<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-20T03:54:29Z</responseDate>
	<request from="2020-12-02" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/7</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EKSTRAK RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) TERHADAP JUMLAH B220 PADA MENCIT BETINA</dc:title>
	<dc:creator>Petrus Dominikus Sadsoeitoeboen</dc:creator>
	<dc:creator>Muhaimin Rifa’i</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Sasmito Djati</dc:creator>
	<dc:creator>Soemarno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumput Kebar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sel B220</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Imunomodulator merupakan bahan yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun. Ekstrak rumput&amp;nbsp;Kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) mempunyai senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai agen imunomodulator, salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak rumput Kebar terhadap peningkatan jumlah sel B220 pada mencit betina. Rumput Kebar diekstrak dengan air yaitu dengan cara merebus (masak) semua bagian tanamannya (akar, batang, daun) dari masing-masing jenis dalam aquabides dengan perbandingan 100 gram dalam 3 liter aquabides) sambil diaduk dan dibiarkan mendidih , kemudian larutan tersebut disaring dan dibiarkan dingin lalu dibekukan dalam freezer selama 1 – 2 hari untuk selanjutnya dijadikan bubuk dengan metode pengering bekuan (freeze drying). Bubuk / jeli yang terbentuk kemudian digunakan sebagai bahan penelitian dengan cara melarutkan kembali dengan aquades sesuai dosis pada perlakuan. Selanjutnya ekstrak rumput Kebar diberikan pada 4 kelompok mencit (masing-masing 5 ulangan) secara oral dengan dosis 0, 0,48; 0,96 dan 1,92 mg/gr BB setiap hari selama 2 minggu. Setelah perlakuan, dilakukan dislokasi pada mencit, kemudian sel-sel limfositnya diisolasi dari limfa dan dilakukan perhitungan jumlah sel dengan flow cytometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput Kebar menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah sel dosis 0,48 mg/g BB terjadi peningkatan sebesar 7,860% menjadi 29,870%; dosis 0,96 mg/g BB terjadi peningkatan sebesar 6,800% menjadi 28,810%, dan dosis 1,92 mg/g BB terjadi peningkatan sebesar 0,6225% menjadi 22,6625%. Ekstrak rumput Kebar aktivitas sebagai imunomodulator yakni dosis 0,48 mg/gr BB lebih bersifat imunostimulator, sedangkan dosis 0,96 mg/g BB dan dosis 1,92 mg/g BB lebih lebih bersifat imunosupresor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/7/8</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/8</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI DISTRIK ORANSBARI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN</dc:title>
	<dc:creator>Junita Nambela</dc:creator>
	<dc:creator>Apresus Sinaga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor Produksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Usahatani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Padi Sawah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi padi sawah di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Teknik pengambilan sampel petani padi sawah dilakukan dengan memakai metode Purposive Random Sampling dan jumlah petani sebanyak 45 orang. Secara simultan penggunaan faktor produksi luas lahan, jumlah jumlah benih, jumlah pupuk dan lama berusahatani memberikan pengaruh yang sangat nyata. Berdasarkan nilai Koefisien determinan masing-masing, hanya faktor produksi lama bertani yang memberikan pengaruh yang tidak nyata, sedangkan faktor produksi luas lahan, jumlah jumlah benih, dan jumlah pupuk memberikan pengaruh yang sangat nyata. Nilai koofisien sebesar 3,014 menunjukkan bahwa meningkatnya Luas lahan sebesar 1 akan meningkatkan Produksi sebesar 3,014. Oleh karena itu, petani dapat lebih mengoptimalkan produksi melalui penambahan luas tambah tanam padi sawah. Selain ekstensifikasi, melakukan penanaman serentak juga sangat dianjurkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 11-19</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/8/10</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/9</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA RESPONS PETANI DENGAN UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae)</dc:title>
	<dc:creator>Fitria Isnayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Siti Astuti</dc:creator>
	<dc:creator>Sukadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Respons</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit Blas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Upaya Pengendalian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemupukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara respons petani dengan upaya pengendalian penyakit blas (Pyricularia oryzae). Kajian dilaksanakan pada bulan Februari – Juli 2019 di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kajian bersifat deskriptif dengan teknik survei dan pengambilan sampel secara propotional random sampling pada petani yang pernah mengikuti kegiatan SL-PHT. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons petani pada komponen kognitif, afektif, dan konatif semua termasuk kategori tinggi, sedangkan upaya pengendalian termasuk kategori sedang. Hasil uji korelasi Rank Spearman untuk respons kognitif, afektif, dan konatif masing-masing sebesar 0,387, 0,333, dan 0,447 signifikan pada taraf kepercayaan 0,05 dan 0,01. Artinya bahwa petani sangat respons dengan upaya pengendalian penyakit blas tetapi belum maksimal dalam penerapannya. Upaya yang dilakukan agar penerapan blas pengendalian dilakukan secara optimal adalah dengan pemberdayaan petani dalam pencegahan munculnya penyakit salah satunya dengan pemupukan sesuai rekomendasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 21-30</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/9/11</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/10</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI KERAPATAN POPULASI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)</dc:title>
	<dc:creator>Agussalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jarak Tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daerah Aliran Sungai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerapatan tanaman, yang ditentukan oleh jarak tanam dalam barisan dan antar barisan tanaman, akan mempengaruhi penampilan dan produksi tanaman terutama karena keefisienan penggunaan cahaya. Pada umumnya, produksi yang tinggi persatuan luas akan dicapai dengan populasi yang tinggi, karena tercapainya penggunaan cahaya secara maksimum pada awal pertumbuhan. Akan tetapi pada akhirnya, penampilan masing-masing tanaman secara individu menurun karena persaingan terhadap cahaya dan faktor-faktor tumbuh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan jarak tanam yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu JT1 (30 cm x 60 cm), JT2 (40 cm x 50 cm), JT3 (30 cm x 50, cm) dan JT4 (30 cm x 40 cm) yang diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam kedelai yang dicobakan pada DAS konawe memberikan pertumbuhan dan produksi yang cukup beragam. Jarak tanam 30 cm x 50 cm memberikan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan jarak tanam lainnya. Keuntungan tertinggi diperoleh pada jarak tanam 30 cm x 50 cm, yaitu Rp. 5.930.100,-.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/10</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 31-43</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/10/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/11</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DENGAN TRICHODERMA PADA TANAMAN TOMAT</dc:title>
	<dc:creator>Heriyanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trichoderma sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fusarium oxysporum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Concentration</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intensity of Attack</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The study aims to determine the concentration of Trichoderma sp. effective for the control of Fusarium oxysporum wilt in tomato plants, which was carried out in Argodadi Village, Sedayu District, Bantul Regency, from July to November 2018. The study used a completely randomized block design consisting of 5 treatments of the concentration of Trichoderma sp. namely 0.0 g, 2.5 g, 5.0 g, 7.5 g and 10.0 g of biomass with replications 4 times each treatment. The application was carried out by biomass Trichoderma sp. Isolates. Inoculated in 2.5 kg of organic fertilizer / compost, then sprinkled on the land before planting tomato seeds. The results showed that based on the analysis of the incubation period, the percentage of affected plants and the intensity of the attack treatment Trichoderma sp. with a concentration of 10.0 g of biomass, the results were effective in reducing the intensity of Fusarium oxysporum wilt attack by 15.15 percent.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 45-58</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/11/13</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/12</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LUAS TANAM DAN LUAS PANEN PADI DI JAWA BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Nazaruddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Planting Area</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Harvested Area</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rice Production</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi padi selama periode 2004-2014 naik rata-rata 2,77% per tahun dengan perkembangan luas panen padi juga menunjukkan trend yang meningkat rata-rata 1,49%. Trend positif tersebut harus dipertahankan untuk menyesuaikan kebutuhan konsumsi beras yang semakin meningkat. Penelitian bertujuan menganalisis secara deskriptif luas tanam dan luas panen padi di Jawa Barat. Penelitian telah dilaksanakan di Jawa Barat. Waktu pengumpulan data pada tahun 2015 sampai dengan 2018. Penelitian ini adalah penelitian survai dan menurut sifatnya adalah penelitian kuantitatif. Variabel penelitian terdiri atas luas lahan dan luas panen. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari pencatatan data yang sudah tersedia pada instansi dinas pertanian kabupaten/kota di Jawa Barat melalui program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE). Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan sebaran data pada setiap variabel penelitian. Luas tanam padi dari tahun ke tahun terdapat trend meningkat. Luas tanam paling tinggi terjadi setiap bulan Desember Luas tanam paling rendah pada Bulan Oktober. Luas panen padi di Jawa Barat setiap tahunnya memiliki trend positif walau sangat kecil. Luas panen paling tinggi pada Maret dan April. Luas panen paling rendah pada Bulan Januari. Luas tanam dapat memprediksi luas panen tiga bulan setelah tanam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 59-68</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/12/14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/13</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GAMBARAN KASUS FASCIOLOSIS (CACING HATI) PADA SAPI BALI BERDASARKAN DATA HASIL PEMERIKSAAN HEWAN QURBAN DI KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2018</dc:title>
	<dc:creator>Edi Purwono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gambaran Kasus Fasciolosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hari Raya Idul Adha</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Manokwari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Fasciolosis merupakan penyakit parasit yang menyerang hewan ruminansia dan sering menyebabkan kerugian dikalangan peternak berupa turunnya tingkat produktivitas ternak bahkan sampai menyebabkan kematian pada ternak. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi cacing fasciola sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus Fasciolosis pada sapi yang dipotong pada saat peringatan hari raya Idul Adha. Penelitian ini dilakukan pada saat pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang berlokasi di masjid-masid yang ada di wilayah Kabupaten Manokwari. Penelitian ini termasuk penelitian survei. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah hewan qurban yang di potong pada Hari Raya Idul Adha tahun 2018 di Kabupaten Manokwari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non probability sampling, sebanyak 209 sampel dengan menggunakan metode pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian kasus Fasciolosis di Kabupaten Manokwari masih tergolong cukup tinggi (32,5%) dari total populasi hewan yang di potong pada saat hari raya Idul Adha. Tingginya kasus Fasciolosis ini dimungkinkan karena pola pemeliharaan yang belum maksimal dan masih menggunakan pola pemeliharaan dengan sistem ekstensif atau sistem lepas di perkebunan kelapa sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 69-74</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/13/15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/14</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN PETANI TRANSMIGRAN DALAM PERCEPATAN DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN DI PAPUA</dc:title>
	<dc:creator>Galih Wahyu Hidayat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transmigrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inovasi Teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Proses Adopsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani Asli Papua</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu tujuan kegiatan transmigrasi adalah mempercepat pembangunan pertanian. Dalam kegiatan Transmigrasi diterapkan pola transmigrasi berdampingan agar terdapat proses transfer inovasi teknologi pertanian dari petani pendatang yang dianggap memiliki keterampilan usahatani yang maju kepada petani asli papua yang masih bersifat subsisten dan tradisional. Proses transfer yang dilanjutkan dengan proses adopsi inovasi teknologi pertanian diharapkan lebih mudah dengan adanya transmigrasi berdampingan. Makalah ini disusun dengan sumber data dan informasi yang berasal dari hasil desk review dari berbagai laporan penelitian, artikel, buku, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil yang diperoleh adalah petani transmigran memiliki peran penting dalam percepatan pembangunan pertanian karena adanya transfer inovasi teknologi pertanian kepada petani asli papua yaitu sebagai percontohan, pembuktian dan pembanding bagi petani asli Papua. Proses adopsi membutuhkan waktu yang relatif lama karena adanya tahapan-tahapan dalam proses adopsi oleh petani asli Papua yang masih menganut sistem adat dan kearifan lokal. Kompleksitas permasalahan transmigrasi juga dianggap sebagai faktor penghambat percepatan pembangunan pertanian di Papua.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 75-89</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/14/16</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/15</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROSPEK PENGEMBANGAN PEPAYA MERAH DELIMA (Carica papaya L.) DI MANOKWARI (STUDI KASUS DI KEBUN PERCOBAAN ANDAY BPTP BALITBANGTAN PAPUA BARAT)</dc:title>
	<dc:creator>Sostenes Konyep</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prospek</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengembangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pepaya merah delima</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Papua Barat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dewasa ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi buah untuk pemenuhan gizi. Salah satu varietas unggul baru (VUB) Badan Litbang Pertanian yang ada di Balai Penelitian tanaman Buah Tropika Solok Sumatera Barat adalah pepaya merah delima (Medel). Pepaya merah delima mempunyai beberapa keunggulan seperti : rasanya manis, teksturnya keras sehingga tahan dalam penyimpanan, ukuran buah sedang dan warna daging buah yang menarik untuk disantap sebagai buah segar ataupun sebagai jus buah pepaya. BPTP Papua Barat mencoba untuk mengintroduksi dan membudiddayakannya sejak tahun 2016 di KP Anday pada lahan tekstur tanah liat berlempung dan ph sekitar 5,4 (agak masam) dengan populasi 114 tanaman. Setelah berproduksi dan diperkenalkan ke pasar, pepaya merah delima sangat diminati konsumen buah di Manokwari, Sorong dan sekitarnya. Sehingga prospek pepaya merah delima di Manokwari sangat baik untuk dikembangkan. Secara ekonomi, dengan modal 9.130.000, dapat menghasilkan keuntungan kotor 15.769.000, sehingga keuntungan bersih 6.639.000,. Bila melihat perbandingan penerimaan dan biaya maka nilai R/C Rationya adalah 1,7. Secara teori bila nilai R/C &amp;gt; 1 maka usaha pepaya merah delima dikatakan layak dikembangkan. Sedangkan BEP harga sebesar 3.948 dari harga jual 5.000-10.000/ buah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 91-97</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/15/17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/16</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:36:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERILAKU PETANI DALAM PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN SEBAGAI PUPUK BOKASHI PADA TANAMAN SAWI PUTIH</dc:title>
	<dc:creator>D’Ockta Anggini</dc:creator>
	<dc:creator>Rudi Hartono</dc:creator>
	<dc:creator>Oeng Anwarudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelompoktani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah Sayuran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Argapura memiliki berbagai produk unggulan di sektor pertanian hortikultura. Mayoritas petani di Kecamatan Argapura belum memanfaatkan limbah sayuran sebagai pupuk Bokashi. Penelitian bertujuan mendeskripsikan perilaku petani, menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku petani, dan merumuskan strategi untuk meningkatkan perilaku petani dalam pemanfaatan limbah sayuran sebagai bokashi pada tanaman sawi putih. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka pada April sampai Juli 2019. Sampel penelitian sebanyak 60 Orang petani sawi putih yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis uji korelasi rank spearman, dan analisis Kendall’s W. Variabel penelitian meliputi karakteristik petani, sarana dan prasarana, dan kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani dalam pemanfaatan limbah sayuran sebagai bokashi pada tanaman sawi putih di Kecamatan Argapura termasuk kategori rendah dengan persentase (58,3%), sehingga perlu ditingkatkan. Faktor yang berhubungan dengan perilaku petani dalam pemanfaatan limbah sayuran sebagai bokashi adalah kegiatan penyuluhan. Strategi untuk meningkatkan perilaku petani dalam pemanfaatan limbah sayuran sebagai bokashi yaitu menguatkan kegiatan penyuluhan dengan meningkatkan intensitas penyuluhan, metode penyuluhan melalui demonstrasi cara dan demonstrasi plot, serta materi dan media penyuluhan yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON; 99-115</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/16/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/46</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:26Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GENERASI MUDA DAN PEKERJAAN DI SEKTOR PERTANIAN : FAKTOR PERSEPSI DAN MINAT (STUDI KASUS MAHASISWA POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MANOKWARI)</dc:title>
	<dc:creator>Yohanis Yan Makabori</dc:creator>
	<dc:creator>Triman Tapi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Generasi Muda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minat untuk menekuni dunia pertanian semestinya menjadi alasan utama generasi muda memilih pendidikan berbasis vokasi pertanian, namun banyak faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan persepsi generasi muda khususnya mahasiswa Polbangtan Manokwari terhadap pertanian dan minat mereka akan bekerja di sektor pertanian serta mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk minat tersebut. Penelitian yang dilaksanakan di Kampus Polbangtan Manokwari, dengan objek penelitiannya mahasiswa Polbangtan Manokwari, melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan analisis data lewat uji statistik non-parametrik (uji Chi-Square dan Spearman), diperoleh informasi bahwa persepsi generasi muda terhadap pekerjaan di sektor pertanian secara keseluruhan adalah negatif. Artinya pekerjaan di sektor pertanian kurang diminati oleh generasi muda terdidik, karena adanya faktor yang bersifat push factor (pendorong)/faktor internal, dan pull factor (faktor penarik)/faktor eksternal. Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel internal maupun eksternal ketika dilakukan uji statistik. Faktor internal (motivasi, pengetahuan dan kepribadian) dan Faktor eksternal (status sosial ekonomi, sosialisasi pekerjaan dan tingkat kosmopolitan) pada generasi muda terlihat cenderung berpandangan negatif terhadap pekerjaan disektor pertanian dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan persepsi pekerjaan disektor pertanian. Oleh sebab itu, perlu adanya dukungan stake holder dan pemahaman pada generasi muda bahwa industri pertanian dapat menjadi inklusif serta bekerja sebagai petani juga merupakan suatu karir dengan reward yang memadai. Sektor pertanian akan menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON; 1-20</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/46/46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON:  PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/47</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:26Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK FISIK, KANDUNGAN MINERAL DAN CEMARAN LOGAM TEPUNG KOMPOSIT (TEPUNG BONGGOL PISANG, UBI JALAR, DAN KECAMBAH KEDELAI HITAM)</dc:title>
	<dc:creator>Dewi Anggi Priyani</dc:creator>
	<dc:creator>Sumanti Debby Moody</dc:creator>
	<dc:creator>Tri Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cemaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Logam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tepung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komposit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semakin meningkatnya tingkat konsumsi tepung terigu menjadikan pemerintah melakukan impor gandum sebagai bahan baku tepung terigu dikarenakan masih kurangnya tingkat penyediaan terigu. Hal ini dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Tepung komposit merupakan salah satu alternatif jalan keluar yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dianalisis secara deskriptif terhadap karakteristik fisik, kandungan mineral, dan cemaran logam dari tepung bonggol pisang, tepung ubi jalar, tepung kecambah kedelai hitam, dan tepung komposit yang terdiri dari tiga perlakuan perbandingan tepung komposit (tepung bonggol pisang batu, tepung ubi jalar, dan tepung kedelai hitam) ini yaitu 54:29:17 (A), 46:37:17 (B), dan 37:46:17 (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung komposit dan tepung penyusunnya memiliki karakteristik yang mendekati standar SNI tepung terigu dari segi karakteristik fisik dan cemaran logam. Kandungan mineral besi (Fe) berkisar antara 7,41 – 27,33 mg/kg dan seng (Zn) 2,95 – 40,54 mg/kg. Cemaran logam timbal (Pb) berkisar antara 0 – 0,42 mg/kg, merkuri (Hg) 0 mg/kg, kadmium (Cd) 0,05 – 0,13 mg/kg, dan cemaran arsen (As) berkisar antara 0 – 1,50 mg/kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON; 21-37</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/47/47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/48</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:26Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APPLICATION OF BANANA STARCH AND BANANA FLOUR IN VARIOUS FOOD PRODUCT: A REVIEW</dc:title>
	<dc:creator>R Fida</dc:creator>
	<dc:creator>G Pramafisi</dc:creator>
	<dc:creator>Y Cahyana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banana Starch</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banana Flour</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Food Product</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banana, a botanically berry, is an edible fruit produced by several kinds of large herbaceous flowering plants in the genus Musa. Banana has been known as an abundant fruit in Indonesia. Badan Pusat Statistik shows that in 2017, the production of banana in Indonesia was the highest among other fruits (7.16 million tons in 2017), showing a 2.22% increasing rate from the last year. Banana can be directly eaten when it is ripe, or can be processed first while it is unripe. Banana, while it is unripe, contains high carbohydrate with 17.2- 38% starch in it. This starch fraction, whether it is in native state or modified state, can be extracted and can be used for many purposes in food production means such as in producing cookies, pasta etc. Many studies has been accomplished to learn the characteristics of products that are made by substituting some of the flour using banana starch. Compared to the product that are made by using 100% wheat flour, products that are made by substituting some of the flourusing banana starch have some differences in physical and chemical characteristics, digestibility, sensory properties and acceptability. This review article are meant to elaborate the uses of banana starch flour in food production and its effect to those products characteristics.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON; 38-53</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/48/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/49</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:26Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INCOME OVER FEED COST PADA AYAM KAMPUNG YANG DIBERI NANOENKAPSULASI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus) VIA WATER INTAKE</dc:title>
	<dc:creator>Bangkit Lutfiaji Syaefullah</dc:creator>
	<dc:creator>Maria Herawati</dc:creator>
	<dc:creator>Ni Putu Vidia Tiara Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Ebit Eko Bachtiar</dc:creator>
	<dc:creator>Farid Maulana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ayam Kampung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Income Over Feed Cost</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak Buah Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoenkapsulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2019 di Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah pada air minum dengan (P0:kontrol; P1:ekstrak minyak buah merah 2,5%; P2:nanoenkapsulasi minyak buah merah 2,5%; P3:nanoenkapsulasi minyak buah merah 5% dan P4:nanoenkapsulasi minyak buah merah 10%) untuk meningkatkan Income OverFeed Cost dan performa pada ayam kampung. Metode yang digunakan yaitu analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi terdapat pada ayam dengan penambahan nanoenkapsulasi buah merah 5% (P2) yaitu Rp. 826.322,40 dan terendah pada ayam dengan penambahan ekstrak minyak buah merah 2,5% yaitu Rp. 578.900,95. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi buah merah 2,5% (P2) dapat meningkatkan IOFC sebesar 42,73% lebih tinggi dari IOFC paling rendah yaitu penambahan ekstrak minyak buah merah 2,5% (P1) dan 27,03% lebih tinggi dari kontrol (P0).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON; 54-61</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/49/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/50</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:26Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA WISATA PUTON WATU NGELAK DALAM PERSPEKTIF DINAMIKA KELOMPOK</dc:title>
	<dc:creator>Detia Tri Yunandar</dc:creator>
	<dc:creator>Edi Purwono</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti Indriya Wati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desa Wisata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dinamika Kelompok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses perubahan dan pengembangan masyarakat Puton dari perspektif teori-teori dinamika kelompok dan prinsip-prinsip community development. Penelitian dilakukan di Desa Wisata Puton Watu Ngelak di Pedukuhan Puton, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode dasar penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Puton dinilai telah berhasil dalam meningkatkan taraf hidup dan pratisipasi masyarakat. Keberhasilan proses pemberdayaan masyarakat Puton didukung oleh kuatnya dinamika kelompok yang berlangsung di dalam masyarakat, besarnya peran pemimpin setempat, tokoh penggerak, dan kelompokkelompok yang ada, dan adanya motivasi serta kohesi kelompok yang kuat. Penerapan prinsip-prinsip community development dalam proses pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Puton Watu Ngelak, mencakup penerapan: prinsip mengatasi wacana yang merugikan, prinsip pemberdayaan, prinsip menghargai kebudayaan lokal, prinsip menghargai sumber daya local, prinsip menghargai proses local, prinsip partisipasi; dan prinsip kerjasama dan konsensus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON; 62-83</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/50/50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON: PENYULUHAN PERTANIAN</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/100</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Metode Isolasi pada Deteksi Kulit Sapi, Kerbau, Kambing, dan Babi sebagai Bahan Baku Rambak Kulit</dc:title>
