Struktur Populasi dan Performans Reproduksi Ternak Babi Kelurahan Kambaniru Kabupaten Sumba Timur


Abstract viewed : 724 times,     PDF downloaded : 694 times

  • Yance Erensius Ratu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
  • Alexander Kaka Universitas Kristen Wira Wacana Sumba
Keywords: Babi, Performans reproduksi, Struktur populasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi dan performans reproduksi ternak babi di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan April 2022 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara langsung terhadap 200 responden. Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif yang digambarkan pada tabel frekuensi dari setiap indikator. Variabel yang diukur adalah struktur populasi jantan dan betina yang meliputi anak (0-3 bulan), muda (4-12 bulan), dewasa (>12 bulan). Sedangkan performans reproduksi meliputi lama estrus, siklus estrus, litter size, jumlah sapih, angka mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi di dominasi ternak betina: jantan secara berurutan meliputi anak 46.8:53.2%, muda 30:70%, dewasa 41.8:58,2%. Sedangkan performans reproduksi ternak babi yakni lama estrus 3,3 hari, siklus estrus 22,58 hari, liter size 6 ekor serta mortalitas 3,64%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur populasi ternak babi didominasi ternak betina. Sedangkan performans reproduksi induk ternak babi tergolong dalam kategori baik.

References

Aku, A. S., & Saili, T. Amiruddin,(2013). Sebaran, Struktur Populasi dan Kinerja Reproduksi Babi Lokal di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Agriplus, Vol-ume, 23.

Badan Pusat Statistik (2014). Kabupaten Sumba Timur dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Sumba Timur.

Badan Pusat Statistik (2016). Profil Perempuan Indonesia 2011-2015. Kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak dengan Badan Pusat Statistik. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindangan Anak (KPP dan PA)

Badan Pusat Statistik (2019). Kabupaten Sumba Timur dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Sumba Timur.

Batseba MW, T., & Tirajoh, S. Profil Kelompok dan Kinerja Reproduksi Ternak Babi Lokal pada Kelompok Tani Doligame Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua dan Jambi.

Sudiastra, I. W., & Budaarsa, K. (2015). Studi ragam eksterior dan karakteristik reproduksi babi bali. Majalah Ilmiah Peternakan, 18(3), 164347.

Feradis (2010). Bioteknologi Reproduksi pada Ternak. Alfabeta. Bandung.

Geisert, R. D., & Schmitt, R. A. M. (2002). Early embryonic survival in the pig: can it be improved?. Journal of Animal Science, 80(E-suppl_1), E54-E65.

Geong, M., & Johanis, L. (2010). Budidaya Ternak Babi Komersial oleh Peternak Kecil di NTT-Peluang untuk Integrasi Pasar yang Lebih Baik. Australian Centre for International Res. Australia Indonesia Partnership. ACIAR. Australia. pp9-11.

Kaka, A. (2017). Performans reproduksi induk babi yang di pelihara secara intensif di Kelurahan Kambajawa Kabupaten Sumba Timur Reproductive performance of the sows maintaned intensively in Kamba-jawa Distric, East Sumba Regency. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(1), 1-9.

Labatar, S. C., Sudarmi, N., & Asaribab, S. S. (2021, September). Peningkatan Pengetahuan Peternak tentang Fermentasi Batang Pisang Kepok (Musa paradisiaca) sebagai Pakan Alternatif Ternak Babi. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian (Vol. 2, No. 1, pp. 45-56).

Mangembulude, N., Sadsoeitoeboen, P. D., & Anwarudin, O. (2021, September). Persepsi Peternak Lokal terhadap Menurunnya Tingkat Populasi Ternak Babi di Kampung Masni Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian (Vol. 2, No. 1, pp. 22-32).

Murtiyeni, D. P., & Yulistiani, D. (2005). Karakteristik Peternak Domba/Kambing dengan Pemeliharaan Digembala/Angon dan Hubungannya dengan Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi. Bogor: Balai Penelitian Ternak.

Sapanca, P. L. Y., Cipta, I. W., & Suryana, I. M. (2015). Peningkatan manajemen kelompok ternak babi di Kabupaten Bangli. Agrimeta, 5(09), 90034.

Soewandi, B. D. P., & Talib, C. (2015). Pengembangan ternak babi lokal di Indonesia. Wartazoa, 25(1), 39-46.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Suradisastra, K., & Lubis, A. M. (2000). Aspek gender dalam kegiatan usaha peternakan. Pusat penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Jurnal Wartazoa, 10(1), 13-19.

Tirajoh, S. dan Usman (2011). Litter Size” Suatu Faktor Penentu Keberhasilan Dalam Usaha Ternak Babi. Seminar Nasional. Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian Mendukung Program Strategis Kementrian Pertanian. Cisarua, 9 – 11 Desember 2010.

Wea, R. (2007). Manajemen Pemeliharaan Ternak Babi Lokal di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Jurnal Partner Buletin Pertanian Terapan. Edisi Juli.

Published
2022-09-11