pengelolaan arsip merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung efektivitas administrasi organisasi, khususnya pada bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang menangani berbagai dokumen kepegawaian. Namun, berdasarkan hasil observasi di Bagian SDM PT Sinergi Gula Nusantara – PG Pesantren Baru, ditemukan permasalahan berupa arsip inaktif yang tersimpan secara tidak teratur, belum terklasifikasi dengan baik, serta belum memiliki sistem kode arsip yang terstandarisasi. Kondisi tersebut menyebabkan proses pencarian dokumen menjadi kurang efektif dan sering menimbulkan kebingungan bagi pengguna arsip. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi sistem arsip inaktif berbasis Microsoft Excel untuk mempermudah pencarian arsip fisik dan digital serta meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip pada Bagian SDM. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> yang dianalisis menggunakan uji t berpasangan (<em>paired sample t-test</em>). Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi mampu membantu pengguna menemukan lokasi arsip fisik maupun dokumen digital secara lebih cepat dan sistematis. Aplikasi yang dikembangkan juga mendukung tertib administrasi melalui penyajian informasi arsip yang terstruktur berdasarkan kategori, kode arsip, lokasi penyimpanan, dan tautan dokumen digital. Dengan demikian, aplikasi sistem arsip inaktif berbasis Microsoft Excel dapat menjadi solusi inovatif yang sederhana, mudah diterapkan, dan efektif dalam mendukung pengelolaan arsip fisik dan digital pada lingkungan kerja vokasi maupun industri.</p>Rinal Pangaribuan, Mahagiyani Mahagiyani, Rama Aditya Sadarni
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2370Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Implementasi Teknologi Drone Sprayer pada Pemupukan Tebu: Tinjauan Efisiensi Biaya Serta Waktu dan Adopsi Petani di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2371
<p>Tanaman tebu merupakan komoditas perkebunan strategis yang menuntut efisiensi tinggi dalam setiap aspek budidayanya, termasuk pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat petani menggunakan drone pertanian, menganalisis efisiensi biaya dan waktu, serta mengetahui kendala dalam pelaksanaannya di Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2025 menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap petani tebu yang telah menggunakan layanan drone pertanian. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat petani dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu faktor sosial melalui efek demonstrasi antarpetani, faktor lingkungan berupa presisi aplikasi pupuk yang lebih ramah lingkungan, dan faktor risiko kerja yang lebih rendah dibandingkan metode manual. Penggunaan drone pertanian mampu menekan biaya pemupukan secara signifikan dengan waktu pengerjaan 15–30 menit per hektare dibandingkan metode manual yang membutuhkan sekitar 12 jam. Kendala utama yang dihadapi meliputi gangguan cuaca, kelemahan sinyal, dan hambatan fisik di lapangan. Teknologi drone pertanian berpotensi besar sebagai solusi pemupukan modern yang efisien dan berkelanjutan pada komoditas tebu.</p>Muhammad Fiqi, Anna Kusumawati, Hartini Hartini
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2371Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peran Cengkih Hutan dalam Strategi Pengembangan Perkebunan Cengkih Adaptif terhadap Perubahan Iklim
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2372
<p>Maluku memiliki salah satu plasma nutfah cengkih lokal yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai cengkih Hutan. Cengkih Hutan tergolong cengkih tipe liar yang ditemukan di beberapa wilayah di Pulau Ambon, Maluku. Perubahan iklim saat ini ditandai oleh peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem telah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan produksi tanaman cengkih (<em>Syzygium aromaticum</em> L.) Kondisi tersebut berpotensi menurunkan pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas hasil cengkih. Pengembangan varietas cengkih yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan produktivitas dan stabilitas produksi. Dalam konteks tersebut, cengkih hutan memiliki peran penting sebagai sumber plasma nutfah yang menyimpan keragaman genetik dan karakter adaptif yang berpotensi dimanfaatkan dalam program pemuliaan tanaman. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai potensi cengkih hutan sebagai sumber daya genetik dalam pengembangan varietas cengkih adaptif terhadap perubahan iklim. Kajian dilakukan melalui penelusuran dan analisis literatur yang mencakup aspek keragaman genetik, adaptasi terhadap cekaman lingkungan, ketahanan terhadap hama dan penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa cengkih hutan memiliki potensi sebagai sumber gen toleransi terhadap kekeringan, suhu tinggi, dan kondisi lingkungan marginal, serta berperan dalam memperluas basis genetik varietas budidaya. Pemanfaatan cengkih hutan melalui eksplorasi, karakterisasi, konservasi, dan integrasi dengan teknologi pemuliaan modern dapat mendukung percepatan perakitan varietas cengkih yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik cengkih hutan perlu menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan perkebunan cengkih di era perubahan iklim.</p>Sheny Kaihatu, Maryam Nurdin, Wahid Wahid, Astrid da Costa, Risma Suneth, Edwin Waas, Rosniyati Suwarda, Procula R Matitaputty, Kardiyono Kardiyono
