JURNAL TRITON
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt
<p style="text-align: justify;" align="justify">JURNAL TRITON Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered numbers <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1589428101" target="_blank" rel="noopener">p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650</a> is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and the Higher Education Republic of Indonesia and has been accredited to SINTA 3 based on the Decree of the Director General Higher Education, Research, and Technology with number 158/E/KPT/2021. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry, and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction, and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December). Until now, Jurnal Triton has printed up to Volume 15 Number 1 which was published in June 2024. The entire process from submission to publication is done FREE of charge. All articles in the Triton Journal can be viewed on an <a href="https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/open_access_policy" target="_blank" rel="noopener">OPEN ACCESS</a> basis.</p>Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwarien-USJURNAL TRITON2085-3823Substitusi Rumput Lapang dengan Kulit Jengkol terhadap Konsumsi Nutrien Domba
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1609
<p>Ketersediaan rumput lapang yang fluktuatif, terutama saat musim kemarau, mengharuskan adanya alternatif pakan pengganti dalam menyediakan hijauan ternak. Limbah pertanian dapat dikonversi menjadi pakan berkualitas tinggi oleh ternak ruminansia. Kulit jengkol (<em>Archidendron jiringa</em>) merupakan salah satu limbah pertanian yang persentasenya (59,99%) lebih banyak dibandingkan bijinya, tinggi serat kasar (33,07-35,28%) serta mengandung tanin (1,22%) dan saponin (26,52%). Tujuan penelitian ini yaitu menggunakan kulit jengkol sebagai substitusi rumput lapang sebagai sumber serat bagi ternak domba. Variabel yang diteliti yaitu konsumsi nutrient yang meliputi bahan kering (BK), bahan organik (BO), lemak kasar (LK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan <em>total digestible nutrient</em> (TDN). Penelitian ini menggunakan domba jantan sebanyak 15 ekor dengan bobot badan 15-27 kg yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan (substitusi kulit jengkol 0,00; 15,0; 22,5% bahan kering/BK) dan lima kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kulit jengkol sampai 22,5% meningkatkan (P<0,05) konsumsi BO (21,11%), PK (18,20%), SK (20,49%), BETN (22,93%), dan TDN (16,65%) serta menurunkan konsumsi LK (13,22%) dibandingkan kontrol. Kesimpulannya yaitu kulit jengkol sangat berpotensi untuk menggantikan rumput lapang sebagai sumber serat pada ternak domba. Penggunaan kulit jengkol sebanyak 22.5% BK terbukti mampu meningkatkan konsumsi nutrien, kecuali lemak kasar, pada ternak domba. Pemanfaatan kulit jengkol secara optimal sebagai pengganti rumput selain akan mengurangi ketergantungan pada hijauan konvensional yang ketersediaanya terbatas saat musim kemarau, akan menjadi solusi dalam penanganan pencemaran limkungan dari limbah kulit jengkol. </p>Nur HidayahKomang Gede WiryawanSri Suharti
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-122026-08-1217229530310.47687/jt.v17i2.1609Marketing Optimization Strategy of Cassava-Based MSMEs Through Cluster Development: A SWOT Analysis in Pandansari Lor Village
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1726
<p>Marketing optimization has an important role in the development of a business, especially for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The gap in this research lies in the minimal use of technology and integrated digital-based marketing strategies in the development of cassava-processed MSMEs, although the potential for collaboration through cluster formation and SWOT analysis shows great opportunities to increase competitiveness and business sustainability. This study aims to find out how to optimize the marketing of processed cassava products through the establishment of cassava clusters in Pandansari Lor Village by combining MSMEs with the same business so that information exchange, both innovation and technology can be quickly delivered. Purposive sampling of 20 MSMEs with criteria such as MSMEs with a duration of less than 5 years and marketing that is still carried out conventionally. The research method used is quantitative and uses SWOT analysis. The results of the study are expected to provide insight into marketing optimization strategies through the formation of clusters and can increase the competitiveness of MSMEs in a wider market. Optimization of marketing of processed cassava products can be done through the creation of packaging designs and promotional content designs as well as through the formation of cassava clusters in MSMEs of processed cassava products in Pandansari Lor Village which is strengthened by a SWOT analysis with an SO (strength - opportunity) value of 4.20, thus indicating that the SO strategy has high potential for sustainable growth and success.</p>Luthfil GodriyahUgik RomadiBudianto Budianto