	<dc:creator>Dyah Triasih</dc:creator>
	<dc:creator>Rulli Riana Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Yuny Erwanto</dc:creator>
	<dc:creator>Nanung Agus Fitrianto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode Wasko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode Sambrook</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PCR-RFLP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DNA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit adalah hasil samping dari pemotongan ternak yang seiring waktu semakin meningkat permintaan konsumen bersamaan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Hal ini yang mendorong produsen berinovasi menciptakan produk baru. Salah satu inovasi produk yaitu pada rambak kulit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bahan dasar yang digunakan pada rambak kulit. Salah satunya dengan analisis genetik melalui penanda molekuler. Keberhasilan teknik molekuler ditentukan oleh tertangkapnya DNA genom dari sampel. Tahapan utama analisis genetik adalah isolasi DNA. Metode Sambrook dan metode Wasko yang telah dimodifikasi digunakan dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan berupa kulit sapi, kerbau, kambing, dan babi dalam keadaan segar yang telah diawetkan dalam freezer dengan suhu -20oC. konsentrasi dan kemurnian DNA diukur dengan spektrofotometer pada λ260 dan λ280. Amplifikasi gen cytochrome b menggunakan primer universal. Elektroforesis menggunakan agarose sebesar 0,8% untuk isoalsi DNA dan 1,5% untuk amplifikasi PCR selama 30 menit dengan tegangan 100 volt. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Sambrook yang telah dimodifikasi memberikan hasil yang baik, pita DNA yang dihasilnya terlihat secara jelas dibandingkan dengan menggunakan metode Wasko yang telah dimodifikasi. Konsentrasi dan kemurnian DNA metode Sambrook lebih baik dibandingkan dengan metode Wasko. Amplifikasi PCR gen cytochrome b menghasilkan produk PCR sebesar 359 bp pada kulit sapi, kerbau, kambing, dan babi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/100</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.100</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 37-44</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/100/85</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/101</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Akses Teknologi Informasi melalui Media Elektronik pada Petani KRPL</dc:title>
	<dc:creator>Rizki Ardelia</dc:creator>
	<dc:creator>Oeng Anwarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Nazaruddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Media penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Teknologi informasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan media elektronik dan pendekatan kawasan rumah pangan lestari merupakan gabungan dua metode penyuluhan pertanian yang dianggap efektif untuk mempertahankan kehidupan petani perkotaan di masa pandemi covid-19 saat ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat akses petani dan faktor yang mempengaruhi akses teknologi informasi melalui media elektronik pada petani Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan akses teknologi informasi melalui media elektronik pada petani KRPL. Penelitian telah dilakukan di Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung pada April hingga Juni 2020. Sampel penelitian yaitu 46 petani yang tergabung dalam kelompoktani yang telah menerapkan program KRPL. Sampel ditentukan menggunakan quota sampling berdasarkan pada keaktifan anggota kelompok. Peubah penelitian terdiri atas karakteristik petani, dukungan fasilitas teknologi informasi, peranan penyuluh dan akses teknologi informasi. Pengumpulan data primer menggunakan instrument berupa kuesioner. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan regresi berganda serta analisis SWOT. Hasil penelitian mengenai akses teknologi informasi melalui media elektronik pada petani KRPL ada pada kategori tinggi dengan persentase 70,7%. Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat akses petani melalui media elektronik yaitu jumlah tanggungan keluarga, dukungan fasilitas akses teknologi informasi serta peranan penyuluh pertanian. Strategi untuk meningkatkan akses petani dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada pada kelompoktani serta memanfaatkan peluang yang ada untuk memperbaiki kelemahan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat peranan penyuluh pertanian dan dukungan fasilitas teknologi informasi seperti media elektronik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/101</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 24-36</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/101/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/103</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pestisida Nabati Jeruk Nipis berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap Serangan Hama (Grayak, Belalang, Boleng) dan Bobot Umbi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Lam)</dc:title>
	<dc:creator>Elwin Elwin</dc:creator>
	<dc:creator>Carolina Diana Mual</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jeruk nipis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikroorganisme lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pestisida nabati</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati jeruk nipis berbasis mikroorganisme lokal (Mol) terhadap serangan hama dan bobot umbi tanaman ubi jalar. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu A1 (100% kulit jeruk nupis), A2 (100% air perasan jeruk nipis), A3 (25% kulit jeruk nipis dan 75% air perasan jeruk nipis), A4 (50% kulit jeruk nipis dan 50% air perasan jeruk nipis), dan A5 (75% kulit jeruk nipis dan 25% air perasan jeruk nipis). Data hasil penelitian selanjutnya dianalisa menggunakan Analisis Ragam (Anova) metode rancangan acak kelompok nom faktorial dan diuji lanjut dengan menggunakan uji BNT 5%. Hasil analisa statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap hama pada pengamatan 19 HST, 24 HST, 29 HST dan 34 HST. Akan tetapi perlakluan tidak menunjukan adanya pengaruh yang signifikan terhadap bobot umbi tanaman ubi jalar pada setiap pengamatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 7-15</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/103/82</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/104</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mortalitas dan Profil Organ Dalam Ayam Kampung yang diberi Fitobiotik Nanoenkapsulasi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus)</dc:title>
	<dc:creator>Ni Putu Vidia Tiara Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Maria Herawati</dc:creator>
	<dc:creator>Bangkit Lutfiaji Syaefullah</dc:creator>
	<dc:creator>Ebit Eko Bachtiar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ayam kampung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mortalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profil organ dalam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak buah merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoenkapsulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Buah merah adalah salah satu tanaman obat asli Indonesia yang berasal dari Papua dan dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Minyak buah merah diolah dan digunakan sebagai obat herbal dan fitobiotik bagi ternak. &amp;nbsp;Pemberian fitobiotik ini bertujuan untuk mengoptimalkan mekanisme kerja dari masing-masing bioaktif dalam buah merah sebagai antibakteri untuk menggantikan antibiotik yang digunakan sebagai feed additive pada pakan ternak. Objek penelitian ini adalah ayam kampung yang diberikan minyak buah merah via air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari selama dua bulan pada bulan Oktober sampai November 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah pada air minum dengan beberapa perlakuan (P0:kontrol; P1: ekstrak minyak buah merah 2,5%; P2: nanoenkapsulasi minyak buah merah 2,5%; P3: nanoenkapsulasi minyak buah merah 5% dan P4: nanoenkapsulasi minyak buah merah 10%) terhadap mortalitas dan profil organ dalam dari ayam kampung.&amp;nbsp; Setiap hari dilakukan pengamatan terhadap kematian (mortalitas) ayam kampung dan pada hari ke 56 ayam dipanen kemudian dilakukan pengamatan dan pengukuran pada organ dalam seperti organ hati, jantung, dan usus halus. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah sebagai additive tidak berpengaruh nyata (F&amp;lt;0,05) terhadap mortalitas ayam kampung, berat pada organ hati, jantung, dan usus halus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah sebagai additive tidak menurunkan tingkat mortalitas ayam kampung, dan tidak menunjukkan perubahan profil organ dalam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/104</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 16-23</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/104/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/105</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Sadap pada Klon Karet PB 260 dan GT 1 (Hevea brasiliensis) untuk Peningkatan Produksi Lateks</dc:title>
	<dc:creator>Eva Herlinawati</dc:creator>
	<dc:creator>Martini Aji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etefon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Klon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kondisi fisiologis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sadap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Alternatif yang dapat dilakukan adalah menerapkan frekuensi sadap rendah dan stimulasi etefon. Stimulasi telah umum digunakan untuk mengoptimalkan tenaga kerja dan keuntungan. Etefon stimulasi dapat meningkatkan aliran lateks dan metabolisme sel. Etefon stimulasi dalam sistem eksploitasi karet harus diterapkan sesuai dengan tipologi klon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi sadap dan frekuensi stimulan yang optimal pada klon PB 260 dan GT 1 dengan mempertimbangkan kondisi fisiologis dan kesehatan tanaman. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet, Sumatera Selatan mulai Januari hingga Desember 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor (frekuensi sadap dan frekuensi stimulan) dan tiga ulangan. Penelitian ini menggunakan klon PB 260 dan GT 1 tahun tanam 2010 (umur 8 tahun). PB 260 merupakan klon metabolism tinggi dan GT 1 merupakan klon metabolisme sedang. Hasil penelitian menujukkan bahwa klon PB 260 membutuhkan pelukaan untuk mengaktifkan metabolisme sel dengan frekuensi stimulan yang rendah (4/y) untuk meningkatkan produksi. Karakteristik klon PB 260 adalah kadar sukrosa rendah dan fosfat anorganik tinggi. Sedangkan klon GT 1 membutuhkan etefon stimulasi untuk mengaktifkan sel metabolisme. Frekuensi stimulan untuk klon GT 1 dapat diterapkan hingga 12/y.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/105/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/106</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Motivasi Petani dalam Integrasi Sawit Sapi di Desa Perkebunan Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat</dc:title>
	<dc:creator>Yenny Laura Butarbutar</dc:creator>
	<dc:creator>Firman RL Silalahi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor internal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor eksternal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Integrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Korelasi spearman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sawit merupakan komoditas unggulan yang diperdagangkan secara luas dari subsektor perkebunan. Dilihat dari besarnya jumlah produksi kelapa sawit menjadikan komoditi kelapa sawit sebagai usaha yang masih diminati oleh masyarakat. Hal tersebut membuka peluang bagi pengembangan ternak sapi potong secara terintegrasi dengan memanfaatkan hijauan. Pada dasarnya integrasi ternak sapi dalam kebun kelapa sawit menjadi daur ulang sumber daya yang tersedia secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi petani dalam penerapan integrasi sawit sapi serta faktor-faktor internal dan eksternal yang mempunyai hubungan dengan motivasi petani dalam menerapkan integrasi sawit sapi. Metode penentuan sampel adalah purposive (sengaja) sebanyak 46 orang petani di daerah penelitian. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara secara langsung dan mendalam kepada para sampel dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan. Metode analisis data antara lain perhitungan matematis tingkat motivasi petani dan korelasi Spearman. Kesimpulan penelitian menunjukkan tingkat motivasi ekonomi dan sosiologis masing-masing sebesar 56,09% dan 51,74% dan berada pada kategori sedang. Selanjutnya motivasi ekonomi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan faktor-faktor internal, tetapi memiliki hubungan yang signifikan dengan 3 faktor eksternal dalam penerapan integrasi sawit sapi. Motivasi sosiologis memiliki hubungan yang signifikan dengan 2 faktor internal dan 1 faktor eksternal dalam penerapan integrasi sawit sapi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 65-76</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/106/88</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/107</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Pertanian dan Perumahan terhadap Produktivitas Kedelai</dc:title>
	<dc:creator>Elrisa Ramadhani</dc:creator>
	<dc:creator>Mahmudah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Air cucian beras</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah sayuran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">POC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produktivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kualitas tanah pertanian sudah semakin berkurang akibat banyaknya penggunaan pupuk kimia. Usaha peningkatan produktivitas tanaman pangan khususnya kedelai juga semakin ditingkatkan. Limbah pertanian dan perumahan juga semakin banyak. Aplikasi Pupuk Organik Cair dari limbah pertanian dan perumahan terhadap produktivitas kedelai dilakukan dengan tujuan untuk membantu perbaikan struktur fisik dan kimia tanah yang juga dapat meningkatkan produktivitas kedelai dengan memanfaatkan Pupuk Organik Cair yang berasal dari limbah pertanian dan perumahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan masing – masing perlakuan 3 ulangan, terdiri dari tujuh perlakuan terhadap beberapa Pupuk Organik Cair, yaitu POC berasal dari sisa sayuran + air beras, POC berasal dari eceng gondok + air beras, POC berasal dari sisa makanan dapur, POC berasal dari batang pisang + air beras, POC berasal dari batang pisang, POC berasal dari eceng gondok, dan POC berasal dari sisa sayuran, variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong per tanaman. Dilaksanakan di lahan praktik kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, mulai bulan Oktober 2019–Januari 2020. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan POC yang berasal dari campuran limbah sayuran dan air cucian beras memberikan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong tanaman kedelai, dengan nilai pada 4 MST, tinggi tanaman 49 cm, jumlah daun 49 helai dan 213,7 jumlah polong.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 58-64</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/107/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/108</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:35:04Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Metode Penyuluhan dalam Desiminasi Budidaya Bawang Putih Ramah Lingkungan di Kabupaten Karanganyar</dc:title>
	<dc:creator>Tri Cahyo Mardiyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Samijan</dc:creator>
	<dc:creator>Ridha Nurlaily</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diseminasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Demplot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Temu Lapang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efektivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bawang putih (Allium sativum L) selain merupakan salah satu jenis sayuran penting di dataran tinggi, sekaligus merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunan pertanian. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas diseminasi teknologi budidaya bawang putih ramah lingkungan melalui pelatihan, demplot, dan temu lapang pada petani di Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota kelompok taruna tani Tani Maju yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Ngudi Rejeki. Responden penelitian ditetapkan sebanyak 40 orang taruna tani. Data yang dikumpulkan meliputi persepsi petani terhadap pelaksanaan diseminasi, dan tingkat efektivitas diseminasi, meliputi pelatihan, demplot, dan temu lapang, terhadap teknologi rekomendasi. Data dianalisis mengunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 petani yang menilai bahwa pelaksanaan diseminasi efektif dengan nilai 90%. Ketiga metode diseminasi, yaitu pelatihan, demplot, dan temu lapang secara signifikan berpengaruh terhadap efektivitas diseminasi, dengan besar pengaruh masing – masing adalah 79,92%, 26,21%, dan 45,02%. Besar pengaruh pelatihan, demplot, dan temu lapang secara bersama-sama terhadap efektivitas desiminasi adalah 89,5% sedangkan sisanya yaitu 10,49% dipengaruh oleh faktor atau variabel lain di luar ketiga metode tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/108</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i1.108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON; 45-57</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/108/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON : PERTANIAN</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/110</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Effect of GnRH on Reproductive Performance and Progesterone Hormone Levels in Buffalo in West Sumatera </dc:title>
	<dc:creator>Tinda Afriani</dc:creator>
	<dc:creator>Ferdinal Rahim</dc:creator>
	<dc:creator>Mangku Mundana</dc:creator>
	<dc:creator>Arif Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Jaswandi</dc:creator>
	<dc:creator>Anna Farhana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dadih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Estrus response</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">GnRH hormone</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Progesterone level</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Swamp buffalo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The administration of hormone GnRH will affect the reproductive organs and can improve the reproductive performance of buffalo. The decrease of the buffalo population is caused by various factors including genetic and environmental factors. The development of buffaloes is relatively slow because the reproduction rate of buffaloes is lower than that of cattle, besides that it is also difficult to detect estrus, the pregnancy period is relatively long and longer calving rate. This study aims to determine the best dose of GnRH on the swamp buffalo producing of dadih in Indonesia. The materials used were 16 swamp buffalo. A completely randomized design was used in this study. Buffalo is synchronized with the injection of 5 ml of GnRH hormone n on the first and 11th day, on the 10th to 12th day all donor buffaloes are injected with GnRH. Four different doses of GnRH (200, 225, 250 and 275 ml/buffalo) and each treatment was replicated five times. The speed of estrus and estrus length were the measured variables. The results showed that the doses of GnRH significantly (P&amp;lt;0.05) increase of estrus speed and estrus length. Progesterone levels have increased significantly starting from before treatment until after treatment with GnRH. It is concluded that the best GnRH doses for estrus synchronization in the swamp buffalo producing of dadih was 2. 25 ml/buffalo with estrus speed 18.2 h and estrus length 18 h.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/110/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/111</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengolahan Pascapanen pada Tanaman Kakao untuk Meningkatkan Mutu Biji Kakao : Review</dc:title>
	<dc:creator>Arya Bima Senna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biji kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fermentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pascapanen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pascapanen dalam budidaya berguna sebagai pascapanen merupakan salah satu aspek penting dalam penjualan hasil tanaman kakao. Harga jual biji kakao sangatlah beragam tergantung juga dari pengepul. Ada juga dibeberapa daerah membentuk koperasi petani sehingga hasil dari panen petani dapat dikoordinir dalam satu koperasi yang menyebabkan harga yang terkontrol dan lebih jelas, karena ada standar yang sudah ditetapkan petani menjual dari biji kakao basah, biji kakao kering belum terfermentasi, biji kakao kering sudah terfermentasi. Dalam prakteknya pascapanen meliputi&amp;nbsp; sortasi, pembelahan buah, fermentasi, perendaman dan pencucian, pengeringan, penggudangan. Pengolahan pascapanen pada tanaman kakao untuk meningkatkan kualitas dari hasil panen kakao yang dimiliki oleh petani. Biji yang telah melalui fermentasi akan meningkatkan cita rasa ketika biji kakao diolah. Biji kakao yang melalui dalam proses pengolahan pascapanen akan lebih lama disimpan dan tidak akan mengurangi kualitas dari biji kakao. Biji kakao yang difermentasi mengandung air didalamnya yang berfungsi selama fermentasi untuk proses reaksi enzima pada biji serta untuk pertumbuhan mikroba pada pulp kakao. Kakao yang telah mengalami proses pasca panen inilah yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga akan meningkatkan pendapatan petani. Ada juga dibeberapa daerah membentuk koperasi petani sehingga hasil dari panen petani dapat di koordinir dalam satu koperasi yang menyebabkan harga yang terkontrol dan lebih jelas, karena ada standar yang sudah ditetapkan petani menjual dari biji kakao basah, biji kakao kering belum terfermentasi, biji kakao kering sudah terfermentasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 51-57</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/111/122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/112</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengolahan Ubi Jalar Menjadi Aneka Olahan Makanan : Review</dc:title>
	<dc:creator>Rinjani Alam Pratiwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Olahan makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengolahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ubi jalar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang mudah untuk dibudidayakan, khususnya di Papua Barat ada beberapa varietas lokal ubi jalar yang dihasilkan. Selama ini ubi jalar hanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk utuh seperti direbus, digoreng, dibakar dan dikukus. Aneka umbi merupakan komoditas pertanian yang mempunyai kadar air tinggi, yaitu antara 60-70 persen sehingga umur simpan jauh lebih pendek dibandingkan dengan serealia dan kacang-kacangan. Kandungan zat gizi ubi jalar juga cukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting bagi tubuh karena berfungsi fisiologis yaitu antosianin dan karatenoid sebagai anti oksidan serta serat rapinasa yang berfungsi prebiotik. Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya, serta dapat mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi dan menurunkan kadar gula darah. Pengolahan ubi jalar menjadi tepung merupakan salah satu cara untuk menyimpan dan mengawetkan ubi jalar. Pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber pangan dapat juga dijadikan sebagai bahan baku industri. Pengolahan ubi jalar juga semakin bervariasi seiring makin meningkatnya produksi ubi jalar ungu. Pengolahan menjadi tepung adalah salah satu bentuk produk olahan yang dapat meningkatkan kemandirian bangsa dengan mengurangi penggunaan tepung terigu. Ubi jalar dapat diolah menjadi aneka olahan moderen. Beberapa olahan makanan yang berasal dari ubi jalar adalah roti tawar, bolu kukus, mie ubi jalar, stik ubi jalar, selai ubi jalar, es krim dan saos ubi jalar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/112</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 42-50</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/112/121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/113</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Konsistensi Sikap Petani terhadap Kemampuan Mengakses Informasi Teknologi Pertanian di Kabupaten Pacitan</dc:title>
	<dc:creator>Rika Jayanti Malik</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarru Samsi Hariadi</dc:creator>
	<dc:creator>Roso Witjaksono</dc:creator>
	<dc:creator>Paulus Wiryono Priyotamtama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akses</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsistensi sikap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sikap petani adalah respon petani berupa pernyataan setuju atau tidak setuju terhadap objek tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan sikap petani terhadap informasi teknologi pertanian yang didiseminikasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Pringkuku dan pengaruhnya terhadap kemampuannya memperoleh informasi. Penelitian di Kabupaten Pacitan pada Februari-April 2020 dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian melibatkan 167 orang petani yang pernah belajar di TTP Pringkuku dan dipilih secara acak. Teknik pengambilan data melalui wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner tertutup. Keseluruhan item variabel sikap dan kemampuan petani mengakses informasi teknologi pertanian dalam kuesioner valid dan reliabel dengan nilai croncbach Alfa &amp;gt; 0,70. Data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasilnya (1) rerata capaian sikap petani 59,96% menunjukkan bahwa sikap petani ragu-ragu terhadap informasi teknologi pertanian yang didiseminasikan TTP Pingkuku baik di kebun percontohan maupun melalui media baru. Keraguan tersebut didasarkan pada pertimbangan biaya dan kompleksitas inovasi; (2) petani mengalami inkonsistensi sikap. Capaian ranah kognitif 61,63% menunjukkan petani setuju dan afektif senang (66,20%) tetapi konatifnya ragu-ragu (51,50%) terhadap informasi teknologi pertanian; dan (3) sikap petani signifikan memengaruhi kemampuannya untuk mengakses informasi teknologi pertanian. Semakin petani setuju terhadap informasi teknologi pertanian maka semakin meningkat kemampuannya untuk mencari dan memperoleh informasi terkait teknologi pertanian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 22-31</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/113/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/114</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US"> Adaptifitas dan Analisis Pengaruh Antar Komponen terhadap Hasil Padi Varietas Unggul Baru Padi Sawah Irigasi</dc:title>
	<dc:creator>Apresus Sinaga</dc:creator>
	<dc:creator>Junita Nambela</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komponen variabel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis regresi berganda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi gabah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan vareitas unggul baru yang adaptif merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas padi. Varietas unggul diketahui berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi padi sebesar lebih dari 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan dan melihat hubungan antar karakter komponen tanaman terhadap karakter hasil dengan analisis regresi dan melihat hasil potensial varietas unggul baru padi yang adaptif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Manokwari pada bulan Januari - Desember 2013. Luasan masing-masing lokasi penelitian sebesar 0,25 ha. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga varietas sebagai perlakuan dan 3 tempat sebagai perlakuan. Variabel agronomi yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan hasil gabah. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis varian (Anova) pada taraf 5%, apabila terdapat hasil beda nyata maka dilakukan uji lanjutan dengan Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT), untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing faktor tinggi tanaman dan jumlah anakan (variabel independent) tersebut terhadap hasil produksi (variabel dependent) digunakan analisis regresi berganda dengan fasilitas automatic linear modeling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan jumlah anakan produktif inpari 20 dan inpari 18 terhadap inpari 16 antar varietas sedangkan jumlah tinggi tanaman dan hasil gabah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua varietas. Tingkat pengaruh (importenace) variabel tinggi dan jumlah anakan sebesar R2 = 67,9% dan R2 = 32,1% dari 15,5% (R2) total pengaruh kedua variabel terhadap hasil gabah padi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 9-15</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/114/117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/115</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Upaya Pencapaian Swasembada Pangan Melalui Membumikan Padi Amfibi Balitbangtan di Provinsi Papua Barat</dc:title>