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2372Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Sertifikasi Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan di Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Barat
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2373
<p>Sertifikasi kompetensi kerja merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus. Kompetensi sangat penting dimiliki oleh tenaga kerja karena kompetensi menggabungkan 3 aspek yang harus dimiliki yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah sertifikasi kompetensi memberikan pengaruh pada kinerja karyawan di industri perkebunan kelapa sawit Kalimantan Barat. Metode penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan kuisioner. Pendekatan survei dengan desain penelitian asosiatif kausal, yaitu untuk melihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Teknik sampling dilakukan dengan pengambilan sampel dari 3 perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Barat. Hal ini dibuktikan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,781 dan nilai signifikansi sebesar 0,041 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil nilai koefisien regresi 0,781 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan sertifikasi kompetensi diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis regresi linear sederhana yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sertifikasi kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh dalam meningkatkan kompetensi karyawan. Semakin baik kinerja karyawan, semakin tinggi pula kompetensi yang dimiliki dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan standar kinerja.</p>Ratna Sundari
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2373Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Uji Efektivitas Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Asal Dusun Keranjang sebagai Antibakteri terhadap Escherichia coli
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2374
<p>Minyak atsiri serai wangi (<em>Cymbopogon nardus</em> (L.) Rendle) merupakan salah satu sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama golongan monoterpen yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Pemanfaatan minyak atsiri sebagai agen antibakteri alami menjadi alternatif yang menjanjikan dalam mengurangi ketergantungan terhadap antibakteri sintetis. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi komposisi kimia minyak atsiri serai wangi asal Dusun Keranjang serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap <em>Escherichia coli</em>. Minyak atsiri diperoleh melalui metode destilasi uap-air, kemudian dianalisis menggunakan <em>Gas Chromatography–Mass Spectrometry</em> (GC-MS) untuk mengidentifikasi komponen penyusunnya. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 5% dan 10%, kemudian diameter zona hambat diukur sebagai indikator efektivitas antibakteri. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasi sekitar 20 senyawa penyusun minyak atsiri dengan komponen utama berupa sitronelal (35,66%), geraniol (18,94%), dan sitronelol (12,10%) berdasarkan persentase area relatif. Kandungan sitronelal yang diperoleh telah memenuhi persyaratan mutu minyak serai wangi sesuai SNI 06-3953-1995. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 4,67 ± 0,58 mm pada konsentrasi 5% dan meningkat menjadi 9,67 ± 1,15 mm pada konsentrasi 10%, yang mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri diikuti oleh peningkatan daya hambat terhadap <em>E. coli</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri serai wangi asal Dusun Keranjang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami untuk mendukung pemanfaatan produk hayati yang ramah lingkungan.</p>Liviojoy Patty, Delpina Nggolaon, Khoiruddin Khoiruddin
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2374Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900English for Specific Purposes Through Coffee Storytelling: Assessing Communication Competencies of Value Chain Actors in Jayapura, Papua
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2375
