Hubungan Calving Interval terhadap Skor BCS dan Umur Pertama Dikawinkan Sapi PO di Kecamatan Tanjung Sari

  • Kunaifi Wicaksana Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Tulang Bawang
  • Dani Nur Arifin Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Tulang Bawang
Keywords: Calving interval, Skor BCS, Umur pertama dikawinkan, Sapi PO

Abstract

Calving interval (CI) atau jarak beranak merupakan salah satu parameter untuk melihat kinerja reproduksi sapi PO. Adapun yang dapat memengaruhi calving interval diantaranya skor BCS dan umur pertama dikawinkan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara CI dengan skor BCS dan umur pertama dikawinkan agar dapat menjadi bahan untuk perbaikan sistem pembibitan sapi PO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei terhadap peternak menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, regresi, dan korelasi dengan aplikasi Minitab 16. Berdasarkan hasil penelitian CI sapi PO adalah 14,03 ± 3,90 tergolong tidak ideal karena lebih dari 12 bulan. Skor BSC dan umur pertama dikawinkan berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap CI berdasarkan analisis regresi. Skor BCS berasosiasi positif, artinya semakin tinggi skor BCS maka semakin lama CI. Umur pertama dikawinkan berasosiasi negatif dengan CI, artinya semakin tinggi nilai umur pertama dikawinkan semakin pendek CI. Bentuk hubungan CI dengan skor BCS dan umur pertama dikawinkan berdasarkan nilai R-sq masing-masing adalah 35,02% dan 43,56%. Tingkat keeratan hubungan CI dengan skor BCS dan umur pertama dikawinkan tergolong sedang berdasarkan nilai r masing-masing adalah 0,59 dan -0,66. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa skor BCS dan umur pertama dikawinkan berpengaruh sangat signifikan terhadap CI, berasosiasi positif-negatif, dengan tingkat keeratan hubungan tergolong sedang.

References

Astuti, M. (2004). Potensi Dan Keragaman Sumberdaya Genetik Sapi Peranakan Ongole (PO). Lokakarya Nasional Sapi Potong 2004. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Budiawan, A., Nur, I. M., & Wahjuningsih, S. (2015). Hubungan Body Condition Score Terhadap Service per Conception dan Calving Interval Sapi Potong Peranakan Ongole di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Jurnal Ternak Tropika, Vol. 16, No. 1 : 34-40, 2015.

Cakra, I. G. L. O. (2012). Teknis Penentuan Bcs Pada Ternak Sapi. Unit Sistem Informasi. Fakultas Peternakan Udayana Denpasar. https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penunjang_dir/2d71634d632e81f1374b5bf8df35e323.pdf

Desinawati, N. & Isnaini, N. (2010). Penampilan reproduksi sapi peranakan simmental di kabupaten tulungagung jawa timur. Journal of Tropical Animal Production, 11(2), 41-47.

Hardjopranjoto. (1995). Ilmu Kemajiran Ternak. Universitas Airlangga Press. Surabaya.

Hasbullah, E.J. (2003). Kinerja Pertumbuhan dan Reproduksi Sapi Persilangan Simmental dengan Peranakan Ongole dan Sapi Peranakan Ongole di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Thesis. Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Kellogg, W. (2014). Body Condition Scoring with Dairy Cattles. Agriculture and Natural Resources. Division of Agriculture. The University of Arkansas. https://www.uaex.edu/publications/PDF/FSA-4008.pdf.

Santosa, U. (2009). Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Penebar Swadaya. Jakarta

Somantri A, & Sambas A. (2006). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Bandung (ID): CV Pustaka Setia.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. DA Dicey (1997). Principles and procedures of statistics: A biometrical approach. McGraw-Hill Co. Inc, New York NY.

Walpole, RE. (1992). Pengantar Statistika.Jakarta (ID): PT Gramedia.

Yulyanto, C. A., Susilawati, T., & Ihsan M. N. (2014). Penampilan reproduksi sapi Peranakan Ongole (PO) dan Sapi Peranakan Limousin di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo dan Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Malang.

Published
2020-11-18