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-122026-08-1217230431710.47687/jt.v17i2.1726Beef Preservation with the Addition of Kecombrang (Torch Ginger) Leaf Powder (Etlingera elatior) at Refrigerator Temperature
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1970
<p>Beef is one of the animal-derived food with a high nutritional value, making it widely sought after to meet essential human dietary requirements. However, it is highly perishable. In order to preserving beef, organic material such as torch ginger leaf can be used to retard spoilage by inhibiting the growth of microorganism. This study aimed to determine the effect of soaking beef in ginger leaf powder solution on its physical, microbiological and chemical qualities in refrigerated condition. This research used a two way Completely Randomized Design. The treatments was the used of torch ginger leaf powder at 4 concentrations (0; 5; 7.5; and 10%) and observed for 6 days (Day 0; 3; and 6). The data obtained then analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) then further analyzed using Duncan Multiple Range Test. The parameters observed were physical quality (cooking loss), microbiology (total bacteria), and chemical quality (pH, water, ash, protein and fat content). The results showed that soaking in torch ginger leaf powder can maintain the freshness of beef for 6 days of storage. Soaking beef with the addition of 10% torch ginger leaf powder solution resulted in beef quality with cooking loss 12.41%; total bacteria 0.18 x 10<sup>3</sup> cfu/g; pH 5,52; water content 76.49%; ash content 0.95%; protein content 21.27%; and fat content 2.60%. The beef preservation using 10% torch ginger leaf powder solution in 6 days of storage still fit for consumption. Kecombang leaf powder can be solution for beef preservation.</p>Sri Kita SagalaBangkit Lutfiaji SyaefullahFitri SuciatiQabul Dinanta Utama
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-122026-08-1217231833110.47687/jt.v17i2.1970Kandungan Nutrisi Limbah Kulit Pisang Terfermentasi dengan Berbagai Substrat: Systematic Literature Review
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1401
<p>Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan mineral yang cukup tinggi. Namun, pemanfaatannya dalam ransum ternak masih terbatas karena kandungan serat kasar yang tinggi dan palatabilitas yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah kulit pisang adalah melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan berbagai jenis substrat dalam proses fermentasi terhadap perbaikan kandungan nutrisi kulit pisang melalui pendekatan <em>systematic literature review</em> (SLR). Proses SLR dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan pencarian artikel dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dan database Google Scholar pada rentang tahun 2016 hingga 2024, dan setelah melalui proses alur studi literatur berbasis SLR, artikel yang digunakan sebanyak 30. Berdasarkan hasil telaah dari beberapa artikel, fermentasi kulit pisang dengan menggunakan substrat seperti molases, dedak, ampas tahu, tape yeast, serta mikroorganisme seperti <em>Lactobacillus plantarum</em>, <em>Neurospora crassa</em>, dan <em>Phanerochaete chrysosporium</em> terbukti mampu meningkatkan kadar protein kasar, lemak kasar, energi, dan kecernaan bahan kering, sekaligus menurunkan kadar serat kasar. Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga mengalami peningkatan bergantung pada jenis substrat yang digunakan. Dengan demikian, fermentasi kulit pisang dengan berbagai substrat tertentu secara signifikan dapat meningkatkan kualitas nutrisinya sehingga lebih layak digunakan sebagai bahan pakan alternatif dalam sistem peternakan berkelanjutan.</p>Ririn AngrianiAnggi Derma Tungga Dewi
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-2817233234510.47687/jt.v17i2.1401Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci) pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.)