	<dc:creator>Sostenes Konyep</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Upaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencapaian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Swasembada pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Padi amfibi Balitbangtan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Papua Barat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sektor pertanian berperan penting karena berkontribusi sebagai penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyumbang produk domestik bruto, penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber pendapatan utama masyarakat desa, penyedia bahan pakan dan energi,serta perannya dalam upaya menurunkan gas rumah kaca. RPJMN tahap -3 adalah lanjutan dari RPJMN tahap -2 (2010-2014) yang sudah berakhir yang mana salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan swasembada padi, jagung dan kedelai. Dibutuhkan langkah-langkah konkrit untuk mencapai swasembada pangan diantaranya perencanaan dan implementasi program secara baik dan benar. Badan pusat statistik Provinsi Papua Barat menyatakan bahwa pertanian Papua Barat belum menunjukan perkembangan yang berarti.&amp;nbsp; Produksi tanaman padi (baik ladang maupun sawah) ditahun 2018 menghasilkan sebanyak 14.035,0 ton pada lahan seluas 4.892 ha dengan produktifitas 2,9 ton/ha. Di banding tahun sebelumnya terjadi penurunan produksi padi. Produksi padi tahun 2017 sebesar 27.593 ton. Penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) merupakan konsep dasar PTT untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak dari serangan hama. VUB padi amfibi Balitbangtan merupakan salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim berupa banjir dan kekeringan. Data kegiatan keji terap inovasi teknologi VUB padi amfibi yang dilakukan di distrik Prafi (Kampung Handuk dan Kampung Kerenu) di banding padi lokal 100 malam (data BPS Kabupaten Manokwari) memperlihatkan terdapat selisih produksi sekitar 2,8 ton/ ha lebih.&amp;nbsp; Penyebaran dan perluasan areal pertanaman padi amfibi Balitbangtan di Provinsi Papua.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/115</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 32-41</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/115/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/119</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hasil Tanaman pada Beberapa Model Tumpang Sari Kentang (Solanum tuberosum L) dan Kacang Faba (Vicia faba L) di Salaran Getsan Jawa Tengah (1500-1700 mdpl)</dc:title>
	<dc:creator>Theresa Vinata Anui</dc:creator>
	<dc:creator>Dina Rotua Valentina Banjarnahor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tumpangsari</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kentang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang faba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang Dieng</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meningkatnya pengetahuan petani tentang dampak buruk yang berkepanjangan penggunaan pupuk kimia sintetis menjadikan praktik tumpangsari dengan tanaman legum semakin digemari. Penelitian terdahulu menyebutkan tumpangsari dengan tanaman legum dapat menjadi pupuk nitrogen organik. Pada petani kentang, tanaman legum yang syarat hidupnya sama dengan syarat hidup tanaman kentang adalah kacang faba. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil tanaman pada beberapa model tumpangsari kentang dan kacang faba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2020 sampai bulan Mei 2020, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW Salaran, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang (ketinggian 1500-1700 mdpl). Perlakuan dalam penelitian ini yaitu kentang dan kacang faba ditanam pada bedengan bermulsa dengan rasio 2:1 (P1), kacang faba ditanam pada setiap sela dua bedengan kentang bermulsa (P2), kacang faba ditanam pada setiap sela bedengan kentang bermulsa (P3), tanaman kentang dengan sistem monokultur yang ditanam pada bedengan bermulsa (P4) dan tanaman kacang faba yang ditanam pada satu bedengan persegi empat tanpa mulsa (P5). Hasil penelitian menunjukkan hasil tanaman kentang tertinggi pada P tetapi hasilnya tidak memenuhi standar varietas granola, serta tanaman kacang faba tidak memberikan hasil. Hasil tanaman kentang&amp;nbsp; demikian karena pada saat pembentukan umbi terjadi serangan penyakit yang menyerang daun sehingga alat fotosintesis terganggu. Hasil kacang faba demikian karena pengaruh suhu lingkungan yang tidak mendukung pembentukan polong.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/119</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 16-21</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/119/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/148</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang</dc:title>
	<dc:creator>Firman RL Silalahi</dc:creator>
	<dc:creator>Yusra Muharami Lestari</dc:creator>
	<dc:creator>Jontara Hutabalian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budidaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa sawit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyumbang devisa terbesar Indonesia adalah sektor pertanian yaitu kelapa sawit. Kecamatan Kutalimbaru yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi tanaman kelapa sawit, dimana terdapat 728,5 Ha lahan kelapa sawit yang berasal dari 6 desa dan salah satunya adalah Desa Silebo-lebo. Produktivitas rata rata yang yang dimiliki oleh petani kelapa sawit Desa Silebo-lebo tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas kelapa sawit yang ada di Indonesia yang mencapai angka 30 ton/Ha/thn. Berdasarkan wawancara dengan penyuluh dan petani, kurangnya produktivitas disebabkan teknik budidaya yang dilakukan oleh petani kurang baik namun petani tetap teguh untuk bebudidaya kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi petani (motivasi ekonomi dan motivasi sosiologis) dan untuk mengetahui tingkat faktor-faktor motivasi petani dalam budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Data pada penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara dan studi kepustakaan, yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa tingkat motivasi petani dari segi ekonomi dalam budidaya kelapa sawit yang baik di Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dalam kategori sedang yaitu sebesar 48,8% dan tingkat motivasi petani dari segi sosiologis dalam kategori sedang yaitu sebesar 46,1%. Dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa dari faktor-faktor eksternal maupun faktor-faktor internal yang diteliti faktor yang paling berpengaruh adalah tingkat ketersedian kredit usahatani dengan kategori tinggi yaitu sebesar 73,88%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/148</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.148</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/148/125</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/151</identifier>
				<datestamp>2021-04-06T19:34:39Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Kinerja melalui Program Kostratani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, Kabupaten Manokwari</dc:title>
	<dc:creator>Ahdah Winarsih</dc:creator>
	<dc:creator>Djaka Mastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Detia Tri Yunandar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balai penyuluhan pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kostratani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) memiliki peranan strategis dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan pertanian berbasis kawasan di tingkat kecamatan/distrik. Melalui program Kostratani yang mengoptimalkan peran, fungsi, dan tugas BPP dengan memanfaatkan IT, maka peranan BPP menjadi lebih penting dan strategis. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran dan memahami kinerja BPP Prafi setelah bertransformasi menjadi BPP Kostratani di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari. Penelitian dilakukan pada Agustus sampai dengan November 2020, di BPP Prafi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Metode dasar penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian meliputi Kepala BPP, admin Kostratani, PPL, mantri tani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, dan pengelola Kostratani Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara, observasi, dan perekaman dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BPP Prafi sebagai BPP Kostratani dinilai sangat baik karena dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, telah mampu melaksanakan tiga peranan penting BPP Kostratani, yaitu sebagai pusat informasi dan data, pusat gerakan pembangunan pertanian, dan pusat pembelajaran. Optimalisasi kinerja BPP Kostratani Prafi ke depannya perlu direalisasikan agar BPP Prafi mampu untuk lebih berperan dalam mewujudkan keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan pertanian, khususnya di wilayah Kabupaten Manokwari. Upaya yang penting dilakukan adalah mengembangkan BPP Prafi sebagai pusat pengembangan jejaring kemitraan dan pusat konsultasi agribisnis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/151</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v11i2.151</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 11 No 2 (2020): JURNAL TRITON; 58-67</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/151/123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/152</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penerapan Metode Irigasi Tetes Guna Mendukung Efisiensi Penggunaan Air di Lahan Kering</dc:title>
	<dc:creator>Steven Witman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drip irrigation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efisiensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebutuhan air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tingkat efisiensi dari penggunaan air yang ada dilahan pertanian bahwasanya dapat dioptimalkan dengan cara melakukan penggunaan metode teknik irigasi yang tepat dikarenakan teknologi irigasi merupakan salah satu komponen yang dirasa penting karena tingkat produksi dari hasil pertanian ditentukan berdasarkan kondisi tanah, perawatan terhadap tanaman, kecukupan air pada tanaman serta iklim yang ada. Dalam bidang pertanian faktor iklim adalah sesuatu hal yang tidak dapat dihindari terutama kondisi iklim saat musim kemarau, tentu bisa menjadi suatu kendala terhadap pertumbuhan tanaman, dikarenakan pasokan air terhadap tanaman kurang terpenuhi, dengan penerapan metode Irigasi tetes bisa menjadi salah satu solusi dalam menangani permasalahan kebutuhan air pada tanaman. Metode penerapan irigasi tetes ini yakni pemberian air dalam volume kecil dan berkelanjutan, irigasi tetes ini juga bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan kehilangan air yang disebabkan musim kemarau sehingga ketersediaan air bagi tanaman terpenuhi. Teknik irigasi tetes inilah yang diharapkan dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan air dan tanaman sehingga dapat meningkatnya pemanfaaatan unsur hara pada tanah, mempercepat bibit tanaman untuk beradaptasi, dan juga nantinya akan meningkatnya keberhasilan tanaman tersebut untuk bisa tumbuh. Untuk memaksimalkan tingkat efisiensi dalam penggunaan air bisa menggunakan tanah yang memiliki tekstur liat dikarenakan tekstur tanah seperti ini memiliki tingkat penyimpanan air yang sangat tinggi. Selain itu pengaplikasian sistem irigasi ini bisa dilakukan pada tanaman buah ataupun sayuran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/152</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 20-28</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/152/136</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/154</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Komersial Biofarm dengan Pembanding Ab-Mix pada Budidaya Sawi Pakcoy (Brassica rapa subsp chinensis) secara Hidroponik Teknik Rakit Apung</dc:title>
	<dc:creator>Cut Theresia Candra Lakshitowati</dc:creator>
	<dc:creator>Djoko Murdono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hidroponik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pakcoy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik cair</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pupuk organik cair komersial dapat digunakan sebagai pupuk alternatif bagi tanaman sayuran pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik teknik rakit apung, namun informasi tentang konsentrasi pupuk organik cair tersebut perlu diteliti supaya diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupuk organik cair tersebut yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil setara dengan AB-mix pada tanaman pakcoy yang ditanam secara hidroponik teknik rakit apung. Lokasi penelitian beralamatkan di Jalan Aliwijayan II RT 04 RW 03, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada bulan Agustus 2020 – September 2020. Penelitian dilakukan di dalam greenhouse, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan yang di uji yaitu AB-mix sebagai pembanding, pupuk organik cair komersial biofarm 2 ml/l, 4 ml/l, 6 ml/l, 8 ml/l, 10 ml/l). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter bonggol, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan aplikasi SAS untuk melihat sidik ragam (uji F 5%), dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi pupuk organik cair tersebut belum mampu menghasilkan setara dengan pertumbuhan dan hasil tanaman Pakcoy yang ditumbuhkan pada nutrisi AB-mix.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/154</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.154</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/154/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/155</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Biogas  Berbahan  Feses Sapi dan Jerami Jagung (Zea mays L.) pada C/N Rasio dan Lama Fermentasi yang Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Evi Arianingsih</dc:creator>
	<dc:creator>Irdha Mirdhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar Efendi Harahap</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biogas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fermentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feses sapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jerami jagung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biogas merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan serta berpotensi sebagai pengganti energi yang bersumber dari fosil yang tidak dapat diperbaharui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi biogas terbaik dari kandungan rasio C/N dan lama waktu fermentasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor dengan dua ulangan untuk setiap perlakuan. Faktor A yaitu, perbandingan rasio C/N, P0 = Feses sapi dengan rasio C/N 22,12; P1 = Feses sapi + jerami jagung dengan rasio C/N 25,00; P2 = Feses sapi + jerami jagung dengan rasio C/N 30,00; sedangkan faktor B lama fermentasi 7, 14 dan 21 hari. Tahapan penelitian diawali dengan penentuan C, N dan C/N feses sapi dan jerami jagung, persiapan bahan, penanganan bahan isi digester dan tahap fermentasi.&amp;nbsp; Peubah yang diukur adalah pH awal, pH akhir, temperatur dan stabilitas api biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P &amp;lt; 0,01) terhadap temperatur biogas dan rasio C/N yang berbeda juga berpengaruh sangat nyata (P &amp;lt; 0,01) terhadap pH akhir dan stabilitas api biogas. Kesimpulan penelitian ini adalah Rasio C/N terbaik terdapat perlakuan A2 (C/N 25,00) dan B1 (lama fermentasi 7 hari) dilihat dari temperatur, stabilitas api dan pH akhir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 58-67</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/155/130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/156</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape</dc:title>
	<dc:creator>Suburi Rahman</dc:creator>
	<dc:creator>Afe Dwiani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerupuk sape</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tepung terigu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tepung tapioka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerupuk sape merupakan salah satu jenis kerupuk khas daerah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kerupuk ini menggunanakan tepung terigu sebagai bahan utama namun hingga saat ini kebutuhan terigu masih dipenuhi oleh impor. Untuk mengurangi konsumsi terigu diperlukan bahan baku lain seperti tepung tapioka. Selain bahan baku faktor lain yang mempengaruhi kualitas kerupuk adalah pengukusan. Karena itu diperlukan waktu pengukusan yang tepat agar kerupuk memiliki kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tapioka, tepung terigu dan lama waktu pengukusan adonan terhadap mutu kerupuk sape. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu substitusi tepung tapioka dan tepung terigu serta lama pengukusan adonan yang terbagi menjadi 9 perlakuan yaitu: A1 (100 g : 0 g dan 1 jam), A2 (100 g : 0 g dan 1,5 jam), A3 (100 g : 0 g dan 2 jam), B1 (50 g : 50 g dan 1 jam), B2 (50 g : 50 g dan 1,5 jam), B3 (50 g : 50 g dan 2 jam), C1 (0 g : 100 g dan 1 jam), C2 (0 g : 100 g dan 1,5 jam) dan C3 (0 g : 100 g dan 2 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk sape yang dihasilkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 0272:1991) untuk kadar air dan kadar lemak, sedangkan untuk kadar abu hanya kerupuk yang berbahan baku tepung tapioka saja yang memenuhi standar. Hasil penilaian mutu terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan A1 yaitu perlakuan tepung tapioka 100 g : tepung terigu 0 g&amp;nbsp; dengan waktu pengukusan 1 jam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/156</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 45-57</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/156/138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/157</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mempersiapkan Petani Muda dalam Mencapai Kedaulatan Pangan</dc:title>
	<dc:creator>Sostenes Konyep</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedaulatan pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maju</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mandiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Modern</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani milenial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kedaulatan pangan adalah kemampuan suatu bangsa untuk: 1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, 2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta 3) melindungi dan mensejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Demi mewujudkannya harus menggerakkan pemuda sebagai aset penting sebagai motor penggerak. Namun sangat ironi karena banyak generasi muda kita meninggalkan sektor pertanian dan bekerja disektor lain. Oleh karena itu harus ada langkah-langkah konkret pemerintah dan semua komponen yang peduli sehingga menghindari krisis pangan kemudian harapan kedaulatan pangan dimasa depan dapat terwujud. Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai &amp;nbsp;sumbangsih pemikiran berupa strategi&amp;nbsp; mempersiapkan petani-petani muda dalam mencapai kedaulatan pangan. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif tentang peran setiap insan pertanian dalam mempersiapkan generasi muda pertanian untuk mencapai swasenbada pangan. Strategi itu tersebut dimulai dari perubahan pola pikir generasi muda tentang pertanian bermula dengan memberi informasi yang benar tentang pertanian dan dunia pertanian itu menarik; lembaga pendidikan dari TK-Perguruan Tinggi wajib memiliki lahan untuk pertanian dan guru yang membidangi pertanian; rekruitmen mahasiswa dari setiap desa yang berpotensi pertanian dan pemberian beasiswa bagi yang tidak mampu namun berprestasi; menggalakkan program membangun mari desa dan menyiapkan sarana/prasarana pendukungnya; mendorong pembentukan kelompok-kelompok masyarakat&amp;nbsp; dan pembinaannya oleh pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat; mendorong program pekarangan pangan lestari dan sarana produksi yang mudah diakses.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 78-88</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/157/134</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/162</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Petani dalam Kegiatan Pengolahan Pupuk Organik di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes</dc:title>
	<dc:creator>Nisita Wuri</dc:creator>
	<dc:creator>Sugihardjo</dc:creator>
	<dc:creator>Agung Wibowo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelompok petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Partisipasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegiatan pengolahan pupuk organik merupakan kegiatan kelompok yang dilakukan oleh Kelompok Tani Bahagia IV. Kegiatan ini didorong oleh keprihatinan petani terhadap semakin menurunnya kesuburan lahan sebagai dampak negatif penggunaan pupuk kimia selama puluhan tahun. Sebagai kegiatan kelompok, tentu membutuhkan partisipasi petani untuk menjaga keberlanjutan kegiatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik di Kelompok Tani Bahagia IV. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu kelompok tani Bahagia IV yang berada di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes dengan pertimbangan kelompok tersebut secara konsisten memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan petani. Informan penelitian meliputi Ketua Kelompok Tani Bahagia IV, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Kepala BPP Kecamatan Bulakamba, pengurus kegiatan pengolahan pupuk organik serta petani anggota kelompok. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Interaktif, serta validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik meliputi umur, pendidikan formal dan atau nonformal petani, pekerjaan serta akses komunikasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi petani yaitu dengan membuat jadwal bagi petani dalam proses produksi, sehingga setiap individu petani memiliki peran dan tanggung jawab yang sama atas keberlangsungan kegiatan. Optimalisasi peran serta petani dalam pengolahan pupuk organik sebagai kegiatan usaha kelompok perlu direalisasikan, agar dapat berkembang menjadi usaha kelompok yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 89-97</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/162/135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/163</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Panca Usahatani Padi Ladang Amfibi pada Petani Binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Kabupaten Manokwari</dc:title>
	<dc:creator>Galih Wahyu Hidayat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Faktor berpengaruh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penerapan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Panca usahatani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Padi ladang ampibi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Padi ladang merupakan komoditas potensial untuk dikembangkan karena luas lahan kering yang tinggi di Kabupaten Manokwari. BPTP Papua Barat melaksanakan pengembangan padi ladang amfibi sejak 2018 karena varietas padi ini memiliki kemampuan bertahan pada kondisi genangan air maupun dalam kondisi lahan yang kering. Padi amfibi merupakan padi baru di Kabupaten Manokwari dengan berbagai kelebihan yang menguntungkan apabila dibandingkan dengan padi yang sudah ditanam turun-temurun oleh petani. Penerapan panca usahatani padi ladang amfibi terdiri dari lima komponen yaitu: a). penggunaan benih unggul, b). pengolahan lahan, c). irigasi atau ketercukupan air, d). pemupukan berimbang dan e). pengendalian hama penyakit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani sudah mengikuti rekomendasi dalam menggunakan benih unggul dan mempertimbangkan kecukupan air sebesar 100% atau diterapkan sepenuhnya. Komponen pengolahan lahan diterapkan 50%, pemupukan berimbang diterapkan 62% dan pengendalian hama penyakit diterapkan 62%. Kegiatan yang dilaksanakan oleh BPTP ini didukung oleh petani lokal dan petani transmigran yang menanam padi ladang. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan petani diharapkan dapat meningkat dengan menerapkan panca usahatani padi ladang amfibi yang direkomendasikan. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan panca usahatani padi ladang amfibi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan panca usahatani termasuk dalam kategori sedang karena dipengaruhi oleh faktor pendidikan, modal usahatani, frekuensi penyuluhan, ketersediaan lembaga keuangan dan sosial budaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/163</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.163</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 29-44</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/163/137</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/164</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:39:00Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Kasus: Permasalahan Limbah di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Amessangeng, Kota Sengkang</dc:title>
	<dc:creator>Besse Mahbuba We Tenri Gading</dc:creator>
	<dc:creator>Adib Norma Respati</dc:creator>
	<dc:creator>Edi Suryanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencemaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tempat pemotongan hewan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tempat Pemotongan Hewan yang memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Untuk menyediakan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) harus memenuhi persyaratan teknis yang meliputi fisik (bangunan dan peralatan), sumber daya manusia, dan prosedur teknis pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Amessangeng yang berlokasi di Kota Sengkang yaitu di Kelurahan Lamaddukelleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi penanganan limbah di TPH Amessangeng, terkait langkah penanganan limbah yang telah dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. &amp;nbsp;TPH Amessangeng telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk pemotongan hewan, namun berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi pengolahan limbah belum tersedia. Limbah TPH Amessangeng langsung mengalir ke lahan yang berujung di sungai, belum dilakukan penyaringan telebih dahulu. Jika terjadi terus menerus dan dalam jumlah yang banyak maka dapat berdampak terhadap masyarakat sekitar yang meliputi polusi bau atau pencemaran udara, pencemaran air dan berdampak pada kesehatan. Pembuatan kolam penampungan limbah harus dilakukan dan dilanjutkan dengan pengolahan limbah menggunakan Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) sebelum limbah dibuang ke sungai sekitar TPH. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran udara, air, tanah dan gangguan kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i1.164</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 1 (2021): JURNAL TRITON; 68-77</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/164/131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/166</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Potensi Bahaya, Risiko dan Pencegahan Kecelakaan Kerja di Peternakan Sapi Potong di Wilayah Boyolali</dc:title>
	<dc:creator>Bayu Andri Atmoko</dc:creator>
	<dc:creator>I Gede Suparta Budisatria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis bahaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis risiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sapi potong</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah pedoman setiap pelaku kerja, salah satunya bidang peternakan. Perusahaan di bidang penggemukan (fattening) sapi potong mempunyai kewajiban dan tanggung jawab menerapkan K3. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko, analisis bahaya dan risiko, dan merumuskan upaya pengendalian K3 di perusahaan penggemukan sapi potong di wilayah Boyolali. Penelitian dilaksanakan di PT. X di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, tahap pertama dilakukan identifikasi potensi bahaya dan risiko pada berbagai kegiatan, tahap kedua dilakukan penilaian terhadap potensi bahaya dan risiko yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan yang teridentifikasi. Tahap ini dilakukan dengan pengamatan langsung, mengikuti seluruh kegiatan pemeliharaan, dan diskusi dengan pimpinan, manajemen maupun dengan pegawai kandang. Tahap ketiga dirumuskan pengendalian bahaya dan risiko yang dapat dilakukan. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa di PT. X terdapat enam pekerjaan di kandang sapi yang dapat menimbulkan sebanyak 31 potensi bahaya dengan risiko rendah (18) dan sedang (13). Selain itu, upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja masih sangat minim, belum ada standart operating prosedur (SOP) K3. Penerapan K3 oleh pekerja hanya dengan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu kandang. Hal ini memungkinkan terjadi potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja. Disarankan kepada PT. X untuk menyusun SOP K3, mensosialisasikan, menerapkan pada seluruh pekerja dan melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi terhadap penerapan SOP K3. Pekerja kandang diharapkan selalu menggunakan APD saat bekerja. Hal ini sebagaui upaya pencegahan risiko dan bahaya kecelakaan kerja saat melakukan pekerjaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/166/175</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/167</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pemasaran Online Produk Olahan Pangan</dc:title>