<p>The English Coffee Storytelling Program is a community development initiative developed by the SAGU Foundation to enhance the English-language capacity of coffee communities in Papua. The program was designed using real workplace situations, with Highland Roastery serving as a practical learning space where participants could directly apply their English skills. The study used a descriptive quantitative approach based on performance assessment data collected from eight participants (n = 8), including baristas, a coffee farmer, and coffee enthusiasts. Participants’ storytelling performances were assessed using a rubric that focused on vocabulary use, pronunciation, fluency, and their ability to explain coffee products in English. A post-program survey was also conducted to explore participants’ views on the relevance of the materials, their favorite workshop activities, the lessons they gained, and suggestions for future improvement. The results showed an average storytelling score of 77.6, categorized as good. Baristas achieved the highest average score (84.0), followed by coffee enthusiasts (76.3) and the coffee farmer (72.0). Survey responses showed that 85.7% of participants considered the materials highly relevant to their needs. Participants also shared that the program helped increase their confidence, motivation, and sense of pride in introducing Papuan coffee in English. Although the study involved a small number of participants and was conducted within a limited training period, the findings suggest that contextual and experience-based storytelling can effectively support vocational English learning while keeping participants actively engaged. Overall, these findings show that storytelling-based English for Specific Purposes (ESP) has strong potential as an adaptive approach for vocational language training in the coffee and agricultural sectors.</p>Lucia Runggeari, Rachel Mansawan, Azarya Binoni Patty, Yafeth Wetipo
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2375Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengembangan Ekosistem Perkebunan Rakyat Berbasis Kemitraan: Studi Modelling pada Sektor Perkebunan di Indonesia
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2376
<p>Pengembangan perkebunan rakyat merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani/pekebun sekaligus memperkuat rantai pasok industri perkebunan nasional. Namun, demikian, saat ini berbagai keterbatasan seperti rendahnya produktivitas, kurangnya teknologi, akses pembiayaan dan pasar terbatas serta kurangnya dukungan masih menjadi tantangan utama bagi para petani/pekebun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengembangan ekosistem perkebunan rakyat berbasis kemitraan dengan metode yang digunakan adalah model modelling dari berbagai kajian korporasi petani yang telah dilakukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ekosistem Perkebunan rakyat ditentukan oleh integrasi antara kelembagaan petani yang kuat, Perusahaan mitra yaitu pabrik atau distributor, dukungan pemerintah/departemen/lembaga BPDP serta dukungan penyedia sarana produksi dan saran pendanaan seperti perbankan dan LPDB. Model ekosistem yang terintegrasi mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, serta stabilitas sosial di wilayah operasional perkebunan.</p>Dwi Aryani Suryaningrum, Nandita Nur Ayu Fadila
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2376Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Estimasi Cadangan Karbon Atas Permukaan Kelapa Sawit Sistem Underplanting Menggunakan Persamaan Alometrik di Bawah Tegakan Karet
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2377
<p>Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global yang mendorong peningkatan upaya mitigasi melalui pengelolaan penggunaan lahan yang mampu menyerap dan menyimpan karbon. Perkebunan kelapa sawit memiliki potensi sebagai penyerap karbon melalui akumulasi biomassa tanaman, namun informasi mengenai cadangan karbon pada kelapa sawit yang dibudidayakan dengan sistem <em>underplanting</em> di bawah tegakan karet masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengestimasi cadangan karbon atas permukaan tanah (<em>above-ground carbon</em>) pada tanaman kelapa sawit fase transisi <em>underplanting</em> di bawah tegakan karet produktif pada lahan petani swadaya di Desa Bukit Mulya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada lahan perkebunan rakyat dengan pengukuran parameter pertumbuhan berupa tinggi tanaman dan diameter batang kelapa sawit. Data tersebut digunakan untuk mengestimasi biomassa atas permukaan menggunakan persamaan alometrik yang sesuai untuk tanaman kelapa sawit. Nilai biomassa kemudian dikonversi menjadi cadangan karbon menggunakan faktor konversi karbon standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit pada sistem <em>underplanting</em> memiliki kemampuan menyimpan karbon melalui akumulasi biomassa yang terbentuk selama fase pertumbuhan vegetatif. Kondisi naungan akibat keberadaan tegakan karet berpotensi memengaruhi karakteristik pertumbuhan tanaman sehingga menghasilkan nilai biomassa dan cadangan karbon yang spesifik dibandingkan kondisi pertumbuhan pada lahan terbuka. Penelitian ini menghasilkan data dasar mengenai potensi penyimpanan karbon pada sistem transisi penggunaan lahan perkebunan rakyat yang dapat mendukung pengembangan praktik budidaya berkelanjutan dan implementasi program Indonesia FOLU Net Sink 2030.</p>Muhammad Ibnu Mukhlisin Anggraito, Sutan Tarmizi Lubis