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1470
<p>Tanaman tomat (<em>Solanum lycopersicum </em>L.) adalah salah satu jenis komoditas hortikultura yang sangat rentan terhadap serangan hama, terutama kutu kebul (<em>Bemisia tabaci</em>), yang dapat menurunkan produktivitas serta mutu hasil panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa efektif ekstrak pestisida nabati yang berasal dari daun serai wangi (<em>Cymbopogon nardus</em> L.) dalam mengendalikan hama kutu kebul pada tanaman tomat. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang mencakup empat variasi konsentrasi ekstrak serai, yakni tanpa ekstrak (kontrol), 20%, 40%, dan 60%, dengan Setiap perlakuan dilakukan dengan empat kali pengulangan. Pemberian ekstrak dilakukan melalui penyemprotan pada tanaman tomat yang dibudidayakan di Laboratorium Agen Hayati Cibubur, Jakarta Timur. Data mengenai tingkat serangan hama dikumpulkan sepanjang masa pengamatan dan data diolah dengan menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat signifikansi 5%. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan ekstrak serai wangi secara signifikan mampu mengurangi populasi kutu kebul, di mana konsentrasi 60% memberikan pengurangan serangan hama yang memberikan hasil terbaik jika dibandingkan dengan perlakuan lain serta kontrol. Senyawa aktif <em>citronella </em>yang terkandung dalam ekstrak ini berperan sebagai racun sekaligus pengusir hama secara efektif sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetis. Kesimpulannya, ekstrak serai wangi dapat dijadikan sebagai alternatif pestisida nabati yang ramah lingkungan serta aman bagi kesehatan manusia dan hewan. Disarankan agar pemanfaatan ekstrak ini dikembangkan dan diterapkan secara luas dalam program pengendalian hama terpadu pada tanaman tomat untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.</p>Indana ZulfaAde SuryandaNailul Rahmi Aulya
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-312026-08-3117234635610.47687/jt.v17i2.1470Effect of Environmental Factors on Physiological Responses and Slaughtering Quality of Limpo and Simmental Cattle
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1676
<p>Beef cattle, particularly Simmental and Limpo breeds, are strategic commodities in the supply of animal protein, which plays an important role in supporting national food security. The quality of beef is not only determined by management factors at the farm level, but is also influenced by environmental conditions and management practices at slaughterhouses. An unfavorable slaughterhouse environment has the potential to cause physiological stress in livestock prior to slaughter, thereby impacting the quality of the carcass and meat produced. This study aimed to evaluate the effect of slaughterhouse environmental conditions on the physiological response and death rate of Simmental and Limpo beef cattle in Surakarta City. The study was conducted over one month at the Surakarta Animal Health Centre Slaughterhouse using 14 cattle, consisting of 7 Simmental and 7 Limpo. The parameters observed included temperature, humidity, temperature humidity index (THI), heart rate, heart rate frequency (HRF), respiratory rate (RR), and the post-slaughter time to death (PTD). The data obtained were analyzed with Pearson's correlation test using IBM® SPSS Statistics 25.0 for Windows. The results showed that the THI value had a significant correlation with the RR and PTD (P<0.05), while no significance was observed in HRF (P>0.05). These findings indicate that increased temperature and humidity can worsen physiological stress levels, which ultimately reduces meat quality. Thus, the application of animal welfare principles and good, hygienic, and standardized slaughterhouse environmental management are crucial factors in ensuring livestock quality and supporting the sustainability of national beef production.</p>Rahma Kurnia SariMuchammad Rozaqi MubarokYariz Mehta AzmanNita PrimastutiWahyu SetyonoAan Andri Yano
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-09-072026-09-0717235736610.47687/jt.v17i2.1676Pertumbuhan dan Berat Buah Cabai Rawit pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Sapi, Kambing, dan Ayam dengan Penambahan Krokot
https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1670
<p>Degradasi kesuburan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang menjadi isu krusial dalam pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, inovasi dalam pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif yang ramah lingkungan menjadi sangat penting. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan dan komponen hasil tanaman cabai rawit (<em>Capsicum frutescens</em> L.) terhadap aplikasi pupuk organik yang diformulasikan dari kombinasi berbagai jenis pupuk kandang (sapi, kambing, dan ayam) dan diperkaya dengan krokot. Eksperimen lapangan ini dilaksanakan dari bulan Februari hingga Mei 2025 di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf perlakuan dosis pupuk organik padat: 0 kg/m² (kontrol), 1 kg/m², 2 kg/m², dan 3 kg/m² serta enam ulangan pada setiap perlakuan. Pupuk dibuat dari kombinasi limbah padat ternak sapi, kambing, ayam dan tanaman krokot dengan perbandingan 2:1:1:1 yang difermentasikan. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang dan berat buah panen pertama per tanaman. Perlakuan dengan dosis 3 kg/m² menunjukkan pengaruh paling efektif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian rata-rata tinggi tanaman (78,71 cm), jumlah cabang (14,1), dan berat hasil panen (62,10 g) yang secara statistik berbeda nyata jika dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang ternak dengan penambahan krokot efektif dalam meningkatkan produktivitas cabai rawit. Implikasi kebijakan yang disarankan adalah mendorong pemanfaatan limbah ternak dan tanaman lokal sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.</p>Lisa NavitasariHabibah Nursyiam TriutamiAcep Hariri
Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-09-142026-09-1417236737810.47687/jt.v17i2.1670