	<dc:creator>Maria Krisna</dc:creator>
	<dc:creator>Miftakhul Arifin</dc:creator>
	<dc:creator>Endah Puspitojati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis SWOT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strategi pemasaran online</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produk olahan pangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kajian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran online produk olahan pangan yang mengalami penurunan penjualan secara offline selama masa pandemi. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Juni 2021 yang berlokasi di Kelurahan Sendangtirto Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method concurrent triangulation strategy dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, kuesioner serta analisis data menggunakan analisis deskriptif SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity and Treath). Penentuan responden dilakukan dengan sampel jenuh bersyarat. Analisis strategi pemasaran online produk olahan pangan diperoleh faktor-faktor internal dan eksternal yang kemudian dibobotkan menggunakan metode paired comparison scale. Hasil analisis matriks internal eksternal, berada pada kuadran I, yaitu Strategi Pertumbuhan dan hasil analisis matrik SWOT didapatkan sembilan alternatif strategi. Strategi yang diprioritaskan,yaitu dengan meningkatkan kegiatan pemasaran secara online melalui media sosial dan marketplace memanfaatkan perkembangan teknologi dan jaringan internet yang lancar, diharapkan produk olahan pangan milik KWT di Kelurahan Sendangtirto dapat dijangkau oleh semua kalangan baik yang ada di daerah Yogyakarta maupun yang berada di luar kota, sehingga dapat memperluas pangsa pasar. Hal inilah yang menjadi prioritas penting dalam strategi pemasaran online produk olahan pangan pada beberapa KWT di Kelurahan Sendangtirto. Kegiatan penyuluhan tentang Pemasaran secara online melalui marketplace Shopee dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebesar 17%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 15-26</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/167/176</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/204</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T13:31:46Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Program Pembangunan Kampung: Perspektif Fungsional dan Konflik dalam Konstruksi Sosial Masyarakat Suku Arfak di Kabupaten Manokwari</dc:title>
	<dc:creator>Triman Tapi</dc:creator>
	<dc:creator>Yohanis Yan Makabori</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perspektif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konflik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fungsional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Program pembangunan kampung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konstruksi sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perbandingan perspektif jadi alibi terhambatnya proses pembangunan. Pemerintah pusat, provinsi serta kabupaten sudah berupaya mempraktikkan beberapa program pembangunan. Pemerintah cenderung dominan pada nasionalisme dalam modernisasi, memandang Papua sebagai objek, yang kontras dengan budaya lokal masyarakat. Oleh sebab itu, musyawarah politik mengambil keputusan buat menuntaskan perspektif tersebut dengan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 mengenai kebijakan otonomi khusus yang berdampak dependensi adat sebagai motor penggerak roda pembangunan di Papua. Teori utama berasal dari perspektif fungsionalisme dan perspektif konflik (Mooney et al. 2007).&amp;nbsp; Makalah ini membahas perspektif konstruksi sosial masyarakat suku Arfak di tiga kampung yaitu Sairo, Hangouw dan Indesey. Metode deskriptif dengan sampel purposif digunakan untuk menjelaskan fenomena berdasarkan data dari responden. Pengumpulan informasi menggunakan kuesioner, diskusi terfokus, observasi, serta wawancara. Secara fungsional, implementasi program pembangunan dilakukan berdasarkan alur perencanaan pembangunan yang disetujui oleh penguasa wilayah serta penguasa lokal dengan diketahui oleh pemerintah provinsi dan pusat selaku pemberi tanggung jawab. Program- program yang diprioritaskan antara lain pembangunan infrastruktur dasar kampung, perumahan, sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) serta air bersih. Ranah konstruksi sosial yaitu Aske siros (kemajuan), Oru Eimofoj (menunggu bantuan), Monuh, Ofojingki/Mendes Efes, Ororoisa. &amp;nbsp;Perspektif konflik mengungkapkan terdapat pembatasan kuota partisipasi serta sosialisasi program kepada masyarakat, serta ketidakterbukaan mengenai anggaran program. Selanjutnya, konsep Aske Siros tidak berjalan sesuai makna sebenarnya.&amp;nbsp; Konsep tersebut didominasi oleh penguasa lokal, sementara kepada masyarakat lainya yaitu Oru Eimofoj.&amp;nbsp; Secara fungsional, program pembangunan yang diimplementasikan menguntungkan sebagian oknum tertentu dan menimbulkan ketidakmerataan serta friksi dalam perihal menikmati dan memanfaatkan anggaran maupun program pemerintah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/204</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 27-37</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/204/177</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/207</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T13:31:07Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal Plus terhadap Peningkatan Produksi dan Kualitas Telur Itik di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon</dc:title>
	<dc:creator>Slamet Riyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Dyah Gandasari</dc:creator>
	<dc:creator>Kenedy Putra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Itik petelur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kaji terap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikrobia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Uji anova</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Desa Panggangsari khususnya Kelompok Ternak Rambon Sari dan Branjangan memiliki populasi itik mencapai 13.650 ekor. Jumlah tersebut menunjukkan usaha ternak itik di Kecamatan Losari sangat potensial untuk dikembangkan. Sampel yang digunakan dalam kaji terap adalah 120 ekor itik dengan umur 9 bulan sampai 10 bulan. Tujuan studi ini adalah kaji terap terhadap pengaruh pemberian probiotik Rabal Plus terhadap peningkatan produksi dan kualitas telur. Kaji terap dilakukan dengan 4 perlakuan, 3 ulangan, setiap perlakuan menggunakan&amp;nbsp; 30 ekor itik dan masing-masing ulangan terdiri 10 ekor itik dengan waktu pelaksanaan selama 40 hari. P0: pakan dan air minum (perlakuan kebiasaan peternak), P1: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus), P2: pakan + probiotik Rabal Plus 15 ml/kg pakan dan air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air minum dan P3: air minum + probiotik Rabal Plus 25 ml/liter air dan pakan (tanpa pemberian probiotik Rabal Plus). Parameter yang diamati, yaitu konsumsi ransum dan produksi telur serta kualitas telur. Analisis data pada produksi telur menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan kualitas telur menggunakan perhitungan manual. Analisis data dalam kegiatan kaji terap dengan mengolah data jumlah produksi telur menggunakan metode Uji Anova. Hasil produksi telur (Uji F) dengan taraf signifikan 0,05% dan analisis sidik ragam dengan nilai F tabel &amp;lt; F hitung (5,07 &amp;lt; 47,921) maka ada pengaruh yang nyata terhadap peningkatan produksi dan hasil kualitas&amp;nbsp; telur itik terjadi perbedaan kualitas setiap perlakuan (P0, P1, P2 dan P3) antara telur segar dan telur 8 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/207</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.207</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 38-47</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/207/178</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/210</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Manokwari Papua Barat</dc:title>
	<dc:creator>Rinjani Alam Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Arya Bima Senna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ampas kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kukis kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendapatan petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tepung kelapa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Manokwari memiliki banyak potensi apabila dilihat dari sumber daya alamnya. Salah satunya adalah potensi tanaman perkebunan yang dapat dikembangkan dengan tepat sasaran. Menurut data tahun 2018 ke 2019 terdapat penurunan luas lahan tanaman kelapa sebesar 38 ha. Namun demikian untuk jumlah produksi kelapa mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni 55.568 ton atau sebesar 62 kali lipat dari produksi tahun sebelumnya. Tanaman kelapa merupakan tanaman mempunyai beragam manfaat bagi manusia karena hampir semua bagian dari tanaman kelapa bisa dimanfaatkan mulai dari produk makanan, minuman, kesehatan hingga kecantikan. Daging buah kelapa biasanya hanya diambil santannya, sedangkan ampas dari kelapa tersebut menjadi limbah dan dibuang begitu saja atau dijadikan sebagai pakan ternak. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ampas kelapa dapat dijadikan sebagai tepung. Tepung kelapa diperoleh dari proses pengeringan ampas kelapa yang kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung yang mempunyai nilai jual. Hal ini dapat dijadikan alternatif untuk membuat olahan makanan salah satunya adalah kukis. Pengolahan kukis ampas kelapa memerlukan 300 gram tepung kelapa, 300 gram tepung terigu, 300 gram margarin, 3 butir telur, 300 gram gula halus, 6 sendok makan tepung maizena, 1,5 sendok teh soda kue dan chocochip sesuai selera dengan jumlah modal yang dikeluarkan sebesar Rp 73.500 dan menghasilkan kukis dengan berat bersih 1,2 kg. Harga jual kukis per kemasan 200 gram adalah Rp 60.000, sehingga total pendapatan petani senilai Rp 360.000. Keuntungan yang dapat diperoleh petani Rp 286.500.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/210</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.210</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 48-58</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/210/179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/211</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xhanthorrhiza) terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing di Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis</dc:title>
	<dc:creator>Yosa Atifah</dc:creator>
	<dc:creator>Dyah Gandasari</dc:creator>
	<dc:creator>Harry</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feed additive</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inovasi pakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produktivitas ternak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Populasi kambing di Desa Sindangkasih pada tahun 2020 adalah 1135 ekor. Jumlah tersebut sangat potensial untuk ditingkatkan kembali dengan cara memanipulasi pakan. Salah satu teknik manipulasi pakan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian tepung temulawak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap pertambahan bobot badan ternak kambing dan menganalisis usaha penggemukan ternak kambing yang diberi tepung temulawak. Materi yang digunakan adalah kambing lokal dengan rataan bobot badan awal 20,5 kg. Metode penelitian menggunakan kaji terap 2 perlakuan yaitu P0=kontrol dan P1 = kontrol + tepung temulawak 12 gr/ekor + 40 ml air. Peubah yang diukur dalam kaji terap adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH). Peubah analisis usaha yang dihitung diantaranya pendapatan, B/C ratio, R/C ratio, BEP harga, BEP Produksi dan Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). Data dianalisis menggunakan Independent t-test. Data analisis usaha dianalisis secara deskriptif. Hasil kaji terap yang dilakukan pada ternak kambing menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dengan pemberian tepung temulawak terhadap PBBH. Hasil analisis usaha pada kedua perlakuan menunjukkan untuk perlakuan P1 lebih menguntungkan peternak dengan pendapatan Rp 1.329.145. Nilai R/C ratio dan B/C ratio paling tinggi pada P1 dan nilai MBCR sebesar 23,132. Secara finansial pendapatan paling tinggi yaitu pada P1 dengan pemberian tepung temulawak 12 gr + 40 ml air, artinya pemberian tepung temulawak mampu memeningkatkan bobot badan kambing dan pendapatan peternak di Desa Sukaresik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/211</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.211</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 59-65</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/211/180</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/213</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pemenuhan Informasi Teknologi Penyuluh Swadaya di Jawa Barat</dc:title>
	<dc:creator>Yoyon Haryanto</dc:creator>
	<dc:creator>Oeng Anwarudin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Informasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inovasi teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluh swadaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyuluh pertanian swadaya hadir karena adanya tuntutan prinsip partisipasi dalam pembangunan pertanian. &amp;nbsp;Pendekatan ini menempatkan petani sebagai subjek dalam program pembangunan pertanian mulai dari tahap mengidentifikasi masalah, merencanakan, melaksanakan hingga tahap mengevaluasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemenuhan informasi dan inovasi teknologi penyuluh pertanian swadaya dari cara akses serta mengukur dukungan lembaga terkait yang memiliki peranan dalam pemenuhan informasi dan inovasi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei dengan mengumpulkan data primer secara langsung dari penyuluh swadaya. Sebanyak 244 orang penyuluh swadaya menjadi sampel penelitian dan tersebar di Kabupaten Karawang, Majalengka, Sukabumi, dan Bogor. Pengambilan data dilakukan melalui teknik wawancara menggunakan panduan kuesioner dan observasi di lapangan. Teknis analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya akses penyuluh swadaya cukup baik terutama dalam pemenuhan informasi teknologi dari media modern. Pihak perusahaan atau swasta memiliki dukungan yang baik dibandingkan lembaga lainnya yang ada dalam hal pemenuhan informasi teknologi terutama dalam hal informasi sarana prasarana pertanian. Implikasi penelitian ini adalah perlu dukungan lembaga terkait dalam pemenuhan informasi dan teknologi penyuluh pertanian swadaya. Lembaga tersebut adalah lembaga penyuluhan pertanian, pelatihan, pendidikan, penelitian dan perusahaan atau swasta. Pemenuhan informasi tersebut dapat melalui akses teknologi informasi maupun akses sumber informasi konvensional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/213</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.213</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 79-91</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/213/182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/214</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Fisik Wafer dengan Penambahan Berbagai level Tepung Tapioka serta Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) yang Diolah dengan Teknik Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Romaito Maharani Harahap</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar Efendi Harahap</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi Febrina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amoniasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ransum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tekstur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penambahan level tepung tapioka dan tepung daun pepaya (Carica papaya. L) yang diolah mengunakan teknik yang berbeda dalam pembuatan wafer ransum komplit diharapkan mampu memperbaiki kualitas fisik wafer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik wafer&amp;nbsp; dengan penambahan berbagai level tapioka serta tepung daun pepaya (Carica papaya. L) yang diolah dengan &amp;nbsp;teknik&amp;nbsp; berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (2×3) dengan 5 ulangan. Faktor A terdiri dari teknik pengolahan daun pepaya yakni, A0 = Silase daun pepaya; A1 = Amoniasi daun pepaya. Faktor B terdiri dari B0 = penambahan 0% tepung tapioka; B1= penambahan 5% tepung tapioka; dan B2 = penambahan 10% tepung tapioka. Peubah yang diukur adalah warna, aroma, tekstur, daya serap air dan kerapatan. Hasil penelitian ini memperlihatkan tidak terdapat interaksi (P&amp;gt;0.05) antara teknik pengolahan daun papaya dengan level tepung tapioka yang berbeda terhadap warna, tekstur, aroma, daya serap air dan &amp;nbsp;kerapatan. Daun pepaya yang diolah dengan teknik yang berbeda memberikan berpengaruh nyata (P&amp;lt;0,01) terhadap warna, tekstur, dan aroma. Penggunaan level tepung tapioka yang berbeda pada pembuatan ransum komplit memberikan berpengaruh nyata (P&amp;lt;0,01) terhadap warna. Penggunaan amoniasi daun pepaya dalam ransum komplit dengan level tepung tapioka 5% memberikan hasil terbaik dinilai dari warna yaitu coklat tua dan memberikan skor warna 3,03
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/214</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.214</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 92-103</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/214/183</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/215</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T04:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokawari Selatan, Provinsi Papua Barat </dc:title>
	<dc:creator>Yuliana Ataribaba</dc:creator>
	<dc:creator>Petrus Selestinus Peten</dc:creator>
	<dc:creator>Carolina Diana Mual</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengaruh pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakteristik petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak, mudah didapat, dan budidayanya juga tidak terlalu sulit. Produksi sawi dapat ditingkatkan melalui budidaya yang baik, yaitu pemeliharaan dan pemupukan yang tepat. Pemupukan dengan menggunakan pupuk hayati sangat baik untuk pertumbuhan sawi dengan kualitas yang baik dan dapat meningkatkan produksi sawi caisim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati di Kampung Andai Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dan efektivitas penyuluhan serta pengaruh faktor karakteristik petani terhadap perubahan pengetahuan petani di Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Metode kajian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan diuji pada tanaman sawi, variabel yang diukur meliputi luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman dan berat segar tanaman. Pelaksanaan penyuluhan diikuti oleh 20 responden dengan materi penyuluhan tentang penggunaan pupuk organik hayati menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Jumlah skor pada tes awal sebesar 790 point, dengan rata-rata 39,50 point berada pada kriteria cukup. Jumlah skor pada tes akhir sebesar 1.110 point, dengan rata-rata 55,50 point berada pada kriteria sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Perlakuan pupuk organik hayati dengan dosis 50 cc/10 liter berpengaruh terhadap luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman dan berat bersih tanaman sawi (Brassica juncea L.) bila dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan pupuk urea. Faktor umur, Tingkat pendidikan dan lama bertani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan petani dan sasaran penyuluhan namun secara persial tingkat pendididikan dan lama bertani benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan petani sasaran penyuluhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v12i2.215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 12 No 2 (2021): JURNAL TRITON; 66-78</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/215/181</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/219</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Desain Media Sosial sebagai Media Penyuluhan di Masa Pandemik COVID-19</dc:title>
	<dc:creator>Artika Dowi Karunia</dc:creator>
	<dc:creator>Kartika Budi Utami</dc:creator>
	<dc:creator>Andi Warnaen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Media sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan online</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sapi perah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesejahteraan hewan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pandemik COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Materi penyuluhan tentang penerapan kesejahteraan hewan pada budidaya sapi perah sangat penting dan dibutuhkan oleh peternak. Namun, selama masa pandemik COVID-19, kegiatan penyuluhan secara tatap muka cenderung dibatasi. Penyuluhan online dinilai dapat menjadi solusi karena peternak dapat mengakses materi penyuluhan tanpa dibatasi tempat dan waktu. Tujuan penelitian yaitu menetapkan media sosial yang sesuai sebagai media penyuluhan online, menghasilkan desain, mendeskripsikan pengelolaan serta mengevaluasi efektivitas media penyuluhan online di masa pandemik COVID-19. Metode penelitian adalah survei. Sampel penelitian yaitu 30 peternak yang ditetapkan secara purposive sampling. Pendekatan kajian yang digunakan ada tiga tahap. Tahap satu menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) untuk menganalisis dan menetapkan, mendesain serta mengelola media sosial. Tahap dua menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi efektivitas media sosial dengan EPIC model (Empathy, Persuasion, Impact dan Communication). Tahap tiga yaitu evaluasi (evaluation) dampak media sosial menggunakan Rumus Konten Positif dan Rumus Konten Negatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan matriks analisis channel YouTube. Hasil analisis penetapan media sosial menunjukkan bahwa YouTube merupakan platform media sosial yang cocok digunakan untuk pelaksanaan penyuluhan online. Pengelolaan YouTube dilakukan dengan pembuatan nama dan ikon channel “sapi perah moo”; pencantuman deskripsi channel; pengunggahan konten kesejahteraan hewan pada sapi perah dengan memanfaatkan jadwal rilis; pembuatan judul konten dan thumbnail; pembuatan playlist serta penyisipan kartu tayang. Disimpulkan bahwa channel YouTube “sapi perah moo” merupakan media penyuluhan online yang efektif digunakan di masa pandemik COVID-19 dengan nilai efektivitas sebesar 88% dan dampak positif sebesar 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.219</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 86-97</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/219/193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/222</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Tanaman Cacalincingan (Oxalis barrelieri L.) sebagai Bahan Dasar Hand Sanitizer Tanpa Alkohol</dc:title>
	<dc:creator>Debby Fadhilah Pazra</dc:creator>
	<dc:creator>Ikhwan Multida</dc:creator>
	<dc:creator>Mutia Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Siti Nurlita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antiseptik alami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Calincing tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Herbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hand sanitizer komersial mengandung alkohol 60-70% lebih tinggi dibandingkan bir, anggur atau liquor lain serta mengandung zat triclosan. Zat triclosan dapat menyebabkan bakteri beradaptasi dengan sifat antimikroba. Penggunaan alkohol pada hand sanitizer terlalu sering dapat menyebabkan iritasi pada tangan, selain itu memiliki potensi tertelan secara tidak sengaja oleh manusia. Cacalincingan (Oxalis barrelieri L.) memiliki kandungan senyawa antibakteri yang dapat digunakan sebagai bahan dasar hand sanitizer tanpa alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tanaman cacalincingan (Oxalis barrelieri L.) dapat digunakan sebagai bahan dasar hand sanitizer tanpa alkohol. Pada penelitian ini dilakukan proses pengambilan ekstrak tanaman cacalincingan dengan menggunakan pelarut ethanol. Hasil ekstrasi akan diencerkan dengan larutan aquades menjadi 6 konsentrasi yang berbeda yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Kemudian dilakukan pengujian terhadap daya hambat bakteri menggunakan isolat lapangan yang ada pada tangan dengan metode difusi sumuran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran ekstrak cacalincingan 25% yang ditambahkan minyak essensial&amp;nbsp; jeruk memiliki hasil terbaik daripada ekstrak cacalincingan murni dengan hasil uji hambatan sebesar 16,55 mm dan masuk dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan tanaman cacalincingan dapat digunakan sebagai bahan dasar hand sanitizer tanpa alkohol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/222</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.222</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 11-21</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/222/185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/223</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Serologis Toxoplasmosis pada Kambing Lokal di Sulawesi Selatan dengan Metode ELISA</dc:title>
	<dc:creator>Sulaxono Hadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Elisa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kambing lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seroprevalensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toxoplasmosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kambing lokal Sulawesi Selatan merupakan hasil persilangan antara kambing kacang dan kambing jawa randu, berkembang biak pada beberapa kabupaten/kota di provinsi ini yang dipelihara secara semi intensif. Perkembangan dan perkawinan secera alami tidak terlepas dari ancaman penularan penyakit zoonosis, yang potensial menular ke manusia, selain mengakibatkan gangguan reproduksi, salah satunya adalah toxoplasmosis. Surveilans serologis telah dilakukan oleh Balai Besar Veteriner Maros pada kambing lokal Sulawesi Selatan. Tujuan surveilans adalah mengetahui seroprevalensi toxoplasmosis di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi Sulawesi Selatan. Bahan yang digunakan untuk pengujian serologis berupa sampel serum kambing yang diperoleh dari 17 desa, 15 kecamatan di 5 kabupaten/kota, Sidrap, Pare-Pare, Maros, Makassar dan Jeneponto. Sebanyak 1.106 sampel serum dari lima kabupaten telah diuji secara serologis. Sampel diperoleh secara sampling sedangkan metode pengujian serologis dilakukan dengan menggunakan ELISA. Hasil surveilans menunjukkan seroprevalensi Toxoplasmosis pada kambing lokal di Sidrap sebesar 12,40%, Pare-pare 77,03%, Maros 22,58%, Makassar 47,33% dan Jeneponto 35,68%. Seroprevalensi toxoplasmosis pada kambing di Sulawesi Selatan sebesar 27,85%, dengan seroprevalensi terbesar terdapat di Kabupaten Pare-Pare, disusul Makassar, Jeneponto. Maros dan Sidrap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/223</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.223</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 22-29</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/223/186</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/225</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendampingan Intensif dalam Pemberdayaan Masyarakat Peternak di Desa Cilembu: Analisis Kasus Program Indonesia Gemilang LAZ Al-Azhar</dc:title>
	<dc:creator>Yogi Ikballudin</dc:creator>
	<dc:creator>Mumun Munandar Sulaeman</dc:creator>