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2377Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Mempercepat Pengomposan Limbah Sawit: Pengaruh Dosis Bioaktivator Stardec terhadap Kualitas dan Waktu Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2378
<p>Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki kandungan serat dan rasio C/N yang tinggi (45–55) sehingga proses pengomposan alami dapat memakan waktu lebih dari tiga bulan hingga tahunan, oleh karena itu diperlukan penambahan bioaktivator untuk mempercepat dekomposisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dosis bioaktivator Stardec terhadap kualitas kimia dan kecepatan pengomposan TKKS. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan empat taraf dosis Stardec (P0: 0 g; P1: 10 g; P2: 20 g; P3: 30 g) dan tiga ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan, dengan parameter kualitas kimia (C-organik, N-total, rasio C/N, pH) dan kualitas visual (warna, tekstur, aroma) yang diamati selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan dosis Stardec 30 gram (P3) memberikan performa terbaik dengan kandungan C-organik tertinggi (18,39%), N-total tertinggi (1,49%), dan rasio C/N terendah (12,00) yang telah memenuhi SNI 19-7030-2004 (<25), serta pH akhir tertinggi (7,20) pada hari ke-30. Secara visual, P3 dan P2 (20 g) menunjukkan percepatan perubahan warna, tekstur, dan aroma yang konsisten lebih cepat, mulai terlihat pada hari ke-16, dibandingkan P0 dan P1 yang baru menunjukkan perubahan serupa pada hari ke-19 hingga ke-25. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi bioaktivator Stardec, khususnya pada dosis 30 gram, efektif mempercepat proses dekomposisi sekaligus meningkatkan kualitas kompos TKKS, dan berpotensi menjadi solusi praktis bagi pengelolaan limbah kelapa sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.</p>Indrawati Indrawati, Wildan Shalihy, Wawan Wawan
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2378Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Dari Limbah Sawit Menjadi Energi: Karakteristik Briket Arang Tandan Kosong dan Pelepah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Perekat Pati Bonggol Pisang
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2379
<p>Volume limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pelepah yang terus meningkat seiring perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia menuntut solusi pengelolaan yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik briket arang dari TKKS dan pelepah kelapa sawit dengan perekat non-pangan berupa pati bonggol pisang, serta menentukan komposisi terbaik mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6235-2000. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial dengan lima taraf komposisi bahan baku (P0–P4) dan perekat 20%, diulang empat kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kerapatan, suhu, dan lama pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan belum memenuhi standar SNI pada parameter kadar air (29,86–34,63%) dan kadar abu (11,24–14,23%), namun nilai kerapatan (0,74–0,86 g/cm³), suhu pembakaran (526–566°C), dan lama pembakaran (117–128 menit) berada pada tingkat yang kompetitif dibandingkan standar internasional. Komposisi P2 (40% TKKS + 40% pelepah + 20% perekat) tampil sebagai formula terbaik dengan suhu pembakaran tertinggi (566°C) dan durasi pembakaran terlama (128 menit), berkat keseimbangan kandungan lignin dari TKKS dan selulosa-hemiselulosa dari pelepah. Temuan ini menegaskan potensi limbah padat kelapa sawit sebagai sumber energi biomassa terbarukan, sekaligus menunjukkan perlunya optimalisasi proses pengeringan untuk menekan kadar air dan abu agar briket memenuhi standar mutu nasional.</p>Indrawati Indrawati, Carolina Diana Mual, Y. R. Gasang
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2379Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Diversity of Orchids Under Teak (Tectona grandis Linn. F) Stands in Magelang Regency, Central Java: Initial Effort for Conservation
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2380
