https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/issue/feedJURNAL TRITON2026-02-20T14:27:41+09:00Bangkit Lutfiaji Syaefullah[email protected]Open Journal Systems<p style="text-align: justify;" align="justify">JURNAL TRITON Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered numbers <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1589428101" target="_blank" rel="noopener">p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650</a> is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and the Higher Education Republic of Indonesia and has been accredited to SINTA 3 based on the Decree of the Director General Higher Education, Research, and Technology with number 158/E/KPT/2021. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry, and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction, and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December). Until now, Jurnal Triton has printed up to Volume 15 Number 1 which was published in June 2024. The entire process from submission to publication is done FREE of charge. All articles in the Triton Journal can be viewed on an <a href="https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/open_access_policy" target="_blank" rel="noopener">OPEN ACCESS</a> basis.</p>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1422Review: Pendekatan Rekayasa Optik untuk Penilaian Mutu Benih Secara Non-Destruktif: Peran Biospeckle dalam Penelitian Patologi Benih2026-02-03T09:42:14+09:00Riski Meliya Ningsih[email protected]Lesta Lesta[email protected]Geby Geby[email protected]<p>Perkembangan teknologi rekayasa optik telah membawa perubahan signifikan dalam sistem penilaian mutu benih, melalui penerapan metode non-destruktif seperti <em>Biospeckle Laser Imaging </em>(BLI). Kajian ini bertujuan untuk mereview secara sistematis publikasi ilmiah terpilih dalam 10 tahun terakhir yang membahas aplikasi BLI, pencitraan multispektral dan hiperspektral, serta <em>Optical Coherence Tomography </em>(OCT), evaluasi kesehatan dan kualitas benih. Artikel dianalisis berdasarkan relevansi dengan topik, kebaaruan metode, dan fokus pada metode non-destruktif berbasis optik. Hasil analisis menunjukkan bahwa BLI mampu mendeteksi aktivitas metabolik, viabilitas, vigor, dan infeksi patogen pada berbagai jenis benih dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 90%. Keunggulan utama teknik ini meliputi efisiensi waktu, sifat non-destruktif, serta ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi teknik optik dengan algoritma <em>machine learning</em> dan <em>deep learning</em> terbukti mampu meningkatkan akurasi klasifikasi dan efisiensi diagnosis, seperti pada deteksi kontaminasi aflatoksin, kerusakan mekanis, dan identifikasi varietas benih. Namun, implementasi teknologi ini di tingkat lokal masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi teknologi, serta kebutuhan akan perangkat portabel dan protokol standar yang mudah diadopsi. Secara keseluruhan, pendekatan rekayasa optik berbasis BLI dan teknik pencitraan lainnya berpotensi besar menjadi standar baru dalam sistem penjaminan mutu benih yang presisi, efisien, dan ramah lingkungan. Rekomendasi utama diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi teknologi ini dalam mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan nasional.</p>2026-02-03T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1487Transformasi Genetik pada Tanaman Pakan Lokal: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peningkatan Nutrien untuk Peternakan Berkelanjutan2026-02-03T10:26:31+09:00Rezki Amalyadi[email protected]<p>Transformasi genetik merupakan strategi potensial untuk meningkatkan nilai gizi dan ketahanan tanaman pakan, sehingga memberikan manfaat besar bagi produktivitas ternak dan pertanian berkelanjutan, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan kualitas pakan. Artikel ini meninjau penerapan berbagai teknik transformasi genetik, termasuk transformasi yang dimediasi <em>Agrobacterium</em>, biolistik, CRISPR/Cas9, transgenik, dan interferensi RNA (RNAi) dalam perbaikan kualitas nutrisi serta pengurangan faktor anti-gizi pada tanaman pakan utama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lebih dari 60 publikasi internasional terindeks Scopus, Web of Science, PubMed, dan ScienceDirect pada periode 2000–2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan tanaman pakan seperti jagung, kedelai, singkong, dan sorgum. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif, dengan peringkasan kuantitatif menggunakan analisis kecenderungan rata-rata dan perbandingan antarspesies. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi genetik mampu meningkatkan kadar asam amino esensial, kandungan energi, serta menurunkan faktor anti-nutrisi pada tanaman pakan. Perubahan ini terbukti meningkatkan performa hewan dan efisiensi konversi pakan dalam berbagai sistem produksi. Namun, adopsi di negara berkembang masih rendah karena kendala biaya, keterbatasan infrastruktur, tantangan regulasi, dan skeptisisme publik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi pada sarana penelitian, serta edukasi masyarakat, transformasi genetik berpotensi menjadi instrumen kunci dalam memperkuat kualitas pakan dan mendukung ketahanan pangan di wilayah dengan sumber daya terbatas melalui pengembangan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1407Optimalisasi Penyuluhan pada Petani Padi Sawah dalam Menghadapi Dampak El-Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan2026-02-03T11:00:24+09:00Syafruddin Syafruddin[email protected]Siti Aisa Lamane[email protected]Maulina Maulina[email protected]Mutmainna Nurul Dwi[email protected]<p>El Nino merupakan fenomena alam yang melanda dunia saat ini tidak terkecuali di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu dan Luwu Raya. El Nino berdampak langsung pada pertanian padi sawah karena berkurangnya pasokan air irigasi yang dibutuhkan oleh petani untuk mengairi sawah mereka. Penyuluh memiliki peran penting dalam membantu petani mengurangi dampak El Nino yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penyuluhan pada petani padi sawah dalam menghadapi dampak El Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan disain deskriptif eksplanatori. Penelitian dilakukan pada Mei sampai Agustus 2024. Populasi penelitian adalah petani padi berjumlah 2876 orang yang menyebar di empat kecamatan yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin pada eror 5% sehingga diperoleh sampel sebesar 351 orang. Analisis data menggunakan <em>Structural Equation Model</em> berbasis varian (VB-SEM) dengan aplikasi SMART PLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap usaha tani baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui karakteristik kelompok tani. Penyuluhan juga berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kelompok tani. Sementara karakteristik kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap usaha tani. Hasil penelitian berarti bahwa penyuluhan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesiapan petani menghadapi El Nino dan juga mendorong penguatan kelompok tani untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan dan program pertanian. Oleh karena itu, optimalisasi penyuluhan dapat dilakukan dengan kegiatan penyuluhan yang tepat dan memaksimalkan peran kelompok tani dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk mengurangi dampak El Nino yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.</p>2026-02-03T11:00:24+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1418Pegujian Beberapa Jenis Tanaman Pokem (Setaria italica L.) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Manokwari Papua Barat2026-02-20T14:27:41+09:00Syaifullah Rahim[email protected]Nandini ayuningtias[email protected]<p>Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan, terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi pada beras sebagai makanan pokok. Salah satu alternatif pangan yang berpotensi adalah pokem (<em>Setaria italica L.</em>), tanaman lokal Papua yang memiliki kandungan gizi tinggi dan toleransi baik terhadap kondisi lingkungan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tiga genotipe pokem (hitam, merah, dan putih) yang dibudidayakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Papua pada Desember 2024 – Februari 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot malai, dan produksi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah daun, umur berbunga, umur panen, dan panjang malai berbeda nyata antar genotipe, sementara karakter produksi tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Produksi tertinggi dicatat pada genotipe pokem hitam sebesar 1,50 ton ha⁻¹. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berkorelasi positif dengan produksi (r = 0,66), sedangkan diameter batang berkorelasi negatif dengan tinggi tanaman (r = -1,00), mengindikasikan adanya <em>trade-off</em> pertumbuhan. Selain itu, korelasi positif yang kuat teridentifikasi antara umur berbunga, umur panen, jumlah daun, dan tinggi tanaman, sementara panjang malai berkorelasi negatif dengan jumlah daun maupun umur berbunga. Temuan ini mengindikasikan bahwa pokem hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Papua Barat, dengan perlunya penelitian lanjutan pada aspek agronomi, lingkungan, dan pemuliaan genetik.</p>2026-02-20T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON