Aplikasi Biostimulan dalam Budidaya Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Ultisols


Abstract viewed : 47 times,     PDF downloaded : 31 times

  • Nuni Gofar Universitas Sriwijaya
  • Bakri Bakri Universitas Sriwijaya
  • Aditya Surya Wardhana Universitas Sriwijaya
  • Tri Putri Nur Universitas Sriwijaya
Keywords: Biostimulan plus, Cabai merah, Ultisol

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan respons tanaman cabai merah dan beberapa sifat kimia pada Ultisol terhadap pemberian Biostimulan, Biostimulan diperkaya mikroba penambat N dan pelarut P dan K (Biostimulan Plus), serta yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Taraf perlakuan terdiri dari P0 (Tanpa pupuk); P1 (Pupuk anorganik); P2 (Biostimulan Plus disiram pada tanah); P3 (Biostimulan aplikasi benih); P4 (Biostimulan Plus disiram pada tanah+pupuk anorganik); P5 (Biostimulan aplikasi benih+pupuk anorganik); P6 (Biostimulan Plus aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik); P7 (Biostimulan aplikasi benih dan disiram pada tanah+pupuk anorganik). Pupuk anorganik rekomendasi adalah Urea 200kg ha-1+NPK 300kg ha-1. Dosis biostimulan atau biostimulan Plus yang diaplikasikan pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan yang diaplikasi pada tanah dengan dosis 2mL per tanaman. Variabel yang diamati adalah pH tanah, NPK tanah, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah dan berat buah serta produksi cabai merah. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel 5%. Jika F hitung berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Ortogonal Kontras pada taraf 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi Biostimulan Plus pada benih dengan konsentrasi 100ppm dan disiram pada tanah sebanyak 2 mL/tanaman yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah sebesar 9,39ton ha-1.

References

Ataribaba, Y., Peten, P. S., & Mual, C. D. (2021). Pengaruh Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokawari Selatan, Provinsi Papua Barat. Jurnal Triton, 12(2), 66-78.

Amalia, K. R., & Seprisal. 2019. Analisis Produktivitas Tukang terhadap Beban Kerja pada Pekerjaan Jalan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(2), 396.

Aziziy, M. H., Tobing, O. L., & Mulyaningsih, Y. 2020. Studi Serangan Antraknosa pada Pertumbuhan Cabai Merah (Capsicum annuum L.) setelah Aplikasi Larutan Daun Mimba dan Mol Bonggol Pisang. Jurnal Agronida, 6(1), 22–32.

BPS. 2021. BPS : Data Cabai Sumatera Selatan. https://sumsel.bps.go.id/indicator/55/ 406/1/produksi-sayuran.html. Diakses 23 Mei 2022.

Calvo, P., Nelson, L., & Kloepper, J. W. 2014. Agricultural uses of plant biostimulants. Plant and Soil, 383(1–2), 3–41.

Ertani, A., Sambo, P., Nicoletto, C., Santagata, S., Schiavon, M., & Nardi, S. 2015. The use of organic biostimulants in hot pepper plants to help low input sustainable agriculture. Chemical and Biological Technologies in Agriculture, 2(1).

Flowrenzhy, D., & Harijati, N. 2017. Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Katokkon (Capsicum chinense Jacq.) di Ketinggian 600 Meter dan 1.200 Meter di atas Permukaan Laut. Biotropika, 5(2), 44–53.

Haryadi, D., Husna, Y., & Sri, Y. 2015. Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica alboglabra L.). Jurnal Faperta, 2(2), 1–10.

Herison, C., Rustikawati, Hasanudin, Usman, K. J., Suharjo, Merakati, H., dan, Nursalim. 2020. Pemupukan NPK Secara Manual Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Cabai Hibrida di Ultisols. Akta Agrosia, 23(1), 19–26.

Hernández-Herrera, R. M., Santacruz-Ruvalcaba, F., Ruiz-López, M. A., Norrie, J., & Hernández-Carmona, G. 2014. Effect of liquid seaweed extracts on growth of tomato seedlings (Solanum lycopersicum L.). Journal of Applied Phycology, 26(1), 619–628.

Ichwan, B., Novita, T., & Masita, E. 2021. Aplikasi Berbagai Jenis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah. Jurnal Media Pertanian, 6(1), 1–7.

Kementrian Pertanian. 2019. Produktivitas Cabai Merah, Tahun 2015-2019. https://www.pertanian.go.id/home/index.php?show=repo&fileNum=288. Diakses 23 Mei 2022.

Khan, W., Rayirath, U. P., Subramanian, S., Jitesh, M. N., Rayorath, P., Hodges, D. M., Critchley, A. T., Craigie, J. S., Jeff, N., & Prithiviraj, B. 2009. Seaweed Extracts as Biostimulants of Plant Growth and Development. Journal Plant Growth Regul, 28(4), 386–399.

Maulana, A. S. R., Husna, Y., & Sri, Y. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.). Jurnal Faperta, 2(2), 1–14.

Nopiandi, Y., & Anwar, M. D. 2017. Pengaruh Dosis Petroganik dan Pupuk Hayati Petrobio Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Varietas Gada F1. Jurnal Hijau Cendekia, 2(2), 27–34.

Oszaer, L., Hehanussa, M., & Ralahalu, M. 2013. Respons Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Hormon Tanaman Unggul. Agrologia, 2, 144–150.

Prasetyo, R. 2014. Pemanfaatan Berbagai Sumber Pupuk Kandang sebagai Sumber N dalam Budidaya Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Tanah Berpasir. Jurnal Plant Tropika of Agro Science, 2(2), 125–132. https://doi.org/10.18196/pt.2014.032.125-132

Saidy, A. R. 2018. Bahan Organik Tanah: Klasifikasi, fungsi dan metode studi (1st ed.). Lambung Mangkurat University Press. http://eprints.ulm.ac.id/4505/. Diakses 22 Mei 2022.

Siregar, P., Fauzi, & Supriadi. 2021. Pengaruh Pemberian Beberapa Sumber Bahan Organik dan Masa Inkubasi terhadap Beberapa Aspek Kimia Kesuburan Tanah Ultisol. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(2), 256–264.

Sujana, I. P., & Pura, I. N. L. S. 2015. Agrimeta: jurnal pertanian berbasis keseimbangan ekosistem. Agrimeta, 5(9), 1–9.

Sunarpi, H., Eka, S. P., & Aluh, N. 2019. MAKROALGA : Sumber Biostimulan dan Pupuk Organik. Trust Media Publishing.

Tanjung, M. Y., Kristalisasi, E. N., & Yuniasih, B. 2018. Keanekaragaman Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) pada Daerah Pesisir dan Dataran Rendah. Jurnal Agromast, 3(1).

Ulfiyati, N., & Zulaika, E. 2015. Isolat Bacillus Pelarut Fosfat dari Kalimas Surabaya. Jurnal Sains Dan Seni, 4(2), 81–83.

Utama, I. W. E. K., Sunari, A. A. A. A. S., & Supartha, I. W. 2017. Kelimpahan Populasi dan Tingkat Serangan Kutu Daun (Mysuz persicae Sulzer) (Homoptera: aphididae) pada Tanaman Cabai Merah. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 6(4), 397–404.

Wahyuningratri, A., Aini, N., & Heddy, S. 2017. Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Besar (Capsicum annuum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 5(1), 84–91.

Wijanarko, A., Purwanto, benito hero, Shiddieq, D., & Indradewa, D. 2012. Pengaruh Kualitas Bahan Organik Dan Kesuburan Tanah Terhadap Mineralisasi Nitrogen Dan Serapan N Oleh Tanaman Ubikayu Di Ultisol. Jurnal Perkebunan Dan Lahan Tropika, 2(2), 1–14.

Wijayanti, M., Hadi, M. S., & Pramono, E. 2013. Pengaruh Pemberian Tiga Jenis Pupuk Kandang dan Dosis Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capssicum annum L.). Jurnal Agrotek Tropika, 1(2), 172–178.

Published
2022-09-11