<p>Orchid diversity is increasingly threatened by habitat degradation and land-use change, highlighting the need to identify alternative habitats capable of supporting long-term conservation. Teak (Tectona grandis Linn. f.) plantations have the potential to serve as secondary habitats for epiphytic orchids; however, their ecological significance remains insufficiently documented. This study aimed to inventory orchid diversity under teak stands in Magelang Regency, Central Java, and evaluate interspecific morphological variation as baseline information for conservation planning. A descriptive-exploratory survey was conducted across three sampling plots through orchid inventories, environmental measurements, and morphological characterization. Biodiversity was assessed using the Margalef richness index (DMg), Shannon–Wiener diversity index (H′), Pielou evenness index (E), and Sorensen similarity index (IS), while morphological variation was evaluated using 36 vegetative and generative characters followed by UPGMA cluster analysis. A total of 12 epiphytic orchid species representing nine genera were recorded. Species richness was classified as low to moderate (DMg = 1.838), whereas Shannon–Wiener diversity (H′ = 1.690) and Pielou evenness (E = 0.680) indicated a moderately diverse orchid community with a relatively balanced species distribution. Morphological characterization revealed high variation (mean H′ = 0.893), with similarity coefficients ranging from 0.14 to 0.92. These findings demonstrate that teak stands provide suitable habitats for the In Situ conservation of epiphytic orchids and offer valuable baseline information for germplasm management, biodiversity conservation, and future orchid breeding programs.</p>Aswin Hendry Atmoko, Raikhan Dwi Prasetya, Brahmadha Alif Fayza Ramadhani, Latifah Fitri Alviani
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2380Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Inovasi Pelet Berbahan Baku Limbah Gergaji Kayu Sebagai Sumber Energi Biomassa Terbarukan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2381
<p>Industri penggergajian kayu menghasilkan limbah biomassa berupa serbuk gergaji dalam jumlah besar yang sering kali belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan jika hanya dibakar atau dibuang. Di sisi lain, kebutuhan akan pelet kayu terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri global. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu sebagai bahan baku pembuatan palet komposit (<em>bio-composite pallet</em>) serta menganalisis kontribusinya terhadap pencapaian <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs). Metode yang digunakan meliputi eksperimen laboratorium untuk pembuatan palet dengan variasi komposisi serbuk gergaji dan perekat alami/sintetis, dilanjutkan dengan pengujian sifat fisik dan mekanik. Analisis dampak lingkungan dilakukan untuk mengukur kontribusinya terhadap poin-poin SDGs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet dari limbah serbuk gergaji kayu berpotensi sebagai sumber energi biomassa terbarukan. Dari perspektif keberlanjutan, inovasi ini secara langsung mendukung SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab) melalui reduksi limbah industri, SDG 13 (penanganan perubahan iklim) dengan menekan emisi karbon akibat pembakaran limbah, serta SDG 15 (ekosistem darat) karena mengurangi ketergantungan pada penebangan pohon baru untuk pelet kayu konvensional. Sehingga dengan pemanfaatan limbah gergaji kayu menjadi pelet tidak hanya memberikan solusi bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular demi mendukung tercapainya target SDGs 2030.</p>Khoirul Hidayat, M. Yaskun, M. Adhi Prasnowo
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2381Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Studi Kasus Adopsi Inovasi Pengendalian Penyakit Busuk Buah Kakao pada Kelompok Tani di Nagari Solok Bio-Bio
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2382
<p>Penyakit busuk buah yang disebabkan oleh <em>Phytophthora palmivora</em> merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kakao karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Upaya pengendalian melalui penerapan teknologi budidaya memerlukan dukungan penyuluhan dan pendampingan agar dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adopsi inovasi pengendalian penyakit busuk buah kakao oleh petani setelah pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu kelompok tani di Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, dengan melibatkan delapan petani kakao sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tingkat adopsi diukur menggunakan Indeks Adopsi berdasarkan lima komponen teknologi, yaitu sanitasi kebun, pemangkasan, panen rutin, pemusnahan buah terserang, dan penggunaan fungisida sesuai anjuran. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan skor dan persentase tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi tergolong tinggi dengan nilai Indeks Adopsi sebesar 82,5%. Komponen inovasi dengan tingkat penerapan tertinggi adalah panen rutin (100%) dan sanitasi kebun (93,8%), sedangkan pemusnahan buah terserang memiliki tingkat adopsi terendah (68,8%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat mampu meningkatkan penerapan teknologi pengendalian penyakit busuk buah kakao, meskipun beberapa komponen masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk mencapai penerapan yang lebih optimal. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan strategi penyuluhan dan pendampingan petani kakao yang lebih efektif.</p>Fastabiqul Khairad, Friskia Hanatul Qolby, Vicka Pramudya Putra
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2382Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Peningkatan Produktivitas Tanaman Karet Melalui Aplikasi Stimulan Berbahan Aktif Etefon Yang Aman Terhadap Kondisi Fisiologis Tanaman
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2383
<p>Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional, namun produktivitasnya masih belum optimal. Salah satu upaya peningkatan produksi lateks yang umum dilakukan adalah melalui aplikasi stimulan berbahan aktif etefon yang berfungsi memperpanjang aliran lateks dan meningkatkan hasil sadap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi stimulan berbahan aktif etefon terhadap produktivitas lateks serta kondisi fisiologis tanaman karet. Pengujian dilaksanakan di Kebun Percobaan Unit Bogor–Getas, Salatiga, pada Maret–September 2022 menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan konsentrasi stimulan, yaitu kontrol (tanpa stimulan), etefon 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5,0%, masing-masing diulang sebanyak 5 kali berdasarkan perbedaan klon. Parameter yang diamati meliputi volume lateks, kadar karet kering (KKK), produktivitas per pohon per sadap (g/p/s), kecepatan aliran lateks (KAL), indeks penyumbatan (IP), analisis diagnosis lateks (tiol, sukrosa, fosfat anorganik), serta kejadian kering alur sadap (KAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan stimulan meningkatkan volume lateks dan produktivitas secara nyata dibandingkan kontrol, dengan peningkatan produktivitas sebesar 58,8–67,0%. Perlakuan etefon 2,5% menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 51,1 g/p/s dengan proyeksi produksi mencapai 1.984 kg/ha/tahun, dibandingkan kontrol sebesar 30,6 g/p/s dan 1.125 kg/ha/tahun. Nilai KKK pada perlakuan stimulan sedikit menurun namun masih berada pada kategori sangat baik (>25%). Perlakuan stimulan juga menunjukkan nilai IP yang lebih rendah (2,8–4,1%) dan KAL yang lebih tinggi (3,9–4,2 ml/menit) dibandingkan kontrol, serta tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi fisiologis tanaman berdasarkan hasil diagnosis lateks dan persentase KAS yang masih tergolong ringan. Aplikasi stimulan berbahan aktif etefon pada konsentrasi 2,5% direkomendasikan sebagai konsentrasi optimum untuk meningkatkan produktivitas lateks secara berkelanjutan dan aman terhadap kondisi fisiologis tanaman.</p>Mudita Oktorina Nugrahani, Akhmad Rouf
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2383Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mengalihfungsikan Lahan Kakao Ke Lahan Kelapa Sawit di Sulawesi Selatan
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2384
<p>Alih fungsi lahan kakao ke kelapa sawit merupakan fenomena yang semakin masif terjadi di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu dan Pinrang. Pergeseran komoditas ini membawa implikasi serius terhadap keberlanjutan kakao sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus mengancam pendapatan petani dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi yang mendorong keputusan petani mengalihfungsikan lahan kakao ke lahan kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 petani yang telah melakukan alih fungsi lahan dan 45 petani yang mempertahankan lahan kakao di Kabupaten Luwu dan Pinrang, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi determinan keputusan alih fungsi lahan. Variabel yang dianalisis meliputi perbandingan pendapatan bersih, harga komoditas, biaya produksi, luas lahan, pengalaman bertani, akses kredit, dan ketersediaan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan pendapatan bersih (OR=4,21; p<0,01), harga kelapa sawit yang relatif stabil (OR=3,87; p<0,01), dan tingginya biaya produksi kakao (OR=2,94; p<0,05) merupakan faktor dominan yang mendorong alih fungsi lahan. Sementara itu, luas lahan yang lebih kecil dan minimnya akses terhadap program revitalisasi kakao turut memperkuat keputusan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi kebijakan yang berfokus pada peningkatan profitabilitas kakao melalui perbaikan produktivitas dan stabilisasi harga menjadi kunci untuk memperlambat laju alih fungsi lahan.</p>Edo Pratama, Anna Kusumawati
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2384Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pengaruh Pematahan Dormansi Benih Kemiri dengan Beberapa Metode terhadap Viabilitas, Vigor dan Pertumbuhan Kemiri (Aleurites moluccanus (L.) Willd)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2385