	<dc:creator>Lilis Nurlina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dasamas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Filantropi islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendampingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perubahan sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">LAZ Al-Azhar merupakan salah satu lembaga filantropi di Indonesia yang bertugas untuk mendayagunakan dana zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Salah satu program pendayagunaan dana zakat adalah Program Indonesia Gemilang, sebuah program pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan ekonomi, keagamaan, kesehatan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendampingan intensif dalam program pemberdayaan masyarakat peternak sebagai salah satu kasus pelaksanaan Program Indonesia Gemilang Bantuan Ternak Domba LAZ Al-Azhar di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan yang dipilih secara purposive terhadap enam belas orang yang terdiri dari pihak Al-Azhar, penerima manfaat ternak dan aparat Desa setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendampingan intensif dilakukan oleh tiga elemen yakni manajemen Al-Azhar, Koordinator Wilayah (Korwil) dan Dasamas (Da’I Sahabat Masyaraakat). Peran yang diberikan adalah pendampingan intensif 24 jam, kunjungan langsung penerima manfaat serta monitoring dan evaluasi. Perkembangan yang terjadi setelah pendampingan adalah pembentukan kelompok ternak, penambahan aset ternak, kandang komunal dan lahan pakan odot. Manfaat yang dirasakan dari program tersebut yakni manfaat ekonomi dan manfaat sosial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/225</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.225</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 52-66</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/225/190</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/226</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Interval Pemberian Konsorsium Bakteri Endofit dan Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis</dc:title>
	<dc:creator>Heru Waskito</dc:creator>
	<dc:creator>Eny Wahyuning Purwanti</dc:creator>
	<dc:creator>Iqomatus Sa’diyyah</dc:creator>
	<dc:creator>Budianto Budianto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jagung manis sebagai komoditas penting dan selalu diminati konsumen karena rasa manis serta kandungan nutrisi dimilikinya. Tanaman ini dapat tumbuh pada hampir seluruh jenis tanah terutama yang menggunakan olah tanam minimum yang mampu menyediakan kebutuhan hara dengan baik. Pentingnya pemberian pupuk kandang untuk perbaikan kadar hara dalam tanah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hara jagung manis yang ditanam di lahan yang memiliki frekuensi tinggi untuk penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi tanaman jagung manis pada perbedaan interval aplikasi konsorsium bakteri endofit dan penggunaan berbagai jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang berlangsung mulai bulan Agustus 2019 sampai Desember 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis pupuk kandang sedangkan faktor kedua adalah interval pemberian konsorsium bakteri endofit. Hasil pengukuran bobot tongkol menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan interval aplikasi konsorsium bakteri endofit dengan interval 5 hari sekali, menunjukkan hasil paling baik.&amp;nbsp; Bobot per tongkol berkisar antara 203 gram sampai dengan 225 gram.&amp;nbsp; Jika dikonversikan dalam bedengan (9 m2 populasi tanaman 60 tanaman) proyeksi hasilnya adalah 13,5 kg atau dalam luasan 1 ha sekitar 15 ton per ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 37-42</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/226/188</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/227</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prevalensi Penyakit Mastitis pada Ternak Kambing di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat</dc:title>
	<dc:creator>Hendro Sukoco</dc:creator>
	<dc:creator>Salmin Salmin</dc:creator>
	<dc:creator>Deka Uli Fahrodi</dc:creator>
	<dc:creator>Nur Saidah Said</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina Agustina</dc:creator>
	<dc:creator>Marsudi Marsudi</dc:creator>
	<dc:creator>Ferbian Milas Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Annisa Putri Cahyani</dc:creator>
	<dc:creator>Ni Putu Vidia Tiara Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kabupaten Majene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kambing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mastitis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prevalensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Majene menjadi penghasil kambing terbesar di Provinsi Sulawesi Barat. Sistem pemeliharaan kambing yang ada di Kabupaten Majene dilakukan secara tradisional dan semi intensif, karena beternak kambing hanya sebagai usaha sampingan untuk menunjang perekonomian keluarga dan sebagai tabungan. Mastitis adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering ditemukan pada ternak kambing. Mastitis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan prevalensi penyakit mastitis pada kambing di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada bulan Mei tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data kasus kejadian mastitis pada kambing di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada tahun 2018-2020 diperoleh dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penyakit mastitis pada kambing. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi penyakit mastitis pada kambing di Kabupaten Majene mengalami peningkatan dalam rentang waktu dua tahun terakhir. Tingkat prevalensi penyakit mastitis pada tahun 2018 yaitu 0,028%, kemudian pada tahun 2019 terjadi penurunan, menjadi 0,027% dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 0,089%. Kecamatan Banggae merupakan satu-satunya wilayah yang mengalami peningkatan jumlah prevalensi mastitis pada kambing dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan, di Kecamatan Malunda dan Banggae Timur prevalensi kasus mastitis 0% dari tahun 2018-2020.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/227</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 30-36</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/227/187</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/228</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Substitusi Sebagian Tepung Terigu dengan Tepung Ubi Jalar dalam Pembuatan Mie Kering untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Lokal</dc:title>
	<dc:creator>Elwin Elwin</dc:creator>
	<dc:creator>Wildan Shalihy</dc:creator>
	<dc:creator>Indah Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Masriani Masriani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mie</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tepung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ubi jalar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diversifikasi pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Organoleptik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Papua Barat merupakan provinsi penghasil ubi jalar yang tergolong besar, salah satunya adalah ubi jalar ungu. Selama ini, ubi jalar bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat hanya dikonsumsi secara tradisional. Pembuatan mie ubi jalar ungu merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan berbahan ubi jalar yang merupakan makanan lokal masyarakat Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perbandingan konsentrasi tepung ubi jalar ungu dan tepung terigu terhadap tingkat kesukaan panelis dari mie ubi jalar yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial perbandingan konsentrasi tepung ubi jalar : tepung terigu. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan, yaitu P1 (75%:25%), P2 (50%:50%), P2 (25%:75%), P4 (0%:100%). Parameter organoleptik yang diteliti pada penelitian ini yaitu warna, aroma, rasa, kekenyalan, daya renggang dan penerimaan keseluruhan. Data respon dari panelis kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Anova) metode hedonik dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Perlakuan perbandingan konsentrasi tepung ubi jalar dan tepung terigu pada pembuatan mie ubi jalar berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, kekenyalan. Perlakuan perbandingan konsentrasi tepung ubi jalar dan tepung terigu pada pembuatan mie ubi jalar tidak berpengaruh terhadap aroma, daya renggang dan penerimaan keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian mie ubi jalar terbaik, yaitu dihasilkan pada perlakuan P2 (50%:50%) yaitu konsentrasi 50% tepung ubi jalar dan 50% tepung terigu (tepung ubi jalar 50% dan tepung terigu 50%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/228</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.228</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 43-51</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/228/189</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/229</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Pola Kemitraan PT. Sinar Sarana Sentosa dengan Peternak Plasma</dc:title>
	<dc:creator>Bagus Andika Fitroh</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Awaliya Dughita</dc:creator>
	<dc:creator>Agung Mugi Widodo</dc:creator>
	<dc:creator>Srie Juli Rachmawatie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Broiler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efektivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FCR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mortalitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pola kemitraan usaha PT. Sinar Sarana Sentosa dengan peternak plasma, apakah tercapai keefektifan hubungan kerjasama antara kedua belah pihak. Penelitian dilaksanakan di peternak plasma PT. Sinar Sarana Sentosa yang tersebar di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan tempat PT. Sinar Sarana Sentosa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perunggasan, khususnya ayam pedaging yang memiliki kurang lebih sekitar 180 peternak plasma yang tersebar di Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan menggunakan kuisioner, peternak plasma yang dijadikan responden, berdasarkan populasi ternak yang dimiliki dibagi menjadi 3 strata menggunakan rumus solvin yaitu, strata I (&amp;lt;4100 ekor), strata II (4.100 s/d 8.599) dan strata III (&amp;gt;8.599). Data hasil penelitian dianalisa dengan analisis deskriptif dan Importance Performance Analisys (IPA). Hasil analisis didasarkan pada ketercapaian target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dari ketiga strata tersebut yaitu strata III yang mampu mencapai target dengan efektifitas yang baik, namun pada strata I dan II juga sudah cukup efektif dalam mencapai target, serta pada uji analisis IPA yang dinilai berdasarkan harapan dan pencapaian juga menunjukkan hasil yang efektif pada strata III dan lebih baik dibandingkan kedua strata yang lain yaitu strata I dan Strata II.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/229</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.229</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 149-169</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/229/259</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/231</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Ekonomi dan Lama Pembakaran Briket Bioarang Berbahan Dasar Feses Sapi Potong</dc:title>
	<dc:creator>Tyalif Gibran Takapaha</dc:creator>
	<dc:creator>Arif Nindyo Kisworo</dc:creator>
	<dc:creator>Rifa Rafi'atu Syabani Wihansah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Briket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feses</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Saat ini paradigma limbah peternakan sudah beralih dari bahan buangan menjadi bahan baku yang bernilai ekonomis. Usaha peternakan yang memanfaatkan limbah ternak perlu dikembangkan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yakni pemanfaatan feses sapi potong menjadi briket bioarang yang dapat menambah pendapatan dari para peternak. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pengetahuan peternak dalam pengolahan limbah ternak sapi potong sebagai briket bioarang, mengukur durasi pembakaran dari briket bioarang dan menganalisis keuntungan ekonomisnya. Penelitian dilaksanakan pada 5 April 2021 sampai dengan 30 Juni 2021 di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Perlakuan pada penelitian ini yakni perbedaan takaran perekat tapioka dan feses gosong pada briket bioarang terhadap lama pembakaran dengan 6 ulangan. Data kaji terap dianalisis menggunakan uji t, sedangkan pengukuran terhadap aspek pengetahuan peternak diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis efektifitas penyuluhan sebesar 69,8 % dengan kriteria berhasil. Hasil Uji t pada kaji terap menunjukan bahwa perbedaan takaran campuran perekat cairan tapioka tidak berpengaruh nyata pada lama pembakaran dari briket bioarang feses sapi. Analisis ekonomi dari kedua perlakuan kaji terap menunjukkan bahwa penggunaan 70% feses gosong, 20% sekam, dan 10% larutan tapioca lebih menguntungkan secara ekonomi. Berdasarkan pengukuran R/C rasio yang lebih dari satu (&amp;gt;1), maka usaha pengolahan feses sapi potong menjadi briket bioarang ini layak untuk direalisasikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/231</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.231</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 170-178</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/231/260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/232</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberdayaan Petani Milenial melalui Penerapan Pekarangan Pangan Lestari pada Era Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Lukman Effendy</dc:creator>
	<dc:creator>Wasrob Nasruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Andrian Pratama</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Milenial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pandemi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekarangan pangan lestari</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi Corona Viruses Disease-19 (COVID-19) memiliki dampak yang signifikan terhadap kestabilan ekonomi dan pertanian nasional. Hal tersebut menyebabkan timbulnya masalah baru, yaitu tingginya angka pengangguran dan kerentanan ketahanan pangan keluarga. Kajian ini menjawab permasalahan tersebut melalui penerapan pekarangan pangan lestari. Tujuan kajian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan tingkat keberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang, 3) Menemukan model atau strategi pemberdayaan petani dalam penerapan pekarangan pangan lestari di kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang. Ditinjau dari metodenya, pendekatan penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian expost facto. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Tingkat keberdayaan petani milenial berada pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberdayaan petani milenial pada taraf signifikansi 5% yaitu; umur (sig. 0,000 &amp;lt; 0,05), pengalaman usaha tani (sig. 0,000 &amp;lt; 0,05) dan intensitas penyuluhan (sig. 0,002 &amp;lt; 0,05). Pandemi Covid-19 sebagai variabel dummy, tidak berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan petani milenial (sig. 0,993 &amp;gt; 0,05). Strategi pemberdayaan yang dapat dilakukan adalah penguatan dan pengembangan keberdayaan petani melalui kegiatan penyuluhan dengan materi inovasi teknologi baru tentang pekarangan pangan lestari seperti pemanfaatan barang bekas secara masif dan sistem hidroponik sederhana.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/232</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.232</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 179-196</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/232/261</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/234</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Pelatihan Drone bagi Penyuluh Pertanian Berbasis Metode ADDIE di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas</dc:title>
	<dc:creator>Wahyu Windari</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlaili Nurlaili</dc:creator>
	<dc:creator>Ryan Arief Faisal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desain</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompetensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertanian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pelatihan, menyusun rancangan pelatihan, mendeskripsikan implementasi pelatihan, menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kompetensi penyuluh pertanian tentang pelatihan pengoperasian drone di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember. Dengan adanya pelatihan diharapkan penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya dalam mengoperasikan drone. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian dan pengembangan dengan pendekatan ADDIE. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember dengan responden berjumlah 32 penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pelatihan bagi penyuluh di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas adalah materi regulasi penerbangan drone, mengenal drone dan remot kontrol, menerbangkan drone, dan teknik/cara memotret foto dan merekam video dari drone. Rancangan pelatihan dilakukan melalui lima proses yakni analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Implementasi pelatihan pengoperasian drone bertempat di ruang pertemuan UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan menggunakan media power point dan buku saku pelatihan. Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi. Hasil analisis regresi linier sederhana menyatakan bahwa pelatihan memiliki pengaruh nyata terhadap kompetensi penyuluh di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas. Dengan demikian, pelatihan pengoperasian drone dapat meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mengoperasikan drone di UPTD Pertanian Wilayah VIII Gumukmas Kabupaten Jember.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/234</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.234</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 126-140</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/234/257</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/235</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:23Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Sumber Energi yang Berbeda dalam Formulasi Pakan terhadap Pertumbuhan Pedet Jantan Sapi Bali Lepas Sapih</dc:title>
	<dc:creator>Syamsul Hidayat Dilaga</dc:creator>
	<dc:creator>Ryan Aryadin Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator>Oscar Yanuarianto</dc:creator>
	<dc:creator>Muhamad Amin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formula pakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Iso nitrogen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Iso kalori</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pedet sapi Bali lepas sapih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Akhir-akhir ini sapi bali jantan lepas sapih sangat disukai oleh peternak untuk dijadikan bakalan untuk penggemukan. Harganya lebih mahal dibanding sapi bali betina untuk bobot badan, umur, dan kondisi tubuh yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber energi yang berbeda dalam formula pakan terhadap pertumbuhan pedet jantan sapi bali lepas sapih. Ada 3 macam formula pakan yang diuji yaitu P1= lamtoro tarramba, rumput raja, jerami padi dan dedak padi, P2= lamtoro tarramba, rumput raja, jerami padi dan konsentrat komersil, serta P3= lamtoro tarramba, rumput raja, jerami padi dan jaugung giling. Ketiga macam formula tersebut diberikan kepada 15 ekor pedet dengan kisaran bobot badan 70,5-90,0 kg (82,07±6,31 kg), dan CV=8,18%. Pakan disusun iso nitrogen dan iso kalori.&amp;nbsp; Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam.&amp;nbsp; Apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata (P&amp;lt;0.05) untuk semua variabel yang diamati.&amp;nbsp; Pedet yang mendapat ransum dengan sumber energi jagung giling (P3) adalah yang terbaik.&amp;nbsp; Nilai peubah konsumsi pakan, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, pertumbuhan harian, dan income over feed cost berturut-turut sebesar 2,85% dari bobot badan, 55,46%, 58,64%, 0,32 g/hari, dan Rp 1.603.700 per 100 hari. Disimpulkan, formulasi pakan terbaik untuk penggemukan sapi bali jantan lepas sapih adalah ransum dengan campuran lamtoro, rumput raja, jerami padi, yang dipaduserasikan dengan jagung giling sebagai pakan sumber energinya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/235</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.235</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/235/184</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/237</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:22Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Kualitas Fisik dan Mikroskopis (pH, Kadar Air dan Jumlah Total Mikroba) Daging Broiler di Kabupaten Jember</dc:title>
	<dc:creator>Hariadi Subagja</dc:creator>
	<dc:creator>Dini Aprilia</dc:creator>
	<dc:creator>Agus Hadi Prayitno</dc:creator>
	<dc:creator>Anang Febri Prasetyo</dc:creator>
	<dc:creator>Wida Wahidah Mubarokah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jumlah total mikroba (TPC)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kadar air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nilai pH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasar modern</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasar tradisional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daging broiler adalah salah satu produk pangan asal peternakan yang banyak diminati masyarakat karena merupakan sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial dan nilai gizi yang baik bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat cemaran bakteri daging broiler yang dijual pada Pasar Tradisional dan Modern di Kabupaten Jember.&amp;nbsp; Sebanyak 30 sampel daging broiler diambil secara acak (random sampling) dari 3 pasar tradisional dan 3 pasar modern di Kabupaten Jember. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati yaitu nilai pH, kadar air, dan total mikroba daging. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan independent sample t test dan dianalisis secara deskriptif dengan kondisi di lapangan. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa daging yang diperoleh dari pasar tradisional memiliki rata-rata nilai pH 5,79, sedangkan daging dari pasar modrn memiliki rata-rata nilai pH 5,96.&amp;nbsp; Daging dari pasar tradisional memiliki kadar air 76,40%, sedangkan kadar air daging dari pasar modern yaitu 75,21%. TPC daging broiler dari pasar tradisional lebih tinggi dari pasar moder. Jumlah TPC daging dari pasar tradisional yaitu sebesar 6,055 x 107 dan&amp;nbsp; jumlah TPC daging pada pasar modern yaitu&amp;nbsp; 2,636 x 105.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daging broiler yang diperoleh dari&amp;nbsp; pasar modern memiliki nilai TPC yang telah sesusai dengan SNI (3924:2009),sedangkan daging dari pasar tradisional memiliki nilai TPC melebihi standar maksimum yang telah ditentukan SNI. Tingginya jumlah TPC daging pada pasar tradisional menyebabkan daging dari pasar tersebut memiliki kualitas yang kurang baik karena tingginya jumlah mikroba dalam daging yang menyebabkan daging lebih cepat rusak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 67-74</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/237/191</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/238</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Minuman Probiotik Susu Kambing Peranakan Etawa dengan Suplementasi Ekstrak Buah Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin)</dc:title>
	<dc:creator>Eka Putri Risyani</dc:creator>
	<dc:creator>Edy Permadi</dc:creator>
	<dc:creator>Maherawati Maherawati</dc:creator>
	<dc:creator>Retno Budi Lestari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kambing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lakum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Probiotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Susu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Susu kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki kandungan nutrisi yang baik sehingga berpotensi sebagai minuman probiotik, namun susu kambing (PE) kurang diminati oleh masyarakat karena memiliki aroma khas. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas minuman probiotik yaitu dengan suplementasi ekstrak buah lakum (EBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak buah lakum (EBL) terhadap kualitas pH, aktivitas antioksidan, dan total bakteri asam laktat serta formula terbaik minuman probiotik susu kambing PE. Metode pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) perakuan pada penelitian ini yaitu konsentrasi ekstrak buah lakum yang berbeda (P0: 0 ml; P1: 0,5 ml; P2: 1 ml; P3: 1,5 ml; P4: 2 ml; P5: 2,5 ml dan P6: 3 ml) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu uji pendahuluan (skrining fitokimia), nilai pH, aktivitas antioksidant, dan total Bakteri Asam Laktat (BAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman probiotik susu kambing Peranakan Etawa (PE) dengan suplementasi ekstrak buah lakum memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan dan total bakteri asam laktat. Sedangkan pada peneitian ini tidak memberikan pengaruh pada nilai pH. Formula terbaik minuman probiotik susu kambing Peranakan Etawa (PE) dengan suplementasi ekstrak buah sebanyak 1,5% (P3) dengan aktivitas antioksidan 56,65%, nilai pH 4,05 dan total bakteri asam laktat 9,7 x 107 CFU/ml.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 221-230</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/238/264</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/239</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:22Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Dosis Pupuk Kandang terhadap Karakter Agronomi Beberapa Varietas True Shallot Seed di Tanah Vertisol</dc:title>
	<dc:creator>Rajiman Rajiman</dc:creator>
	<dc:creator>Ananti Yekti</dc:creator>
	<dc:creator>Sari Megawati</dc:creator>
	<dc:creator>Arif Anshori</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bawang merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produktivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk kandang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Varietas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permintaan bawang merah yang meningkat membutuhkan terobosan teknologi peningkatan produktivitas, termasuk di tanah vertisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh&amp;nbsp; dosis pupuk kandang sapi&amp;nbsp; terhadap pertumbuhan dan hasil True Shallot Seed di&amp;nbsp; tanah vertisol.&amp;nbsp; Penelitian dilaksanakan di Desa Plembutan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul pada September-Desember 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok&amp;nbsp; Lengkap (RAKL) faktorial 3&amp;nbsp; ulangan. Faktor Pertama adalah dosis pupuk&amp;nbsp; kandang sapi (T); T1 = 10 ton/ha;&amp;nbsp; T2 = 20 ton/ha; dan T3 = 30 ton/ha.&amp;nbsp; Faktor kedua adalah Varietas (V): V1 = Maserati, V2 = Lokananta, dan V3 = &amp;nbsp;Sanren. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman dan jumlah daun &amp;nbsp;3, 5 dan 7 mst, bobot segar dan bobot kering oven 6 mst, serta produktivitas.&amp;nbsp; Data dianalisis dengan anova dan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi tidak nyata berinteraksi dengan varietas TSS pada semua parameter. Peningkatan dosis pupuk kandang sapi nyata berpengaruh terhadaap jumlah daun 7 mst, bobot segar tanaman 6 mst, tetapi tidak nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman 3-7, jumlah daun 3 dan 5 mst, bobot kering oven&amp;nbsp; 6 mst dan produktivitas. Produktivitas bawang merah yang terbaik diperoleh pada dosis pupuk kandang sapi 30 ton/ha. Varietas TSS nyata mempengaruhi tinggi tanaman 3-7 dan jumlah daun 7 mst, bobot segar dan bobot kering oven&amp;nbsp; 6 mst, tetapi tidak nyata pada jumlah daun 3 dan 5 mst dan produktivitas. Produktivitas tertinggi pada varietas Lokananta, diikuti Sanren dan Maserati.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/239</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.239</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 98-108</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/239/194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/244</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Neraca Energi dan Protein Kelinci Lokal Jantan (Lepus nigricollis) yang diberi Ransum Mengandung Limbah Pengolahan Wine</dc:title>
	<dc:creator>I Gede Mahardhika Atmaja</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelinci</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Neraca</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ransum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wine</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Alternatif penyediaan pakan yang murah dan kompetitif adalah melalui pemanfaatan limbah, baik limbah pertanian, peternakan maupun limbah industri pertanian. Salah satu limbah yang memiliki potensi dimamfaatkan sebagai bahan pakan adalah limbah pengolahan anggur menjadi wine masih mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak kelinci karena produksinya tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon kelinci jantan lokal yang diberi ransum mengandung limbah wine anggur&amp;nbsp; terhadap neraca energi dan neraca protein. Penelitian dilaksanakan di Desa Tejakula, Kab Buleleng, Bali selama 3 bulan pengamatan. Kelinci yang digunakan memiliki bobot badan awal yang seragam dengan rata-rata 491,6gr ±76,3gr. Metode penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan dan empat kelompok bobot badan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ransum yang digunakan dalam penelitian ini disusun iso-protein (16%) dan iso-energi (2.500 Kkal/kg) dengan variable yang di amati antara lain neraca energi dan neraca protein. Hasil penelitian menunjukan penggunaan limbah wine anggur tanpa fermentasi sebesar 10% dalam ransum mampu menghasilkan neraca energi 61,57 K.kal/hari dan neraca protein 0,92 lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Disarankan Limbah wine anggur tidak difermentasi dapat digunakan sebagai campuran ransum yang berasal dari limbah&amp;nbsp; sampai level 10% dalam menyusun ransum kelinci, karena mampu meningkatkan produktivitas ternak kelinci dilihat dari keseimbangan energi dan protein yang didapatkan dalam penelitian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/244</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.244</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 241-248</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/244/266</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/245</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Limbah Pencucian Ikan dan Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)</dc:title>
	<dc:creator>Elrisa Ramadhani</dc:creator>
	<dc:creator>Refnizuida Refnizuida</dc:creator>
	<dc:creator>Man Fredius Zihono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kacang panjang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman kacang panjang mudah dibudidayakan dan memiliki pasar yang cukup baik. Namun saat ini terjadi penurunan produksi yang disebabkan kekurangan unsur hara pada tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi limbah pencucian ikan dan rumah tangga terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan 2 ulangan. Faktor yang pertama yaitu perlakuan limbah pencucian ikan terdiri dari kontrol, 200 ml/tanaman, 400 ml/tanaman, dan 600 ml/tanaman, Faktor kedua, pemberian limbah rumah tangga terdiri dari kontrol, 200 g/tanaman, 400 g/tanaman, dan 600 g/tanaman. Parameter yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman kacang panjang. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pupuk limbah pencucian ikan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman pada umur 2, 4 dan 6 MST, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman. Namun untuk interaksi antara pupuk limbah pencucian ikan dan pupuk limbah rumah tangga tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati. Perlakuan pupuk limbah pencucian ikan yang terbaik terlihat pada perlakuan 600 ml/lubang tanam. Adapun pemberian pupuk limbah rumah tangga berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang tanaman pada umur 4 dan 6 MST, jumlah cabang produktif, produksi per tanaman dan produksi perluasan hektar tanaman, dan perlakuan yang terbaik pada perlakuan 600 g/tanaman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/245</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.245</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 141-148</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/245/258</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/248</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:22Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Physiological Response of Etawa Goats by Offering Complete Feed Containing Flour of Various Types of Banana Plant Weevil</dc:title>
	<dc:creator>Purwanta Purwanta</dc:creator>
	<dc:creator>Bangkit Lutfiaji Syaefullah</dc:creator>
	<dc:creator>Aswandi Aswandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Complete feed</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etawa goats</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Physiological response</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The objective of this research was to observe the Physiological response of Etawa goats which are given complete feed containing flour of various types of banana plant weevil. The study was carried out using a completely randomized design with treatment in the form of 6 complete types of feed with different formulations, consisting of T0, T1, T2, T3, T4, and T5 containing different varieties of banana weevil flour and control treatment (T0). Each treatment in this study was repeated 5 times, so that in total there were 30 experimental units.&amp;nbsp; The media used in this study the form of rumen fluid taken from 30 (thirty) Etawa goats were given a complete feed containing banana weevil flour for 90 days, the Etawa goats used were 30 male. The rumen liquid is sucked using a vacuum pump.&amp;nbsp; Etawa goat mean initial body weight, 18.89 ± 1.87 kg (CV: 12.32%) aged 15-18 months. Livestock are given complete feed containing banana weevil flour for 90 days. Loss-shaped cage measuring 24 mx 6 m as many as 2 units of cages, with a stage-floored construction as high as 140 cm from the ground, inside the cage there is an experimental cage plot measuring 1 x 1 m with a height of 130 cm for Etawa goats.&amp;nbsp; Variables pH, Acetic Acid (mM), Propionic (mM), Butyric Acid (mM) and C2/C3 ratio.&amp;nbsp; Complete feed containing various banana weevil flours had no significant effect on (P&amp;gt; 0.05), while Acid Acetic, Propionic Acid were significantly different (P&amp;lt;0.01).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 75-85</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/248/192</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/254</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Jenis Tanaman Pakan Lebah Madu sebagai Sumber Nektar dan Polen</dc:title>
	<dc:creator>Erwan Erwan</dc:creator>
	<dc:creator>Dwi Kusuma Purnamasari</dc:creator>
	<dc:creator>Ria Resti</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Muhsinin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lebah madu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nektar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembungaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Polen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai pakan lebah dan tanaman penghasil nektar dan polen sebagai sumber pakan lebah. Lokasi penelitian dilaksanakan di peternakan lebah madu di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian menggunakan survei inventarisasi jenis-jenis tanaman pakan lebah madu penghasil nektar dan polen. Metode pengambilan data meliputi pembuatan petak contoh, inventarisasi tanaman didalam petak contoh, kesaksian kunjungan lebah pada tanaman, studi pustaka dan pembuatan kalender pembungaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat 61 jenis tanaman sumber pakan lebah di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Terdapat 25 jenis tanaman penghasil nektar, 10 jenis tanaman penghasil polen dan 26 jenis tanaman penghasil polen dan nektar. Frekuensi kunjungan lebah terbanyak ditemukan pada tanaman kelapa, palm, durian, jambu mete, kopi, kakao, blimbing, klengkeng, rambutan, pepaya, kaliandra, bunga matahari, kecubung, bunga pukul delapan, bayam, bunga lantana, bunga zenia, putri malu, kemangi, sawi. Tingginya frekuensi kunjungan menunjukkan tingkat kesukaan lebah terhadap tanaman tersebut. Potensi tanaman yang dapat berbunga sepanjang tahun adalah kelapa, kopi, kakao, kersen, dan putri malu. Pakan lebah madu di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara akan selalu tersedia disebabkan berbedanya masa berbunga dari setiap tanaman. Kecukupan kebutuhan pakan lebah dapat terpenuhi dari tanaman lainnya saat beberapa tanaman tidak berbunga. Hasil penelitian ini diharapkan ada upaya tindak lanjut dari pemerintah dan kelompok ternak lebah madu untuk pelestarian jenis tanaman pakan lebah madu agar tetap tersedia sepanjang tahun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 206-220</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/254/263</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/255</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Liveweight Gain Response of Bali Bulls Fed Leucaena and Cassava Peels to Increasing Levels of Fermented Corn Stover in Diets</dc:title>
	<dc:creator>Dedi Supriadi</dc:creator>
	<dc:creator>Tanda Panjaitan</dc:creator>
	<dc:creator>Dahlanuddin Dahlanuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Ryan Aryadin Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Karen Harper</dc:creator>
	<dc:creator>Dennis Poppi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Energy source</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feed intake</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Growth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Protein supply</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ration</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimal pemberian lamtoro dan jerami jagung fermentasi pada tingkat pemberian kulit ubi kayu yang tetap dalam ransum sapi Bali jantan. Sebanyak 20 ekor sapi Bali jantan berusia 1,5-1,8 tahun (190 ± 12,34 kg) dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Pada setiap kelompok perlakuan, sapi jantan diberi pakan empat tingkat jerami jagung fermentasi (10%, 30%, 40% dan 60%) dengan tingkat penurunan lamtoro yang sesuai (70%, 50%, 40% dan 20%) dan tingkat kulit singkong yang tetap (20%). Pemberian jerami jagung fermentasi sebanyak 10% dengan 70% lamtoro memberikan pertambahan bobot hidup tertinggi (Pertambahan bobot badan; 0,41 kg/hari). Terdapat hubungan linier dan kuadrat antara pertambahan bobot badan terhadap pemberian jerami jagung fermentasi. Pertambahan bobot badan kemungkinan besar terkait dengan tingkat konsumsi bahan kering (20 – 21 g/kg BB) dan ketersediaan protein dalam ransum. Hubungan antara konsumsi jerami jagung fermantasi dan pertambahan bobot badan dapat digunakan untuk menentukan kombinasi optimal antara pemberian lamtoro dengan jerami jagung fermentasi dan kulit singkong dalam ransum. Peningkatan penambahan pemberian jerami jagung fermentasi hingga 35% dan penurunan pemberian lamtoro sampai 45% dalam ransum hanya menghasilkan sedikit perubahan pertambahan bobot badan, hal ini memberikan &amp;nbsp;ruang yang lebih besar &amp;nbsp;terhadap penggunaan jerami jagung fermentasi pada sistem penggemukan dengan ketersediaan lamtoro yang terbatas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 197-205</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/255/262</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/256</identifier>
				<datestamp>2022-11-03T23:00:22Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tipologi Kebun Campuran Petani Tradisional Hatam di Pegunungan Arfak</dc:title>
	<dc:creator>Indrawati Indrawati</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarno Sumarno</dc:creator>
	<dc:creator>Zaenal Kusuma</dc:creator>
	<dc:creator>Bambang Tri Raharjo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Agroforesti</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Subsisten</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakteristik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian yang bersubyek pada petani tradisional Arfak dari Subsuku Hatam telah dilaksanakan di Kampung Syoubri, Kwau dan Mokwam Distrik Warmare Kabupaten Manokwari yang bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan tipologi kebun campuran petani Hatam eksisting dan permasalahannya.&amp;nbsp; Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif yang didesain menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat terkait fakta-fakta, karakteristik serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah primary methods yang menggunakan beberapa teknik sekaligus seperti teknik partisipasi, observasi langsung, wawancara mendalam dan studi literasi/pustaka (Morrisan, 2016). Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 5 orang per kampung dan menggunakan teknik sampling bola salju mengingat subyek penelitian bersifat homogen (Yunus, 2010).Variabel yang diamati adalah karakteristik kebun campuran meliputi lama bera, luas lahan, jenis tanaman, cara bercocok tanam, produksi, dan pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun campuran petani tradisional Hatam saat ini termasuk dalam tipologi agroforesti sederhana semi subsisten, yang dicirikan dengan masa bera 2 -5 tahun, terbatasnya jenis tanaman yang ditanam, terdiri dari tanaman hortikultura dan tanaman pangan semusim, tidak menggunakan input kimia, tanpa olah tanah dan pola tanam tidak teratur, produksi terbatas dengan kualitas yang rendah dimana hasil kebun separuh untuk kebutuhan sendiri dan lainnya untuk dijual. Permasalahan utama yang dihadapi antara lain pendapatan rendah dari hasil kebun, meningkatnya kebutuhan ekonomi, rendahnya pengetahuan dan ketrampilan petani karena belum adanya pembinaan yang intens dari Dinas terkait, terbatasnya lahan pertanian potensial yang dapat dikelola, faktor resiko kegagalan panen cukup tinggi akibat bencana alam dan ketiadaan lembaga tataniaga yang membantu pemasaran produk petani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/256</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i1.256</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON; 109-125</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/256/195</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/260</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Identification of Trichuris ovis in Free-Range Goats in Two Villages of Ermera Municipality, Timor-Leste</dc:title>
	<dc:creator>Acacio Cardoso Amaral</dc:creator>
	<dc:creator>Joana da Costa Freitas</dc:creator>
	<dc:creator>Odinha Maria de Fátima Gusmão Viegas</dc:creator>
	<dc:creator>Cremilda Teodolinda Belo dos Santos</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trichuris ovis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Prevalence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nematode</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Goats</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Timor-Leste</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Trichuriasis umumnya terjadi pada kambing di banyak negara. Namun, ada sedikit penelitian tentang prevalensi dan faktor resiko Trichuriasis kambing di Timor-Leste. Penelitian tentang Trichuris ovis sebelumnya dilakukan di kotamadya Liquica dengan prevalensi 38% (31,1-45,3%, n=192). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan risiko terkait dengan Trichuriasis kambing di dua desa di kotamadya Ermera. Kotoran segar dari kambing di desa-desa terpilih dikumpulkan secara purposive langsung dari rektumnya dan diuji menggunakan teknik simple native smear. Kuesioner diberikan untuk mengumpulkan data tentang lokasi, jenis kelamin dan kelompok umur kambing. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan temuan dan rasio Odd (OR) digunakan untuk mengidentifikasi apakah variabel yang diukur memiliki hubungan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichuris ovis teridentifikasi di kotamadya Ermera dengan prevalensi 22,52 (15,1 - 31,4%, n=111). Berdasarkan lokasi, prevalensi tertinggi berada di Lauala 25,49 (14,3-39,6%). Berdasarkan umur, prevalensi tertinggi terdapat pada kelompok umur 8-12 bulan di Lauala dengan prevalensi 29,4 (29,4 - 70,6%) dan 25,00 (25,0 - 75,0%) di Talomoro untuk kedua kelompok usia 0-3 tahun. dan usia 8-12 bulan. Semua variabel (lokasi, jenis kelamin dan kelompok umur) tidak memiliki pengaruh yang signifikan dari sampel positif. Disimpulkan bahwa Trichuris ovis hadir di dua desa Ermera dengan prevalensi 22,52 (15,1 - 31,4%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/260</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.260</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 231-240</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/260/265</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/265</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L var Lado F1) terhadap Dosis Pupuk Organik Cair Limbah Organik Pasar</dc:title>
	<dc:creator>Santi Diana Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Ananto Ananto</dc:creator>
	<dc:creator>Rais Marnis</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cabai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hasil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">POC</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman cabai merah keriting (Capsicum annuum L) var lado F1 merupakan komoditi unggulan di Indonesia khususnya di Minangkabau. Masyarakat Minang terbiasa dengan makanan yang dimasak dengan menggunakan cabai. Sementara produksi cabai sering mengalami kegagalan oleh karena beberapa faktor termasuk mahalnya harga pupuk yang dijual di pasaran. Petani sering merugi karena tidak seimbangnya antara pendapatan dan biaya pupuk tanaman cabai. Salah satu inovasi agar bisa membantu petani dalam menghemat biaya pupuk dengan membuat pupuk organik sendiri salah satunya dengan memanfaatkan limbah pasar, limbah yang diproduksi dari pasar tersebut sering tidak dimanfaatkan dan hanya menumpuk pada tempat sampah. Sementara limbah organik bisa dimodifikasi sebagai bahan dasar untuk pembuatan pupuk organik cair (POC) yang bisa dimanfaat untuk semua jenis tanaman termasuk tanaman cabai merah keriting varietas lado F1. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dan melihat efektifitas POC dengan bahan dasar limbah organik pasar terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting varietas lado F1. Metode yang digunakan adalah eksperimental rancangan acak kelompok dengan 5 faktor perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 sampel percobaan dengan dosis POC sebagai berikut : A sebagai kontrol, B dosis 20 %, C dosis 30%, D dosis 40 % dan E &amp;nbsp;dosis 50 %. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa dosis POC 50 % limbah organik pasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel jumlah daun (114,80 helai), jumlah buah dan bobot buah (26,60 buah) cabai merah keriting (105,60 gram).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/265</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.265</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 78-86</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/265/282</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/273</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) pada Air Minum terhadap Kualitas Daging Ayam Broiler</dc:title>
	<dc:creator>Mihrani Mihrani</dc:creator>
	<dc:creator>Anzar Anzar</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Azhar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daging</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Organoleptik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pandan wangi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandan wangi (Panndanus amaryllifolius) merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan yang memiliki aktivitas anti bakteri. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pandan wangi (Panndanus amaryllifolius) pada air minum terhadap kualitas daging ayam broiler. Beberapa hal yang menjadi patokan kualitas daging ayam broiler yang baik diantaranya aroma daging, tekstur daging, rasa khas daging, dan warna daging. Hal-hal tersebut menjadi indikator akan mutu daging yang dikonsumsi. Kajian ini menggunakan Rancangan&amp;nbsp; Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Pemberian ekstrak daun panda wangi (Panndanus amaryllifolius) pada air minum ayam broiler diberikan pada umur 15 hari selama 14 hari dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu, 0 ml/liter air (PO), 5 ml/liter air (P1), 10 ml/liter air (P2), 15 ml/liter air (P3). Parameter yang diamati meliputi, tekstur, warna, aroma/bau, dan rasa. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi (Panndanus amaryllifolius) tidak memberikan pengaruh nyata (P&amp;gt;0,05) terhadap kualitas dan warna, namun memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, aroma/bau dan rasa (P&amp;lt;0,05). Berdasarkan data setiap parameter dengan berbagai perlakuan maka dapat direkomendasiakan perlakuan terbaik adalah P3 (15 ml/liter air).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/273</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.273</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 264-271</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/273/270</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/274</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Kinerja Penyuluh dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Lahan Kering</dc:title>
	<dc:creator>Rizka Dwi Astari</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiningtyas Padmaningrum</dc:creator>
	<dc:creator>Eksa Rusdiyana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kinerja penyuluh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lahan kering</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di daerah lahan kering memiliki tantangan lebih dibandingkan di area lahan sawah, mengingat karakteristik dan kondisi lahan kering yang membutuhkan perlakuan secara khusus. Pendampingan penyuluh dibutuhkan untuk membantu petani dalam mengelola usaha taninya dan melakukan adaptasi terhadap kondisi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan penyuluhan. Metode dasar dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan studi kasus. Model evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model evaluasi sumatif. Penentuan lokasi penelitian dipilih secara purposive, informan dipilih secara purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (indepth interview), observasi partisipatif moderat, serta pencatatan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan redukasi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian belum memenuhi seluruh indikator keberhasilan kinerja penyuluh pertanian yang tertuang dalam Permentan No. 91 Tahun 2013. Penyelenggaraan penyuluhan yang ada juga masih ditemui beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan baik dari dalam maupun luar kinerja penyuluh yang menghambat pelaksanaan penyelenggaraan penyuluhan dan kurang optimalnya kinerja penyuluh. Penyelenggaraan penyuluhan belum terlaksana secara optimal, sehingga diperlukan evaluasi untuk memperbaiki kinerja penyuluh dan meminimalisir permasalahan yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/274</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.274</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 29-44</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/274/377</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/276</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Invigorasi Mutu Fisiologis Benih Padi Varietas IR-64 dengan Berbagai Jenis Bahan dan Konsentrasi Organik Priming</dc:title>
	<dc:creator>Pianto Ramadhan Prastio</dc:creator>
	<dc:creator>Suharno Suharno</dc:creator>
	<dc:creator>Siwitri Munambar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Benih padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fisiologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Invigorasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Organik priming</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Padi merupakan salah satu bahan pangan pokok masyarakat Indonesia yang memiliki peranan stategis dalam agribisnis tanaman pangan. Penggunaan benih unggul bermutu merupakan prasyarat untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Benih merupakan makhluk hidup yang semakin lama disimpan maka akan mengalami deteriorasi yang berdampak pada hasil dan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari kajian untuk meningkatkan mutu fisiologis padi yang telah mengalami deteriorasi selama penyimpanan dengan teknik organik priming menggunakan berbagai bahan organik dan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama berbagai jenis ekstrak organik dan faktor kedua yaitu berbagai konsentrasi. Data dianalisis dengan ANOVA dan DMRT 5%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022 di laboratorium benih SMK N 1 Mojosongo, Boyolali Jawa Tengah dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta, DIY. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbeda tidak nyata perlakuan bahan organik pada parameter daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, berat kecambah kering normal dan mean emergance time akan tetapi berpengaruh nyata pada indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan daya tumbuh lapang. Pada perlakuan konsentrasi organik priming tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Sedangkan tidak terdapat interaksi perlakuan organik priming dan konsentrasi pada parameter daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, kecepatan tumbuh, berat kering kecambah normal, mean emergance time dan terdapat interaksi pada parameter daya tumbuh lapang. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan ekstrak bawang merah dan air kelapa muda dengan konsentrasi 25% mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi yang telah mengalami deteriorasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/276</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.276</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 87-99</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/276/283</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/277</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Persepsi Pekebun Swadaya terhadap Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Rokan Hulu</dc:title>
	<dc:creator>Dame Rohani Siahaan</dc:creator>
	<dc:creator>Evy Maharani</dc:creator>
	<dc:creator>Sakti Hutabarat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa sawit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekebun swadaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peremajaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persepsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman kelapa sawit di Desa Batas Kecamatan Tambusai sebagian besar hampir memasuki umur non-ekonomis sehingga perlu direncanakan kegiatan peremajaan (replanting). Peremajaan kelapa sawit di Desa Batas merupakan kegiatan baru bagi pekebun sehingga perlu dianalisis persepsi pekebun terhadap peremajaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pekebun swadaya terhadap peremajaan kebun kelapa sawit dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pekebun terhadap peremajaan perkebunan kelapa sawit. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria umur tanaman kelapa sawit telah berusia minimal 22 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 sampel. Tujuan penelitian pertama dianalisis menggunakan Skala Likert’s Summated Rating (SLR) dengan menggunakan metode skor untuk setiap pilihan jawaban. Terdapat enam aspek peremajaan yang diteliti yaitu aspek input, aspek finansial, aspek pasar, aspek kelembagaan, aspek teknologi, dan aspek teknis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis persepsi dan analisis linear berganda. Hasil yang diperoleh memperlihatkan persepsi pekebun terhadap peremajaan kelapa sawit secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat baik. Persepsi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan peremajaan dapat diterima oleh pekebun di Desa Batas. Persepsi pekebun yang termasuk dalam kategori sangat baik terdapat pada aspek input, aspek pasar, aspek teknologi dan aspek teknis. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun terhadap peremajaan adalah umur, pendidikan, keaktifan mengikuti penyuluhan, tabungan, dan keikutsertaan dalam kelompok tani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/277</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.277</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 100-113</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/277/284</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/278</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan Aplikasi Media Penyuluhan Pertanian (SI APP) Berbasis Android Menggunakan Metode Rekayasa Perangkat Lunak Air Terjun (Waterfall)</dc:title>
	<dc:creator>Nur Holis Majid</dc:creator>
	<dc:creator>Andi Warnaen</dc:creator>
	<dc:creator>Kartika Budi Utami</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Android</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Digitalisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Media</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mobile phone</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Waterfall</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu faktor pendukung kesuksesan pembangunan pertanian adalah layanan penyuluhan. Pelayanan penyuluhan yang inovatif saat ini sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas peternak untuk meningkatkan produktivitas ternaknya. Media penyuluhan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan kegiatan penyuluhan. Pengembangan media penyuluhan digital merupakan salah satu jawaban untuk mendukung tantangan yang akan dihadapi oleh petani milenial saat ini dalam mengelola usahanya. Media penyuluhan yang digunakan pada penyuluhan secara online selama ini terutama masih belum maksimal, karena penyuluh kesulitan untuk melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan. Sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan pertanian, dan perkembangan teknologi informasi maka diperlukan inovasi sistem informasi di bidang penyuluhan pertanian dengan mengembangkan aplikasi android sebagai media penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi media penyuluhan pertanian atau SI APP sebagai media penyuluhan digital menggunakan metode waterfall. Metode Rekayasa Perangkat Lunak Air Terjun (Waterfall) terdiri dari lima tahapan yaitu Requirements Analysis (analisis kebutuhan), System Design (sistem desain), Implementation (implementasi), Verification (pengujian), dan Maintenance (pemeliharaan). Hasil penelitian menggunakan metode Waterfall yang dikerjakan secara bertahap dan berurutan menghasilkan perancangan aplikasi media penyuluhan pertanian (SI APP) berbasis aplikasi android. Aplikasi ini dapat membantu penyuluh dan peternak. Peternak menjadi lebih mudah dalam memahami materi dan memperdalam penguasaan materi dengan fitur pretest dan posttest. Penyuluh dapat mengevaluasi kegiatan dan memonitoring kegiatan dengan fitur materi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/278</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.278</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 45-65</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/278/280</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/286</identifier>
