https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/issue/feedJURNAL TRITON2026-03-25T09:47:30+09:00Bangkit Lutfiaji Syaefullah[email protected]Open Journal Systems<p style="text-align: justify;" align="justify">JURNAL TRITON Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered numbers <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1589428101" target="_blank" rel="noopener">p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650</a> is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and the Higher Education Republic of Indonesia and has been accredited to SINTA 3 based on the Decree of the Director General Higher Education, Research, and Technology with number 158/E/KPT/2021. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry, and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction, and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December). Until now, Jurnal Triton has printed up to Volume 15 Number 1 which was published in June 2024. The entire process from submission to publication is done FREE of charge. All articles in the Triton Journal can be viewed on an <a href="https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/open_access_policy" target="_blank" rel="noopener">OPEN ACCESS</a> basis.</p>https://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1422Review: Pendekatan Rekayasa Optik untuk Penilaian Mutu Benih Secara Non-Destruktif: Peran Biospeckle dalam Penelitian Patologi Benih2026-02-03T09:42:14+09:00Riski Meliya Ningsih[email protected]Lesta Lesta[email protected]Geby Geby[email protected]<p>Perkembangan teknologi rekayasa optik telah membawa perubahan signifikan dalam sistem penilaian mutu benih, melalui penerapan metode non-destruktif seperti <em>Biospeckle Laser Imaging </em>(BLI). Kajian ini bertujuan untuk mereview secara sistematis publikasi ilmiah terpilih dalam 10 tahun terakhir yang membahas aplikasi BLI, pencitraan multispektral dan hiperspektral, serta <em>Optical Coherence Tomography </em>(OCT), evaluasi kesehatan dan kualitas benih. Artikel dianalisis berdasarkan relevansi dengan topik, kebaaruan metode, dan fokus pada metode non-destruktif berbasis optik. Hasil analisis menunjukkan bahwa BLI mampu mendeteksi aktivitas metabolik, viabilitas, vigor, dan infeksi patogen pada berbagai jenis benih dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 90%. Keunggulan utama teknik ini meliputi efisiensi waktu, sifat non-destruktif, serta ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Selain itu, integrasi teknik optik dengan algoritma <em>machine learning</em> dan <em>deep learning</em> terbukti mampu meningkatkan akurasi klasifikasi dan efisiensi diagnosis, seperti pada deteksi kontaminasi aflatoksin, kerusakan mekanis, dan identifikasi varietas benih. Namun, implementasi teknologi ini di tingkat lokal masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi teknologi, serta kebutuhan akan perangkat portabel dan protokol standar yang mudah diadopsi. Secara keseluruhan, pendekatan rekayasa optik berbasis BLI dan teknik pencitraan lainnya berpotensi besar menjadi standar baru dalam sistem penjaminan mutu benih yang presisi, efisien, dan ramah lingkungan. Rekomendasi utama diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi teknologi ini dalam mendukung pertanian presisi dan ketahanan pangan nasional.</p>2026-02-03T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1487Transformasi Genetik pada Tanaman Pakan Lokal: Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peningkatan Nutrien untuk Peternakan Berkelanjutan2026-02-03T10:26:31+09:00Rezki Amalyadi[email protected]<p>Transformasi genetik merupakan strategi potensial untuk meningkatkan nilai gizi dan ketahanan tanaman pakan, sehingga memberikan manfaat besar bagi produktivitas ternak dan pertanian berkelanjutan, terutama di negara berkembang dengan keterbatasan kualitas pakan. Artikel ini meninjau penerapan berbagai teknik transformasi genetik, termasuk transformasi yang dimediasi <em>Agrobacterium</em>, biolistik, CRISPR/Cas9, transgenik, dan interferensi RNA (RNAi) dalam perbaikan kualitas nutrisi serta pengurangan faktor anti-gizi pada tanaman pakan utama. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lebih dari 60 publikasi internasional terindeks Scopus, Web of Science, PubMed, dan ScienceDirect pada periode 2000–2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang relevan dengan tanaman pakan seperti jagung, kedelai, singkong, dan sorgum. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif, dengan peringkasan kuantitatif menggunakan analisis kecenderungan rata-rata dan perbandingan antarspesies. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa transformasi genetik mampu meningkatkan kadar asam amino esensial, kandungan energi, serta menurunkan faktor anti-nutrisi pada tanaman pakan. Perubahan ini terbukti meningkatkan performa hewan dan efisiensi konversi pakan dalam berbagai sistem produksi. Namun, adopsi di negara berkembang masih rendah karena kendala biaya, keterbatasan infrastruktur, tantangan regulasi, dan skeptisisme publik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, investasi pada sarana penelitian, serta edukasi masyarakat, transformasi genetik berpotensi menjadi instrumen kunci dalam memperkuat kualitas pakan dan mendukung ketahanan pangan di wilayah dengan sumber daya terbatas melalui pengembangan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1407Optimalisasi Penyuluhan pada Petani Padi Sawah dalam Menghadapi Dampak El-Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan2026-02-03T11:00:24+09:00Syafruddin Syafruddin[email protected]Siti Aisa Lamane[email protected]Maulina Maulina[email protected]Mutmainna Nurul Dwi[email protected]<p>El Nino merupakan fenomena alam yang melanda dunia saat ini tidak terkecuali di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu dan Luwu Raya. El Nino berdampak langsung pada pertanian padi sawah karena berkurangnya pasokan air irigasi yang dibutuhkan oleh petani untuk mengairi sawah mereka. Penyuluh memiliki peran penting dalam membantu petani mengurangi dampak El Nino yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penyuluhan pada petani padi sawah dalam menghadapi dampak El Nino di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan disain deskriptif eksplanatori. Penelitian dilakukan pada Mei sampai Agustus 2024. Populasi penelitian adalah petani padi berjumlah 2876 orang yang menyebar di empat kecamatan yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin pada eror 5% sehingga diperoleh sampel sebesar 351 orang. Analisis data menggunakan <em>Structural Equation Model</em> berbasis varian (VB-SEM) dengan aplikasi SMART PLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap usaha tani baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui karakteristik kelompok tani. Penyuluhan juga berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kelompok tani. Sementara karakteristik kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap usaha tani. Hasil penelitian berarti bahwa penyuluhan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesiapan petani menghadapi El Nino dan juga mendorong penguatan kelompok tani untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan dan program pertanian. Oleh karena itu, optimalisasi penyuluhan dapat dilakukan dengan kegiatan penyuluhan yang tepat dan memaksimalkan peran kelompok tani dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk mengurangi dampak El Nino yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara.</p>2026-02-03T11:00:24+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1418Pegujian Beberapa Jenis Tanaman Pokem (Setaria italica L.) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Manokwari Papua Barat2026-02-20T14:27:41+09:00Syaifullah Rahim[email protected]Nandini ayuningtias[email protected]<p>Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan, terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi pada beras sebagai makanan pokok. Salah satu alternatif pangan yang berpotensi adalah pokem (<em>Setaria italica L.</em>), tanaman lokal Papua yang memiliki kandungan gizi tinggi dan toleransi baik terhadap kondisi lingkungan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tiga genotipe pokem (hitam, merah, dan putih) yang dibudidayakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Papua pada Desember 2024 – Februari 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot malai, dan produksi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah daun, umur berbunga, umur panen, dan panjang malai berbeda nyata antar genotipe, sementara karakter produksi tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Produksi tertinggi dicatat pada genotipe pokem hitam sebesar 1,50 ton ha⁻¹. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berkorelasi positif dengan produksi (r = 0,66), sedangkan diameter batang berkorelasi negatif dengan tinggi tanaman (r = -1,00), mengindikasikan adanya <em>trade-off</em> pertumbuhan. Selain itu, korelasi positif yang kuat teridentifikasi antara umur berbunga, umur panen, jumlah daun, dan tinggi tanaman, sementara panjang malai berkorelasi negatif dengan jumlah daun maupun umur berbunga. Temuan ini mengindikasikan bahwa pokem hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Papua Barat, dengan perlunya penelitian lanjutan pada aspek agronomi, lingkungan, dan pemuliaan genetik.</p>2026-02-20T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1485Evaluasi Penyuluhan Desain Kemasan untuk Peningkatan Daya Saing Produk Maggot Black Soldier Fly Kering di Kelompok Usaha Bersama Maggot Jaya Makmur, Blitar2026-02-25T16:45:32+09:00Nisrina Salsabila[email protected]Yudi Rustandi[email protected]Yendri Junaidi[email protected]<p>Peningkatan sampah organik di Kabupaten Blitar mendorong perlunya solusi berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan larva <em>Black Soldier Fly</em> (BSF) sebagai dekomposer dan sumber pakan ternak. Namun, pengolahan maggot BSF kering dengan kemasan dan identitas produk yang optimal masih jarang diterapkan di tingkat kelompok tani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyuluhan desain kemasan melalui indikator pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota kelompok KUB (Kelompok Usaha Bersama) Maggot Jaya Makmur. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D), meliputi analisis kebutuhan (<em>need assessment</em>), desain (diagram <em>fishbone</em>), pengembangan, dan implementasi meliputi proses desain, uji coba desain dan kegiatan penyuluhan. Sampel terdiri dari 31 responden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur dampak penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan berhasil mengidentifikasi keterbatasan pengetahuan dan praktik pengemasan. Tahap desain menghasilkan modul dan media berbasis <em>fishbone</em>, sedangkan tahap pengembangan dan implementasi meliputi pelatihan teknik pembuatan desain kemasan, uji coba kemasan dengan melakukan uji Hayami yang menghasilkan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 4.552, dan kegiatan penyuluhan dinilai sangat efektif berdasarkan indikator materi (87%), media (87%), metode (86%), penyaji (91%). Analisis korelasi Spearman, diketahui bahwa baik pengetahuan maupun keterampilan memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap aspek afektif dalam persepsi terhadap kemasan. Kesimpulannya, penyuluhan berbasis R&D efektif menjembatani kesenjangan pengetahuan dan praktik pengemasan, menghasilkan produk maggot BSF kering yang menarik, informatif, dan kompetitif di pasar. Disarankan agar program serupa diterapkan secara lebih luas untuk mendukung daya saing produk lokal berbasis maggot BSF.</p>2026-02-25T08:52:13+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1633The Diversity of Mosquito Species (Diptera: Culicidae) Around Cowsheds in Tanah Miring District, Merauke2026-03-16T12:50:06+09:00Desmina Kristiani Hutabarat[email protected]Apri Irianto[email protected]Nurcholis Nurcholis[email protected]Yolanda Gebse[email protected]Jefri Sembiring[email protected]<p>Tanah Miring District is one of the areas in Merauke Regency with a high cattle population. The landscape of Tanah Miring District is characterized by lowlands with slopes of 0-3%, dominated by swampy areas and grazing fields for livestock, such as cattle. One factor affecting cattle productivity is the presence of disease vectors such as mosquitoes. This study aims to provide information on the diversity of mosquito species found around cattle pens as preliminary data to support cattle productivity, maintenance, and care programs in controlling cattle disease vectors. The research method employed was the around-cattle collection method, conducted around cattle pens in three villages within the Tanah Miring District. The mosquitoes captured were then identified using a stereo microscope and a key for identifying mosquito genera and species at Laboratory 1 of the Faculty of Agriculture, Musamus University. Data on