<p>Kemiri (<em>Aleurites moluccanus</em> (L.) Willd) merupakan komoditas bernilai ekonomis tinggi. Produksi kemiri di Sumatera Barat menurun akibat dormansi benih yang lama (4–6 bulan) karena kulit biji keras dan impermeabel. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh beberapa metode pematahan dormansi terhadap viabilitas, vigor, dan pertumbuhan bibit kemiri, serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Hasil penelitian menunjukkan bahwa pematahan dormansi berpengaruh nyata terhadap daya kecambah, benih dorman, benih mati, kecepatan tumbuh, tinggi tanaman, dan jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap keserempakan tumbuh.. Kombinasi pengikisan kulit biji dan perendaman air kelapa muda paling efektif mematahkan dormansi serta meningkatkan viabilitas dan pertumbuhan awal benih kemiri.</p>Irza Auliya, Yun Sondang, Sentot Wahono
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2385Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Bahan Formulasi Sabun Mandi Cair
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2386
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi limbah ampas kopi dan <em>Virgin Coconut Oil</em> (VCO) terhadap mutu sabun mandi cair, menganalisis interaksi kedua bahan terhadap karakteristik sabun mandi cair, serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan mutu produk dan tingkat penerimaan panelis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas limbah ampas kopi, <em>Virgin Coconut Oil</em> (VCO), <em>kalium hidroksida (KOH), gliserin, Coco-DEA</em>, aquades, dan <em>Propilen glikol</em>. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi limbah ampas kopi (2%, 3%, dan 4%) dan konsentrasi VCO (21%, 22%, dan 23%), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, viskositas, tinggi busa, dan uji hedonik. Data pH, viskositas, dan tinggi busa dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data uji hedonik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi limbah ampas kopi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan viskositas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi busa. Konsentrasi VCO tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati, sedangkan interaksi antara limbah ampas kopi dan VCO hanya berpengaruh nyata terhadap nilai pH. Peningkatan konsentrasi limbah ampas kopi menyebabkan nilai pH dan viskositas cenderung menurun, sedangkan peningkatan konsentrasi VCO dalam rentang yang digunakan belum memberikan perubahan yang nyata terhadap mutu sabun mandi cair. Seluruh formulasi menghasilkan nilai pH 8,036–8,293, viskositas 392–660 cPs, dan tinggi busa 117,36–142,51 mm, yang memenuhi persyaratan mutu sabun mandi cair. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh formulasi dapat diterima oleh panelis pada parameter warna, aroma, dan tekstur, sehingga sabun mandi cair yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan yang baik. Berdasarkan metode indeks efektivitas yang mempertimbangkan seluruh parameter mutu fisik, kimia, dan sensori, perlakuan A1B1 (ampas kopi 2% dan VCO 21%) ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena menghasilkan keseimbangan mutu yang paling optimal dengan nilai pH 8,129, viskositas 660 cPs, tinggi busa 140,15 mm, serta memperoleh tingkat penerimaan panelis yang baik. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah ampas kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sabun mandi cair berbasis VCO yang memenuhi standar mutu, dapat diterima oleh konsumen, serta berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan tubuh yang bernilai tambah dan ramah lingkungan.</p>Puput Melani, Carolina Diana Mual, Widyaningrum Widyaningrum
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2386Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Komparatif Kualitas Sensorik Produk Olahan Kopi Bubuk Anggi dan Kwau Jenis Arabika Berdasarkan Penilaian Standar Specialty Coffee Association (SCA)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2387
<p>Kualitas sensorik merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan mutu kopi, namun informasi ilmiah mengenai karakteristik sensorik kopi bubuk lokal Arabika Anggi dan Kwau masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil kualitas sensorik, menganalisis perbedaan atribut sensori, serta mendeskripsikan karakteristik sensorik kedua kopi berdasarkan standar <em>Specialty Coffee Association</em> (SCA). Penelitian menggunakan desain komparatif non-eksperimental dengan pendekatan <em>repeated measures</em> melibatkan lima panelis terlatih. Mutu awal dianalisis berdasarkan SNI 01-3542-2004, sedangkan evaluasi sensorik dilakukan menggunakan metode <em>cupping</em> SCA. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitas menggunakan <em>Shapiro-Wilk,</em> kemudian diuji dengan <em>Wilcoxon Signed Rank Test.