				<datestamp>2023-10-18T18:49:20Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Performa Ayam Broiler pada Jarak Transportasi Berbeda dan Pemberian Gula Aren dengan Konsentrasi Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Arif Hidayad Ashari</dc:creator>
	<dc:creator>Rudi Afnan</dc:creator>
	<dc:creator>Luki Abdullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ayam broiler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gula aren</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jarak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Performa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transportasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses penanganan dan perubahan mikroklimat yang dialami oleh DOC (Day Old Chick) selama proses transportasi mempengaruhi performa DOC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak jarak transportasi dan pemberian gula aren dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kondisi DOC &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;dan performa ayam broiler yang dipelihara hingga 28 hari. Jumlah sampel sebanyak 900 ekor DOC (9 boks). Penelitian ini menggunakan interaksi dua perlakuan. Perlakuan pertama yaitu dengan perbedaan jarak transportasi yang digunakan adalah 14 km (T1), 416 km (T2), dan 532 km (T3). Perlakuan kedua yaitu pemberian minum gula aren dengan konsentrasi yang digunakan adalah 0%, 5%, 10% dan 15% per liter air minum. Data performa pemeliharaan pada usia tujuh hari dan 28 hari dianalisis dengan rancangan acak pola faktorial (RAL Faktorial). Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan mortalitas ayam usia tujuh hari dan 28 hari tidak berbeda nyata (P&amp;lt;0,05) pada interaksi perlakuan jarak transportasi dan pemberian gula aren. Pemberian gula aren dalam minum tidak menunjukkan pengaruh yang nyata tehadap parameter performa pemeliharaan selama 28 hari sedangkan jarak transportasi berpengaruh terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan. &amp;nbsp;Konsumsi pakan dan bobot badan tertinggi diperoleh pada perlakuan T3 dan T1. Oleh sebab itu, konsentrasi larutan gula aren merah sebaiknya diberikan maksimal 10% serta perlu dilakukan perbaikan kondisi kendaraan dan sistem perencanaan transportasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/286</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v13i2.286</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON; 249-263</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/286/269</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/288</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Revaled Comparative Advantage dan Daya Saing Komoditas Jagung di Provinsi Gorontalo</dc:title>
	<dc:creator>Winta Noi</dc:creator>
	<dc:creator>Echan Adam</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana Bakari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daya saing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keunggulan komparatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komoditas jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Revaled Comparative Advantage</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komoditas jagung menjadi salah satu tanaman pangan unggulan di Provinsi Gorontalo dengan luas panen jagung 343.241 ha. Pada tahun 2015, Provinsi Gorontalo mampu melakukan ekspor komoditas jagung ke negara-negara tetangga dengan nilai ekspor sebesar $26.751.599 atau sebesar 85,25% dari total nilai ekspor Provinsi Gorontalo, dengan jumlah produksi jagung dalam rentang waktu 4 bulan mencapai 37.100 ton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditas jagung Provinsi Gorontalo. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Gorontalo, dimana Komoditas jagung di Provinsi Gorontalo termasuk dalam 10 besar produksi jagung nasional. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data produksi dan ekspor jagung dengan periode 10 tahun yaitu tahun 2011 sampai tahun 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan RCA (Revaled Comparative Advantage). Hasil penelitian menunjukkan nilai RCA komoditas jagung di Provinsi Gorontalo mencapai 6.870,61 (&amp;gt;1) yang artinya komoditas jagung Provinsi Gorontalo memiliki keunggulan komparatif dengan daya saing yang kuat. Namun nilai Indeks RCA menunjukan bahwa kinerja ekspor komoditas jagung di Provinsi Gorontalo rendah. dimana di tahun 2012 hanya sebesar 0,0056 dan di tahun 2015 sebesar 0,3025 sedangkan ditahun lainya tidak memiliki nilai indeks RCA. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian pemerintah terkait kebijakan yang dapat diberikan antara lain menjaga kestabilan harga jual jagung khususnya di tingkat produsen (petani) agar tidak terjadi penurunan, dan memberikan fokus perhatian terhadap sektor pertanian, sehingga dapat meningkatkan perekonomian Provinsi Gorontalo.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/288/276</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/289</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efisiensi Biaya Peremajaan Kelapa Sawit Pola Swadaya di Desa Sei Putih</dc:title>
	<dc:creator>Daniel Noviardi Sitorus</dc:creator>
	<dc:creator>Sakti Hutabarat</dc:creator>
	<dc:creator>Didi Muwardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efisiensi biaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelapa sawit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekebun swadaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peremajaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Standar biaya nasional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Efisiensi biaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengendalikan biaya agar pertindak efisien yaitu hasil akhir tidak jauh menyimpang dari standar yang telah ditentukan dengan cara membandingkan biaya sesungguhnya denga biaya standar sehingga dapat dicapai suatu efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan standar biaya peremajaan nasional dengan biaya peremajaan kelapa sawit swadaya dan mengetahui efisiensi biaya peremajaan pekebun swadaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung yang terletak di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai bulan Mei 2022. Studi ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sensus, dimana semua pekebun yang tergabung dalam kelompok tani Rezeki Baru dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, untuk menjawab tujuan pertama, sedangkan untuk tujuan kedua menggunakan analisis efisiensi biaya peremajaan. Hasil penelitian ini memperlihatkan standar biaya nasional peremajaan kelapa sawit di daerah Riau pada tahun 2015 dan 2016 adalah sebesar Rp 62.762.000,-/ha, sedangkan biaya rata-rata yang dikeluarkan pekebun pada peremajaan kelapa sawit sebesar Rp 52.045.898,-/ha. Selisih biaya rata-rata peremajaan yang dikeluarkan pekebun dengan biaya yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 17,07%.&amp;nbsp; Rasio efisiensi biaya menunjukkan nilai 82,93%, yang artinya peremajaan yang dilakukan pekebun kelompok tani Rezeki Baru tidak baik. Biaya peremajaan yang kurang efisien ini dikarenakan adanya kegiatan peremajaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tidak dilakukan oleh pekebun sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan adanya perbedaan biaya yang dikeluarkan oleh pekebun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/289</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 114-126</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/289/285</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/316</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Human Capital dan Social Capital terhadap Kemandirian Petani Jamur Tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar</dc:title>
	<dc:creator>Puspita Annisa Utami</dc:creator>
	<dc:creator>Suminah Suminah</dc:creator>
	<dc:creator>Eksa Rusdiyana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Human capital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemandirian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Petani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Social capital</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pelaksanaan usaha tani jamur tiram membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, termasuk didalamnya human capital dan social capital. Oleh karena itu, dalam pengelolaan modal yang dimiliki oleh petani ditentukan oleh kemandirian petani itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis human capital, social capital, dan tingkat kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, 2) Menganalisis pengaruh human capital terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, dan 3) Menganalisis pengaruh social capital terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi dilakukan dengan cara purposive di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus/sampling jenuh dan responden diambil sebanyak 32 petani. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Human capital usahatani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori tinggi, social capital usahatani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori tinggi, dan kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar berada pada kategori mandiri, 2) Variabel human capital berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, dan 3) Variabel social capital tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani jamur tiram di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Implikasi teoritis berdasarkan riset ini adalah bahwa kemandirian petani (jamur) dipengaruhi oleh human capital dan tidak dipengaruhi oleh social capital. Berdasarkan hal tersebut secara manajerial petani perlu meningkatkan pengamalan, mengikuti pelatihan/penyuluhan, serta motivasi dalam berusaha tani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/316</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.316</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 188-201</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/316/292</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/348</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendapatan dan Tingkat Kemiskinan Petani di Kawasan Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara</dc:title>
	<dc:creator>Hotden Leonardo Nainggolan</dc:creator>
	<dc:creator>Albina Ginting</dc:creator>
	<dc:creator>Sarma Insani Bakkara</dc:creator>
	<dc:creator>Yanto Raya Tampubolon</dc:creator>
	<dc:creator>Susana Tabah Trina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemiskinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendapatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Usaha tani</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi usaha tani yang tidak maksimal dan fluktuatif di kawasan Danau Toba, akan turut berdampak pada pendapatan dan tingkat kemiskinan petani. Urgensi penelitian ini adalah mengetahui tingkat pendapatan, pengeluaran petani, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, pengeluaran dan tingkat kemiskinan petani di Kawasan Danau Toba. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ajibata Kabupaten Samosir, pada bulan Agustus hingga November 2021. Populasi penelitian adalah petani di Desa Pardomuan Motung, Sigapiton dan Sirungkungon dengan total 286 kepala keluarga (KK) populasi. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan metode Slovin, yaitu sebanyak 39 responden, dengan perincian, Desa Pardomuan 12 responden, Desa Sigapiton 16 responden, dan Desa Sirungkungon 11 responden. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh melalui survey dan wawancara dengan responden dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi resmi lainnya. Data dianalisis secara deskriptif, dengan analisis pendapatan dan analisis kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) pendapatan usaha tani pangan berkontribusi sebesar 56% dan pendapatan usaha tani perkebunan rakyat berkontribusi 44% terhadap total pendapatan usaha tani keluarga petani; b) rata-rata pengeluaran non-pangan lebih kecil dari rata-rata pengeluaran pangan, c) rata-rata pengeluaran perkapita petani sebesar 359,3 kg setara beras/ tahun; d) terdapat 51,28 % petani yang dikategorikan keluarga miskin, dan 41,03% petani dikategorikan keluarga nyaris miskin. Berdasarkan kesimpulan disarankan agar petani membentuk kelompok tani yang berperan sebagai sarana informasi dan berdiskusi dalam rangka pengembangan usahataninya. Pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi petani, yang meliputi bibit yang bersertifikat, pupuk bersubsidi, obat-obatan dan inovasi dan teknologi usaha tani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/348</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.348</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 127-140</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/348/286</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/362</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Minat Generasi Muda Pertanian dalam Budidaya Padi Rojolele Srinuk di Desa Delanggu Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten</dc:title>
	<dc:creator>Nuzul Asti Rezauji</dc:creator>
	<dc:creator>Suminah Suminah</dc:creator>
	<dc:creator>Emi Widiyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Generasi muda pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keputusan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stimulus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberlanjutan sektor pertanian merupakan bagian yang penting dari pembangunan pertanian di Indonesia. Minat generasi muda pertanian untuk bekerja di sektor pertanian masih rendah termasuk untuk budidaya padi varietas baru rojolele srinuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya minat dan mengkaji minat generasi muda pertanian dalam budidaya padi rojolele srinuk. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Pemilihan lokasi dilakukan dengan cara purposive di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Penentuan informan menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, in depth interview serta pengkajian dokumen dan arsip. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles and Huberman dengan triangulasi sumber untuk validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Proses terbentuknya minat generasi muda pertanian di Desa Delanggu dalam budidaya padi rojolele srinuk dimulai dengan adanya pengenalan varietas baru kepada masyarakat dari BPP serta sosialisasi bertani oleh orang tua, kemudian adanya aktivitas dari komunitas sanggartani rojolele. 2) Stimulus minat yang berasal dari fenomena yang terjadi lingkungan sekitar diantaranya pekerjaan yang ditekuni saat ini, aktivitas sanggartani rojolele, dukungan orang tua, rasa sosial untuk melestarikan varietas lokal delanggu, kesadaran regenerasi petani, keunggulan varietas rojolele srinuk dan yang utama adalah sumber daya lahan. Terdapat keputusan generasi muda diantaranya yaitu terdapat generasi muda pertanian yang berminat dan budidaya rojolele, berminat namun belum budidaya, dan tidak berminat serta tidak ingin budidaya rojolele srinuk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 202-215</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/362/293</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/364</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Income Over Feed Cost and Efficiency Protein Ratio (PER) BoerPE Goats Through Different Content of Crude Protein Levels</dc:title>
	<dc:creator>Ach Bagus Adhiluhung Mardhotillah</dc:creator>
	<dc:creator>Inggit Kentjonowaty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BoerPE Goat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IOFC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Protein efficency ratio</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penerapan teknologi pakan yang saat ini terus diterapkan dan mutlak diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi produksi, terutama pada kambing boePE. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat kandungan protein pada pakan lengkap terhadap kinerja produksi, nilai ekonomi dan rasio efisiensi protein. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 ekor bangsa kambing BoerPE berumur 8 bulan–13 bulan dengan bobot badan 20,8 kg–34,6 kg dan dibagi dalam kelompok kecil rataan bobot badan =21,8 kg sedang = 28,4 kg dan besar 31,7 kg, bahan pakan yang digunakan adalah rumput gajah, kulit kopi, jagung kuning giling, onggok, tetes, bekatul, roti kering, bungkil kedelai, bungkil kelapa dan pollard. Penelitian ini menggunakan metode percobaan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok berdasarkan bobot badan yang diberikan pakan komplit dengan tingkat kandungan PK yang berbeda yaitu P1= PK 11%, P2= PK 13% dan P3= PK 15%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, rasio protein efisiensi, dan analisis ekonomi. Data yang diperoleh ditabulasi menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kandungan PK dalam pakan komplit berpengaruh nyata (p&amp;lt;0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan serta Income Over Feed Cost (IOFC). Sedangkan tidak berpengaruh nyata (p&amp;lt;0,05) terhadap Protein Efficiency Ratio (PER). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa protein kasar dalam pakan juga menunjukkan kualitas pakan kambing BoePE dimana efisiensi rasio protein menunjukkan peningkatan dan dengan perlakuan protein kasar pada taraf 15% memberikan nilai keuntungan yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 231-238</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/364/295</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/365</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Kulit Nanas sebagai Media Pertumbuhan Maggot Black Soldier Fly</dc:title>
	<dc:creator>Hermansyah Hermansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Kenedy Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Lilis Riyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis usaha</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BSF</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit nanas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maggot</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pakan alternatif dapat menekan biaya pakan sehingga dapat memberikan keuntungan ganda bagi peternak. Salah satu pakan alternatif untuk pakan ayam yaitu maggot lalat Black Soldier Fly (BSF) karena kandungan protein tinggi terkandung di dalamnya. Maggot BSF dapat mengurai limbah organik seperti kulit nanas yang masih belum termanfaatkan di Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh media limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan maggot BSF dan menganalisis keuntungan pembesaran maggot BSF menggunakan media kulit nanas. Penelitian ini menggunakan metode 2 kelompok percobaan dengan 5 ulangan terdiri atas P0=50% kulit nanas+50% dedak padi+0,25% molases. P1=75% kulit nanas+25% dedak padi+0,25% molases.&amp;nbsp; Peubah yang diukur diantaranya suhu (oC) media penetasan setelah difermentasi, lama penetasan, panjang maggot (mm), dan berat panen (g). Peubah kelayakan usaha yang diamati yaitu R/C ratio, B/C ratio, break even point (BEP) harga dan BEP produksi. Data dianalsisis menggunakan uji-t tidak berpasangan dan dianalisis deskriptif untuk peubah kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukan perbedaan komposisi kulit nanas dalam media penetasan dan media pembesaran maggot tidak berpengaruh nyata terhadah suhu, lama penetasan, dan berat panen, tetapi memberikan pengaruh nyata pada panjang maggot umur 16 hari. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukan hanya perlakuan P1 yang layak untuk dijalankan karena memiliki nilai R/C ratio&amp;gt;1, sedangkan P0 tidak layak karena nilai R/C ratio&amp;lt;1. Kulit nanas dapat digunakan sebagai media penetasan dan pembesaran maggot BSF. Penggunaan kulit nanas sampai 75% mampu meningkatkan hasil panen maggot BSF.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.365</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 10-17</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/365/277</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/371</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Interaksi Faktor Iklim dan Varietas terhadap Laju Perkembangan Penyakit Karat Daun (Puccinia polysora Undrew) pada Jagung (Zea mays L.)</dc:title>
	<dc:creator>Reymas M.R. Ruimassa</dc:creator>
	<dc:creator>Rosdiana Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Eko Agus Martanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cuaca</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intensitas serangan penyakit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rentan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Virulensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu daerah yang membudidayakan jagung secara terus menerus setiap musim di Manokwari adalah Kampung Copti Prafi. Kondisi ini menyebabkan mudahnya berkembang penyakit karat daun. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi intensitas serangan penyakit, laju perkembangan penyakit, sifat ketahanan jagung dan pengaruh faktor-faktor iklim terhadap intensitas dan laju perkembangan penyakitnya terhadap penyakit karat daun jagung tersebut. Analisa data dilakukan secara tabulasi dan menggunakan gambar yang dihasilkan dari microsoft excel 2016 untuk membandingkan variabel-variabel pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa patogen penyebab penyakit karat di Kampung Copti adalah Puccinia polysora. Intensitas serangan dimulai pada 5 minggu setelah tanam, kemudian terus-menerus mengalami peningkatan hingga minggu ke 11 dimana semua varietas yang diuji menunjukkan respons peka. Laju perkembangan penyakit juga mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya intensitas serangan dan dikategorikan berat. Curah hujan sangat menunjang perkembangan penyakit. Peningkatan jumlah curah hujan dapat menyebabkan peningkatan perkembangan penyakit karat. Curah&amp;nbsp; hujan menyebabkan lahan pertanaman menjadi basah dan menimbulkan evapotranspirasi yang menyebabkan kebun menjadi lembab dan memudahkan distribusi penyakit dari satu tanaman jagung ke tanaman jagung yang lainnya pada kebun yang sama atau antar kebun. Kondisi perkembangan penyakit yang meningkat juga disebabkan oleh kepekaan tanaman terhadap ras patogen yang sangat virulen terhadap tanaman jagung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/371</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 141-152</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/371/287</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/375</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:54:13Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dampak Kering Alur Sadap terhadap Produksi dan Arti Ekonominya pada Perkebunan Karet</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad Rouf</dc:creator>
	<dc:creator>Mudita Oktorina Nugrahani</dc:creator>
	<dc:creator>Yoga Bagus Setya Aji</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fisiologis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kering alur sadap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi kerugian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kering alur sadap (KAS) merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet akibat tidak seimbangnya lateks yang dipanen dengan lateks yang diregenerasi. KAS dibedakan menjadi KAS parsial dan KAS total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisiologis tanaman tanaman KAS, potensi kehilangan produksi dan analisis ekonominya. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Balit Getas pada tahun 2018-2019. Sampel tanaman menggunakan blok tahun tanam 2000 dengan jenis klon campuran. Penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan desain eksperimental menggunakan rancangan RAL. Macam perlakuan pada penelitian ini yaitu (i) tanaman sehat sebagai kontrol, (ii) tanaman KAS parsial, dan (iii) tanaman KAS total. Ulangan menggunakan sampel pohon sebanyak 5-12 pohon KAS. Parameter pengamatan meliputi produksi lump karet, lateks diagnosis dan kajian ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisiologis tanaman KAS berdasarkan analisis lateks diagnosis (sukrosa, tiols dan fosfat anorganik) tergolong rendah dibandingkan tanaman normal. Rerata produksi karet dalam bentuk lump per pohon per sadap pada tanaman KAS total adalah 2,9 gram, KAS parsial 9,0 gram, sedangkan tanaman normal 48,8 gram. Tanaman KAS parsial memiliki potensi kehilangan produksi lump per pohon per sadap sebesar 39,9 gram, sedangkan KAS total 45,9 gram. Jika diasumsikan harga lump pada tahun ini adalah Rp. 17.908/kg dan hari sadap per bulan sebanyak 8 kali, maka tanaman KAS parsial mengalami kerugian sekitar Rp 68.520/pohon/tahun, sedangkan KAS total sekitar Rp 78.935/pohon/tahun. Jika suatu perusahaan karet seluas 10.000 ha dijumpai 1% tanamannya terkena KAS, maka berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp 3,4 milyar/tahun (KAS parsial) bahkan mencapai Rp 3,9 milyar/tahun (KAS total).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i2.375</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON; 338-348</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/375/379</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/376</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendekatan Logika Fuzzy dan ON/OFF pada Pengontrolan Suhu dan Kelembapan Plant Factory terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Hasil Panen Tanaman Pak Choy (Brassica chinensis L.)</dc:title>
	<dc:creator>Choirul Umam</dc:creator>
	<dc:creator>Sinar Suryawati</dc:creator>
	<dc:creator>Mustika Tripatmasari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vegetatif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sayur pak choy (Brassica chinensis L.) dibudidayakan pertama kali di negara China dan lebih tepatnya sebelum abad ke-5. Kondisi lingkungan mikro yang ideal untuk budidaya tanaman pak choy adalah suhu di range 15°C - 32°C, kelembapan bernilai 60% - 80% dan kebutuhan cahaya matahari selama 8 jam/hari. Plant factory adalah teknologi budidaya tanaman dengan kondisi lingkungan mikro terkontrol sesuai dengan kebutuhan optimal pertumbuhan tanaman. Penelitian terkait plant factory di dunia mayoritas berasal dari negara-negara maju dunia. Dengan alasan di atas dan ditambah besarnya potensi pasar sayuran di Indonesia khususnya, peneliti bertujuan untuk melakukan penelitian terkait plant factory untuk budidaya tanaman sayur pak choy (Brassica chinensis L.). Parameter yang dianalisa antara lain: tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot total, bobot kering total, luas daun dan indeks luas daun, klorofil daun, penyekapan cahaya dan ketebalan daun serta indeks sampah. Data hasil pertumbuhan vegatatif dan panen pak choy adalah berbasis logika fuzzy adalah sebagai berikut: tinggi tanaman 20,25 cm; lebar daun tanaman 6,95 cm; jumlah daun tanaman 12,25 buah; bobot segar tajuk 93,62 g; bobot segar akar 11,4 g; bobot total 105,02 gr; bobot kering total 18,57 gr; luas daun 25,41; indeks luas daun 0,039; klorofil daun 59,94; penyekapan cahaya 43,2; ketebalan daun 0,47; dan indeks sampah 0,89.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 66-77</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/376/281</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/377</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Nutrisi dan Fraksi Serat Pakan Silase Komplit Berbahan Ampas Tebu dengan Penambahan Legume Indigofera dan Molases</dc:title>
	<dc:creator>Muhamad Rodiallah</dc:creator>
	<dc:creator>Anwar Efendi Harahap</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyadi Ali</dc:creator>
	<dc:creator>Triani Adelina</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi Ananda Mucra</dc:creator>
	<dc:creator>Bakhendri Solfan</dc:creator>
	<dc:creator>Restu Misrianti</dc:creator>
	<dc:creator>Jepri Juliantoni</dc:creator>
	<dc:creator>Evi Irawati</dc:creator>
	<dc:creator>Bayu Nuari Ramadhan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ampas tebu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indigofera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Silase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ampas tebu memiliki komponen serat yang tinggi sehingga perlu adanya perbaikan nutrisi dengan penambahan legume indigofera yang diolah menggunakan teknik silase. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis profil nutrisi dan fraksi serat ampas tebu yang disilase dengan penambahan legume indigofera dan molases. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (3x2) dengan 3 ulangan. Faktor A terdiri dari: A1 = 100 % ampas tebu; A2 = 75 % ampas tebu + 25 % indigofera; A3 = 50 % ampas tebu + 50 % indigofera, selanjutnya faktor B terdiri dari: B0 = 5 % molases; B1 = 10 % molases. Parameter yang diamati meliputi kandungan nutrient silase (bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) % serta fraksi serat meliput (NDF dan ADF) %. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat interaksi (P&amp;gt;0.05) antara proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera dengan penambahan molases terhadap parameter bahan kering, protein kasar, lemak kasar, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, serat kasar, NDF, dan ADF) %, tetapi faktor perlakuan proporsi bahan ampas tebu + legume indigofera berpengaruh nyata (P&amp;lt;0,05) terhadap bahan kering, protein kasar, abu, serat kasar, NDF dan ADF . Proporsi silase berbahan 50 % ampas tebu + 50 % legume indigofera menghasilkan nilai protein kasar tertinggi serta serat kasar, NDF, dan ADF terendah dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya. Selanjutnya penambahan molases hingga 10 % pada proses silase belum memperlihatkan kemampuan memperbaiki kualitas nutrisi dan fraksi serat secara keseluruhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.377</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 18-28</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/377/278</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/378</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Pelaksanaan Sharing Session Penyuluh Pertanian di Masa Pandemi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Nur Fai'za Ningrum</dc:creator>
	<dc:creator>Suwarto Suwarto</dc:creator>
	<dc:creator>Eksa Rusdiyana</dc:creator>
	<dc:creator>Ume Humaedah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi CIPP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sharing session</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyebaran virus COVID-19 yang tidak terkendali mengharuskan sejumlah masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka memperlambat proses penyebaran virus COVID-19, membuat banyak petani dan penyuluh mengalami keterbatasan proses pembelajaran mengenai pertanian. Kegiatan Sharing Session penyuluhan pertanian yang dilakukan di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor merupakan bentuk implementasi dari program pelaksanaan penyuluhan pertanian secara daring. Sharing Session penyuluh pertanian secara dalam jaringan (daring) untuk tetap dapat meningkatkan kualitas diri di masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini mengevaluasi kegiatan Sharing Session penyuluh pertanian di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP) pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian secara ditentukan secara sengaja, lokasi penelitian yaitu di BBP2TP Bogor. Informan ditentukan secara random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Evaluasi pelaksanaan kegiatan Sharing Session dengan metode CIPP menunjukkan bahwa dari aspek context sudah sesuai dengan tujuan yaitu penyuluh tetap aktif menyuluh di masa pandemi COVID-19 dan sudah sesuai target sasaran yakni mencakup penyuluh pertanian, kegiatan tersebut juga melibatkan kerjasama informal dosen dari UGM, wartawan majalah sains, serta penyuluh aktif. Aspek input diketahui bahwa anggaran yang digunakan merupakan dana swadaya dan sarana yang digunakan akun zoom premium dan live streaming Youtube untuk menunjang berjalannya kegiatan tersebut. Aspek process yaitu strategi penyebaran informasi kegiatan menggunakan flyer yang disebarkan di media sosial baik milik instansi maupun pribadi. Aspek product dapat diketahui bahwa respons peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.378</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 239-247</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/378/296</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/382</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Kabupaten Rokan Hilir</dc:title>
	<dc:creator>Brilliant Thesalonich Panggabean</dc:creator>
	<dc:creator>Sakti Hutabarat</dc:creator>
	<dc:creator>Didi Muwardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">AHP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mandiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SWOT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tumbang serempak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Underplanting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman kelapa sawit Desa Bagan Sapta Permai di tanaman pada tahun 1981, 1983, dan 1984. Umur tanaman kelapa sawit Desa Bagan Sapta Permai saat ini sudah lewat 12-15 tahun dari umur ekonomis dan perlu segera dilakukan peremajaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keterlambatan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, mengetahui sumber pendapatan pekebun selama masa peremajaan, dan merumuskan strategi peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Penelitian ini dilakukan di Desa Bagan Sapta Permai yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Studi ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel untuk tujuan pertama dan kedua menggunakan purposive sampling dengan kriteria “pekebun yang sudah melakukan peremajaan namun terlambat” sebanyak 30 pekebun, sampel diambil dari anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Anugerah. Tujuan ketiga menggunakan sampel expert yang dinilai ahli dalam peremajaan kelapa sawit sebanyak 5 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, sedangkan tujuan ketiga menggunakan analisis AWOT (AHP-SWOT). Hasil penelitian ini memperlihatkan faktor keterlambatan peremajaan terbesar di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Bagan Sapta Permai ialah pekebun merasa hasil kebun sawitnya masih mencukupi kebutuhan keluarga sebesar 45%. Sumber pendapatan pekebun rakyat Desa Bagan Sapta Permai selama masa peremajaan terbanyak ialah dari hasil tanaman kelapa sawit yang masih produktif sebesar 51,85%. Strategi peremajaan yang dapat diterapkan di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Bagan Sapta Permai ialah pekebun dan KUD melaksanakan program peremajaan mandiri bersama serta KUD memfasilitasi pelatihan dan penyuluhan terkait peremajaan bagi pekebun dengan nilai prioritas tertinggi sebesar 0,378.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/382</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.382</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 216-230</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/382/294</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/389</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:54:13Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Lemak Darah Ayam Gaok dengan Penambahan Vitamin C pada Kondisi Cekaman Panas</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad Andra Wahyuda</dc:creator>
	<dc:creator>Dadik Pantaya</dc:creator>
	<dc:creator>Gayuh Syaikhullah</dc:creator>
	<dc:creator>Niati Ningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ayam gaok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cekaman panas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profil lemak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vitamin c</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil lemak darah ayam Gaok pada kondisi cekaman panas dan dengan pemberian vitamin C pada pakan. Penelitian ini menggunakan 32 ekor ayam Gaok (16 ekor jantan dan 16 betina). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) pola 2x2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah cekaman panas (S0 = tanpa cekaman panas, S1 = dengan cekaman panas) dan faktor kedua adalah vitamin C (V0 = tanpa vitamin C, V1 = diberi vitamin C 500 ppm). Parameter profil lemak dalam darah yang diamati meliputi kadar kolesterol, kadar LDL, kadar HDL dan kadar trigliserida dalam darah. Data hasil uji lemak darah dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara cekaman panas dan vitamin C tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap profil lemak darah yang meliputi kadar kolesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL) dan trigliserida. Faktor cekaman panas secara nyata dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, dan faktor perlakuan vitamin C berpengaruh nyata menurunkan kadar HDL dalam darah ayam Gaok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya interaksi yang signifikan antara vitamin C dan cekaman panas terhadap profil lemak darah ayam Gaok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i2.389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON; 285-294</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/389/373</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/397</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:54:13Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu (Studi Kasus Peternakan Sapi Perah di Kota Batu)</dc:title>
	<dc:creator>Ainy Novitasari</dc:creator>
	<dc:creator>Ria Amelia Febriani Hutasoit</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad Fakhrur Rozi</dc:creator>
	<dc:creator>Anisa Aulia Rohmah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sapi perah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit mulut dan kuku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produksi susu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peternakan sapi perah memiliki prospek yang cukup baik di Indonesia, karena tingginya permintaan terhadap susu dan hasil turunannya yang mengandung berbagai macam manfaat bagi tubuh manusia, akan tetapi akhir-akhir ini peternakan sapi perah banyak diserang oleh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat mengakibatkan produksi susu menurun secara signifikan, ternak menjadi lemas, banyak mengeluarkan air liur,nafsu makan menurun dan terdapat luka pada gusi, hidung dan lidah. Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu daerah penghasil susu sapi yang dapat menghasilkan 1000 liter susu per hari akan tetapi setelah beberapa dari ternak terserang penyakit mulut dan kuku sehingga hanya dapat menghasilkan 400 liter susu per harinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Penyakit Mulut dan Kuku terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier berganda dengan menggunakan fungsi Cobb Douglas, pemilihan lokasi dan responden menggunakan purposive, dan data yang digunakan merupakan data primer dilakukan dengan wawancara pada setiap responden dengan acuan kuesioner yang telah disiapkan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa harga susu, konsumsi hijauan, konsumsi konsentrat, tenaga kerja, dan jumlah sapi laktasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produksi susu dari sebelum terkena Penyakit Mulut dan Kuku dan juga setelah terkena Penyakit Mulut dan Kuku.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/397</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i2.397</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON; 359-372</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/397/381</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/399</identifier>
				<datestamp>2024-06-20T14:27:42Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas Whey sebagai Feed Additive pada Broiler</dc:title>
	<dc:creator>Kamelia Oktafiyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Cintya Dienardila Anisa</dc:creator>
	<dc:creator>Ulya Rafa Zul’adhar</dc:creator>
	<dc:creator>Yasri Rahmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Broiler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Feed additive</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Produktivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Whey</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan antibiotik sebagai tambahan pakan akan meninggalkan residu pada tubuh ternak. Hal ini apabila dikonsumsi akan mengakibatkan resistensi antimikroba. Hal ini, akan mengurangi kemampuan antibodi dalam melawan serangan mikroba patogen yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya dibutuhkan alternatif alami sebagai pengganti antibiotik dalam upaya peningkatan produktivitas unggas terkhususnya broiler. Whey merupakan hasil samping dari olahan susu yang masih mengandung 50% nutrisi alami dari susu. Oleh karena itu, whey dapat dimanfaatkan sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas whey sebagai feed additive pada broiler. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel penggunaan whey sebagai probiotik dalam pakan broiler. Pemanfaatan whey sebagai substitusi antibiotik dapat meningkatkan performa produksi broiler karena secara nyata mampu meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, pertambahan bobot badan, kualitas protein daging tanpa residu, dan menurunkan konversi pakan. Whey menghasilkan asam organik berupa asam laktat yang merupakan hasil metabolisme Bakteri Asam Laktat (BAL). BAL yang terdapat dalam whey dapat berasal dari Lactobacillus sp., Lactococcus lactis sp., Streptococcus thermophilus dan lain lain. Mekanisme kerja whey sebagai feed additive layaknya probiotik dengan cara menekan pertumbuhan mikroba patogen dalam usus dan bukan membunuh mikroba seperti antibiotik. BAL dalam whey menghasilkan enzim-enzim pencernaan seperti lipase, amilase dan protease sehingga proses metabolisme lebih optimal. Hal ini akan mengoptimalkan kekebalan unggas sehingga performa produksi menjadi meningkat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/399</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v15i1.399</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/399/402</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/400</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:54:13Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional terhadap Partisipasi Kelompok Wanita Tani dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari Kabupaten Bantul</dc:title>
	<dc:creator>Septi Wulandari</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarru Samsi Hariadi</dc:creator>
	<dc:creator>Siti Andarwati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepemimpinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lestari</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Partisipasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekarangan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) yang dapat menjadi pondasi ketahanan pangan terutama di tingkat keluarga. Penerapan gaya kepemimpinan yang tepat memiliki fungsi agar keterlibatan anggota dalam suatu organisasi atau kelompok lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan bantul terhadap partisipasi KWT dengan motivasi sebagai variabel intervening pada kegiatan P2L. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bantul pada bulan Mei sampai dengan Juli Tahun 2022. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara secara langsung menggunakan kuisioner kepada 111 responden anggota KWT yang diambil secara sensus. Data dianalisis menggunakan path analysis dengan program AMOS 24. Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan situasional ketua KWT yang terdiri dari gaya kepemimpinan telling, gaya kepemimpinan participating dan gaya kepemimpinan delegating mampu meningkatkan partisipasi anggota KWT melalui kuatnya motivasi anggota dalam kegiatan P2L. Namun, kesesuaian gaya kepemimpinan selling tidak memengaruhi&amp;nbsp; kuatnya motivasi karena kondisi anggota yang tidak mampu melaksanakan kegiatan P2L dari segi waktu, tenaga ataupun pengetahuan. Peningkatan kapasitas ketua KWT dapat dilakukan melalui bimbingan teknis kepemimpinan situasional sehingga ketua mampu mengidentifikasi dan memahami kondisi anggota untuk mendukung keberlanjutan kegiatan P2L. Pemilihan ketua KWT sebaiknya diutamakan yang mempunyai kemampuan bidang pertanian. Motivasi anggota KWT dapat pula ditingkatkan melalui pelatihan teknik budidaya sayuran yang tepat pada musim hujan, inovasi penggunaan air saat musim kemarau, pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida nabati serta olahan pasca panen.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i2.400</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON; 543-561</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/400/396</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/401</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:08Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Susu Sapi Pasteurisasi dengan Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) pada Penyimpanan Dingin</dc:title>
	<dc:creator>Ismiarti Ismiarti</dc:creator>
	<dc:creator>Juni Sumarmono</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">High temperature short time</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kayu manis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyimpanan dingin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Susu sapi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu manis (Cinnamomum burmannii) dikenal sebagai rempah dengan kandungan sinamaldehid mencapai 92,0% sehingga berpotensi memperpanjang masa simpan produk susu. Penelitian bertujuan mengetahui efek ekstrak kayu manis yang ditambahkan pada susu sapi pasteurisasi terhadap total asam tertitrasi, nilai pH, kadar air, dan angka reduktase yang disimpan pada suhu 5-10°C. Penelitian menggunakan susu segar dari peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan dipasteurisasi menggunakan metode High Temperature Short Time (HTST) selama 15 detik dengan suhu 72°C. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, dengan uji post-hoc Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Susu pasteurisasi ditambah dengan ekstrak kayu manis 0, 2, 4, dan 6 % (w/w). Pengukuran peubah dilakukan pada hari ke 0, 3, 7, dan 14. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata terhadap total asam tertitrasi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap angka reduktase selama penyimpanan sampai dengan 14 hari. Penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh nyata terhadap pH pada penyimpanan 0 dan 7 hari serta kadar air pada penyimpanan 7 hari. Sementara itu, pada penyimpanan 3 dan 14 hari tidak mempengaruhi nilai pH serta penyimpanan 0, 3, dan 14 hari tidak mempengaruhi kadar air. Kesimpulannya, ekstrak kayu manis yang ditambahkan sampai dengan 6% mampu mempertahankan kualitas susu sampai dengan 7 hari.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/401</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.401</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 153-161</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/401/288</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/405</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:07Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Spesies Lalat Buah di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur</dc:title>
	<dc:creator>Don Harrison Kadja</dc:creator>
	<dc:creator>Yasinta L. Kleden</dc:creator>
	<dc:creator>Johanes Umbu Rebu Iburuni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lalat buah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pulau Timor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lalat buah merupakan hama yang banyak menimbulkan kerusakan secara kualitatif dan kuantitatif dengan tingkat kerusakan yang mencapai 100%, bahkan serangga ini mampu menentukan arah kebijakan ekspor maupun impor komoditi hortikultura. Lalat buah merupakan spesies hama yang penyebarannya sangat luas, bukan hanya di daerah tropis, serangga ini juga banyak menyerang komoditi pertanian di daerah sub tropis. Sekarang ini lalat buah merupakan hama yang menjadi perhatian dunia di dalam kegiatan ekspor impor buah-buahan yang dilakukan oleh suatu negara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi spesies lalat buah yang tersebar di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey untuk mendapatkan informasi mengenai spesies lalat buah, jumlah, dan lokasi ditemukannya spesies lalat buah di Pulau Timor. Pengambilan spesimen dilakukan di lokasi pertanian di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka untuk memperoleh spesimen yang dikumpulkan dengan menggunakan perangkap berferomon Metyl eugenoal. Pengambilan spesimen lalat buah dilakukan dengan interval waktu dua minggu sekali selama dua bulan untuk mengetahui spesies lalat buah di lokasi tersebut beserta jumlah setiap spesiesnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam spesies lalat buah di Pulau Timor, yaitu: Bactrocera albistrigata, Bactrocera carambolae, Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosa, Zeugodacus caudata dan Zeugodacus Cucurbitae.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/405</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.405</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 162-170</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/405/289</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/410</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:07Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pendapatan Usaha Petani Milenial melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kalimantan Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Sudirwo Sudirwo</dc:creator>
	<dc:creator>Budi Santoso</dc:creator>
	<dc:creator>Angga Tri Aditia Permana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bantuan modal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendampingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendapatan usaha</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Program YESS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha petani milenial Program YESS di Kalimantan Selatan yang dipengaruhi oleh variabel pemberian bantuan modal berupa dana Hibah Kompetitif, pelatihan, dan pendampingan. Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) merupakan program dilaksanakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bersama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terkait pengembangan kewirausahaan muda dan ketenagakerjaan di bidang pertanian. Program ini berlangsung selama 6 tahun dari 2019-2025 dengan lokasi mencakup 4 provinsi antara lain Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Populasi dan sampel kajian adalah semua penerima manfaat bantuan modal dan Hibah Kompetitif tahun 2021 sebanyak 65 orang yang berasal dari 3 kabupaten (Tanah Bumbu, Banjar dan Tanah Laut). Pengujian hipotesis kajian ini menggunakan aplikasi SPSS dengan analisis regresi linier berganda. Hasil kajian melihatkan variabel bebas yaitu bantuan modal berupa dana hibah kompetitif, pelatihan dan pendampingan berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel terikat yaitu pendapatan usaha petani milenial dari nilai R Square 61,4%. Sisanya 38.6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam kajian ini. Sedangkan hasil analisis deskriptif pendapatan usaha dapat diketahui jumlah kenaikan pendapatan dari petani milenial sesudah mendapatkan bantuan modal, pelatihan dan pendampingan naik sebesar 88,33%. Sedangkan petani yang pendapatan usahanya tidak berubah (tetap) ada 1,67% dan pendapatan usahanya menurun 10%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/410</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.410</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 248-262</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/410/297</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/412</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:07Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat</dc:title>
	<dc:creator>Yesi Chwenta Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Montesqrit Montesqrit</dc:creator>
	<dc:creator>Yetti Marlida</dc:creator>
	<dc:creator>Syafri Nanda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Berat jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dedak padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerapatan tumpukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sifat fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sudut tumpukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras yang memiliki kandungan nutrisi cukup baik sebagai pakan ternak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sifat fisik dedak padi dari beberapa varietas padi lokal di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada bulan September 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yaitu dedak padi IR 42, dedak padi Kuriak Kusuik, dedak padi Payuang Kuniang, dedak padi Randah Putiah, dedak padi Sokan, dan dedak padi Kuriak Aluih yang diulang 4 kali. Ulangan penelitian adalah waktu pengambilan sampel yang berbeda. Parameter yang diamati meliputi berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA, jika terdapat pengaruh berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda sangat nyata (P&amp;lt;0.01) terhadap nilai berat jenis dan nilai kerapatan tumpukan serta berpengaruh nyata (P&amp;lt;0.05) terhadap nilai sudut tumpukan beberapa varietas dedak padi lokal di Kabupaten Agam. Hasil pengamatan nilai berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan terbaik yaitu 1.46 kg l-1, 358.84 g l-1, dan 52.92o. Dedak padi dengan kualitas terbaik berdasarkan analisis uji sifat fisik meliputi berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan terdapat pada dedak padi varietas padi lokal IR 42.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/412</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.412</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 180-187</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/412/291</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id:article/430</identifier>
				<datestamp>2023-12-28T14:52:07Z</datestamp>
				<setSpec>jt:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pre-Cooking terhadap Kualitas Fisik dan Total Bakteri Dakgalbi Kaleng</dc:title>
	<dc:creator>Nurul Khasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Endy Triyannanto</dc:creator>
	<dc:creator>Muhlisin Muhlisin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dakgalbi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kaleng</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Total bakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pre-cooking disinyalir dapat menghilangkan lemak dan menambah keempukan daging pada produk dakgalbi kemasan kaleng. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh lama pre-cooking terhadap kualitas fisik (pH, DIA dan hardness) dan total bakteri pada dakgalbi (ayam pedas korea) kaleng. Bahan utama yang digunakan pada penelitian ini antara lain daging ayam bagian dada, kentang, dan wortel. Bumbu yang digunakan pada penelitian ini antara lain saus gochujang, bawang putih, bubuk cabai, gula, jahe, merica bubuk, minyak wijen dan kecap asin. Perlakuan pre-cooking dengan metode pemasakan hot boiling (perebusan) pada suhu 90ºC yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0; 2,5; 5; 7,5; dan 10 menit. Hasil pemasakan dakgalbi akan dikalengkan melalui proses sterilisasi suhu 121ºC selama 45 menit dan dilanjutkan dengan pengujian.&amp;nbsp; Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dan dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Daya ikat air (DIA) berkisar antara 43,95 sampai 59,16%. Daya ikat air penelitian ini menurun dengan adanya perlakuan pre-cooking, akan tetapi tidak ada pengaruh nyata pada perlakuan 0; 5; dan 10 menit (P&amp;gt;0,05). Hardness pada kisaran 649,12 sampai 8439,10 gr. Hardness penelitian ini menurun dengan adanya perlakuan pre-cooking, akan tetapi tidak ada pengaruh nyata pada perlakuan 0; 2,5; 5 dan 10 menit (P&amp;gt;0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, tidak ada pengaruh nyata pada rentang pH 5,35 sampai 5,64 (P&amp;gt;0,05). Pre-cooking dakgalbi menunjukkan tidak terdeteksi adanya bakteri (ND) pada pengenceran 10-3 dan 10-4. Pre-cooking selama 5 menit disarankan untuk mendapatkan kualitas fisik dan total bakteri yang baik dengan waktu lebih efisien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/430</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.47687/jt.v14i1.430</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL TRITON; Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON; 276-284</dc:source>
	<dc:source>2745-3650</dc:source>
	<dc:source>2085-3823</dc:source>
	<dc:source>10.47687/jt.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/430/299</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 JURNAL TRITON</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-21T03:54:29Z"
			completeListSize="225"
			cursor="0">3dc7d4bdbb0f4d7c58019d5c227a49b9</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