mosquito species and numbers of female mosquitoes were obtained for further analysis of diversity, evenness, and dominance indices. Based on mosquito collection results in cattle pens in Tanah Miring District, 41 species and 10 genera of mosquitoes were found. The species <em>Coquellittida nigrochracea </em>and<em> Coq. ochracea</em> were the most commonly found species around cattle pens in Tanah Miring District. The mosquito species diversity index fell within the moderate category, with an even distribution of mosquito species, and the dominant mosquito species ranged from 0.1 to 0.3. This indicates that mosquito species are very less prevalent around the cattle shed in the Tanah Miring District, Merauke. The presence of mosquitoes is commonly found on the roots of aquatic plants, namely <em>Coq. nigrochracea</em> and <em>Coq. ochracea</em>, which are also found around the cattle shed, indicates the need for mosquito vector control efforts by maintaining cleanliness around the cattle shed, such as clearing the grass and aquatic plants.</p>2026-03-16T12:50:05+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1451Analisis Keputusan Petani dalam Memilih Varietas Unggul Baru (VUB) Padi di Lahan Rawa Desa Sumber Hidup, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin2026-03-16T13:33:35+09:00Muhammad Iqbal[email protected]Rostiar Sitorus[email protected]Fournita Agustina[email protected]<p>Perilaku petani dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu indikator upaya adopsi teknologi. Dalam kaitannya dengan teknologi Varietas Unggul Baru (VUB) padi, maka VUB padi harus bersifat spesifik lokasi dan mempertimbangkan preferensi agroekosistem dan konsumen beras. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih VUB padi di lahan rawa Desa Sumber Hidup, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Populasi yang diteliti adalah petani padi di lahan rawa yang menggunakan padi VUB Inpari 32 dan Inpari 42, jumlah sampel ditentukan dengan teknik <em>snowball sampling </em>sebanyak 70 petani yang dibagi menjadi dua kategori yaitu masing-masing 35 petani. Analisis regresi logistik (logit) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih VUB padi di lahan rawa adalah produksi gabah (X<sub>1</sub>); ketahanan rebah (D<sub>1</sub>); ketahanan terhadap hama dan penyakit (D<sub>2</sub>); harga benih (X<sub>2</sub>); harga gabah (X<sub>3</sub>); umur petani (X<sub>4</sub>); dan pengalaman (X<sub>5</sub>). Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan adalah bagi pemangku kepentingan terkait (baik pemerintah maupun swasta) harus terus bersinergi dalam upaya difusi inovasi dan pendampingan terkait pemilihan dan penerapan inovasi teknologi VUB Padi tepat di lahan rawa. Serta, melaksanakan produksi dan distribusi benih VUB Padi yang sesuai prinsip tujuh tepat: varietas, mutu, jumlah, waktu, tempat, harga dan layanan untuk mendukung program swasembada pangan dan kesejahteraan petani secara ekonomi.</p>2026-03-16T13:31:34+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1627Kualitas Kimia dan Sensoris Yoghurt Rendah Lemak dengan Fortifikasi Spirulina (Spirulina platensis): Studi Pendahuluan2026-03-17T15:34:27+09:00Ismiarti Ismiarti[email protected]Listi Aisyah[email protected]Sugiyono Sugiyono[email protected]<p>Yoghurt, salah satu hasil diversifikasi susu yang difermentasi, memiliki efek kesehatan, sifat sensoris, dan kandungan probiotik yang ada di dalamnya. Sebagai respon terhadap terhadap peningkatan permintaan konsumen, inovasi produk yoghurt dapat dilakukan salah satunya dengan penambahan spirulina. Penelitian bertujuan untuk menentukan formulasi spirulina yang tepat untuk menghasilkan yoghurt dengan kimia dan sensoris yang baik. Yoghurt dibuat dari susu sapi rendah lemak UHT merk Ultra Jaya, kultur bakteri merk Yogourmet yang berisi <em>Lactobacillus bulgaricus</em>, <em>Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus</em>, dan spirulina bubuk komersial. Penelitian eksperimen ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan meliputi penambahan spirulina secara berturut-turut sebanyak 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8% (P1, P2, P3, dan P4). Analisis variansi (Anova) digunakan untuk analisis data yang dilanjut dengan uji <em>Duncan’s Multiple Range Test</em> (DMRT) untuk data yang signifikan. Hasil