</em> Hasil penelitian menunjukkan kedua sampel memenuhi persyaratan mutu awal SNI. Kopi Kwau memperoleh skor lebih tinggi pada atribut fragrance/aroma (7,05), flavor (6,75), aftertaste (6,75), body (6,65), balance (6,45), dan overall (6,75), sedangkan kopi Anggi lebih tinggi pada acidity (6,45). Kedua sampel memiliki skor sweetness, clean cup, dan uniformity yang sama (8,40) serta tidak ditemukan defect. Nilai akhir kopi Kwau (71,90) lebih tinggi dibandingkan kopi Anggi (70,65), namun keduanya belum memenuhi kategori <em>specialty coffee</em>. Uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05). Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak panelis, memperluas jenis sampel, serta mengombinasikan analisis sensorik dengan analisis fisik dan kimia.</p>Martinus Soyus, Krisna Margaretta Malau, Widyaningrum Widyaningrum
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2387Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Kualitas Produksi Biji Kopi Arabika Asal Pegunungan Arfak
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2388
<p>Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan salah satu kabupaten di Papua Barat penghasil Kopi Arabika. Sentra Kopi arabika di Kabupaten Pegunungan Arfak terdapat di Distrik Mokwam dan Distrik Anggi. Untuk memenuhi permintaan konsumen perlu dilakukan uji SNI 01-02907:2008 dan uji citarasa menggunakan metode cupping test SCAA (<em>Speciality Coffee Association of America</em>) yang dilakukan oleh <em>Cupper</em> profesional. Berdasarkan hasil uji kualitas fiisik,biji kopi arabika asal Distrik Mokwam dan Distrik Anggi termasuk dalam kualitas/mutu 3 (SNI), dengan karakteristik biji kopi arabika asal distrik Mokwam memiliki nilai trase 5,17 %; nilai cacat (defect) 34,6, kandungan peaberry 30,2 %, rendemen 17, 64 % dan jumlah biji per 500 gram sebanyak 1.632 keping, sedangkan biji kopi asal distrik Anggi memiliki nilai trase 4,53 %, nilai cacat (defect) 33,0; kandungan peaberry 21,0% ; rendemen 20,27 % dan jumlah biji per 500 gram 2.807 keping. Hasil uji citarasa menggunakan cupping test mengikuti standar SCAA, kopi arabika asal distrik Mokwam termasuk kualitas level Very Good (Luar Biasa) dengan total skor 85,27 dengan notes aroma : spicy, flowery, sweetcorn, nutty, sugarcane, dengan citarasa brown sugar, tamarin, caramelly, honey, astrigen, ginger dan bright acid, sedangkan kopi arabika asal distrik Anggi juga termasuk berkualitas citarasa <em>Good</em> (Sangat Bagus) dengan total skor 84,17 dengan notes aroma : spicy, flower, chili, sweetcorn, sugarcane, ginger, dan citarasa astrigent, bitter, caramelly, chocolate.</p>Melkias Edowai, Indrawati Indrawati, Wildan Shalihy
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2388Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900Analisis Preferensi Atribut Produk dan Tingkat Kesadaran Konsumen terhadap Keputusan Membeli Sayuran Bebas Residu Pestisida di Ritel Modern Kota Manokwari
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2403
<p>Residu pestisida tidak dapat dikenali konsumen hanya melalui pengamatan fisik sayuran, sehingga konsumen mengandalkan atribut produk yang dapat diamati serta kesadaran pribadi sebagai dasar keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi atribut produk, tingkat kesadaran konsumen, kategori keputusan membeli, hubungan, serta pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap keputusan membeli sayuran bebas residu pestisida pada konsumen ritel modern Kota Manokwari. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang diterapkan pada 100 responden yang dipilih melalui kombinasi purposive dan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, korelasi Rank Spearman, dan regresi logistik ordinal berbantuan SPSS 25.0. Hasil menunjukkan preferensi atribut produk berkategori sedang (71,76%), tingkat kesadaran konsumen berkategori tinggi (76,65%), dan keputusan membeli berkategori sedang menuju tinggi (73,42%). Uji Rank Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan antara preferensi atribut produk dengan keputusan membeli (rs = 0,550) dan hubungan positif kuat antara kesadaran konsumen dengan keputusan membeli (rs = 0,768). Regresi logistik ordinal membuktikan kedua variabel berpengaruh signifikan secara simultan (χ² = 66,099; p = 0,000; Nagelkerke R² = 0,590), tetapi secara parsial hanya kesadaran konsumen yang berpengaruh signifikan (Exp(B) = 1,301; p = 0,000), sedangkan preferensi atribut produk tidak signifikan (p = 0,104). Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan kesadaran keamanan pangan konsumen perlu menjadi prioritas, tanpa mengabaikan perbaikan kualitas, label, dan informasi produk sayuran di ritel modern.</p>Sendi Sarajar, Yohanis Yan Makabori, Mikhael Mikhael
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/prosiding/article/view/2403Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0900