menunjukkan bahwa fortifikasi spirulina berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap total asam tertitrasi (TAT), pH, kadar air, dan total solid. Fortifikasi spirulina juga berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat sensoris berupa aroma, <em>after taste</em>, dan <em>overall</em>, serta tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap rasa, warna, dan konsistensi yoghurt rendah lemak. Kesimpulannya, fortifikasi spirulina 0,2% menghasilkan yoghurt rendah lemak berkualitas kimia dan sifat sensoris terbaik. Penambahan pemanis diperlukan untuk mengurangi rasa asam yoghurt rendah lemak sekaligus memperbaiki <em>off-flavor</em> dari spirulina.</p>2026-03-17T15:34:27+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1661Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Minat Pekebun Kelapa Sawit dalam Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mencapai SDGs 13 di Kecamatan Galang 2026-03-20T08:43:50+09:00Anggi Apriliani[email protected]Adelia Zannah[email protected]<p>Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang menjadi penyebab perubahan iklim sekaligus menjadi korban akibat perubahan iklim. Perubahan iklim juga menjadi salah satu isu global yang memengaruhi kegiatan perkebunan karena memengaruhi hasil kelapa sawit di daerah tropis dan sub tropis terdiri dari dua faktor yang penting yakni ketersediaan air dan suhu serta emisi gas rumah kaca yang telah mengubah iklim global secara signifikan, dan akan terus berlanjut di masa depan. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13 dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif pendekatan kuantitatif. penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap 30 pekebun kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive</em>. Teknik analisis menggunakan korelasi spearman dengan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim sebesar 27,83 persen, sedangkan pada aspek minat pengelolaan air 25,09%, minat pengelolaan tanah 23,76%, dan minat pengelolaan tanaman 34,63%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa pengetahuan dan akses informasi memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap minat pekebun, sedangkan faktor lingkungan sosial tidak berpengaruh signifikan.</p>2026-03-20T00:00:00+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITONhttps://jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id/index.php/jt/article/view/1719Pemberdayaan Petani untuk Meningkatkan Kapasitas dalam Bermitra dengan Perusahaan Agribisnis2026-03-25T09:47:30+09:00Sekar Inten Mulyani[email protected]Ulfa Rohmatul Khasanah[email protected]<p>Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian adalah melalui pemberdayaan petani. Peningkatan kualitas tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan. Perusahaan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR), yang dalam perkembangannya diwujudkan dalam bentuk kemitraan sebagai bagian dari strategi bisnis melalui model bisnis inklusif. Kemitraan antara petani dan perusahaan menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan petani karena memberikan kepastian pasar dan harga yang layak. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui pemberdayaan petani melalui CSR kemitraan dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas petani dalam kemitraan. Penelitian dilaksanakan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dengan 30 responden petani jahe mitra binaan PT SM. Penelitian berlangsung pada Agustus–Oktober 2024. Proses pemberdayaan meliputi tiga tahap, yaitu penyadaran, penguatan kapasitas, dan pendampingan. Kegiatan CSR kemitraan ini bertujuan memperkuat kapasitas petani agar mampu menjadi mitra bisnis dalam rantai pasok bahan baku industri jamu. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel motivasi petani (X3) yang berpengaruh signifikan terhadap kapasitas petani, sedangkan kualitas pendampingan (X1) dan akses sumber daya (X2) tidak berpengaruh. Nilai R² sebesar 47,8% menunjukkan model mampu menjelaskan hampir separuh variasi kapasitas petani. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan motivasi petani melalui strategi pendampingan/pemberdayaan yang tepat untuk mempercepat peningkatan kapasitas petani dalam bermitra dengan perusahaan agribisnis.</p>2026-03-25T09:47:30+09:00Copyright (c) 2026 JURNAL TRITON